MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
NISSA DAN AGAM TAU ALISHA HAMIL


__ADS_3

Air mata alisha terus saja berjatuhan, Alisha menekan dadanya kuat, dia pun keluar dari kamar mandi, dengan wajah yang tak karuan, Alisha langsung merebahkan badannya di kasur yang empuk dan menutupi semua badannya dengan selimut besar, Alisha menangis sesenggukan disana, Terdengar tangisan lirih yang menyayat hati, Mata Hatinya Alisha terluka, Masa depan Alisha hancur, dan kini dia sedang hamil.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang???? hiks...hiks .. Gimana kalo Mamah sama papah tau? aku gak pernah bisa bayangin wajah kecewa orang tuaku dan Abang abangku... Hiks." Gumam Alisha masih sambil menangis, untung saja kamar Alisha menggunakan kedap suara, jadi walaupun Alisha teriak sampai suaranya habis, tak akan terdengar dari luar.


"Apa aku gugurkan saja janin ini, tapi aku mana tega membunuh anak ku sendiri. tapi bagaimana ini, pasti sebentar lagi perutku akan semakin membesar dan orang tuaku pasti akan tau, astaghfirullah mana aku baru kuliah, kenapa jadi kaya gini. Ini semua gara gara Mario! hancur sudah hidupku hiks..." Alisha terus saja menangis hingga tak terasa dia pun tertidur di dalam kasurnya dengan selimut menutupi seluruh badannya.


"Nissa memasuki kamar alisha, karena kata mbok sus Alisha sudah kembali, tapi tidak turun dari siang hari, Nissa merasa khawatir akan keadaan anak perempuan satu-satunya itu, saat masuk kedalam, kamar alisha sangat gelap, Nissa melihat Alisha sedang meringkuk di atas kasurnya, keadaan kasurnya pun cukup berantakan, saat Nissa mendekati kasur Alisha, tanpa sengaja Nissa melihat tespek yang terjatuh di lantai... Nissa pun mengambil tespek tersebut dan melihat garis dua di tespek tersebut, seketika pikiran buruk memenuhi pikirannya.


"Gak mungkin ini milik Alisha... Aku harus tanya sama Alisha?" Nissa lalu duduk di Samping kasur Alisha dan melihat mata Alisha yang seperti habis menangis, bawah matanya basah, Apakah Alisha habis menangis karena ini?" pikir Nissa.


"Sayang Nak... Bangun," ucap Nissa pelan sambil menggoyang-goyangkan tangan Alisha.


"Alisha... Bangun dulu Nak, sudah sore kamu juga belum makan," suara Nissa sangat lembut, walaupun Nissa sebenarnya sedang menahan hatinya.


"Mamah.... Akh ia Mah, maaf Alisha kecapean tadi, pusing habis kuis Mah di kampus," ucap Alisha yang kaget sekaligus gugup melihat Mamahnya sudah ada di kamarnya.


"Apakah Mamah lihat mataku yang sembab habis nangis gak ya? Tapi kayanya enggak dah, kamarku gelap," ucap Alisha dalam hati.


"Makanlah dulu... Wajah kamu terlihat pucat, mata kamu sembab, kamu habis nangis kenapa?" tanya Nissa mulai dingin.


"Itu..itu... Ehh.. enggak Mah... Alisha tadi kelilipan Mah... Ia kelilipan," Alisha sangat gugup, apalagi melihat wajah Mamahnya yang dingin.


"Sejak kapan Mamah kamu bohong Alisha? Mamah gak pernah ngajarin kamu untuk bohong, seburuk apapun, jujur jangan pernah bohong sama Mamah!" kata-kata Nissa langsung menyentil Alisha.


"Apa kamu menangis karena ini... Jawab Alisha? Ini bukan punya kamu kan?" tanya Nissa yang membuat Alisha semakin terpojok.


"JAWAAABBB, kamu punya mulut kan?" Nissa kesal dan marah hingga Nissa teriak sambil menangis.


"Maaf Mah.. maapin Alisha Mah.... Alisha sudah bikin Mamah malu.... Tapi Alisha sumpah Alisha gak nakal mah, Alisha diperkosa Mah... Hiks... Hiks...hiks.  " Ucap Alisha menangis tergugu, Nissa menutup mulutnya tak percaya, karena apa yang di alami oleh anak perempuan satu-satunya itu.


