
Riki yang sudah tidak bekerja lagi di kantor nya pak Boy, mulai masuk untuk mengurusi perusahaan papah nya, dan dengan cepat Riki memiliki asisten laki-laki yang sudah di latih oleh papah nya Riki, dan sudah sangat khatam tentang perusahaan.
" Perkenalkan nama Saya Juna pak Riki, yang akan membantu bapak" ucap Juna, saat Riki sudah datang dan duduk di kursi kebesarannya yang baru.
"Ok. Juna, saya minta tolong kumpulkan semua data mengenai para pemegang saham PT Agam persada!"
"Perusahaan pak Agam, itu klien lama kita pak?"
"Ia benar sekali, saya ingin membuat hancur perusahaan Agam, dengan cara menyuruh para pemegang saham untuk menarik saham mereka dari perusahaan Agam Persada." Ucap Riki dengan senyum bengisnya.
Keesokan hari nya Agam sudah selesai mempersiapkan diri untuk ke kantor di bantu oleh Nissa yang menyiapkan segala kebutuhan Agam, Nissa pun sudah lebih segar dan bersemangat pagi hari ini, Nissa berencana untuk berdiam diri di rumah saja, dan membiarkan Agam yang bekerja di kantor.
Saat sampai kantor, Agam langsung di suguhkan dengan segudang pekerjaan, dan banyaknya berkas yang harus dia periksa dan di tanda tangani.
Drt.....drt.....drt....
Telepon Agam berbunyi dari anak buahnya yang mengirim Tina ke Nigeria di benua Afrika.
[ Halo Bos... Paket sudah kami kirimkan ke alamat tujuan yaitu ke Nigeria seperti yang pak Bos perintah kan ]
[ Bagus.... Pastikan dia tinggal dan menderita di negara itu ]
[ Baik Bos.. ] ucap anak buah Agam... Dan sudah ada dua wanita yang Agam kirim ke benua APRIKA yang sebelumnya si Popi ke negara Mesir, dan sekarang si Tina ke Nigeria.
Hari sudah semakin siang, tapi pekerjaan Agam masih saja banyak.
Tok.... Tok...
"Masuk"
"Maaf pak, di bawah ada tamu dari perwakilan PT Suryadiningrat." Ucap sekertaris Agam.
"Perwakilan dari Suryadiningrat, ada keperluan apa ya mereka? Ya sudah suruh masuk saja, saya tunggu disini," ucap Agam.
Para perwakilan tersebut pun bertemu dengan Agam di ruangannya Agam.
__ADS_1
"Selamat siang pak Agam... Perkenalkan saya Riki Suryadiningrat, anak dari papah saya, karena mulai hari ini saya yang akan mengambil alih dan menjalankan perusahaan Papah saya," ucap Riki.
"Silahkan duduk pak Riki, wah Kabar yang cukup menggembirakan ternyata, anda akan mengambil alih Perusahaan pak Surya.Menurut saya itu keputusan yang tepat karena pak Surya, sepertinya memang sudah waktunya pensiun," ucap Agam ramah.
Dan mereka pun duduk di kursi yang telah di sediakan untuk tamu.
"Ia... Sebenarnya saya di minta sejak lama sama Papah saya, tapi saya waktu itu ingin hidup dari penghasilan saya sendiri dan menimba pengalaman terlebih dahulu, mangkanya saya bekerja di perusahaan pak Boy, mungkin pak Agam sudah mengenal pak boy?" Tanya Riki.
"Oh ia pak Boy itu klien saya, kita sudah lama bekerjasama."
"Silahkan di minum dan di makan pak hidangannya, maaf hanya seadanya saja" ucap Agam.
"Akh tidak apa-apa pak Agam, anda sangat beruntung memiliki istri secantik dan sepintar ibu Nissa pak Agam." Ucap Riki, yang melihat pigura besar foto pernikahan Agam dan Nissa yang terpajang di dinding ruangan Agam, tapi terasa janggal di telinga Agam.
"Ya... Memang saya sungguh sangat beruntung memiliki Nissa, dia adalah paket lengkap dan anugerah terbesar dalam hidup saya. Mungkin pak Riki belum mengetahui kalau saya dan Nissa adalah tetangga sejak kecil, dan kami sudah mencintai satu sama lain dari sedari kecil, ya cuma itu selalu ada saja halangan untuk berjodoh yang sebenarnya kami itu berjodoh, ya memang belum sampai ke jodohnya saja waktu itu" ucap Agam.
"Ia benar sekali pak, saya juga akan melakukan hal yang sama untuk mendapatkan jodoh yang pantas buat saya, bahkan jika itu memang istri orang sekali pun, saya akan mengejar wanita yang saya sukai itu dengan sungguh-sungguh, dan menjadikan nya ratu dalam hidup saya." Ucap Riki tegas tapi semakin terasa sangat janggal.
"Dan itulah tujuan saya sekarang datang kesini pak Agam, saya ingin anda menceraikan Nissa dan menyerahkan kepada saya, karna saya menyukai Nissa istri bapak Agam," ucap Riki.
Sekian detik Agam hanya melongo, dan mencerna perkataan dari pak Riki, tapi Agam langsung tersadar, orang di depannya ini, definisi orang licik dan jahat, tapi punya power, sehingga bisa dengan gamblang nya meminta istri orang lain, kepada suami nya sendiri, orang yang di depannya ini sudah sangat gila dan berbahaya.
"Saya serius pak Agam, dalam hidup saya, tak ada yang namanya bercanda, apalagi ini masalah perempuan, wanita yang saya inginkan dan saya kagumi." Ucap Riki tegas.
