MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
DI KASIH HATI MINTA JANTUNG


__ADS_3

Satu persatu nama mulai di panggil dan di bedakan ruangan penempatannya. Total jumlah ada 20 orang yang lolos, untuk bisa bekerja Minggu depan di Supermarket Arka dengan berbagai posisi. Hanya saja jabatan kepala di pegang oleh Arka sebagai pemilik, tapi karena Arka di sibukan dengan kuliah nya. Arka di bantu oleh wakil nya yang sudah berpengalaman, jabatan wakil kepala di pegang oleh orang kepercayaan Agam, dan di ambil dari kantor Agam.


Semua posisi yang telah di isi termasuk Manager, supervisor, team leader dari masing-masing divisi sudah di pilih, serta bagian team pembayaran, seperti kepala kasir, leader kasir sampai kasir-kasir sudah di pilih. Tak lupa untuk team bebersih, semua sudah di pilih untuk di tempatkan di Supermarket. Sedangkan para pekerja di bioskop dan restaurant yang ikut serta sebagai tenant gedung. Para pekerja nya di ambil dari masing- masing perusahaan. Arka hanya mencari pekerja untuk di Supermarket nya saja.


Masing-masing pelamar yang sudah lolos, akan di masukan di ruangan sesuai dengan job desk yang di dapatkannya sekarang sedang di berikan arahan. Khusus untuk para kasir pembayaran akan di berikan pelatihan terlebih dahulu selama 2 hari dan untuk para Manager, Spv, team leader dan staf bagian divisi akan di berikan arahan tentang barang- barang yang akan di jual, pekerja tersebut akan di training dulu selama 5 hari agar Nissa mengetahui tentang seluk beluk toko. Dan semua itu akan di berikan arahan oleh Arka sekaligus pemilik toko, Di bantu oleh Pak Budi selalu wakil kepala toko dan penasihat Arka.


Nita yang masih belom mengerti mengenai posisinya hanya mengikuti arahan masuk ke ruangan yang di dalamnya terdapat wanita sebanyak 6 orang termasuk dirinya. Dia pun celinguk kanan kiri. Ingin bertanya dengan wanita di sebelah nya ia malas. Nita memandang  ke lima wanita di sebelahnya itu dengan pandangan meremehkan. Tapi untungnya tidak ada yang terpengaruh dengan tatapan Nita atau boleh di bilang mereka tida perduli dengan kehadiran Nita yang sejak awal sudah membuat keributan itu.


Saat sedang menunggu, masuklah seorang wanita yang akan menjelaskan tentang job desk yang akan mereka kerjakan di Supermarket ini. Wanita cantik dengan pakaian yang formal dan sopan itu duduk di meja bagian depan dan dapat melihat ke 5 wanita yang sudah terpilih ini.


"Ok baik... Perkenalkan nama saya April, dan saya ucapkan kepada kalian ber enam karena sudah di terima bekerja di supermarket EARTH ini. Dan saya juga akan menjelaskan kepada mbak-mbak semua. Pekerjaan seperti apa yang akan kalian kerjakan disini atau lebih sederhana nya kalian disini di terima sebagai apa," Ujar wanita cantik yang bernama April itu, melihat ke 6 wanita itu dengan seksama, dan semua wanita tersebut mendengarkan dengan tidak sabar sebagai apa mereka bekerja nanti, termasuk Nita yang sudah harap-harap cemas.


"Jadi kalian berenam disini akan bekerja sebagai kasir. Tempat pembayaran ketika customer sudah selesai berbelanja. Kalian semua tau kan kasir itu apa? Pastinya kalian juga pernah dengar dan pernah bayar di kasir saat kalian berbelanja." Ujar April dengan senyum manisnya. Ke lima wanita itu tersenyum dan ada yang mengucapkan Alhamdulillah karena telah di terima sebagai kasir.


"Ia Bu kami tau" ujar mereka serempak, Tapi berbeda dengan Nita. Dia hanya diam saja. Nita mengepalkan tangannya erat hatinya sangat emosi karena hanya di terima sebagai kasir.