" Wah... Wah... Anda tau, anda meminta istri orang, apalagi kepada suaminya itu extrem sekali pak Riki," ucap Agam masih menahan diri.
"Kenapa memangnya pak Agam, mudah kan, saya hanya harus meminta anda menceraikan istri anda, Nissa, dan memberikannya kepada saya, semudah itu pak Agam, tidak sulit sama sekali," ucap Riki
"Wah... Wah... ternyata anda ini sangat menakutkan juga ya!
Pertama Nissa itu bukan barang pak, yang bisa di lepas dan di serahkan begitu saja, Nissa itu adalah istri yang sangat saya cintai, jadi sangat tidak mungkin saya menceraikan istri saya, apalagi untuk di berikan ke pak Riki yang baru saya kenal, lagi pula istri saya sedang hamil anak saya, untuk apa saya menceraikan wanita yang sangat saya cintai dan mengandung anak saya" jelas Agam tegas dan menahan kesal menghadapi orang macam Riki yang tidak tau malu.
"Janganlah di persulit pak, Soal anak bapak, pak Agam bisa mengambilnya sekalian dengan anak Nissa yang pertama, silahkan bapak urus, saya hanya menginginkan Nissa saja, saya juga bisa menunggu Nissa melahirkan seperti apa yang bapak lakukan sebelumnya," tegas Riki.
"Lah itu anda tau kan? bagaimana perjuangan saya mendapatkan Nissa, dan apakah ada alasan buat saya untuk meninggalkan Nissa yang sedang hamil anak saya?"
__ADS_1
"Tentu saja ada pak, perusahaan anda ini alasannya, kalo anda tidak mau bekerja sama untuk menyerahkan Nissa kepada saya, maka saya pastikan perusahaan yang anda bangun selama ini akan hancur dalam sekejap, anda tau kan pak Agam bagaimana berkuasanya orang tua saya." Ancam RIKI.
"Oh jadi kedatangan anda kesini, untuk mengancam saya! Ternyata pikiran anda sangat dangkal pak Riki, dan saya lihat anda tidak begitu mencintai Nissa, karena anda samakan Nissa dengan sebuah barang, atau harta," ujar Agam .
"Tentu saja tidak, Nissa adalah tujuan hidup saya, jadi saya tidak pernah sekalipun menganggap nya sebagai barang atau harta, sepertinya pak Agam yang telah salah tanggap!"
"Pak Riki., Mau sampai kapan pun saya akan tetap mempertahankan istri saya, saya tidak perduli dengan ancaman bapak tersebut."
"Jadi kalau bapak jatuh miskin tidak apa- apa ya pak? bapak yakin Nissa masih akan bertahan ketika anda sebagai suaminya menjadi miskin, oh tentu tidak, Nissa pasti akan memilih dan lebih bahagia bersama lelaki seperti saya."
"Anda yakin sekali, seperti yang sudah mengenal Nissa lama saja."
"Walaupun saya belum mengenal sepenuhnya Nissa, tapi saya tau bagaimana sifat-sifat perempuan setelah pandangan pertama saya terhadap perempuan itu, terutama Nissa." Ucap Riki.
"Anda sangat naif pak Riki, Nissa bukan cewek matre yang hanya mengejar harta saja, dia adalah wanita yang sederhana yang pantas di cintai oleh lelaki yang pantas buat dia, jadi untuk bapak Riki yang terhormat berhentilah terobsesi dengan istri saya," ucap Agam.
"Berarti anda lebih memilih untuk hancur di bandingkan harta yang selama ini anda perjuangan kan."
"Lebih baik pak Riki pulang saja terlebih dahulu, menjernihkan pikiran, agar tidak memikirkan istri orang terus menerus pak, kaya tidak ada wanita lain saja di dunia ini pak, secara tampang dan yang lainnya bapak kayanya punya segalanya, bisa mendapatkan jauh yang lebih baik dari Nissa pak!" ucap Agam mode santainya.
"Ingat pak Agam kata-kata saya, dan saya tidak akan main-main, saya akan merebut Nissa yang saya inginkan dari bapak Agam secara paksa, anda mengerti maksud saya kan pak Agam, dan anda pasti tau lah siapa saya sesungguhnya? jadi sebelum usaha yang anda bangun ini hancur sehancur- hancurnya, lebih baik pak Agam mengikuti saran saya saja." Ucap Riki yang sangat menyebalkan Agam.
Setelah mengatakan itu semua, akhirnya Riki pun bergegas pulang, jujur dalam hati Agam terselip rasa khawatir yang besar atas ancaman dari Riki, karena dia tau bagaimana sepak terjang pak Surya di dunia bisnis, dan menurut rumor yang beredar anaknya pun memiliki sifat yang ambisius tidak beda jauh seperti ayahnya.
[ Halo....Pak Abas... saya minta Tolong kamu cari tau data tentang seseorang yang bernama Riki Suryadiningrat anaknya pak Surya itu ] ucap Agam yang menghubungi detektif sewaannya.
[ Baik Bos segera akan saya laksanakan ]
[ Saya mau cepat ya pak! ]
[ Baik Bos, tapi mungkin butuh waktu ya Bos masalahnya dia anak seorang konglomerat ]
[ Ya pokoknya, cepat saja lah pak! ]
[ Siap Bos ]
__ADS_1
Agam pun langsung saja menutup teleponnya itu, dan dia harus segera menceritakan ini semua kepada Nissa, istrinya.
_____