'Wah si Arka, Bukannya terima gue jadi Manager malah cuman jadi kasir, Kurang ajar, keterlaluan tuh anak, gue bakalan bikin perhitungan sama dia nanti' geram Nita dalam hati.


April tersenyum mendengar jawaban serentak dari ke lima wanita itu, tapi tatapannya terhenti saat dia melihat wanita yang satunya lagi yang hanya diam saja, bahkan April bisa melihat dari raut wajah wanita itu seperti sedang menahan amarah.


"Apa ada yang belum di mengerti? Kenapa hanya diam saja mbak? yang memakai baju biru." Tanya April ke Nita. yang memang sedang memakai pakaian biru.


"Ibu bertanya kepada saya?" ucap Nita dengan nada sedikit ketus.


"Memangnya ada lagi yang memakai baju biru selain anda di ruangan ini?" ujar April yang masih dalam tahap sopan, walaupun sedikit menahan kesal.


"Kenapa anda seperti tidak senang," tanya April kembali.

__ADS_1


"Saya memang tidak senang. Karena apa? Karena saya hanya menjadi seorang kasir. Kamu tau kan siapa saya? Saya ini Nita saudaranya yang punya Supermarket Arka. Seharusnya anda menempatkan saya sebagai staf dengan jabatan tinggi minimal Manager lah. Masa saudara yang owner cuma jadi kasir. Kamu kalau gak bisa kerja, mending mundur aja dari jabatan kamu sekarang! atau mau saya adukan kerjaan gak becus kamu ini ke Arka nya langsung." Ketus Nita.


"Silahkan saja, kalau anda mau melaporkan saya ke Bapak Arka. Saya tidak takut! Lagi pula semua ini keputusannya beliau buka!? saya yang mengambil keputusan, tugas saya disini hanya menjadi trainer kasir." Ujar April, masih dengan wajah tenangnya. April pun melihat berkas lamaran Nita dan melihat isinya. Setelah itu dia pun tersenyum sinis, lalu menatap tajam Nita.


"Anda harusnya malu! Setahu saya anda itu bukan saudaranya pak Arka. Lebih baik anda jangan ngaku-ngaku. Lulusan SMA aja sombong! Belaga pengen jadi Manager, pengalaman belum punya, mau jadi apa perusahaan ini, kalau punya Manager lulusan SMA, gak ada pengalaman, otak pun kosong. Nilai rata- rata SMA anda aja sangat mengecewakan. Jadi jika Bapak Arka menerima anda sebagai kasir harusnya anda bersyukur karena dengan nilai anda yang rendah ini anda harusnya di terima sebagai OB saja di perusahaan ini"  Ujar April dengan nada merendahkan, sambil menatap Nita nyalang.


"Kamu menghina saya!" Teriak Nita tidak terima dengan kata-kata April.


"Kalau anda tidak terima silahkan ke luar dari ruangan ini. Dan jangan pernah kembali melamar disini, karena masih banyak orang yang mau ngelamar disini, yang jelas mempunya attitude lebih baik dan lebih pintar dari anda" ujar April.


"Kurang ajar! Aku akan cari Arka dan kamu akan di pecat oleh dia."


"Silahkan! Kamu pikir kamu siapa? Kita lihat kamu atau saya yang akan di permalukan? Silahkan! Keluar dari ruangan ini!" Usir April. Nita yang kesal pun memilih pergi dari ruangan itu dan membuka pintu lalu menutup pintu dengan kencang hingga menyebabkan bunyi yang sangat keras.


"Astaghfirullah itu cewek. Lagak kaya orang kaya, padahal ekonomi sulit." Ujar salah satu wanita di ruangan itu.


Nita dengan langkah marah mencari ruangan direktur di lantai tiga ini dan saat dia melirik kanan kiri. Ada orang berpakaian kantor lewat, dengan gaya yang di buat selembut mungkin, Nita menstop laki-laki tersebut.


"Permisi Pak, maaf saya mau tanya ruangan Pak Arka di mana ya Pak?" ujar Nita bertanya dengan suara selembut mungkin.


"Kamu siapa...? Ngapain nanya ruangan pak Arka" ujar lelaki tersebut.


"Oh engga Pak, saya saudara jauhnya Arka Pak, Tinggal di daerah sini juga" Ujar Nita yang masih berusaha meyakinkan.


"Oh saudaranya, kamu lurus aja sampe mentok di ujung sana belum kiri, ada tulisannya kok ruangan direktur" ujarnya.


"Terima kasih Pak."

__ADS_1


"Sama-sama" ucap lelaki tersebut yang langsung meninggalkan Nita sendirian, dengan langkah lebar Nita pun segera menuju ke ruangan yang tadi di sebutkan. Dan saat mendapati ruangan tersebut dia pun segera membuka pintu dengan kasar.


Arka yang melihat Nita yang masuk ke ruangannya hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.


"Lu tuh keterlaluan ya kak! Kenapa lu ngasih kerjaan gue cuma jadi kasir! Ekh sadar diri dong. Jangan sombong jadi orang. Mentang-mentang kaya. Lu gak mau bantu saudara lu sendiri" Ucap Nita mencak-mencak sambil menunjuk nunjuk Arka.


Arka yang melihat Nita merasa jengah dengan kelakuannya yang selalu mengganggunya.


"Udah ngebacotnya!? Lu tuh emang sekali kali gak bisa di diemin ya. Apa mesti gue injek-injek lu dulu. Baru lu melek, Ekh lu yang harusnya sadar diri! Lu itu siapa? Lu bukan saudara gue, lu itu cuma orang lain, Orang asing, bahkan sekarang nyokap lu sama Pak Herman udah cere. Udah pisah, kalian udah di usir, Sadar diri! jangan kebanyakan ngimpi. Sekali lagi lu bikin rusuh di kantor gue lu bakalan terima akibatnya dari gue" ancam Arka.


Nita yang semula dengan sombongnya masuk dan mencak-mencak menjadi ciut dan takut karena teriakan Arka.


'Gimana si Arka tau kalau Bokap dan nyokap udah pisah' gumam Nita dalam hati.


"Tapi ku juga gak bisa gini juga ka, masa lu kasih kerjaan gue jadi kasir. Rendah banget, Kerjaan itu gak cocok buat gue. Minimal lu kasih jabatan Spv buat gue."


"Ekh cewek gak tau diri. Di rumah lu punya kaca kan? Atau gak mampu beli, minta jabatan tinggi ke gue. Emang lu siapa? Pendidikan lu apa? Otak lu mampu? Nilai pas-pasan aja minta jabatan tinggi. Emang dasar otak dengkul tetap aja begok, masih bagu, lu gue terima disini. Sekarang lu keluar dari ruangan gue! dan gue batalin penerimaan lu di Supermarket gue!"


"Enggak...! gue gak bakalan pergi, Kalau lu belum ngasih apa yang gue mau."


"Oh jadi lu maksa?! kayanya penjara bakalan cocok jadi rumah lu yang baru" ucap Arka dingin, Arka pun mengambil HP nya dan menelpon seseorang.


"Ka lu mau ngapain? Lu jangan macam- macam."


[ Halo selamat siang paman Budi, Lagi sibuk gak paman? ] ucap Arka memegang telepon lalu menempelkan HP tersebut di telinganya.


[ Ia paman. Saya mau melaporkan ada wanita gila yang merusuh di kantor saya, Supermarket saya yang mau baru buka itu paman ] ujar Arka. Nita yang mendengar kata-kata lapor dari mulut Arka, Nita langsung pucat pasi.

__ADS_1


"Arka keterlaluan. Ok gue bakalan keluar! dan gak ganggu lagi jangan laporin gue brengsek! Ucap Nita yang langsung kabur keluar dari ruangannya Arka.


__ADS_2