"Sayang.... Apa yang terjadi sama kamu Nak... Kenapa kamu gak bilang sama Mamah, kenapa gak cerita sama Mamah Nak, ya Allah pasti kamu mengalami hal yang buruk akhir-akhir ini, dan menanggung semuanya sendiri," Nissa menangis melihat putrinya menangis, dan langsung memeluk Alisha. Memberikan kekuatan kepada putrinya yang tercinta. Nissa sangat paham dan tau bagaimana perilaku putri nya itu, yang tak mungkin hamil karena pergaulan di luar batas. Dan alasannya Alisha hamil sungguh membuat hati Nissa hancur sehancur-hancurnya. Alisha dan Nissa pun berpelukan dan menangis bersama.


"Alisha... Katakan sama Mamah, siapa yang lakukan itu semua? Mamah akan cari orangnya, Kalau perlu Mamah akan buat hidupnya menderita, karena sudah berani nyakitin putri kesayangan Mamah"

__ADS_1


"Hiks .. hiks .. apa Mamah bakalan ngasih tau Papah... Alisha takut mah. Kalau sampai Papah tau."


"Papah harus tau Nak, biar masalah ini ada jalan keluarnya, kita runding sama- sama."


"Hiks.. hiks .. ia Mah, tapi Mamah harus di samping Alisha terus... Alisha takut.... "


"Kamu jangan takut... Kalau kamu benar, ingat kan ada Allah yang selalu melindungi kamu dan menjaga kamu... Ini cobaan sayang, kamu harus kuat, Kita semua harus kuat, Abang-abang kamu juga harus tau, Jadi kita bisa mengambil sikap," ujar Nissa menyakinkan Alisha dan menenangkan Alisha karena masih menangis sesenggukan, sungguh hati ibu mana yang hancur, putri satu-satunya yang dia rawat dan dia cintai sepenuh hati sejak dari dalam kandungan tapi saat ia besar, di sakiti dan di nodai oleh manusia kejam dan bajingan, yang pantas di bumi hanguskan.


"Sekarang kamu tenang, minum dulu, habis itu kamu harus cerita sama Mamah, apa yang sebenarnya terjadi Nak... " Ucap Nissa yang mengambilkan air di nakas, yang selalu tersedia ... Alisha pun minum air tersebut untuk meringankan nafasnya yang sepertinya memburu di karenakan menangis. Setelah itu Alisha menarik nafas panjang dan mulai lah Alisha menceritakan kepada Nissa, tentang siapa yang memperkosanya dan bagaimana Alisha bisa di perkosa. Dengan detail Alisha menceritakan semua kejadian yang dia alami masih dengan nafas memburu dan tangisan, Nissa hanya menggenggam erat tangan Alisha dan memberikan kekuatan.


"Kamu tidurlah di kamar, nanti mbok Susi bakalan nganterin makanan buat kamu ke kamar ya Nak."


"Ia Mah... Apa Mamah masih marah sama Alisha."


"Kamu tau Nak, sekarang ini Mamah sedang hancur, hati Mamah sakit, anak yang Mamah jaga dan Mamah urus dari kecil dengan segala hal yang Mamah punya di sakiti oleh orang lain, dan kamu menahan itu semua selama ini, dua bulan Nak... Mental kamu di uji, apalagi kamu setiap hari bertemu dengan bajingan itu, tapi kamu harus sabar kita lalui semua ini sama-sama ya sayang," ucap Nissa yang sekali-lagi memeluk kuat putrinya dan keluar dari kamar Alisha.


Nissa menuju ke kamarnya dan mencari handphone untuk menghubungi seseorang.


[ Haloo sayang, Kapan kamu pulang ] ucap Nissa to the point kepada suaminya saat sambungan teleponnya langsung di jawab.


[ Mas kamu bisa pulang sekarang, ada hal penting yang ingin aku diskusikan dengan kamu, ini mengenai putri kita Alisha ]


[ Ya sudah Papah keluar sekarang ] ucap Agam yang yang langsung menutup sambungan teleponnya.


"Jo..... Aku harus pulang, Kamu lanjutin dan pimpin rapatnya ya..." Ucap Agam yang langsung pergi dari ruang rapat tanpa mendengar balasan kata dari Jonathan. Agam langsung ke ruangannya untuk mengambil kunci mobil dan dompetnya, setelah itu Agam pergi ke arah lift yang di khususkan hanya untuk Agam dan keluarga nya saja, setelah sampai di basemant lantai dasar tempat mobil Agam di parkiran, Agam langsung masuk ke mobil Lamborghini nya dan menekan gas dengan kencang, Agam mengendarai mobilnya dengan cepat, karena kebetulan jalanan juga agak lengang jadi Agam bisa melajukan mobilnya dengan cepat.


Saat sudah sampai rumah, Agam langsung saja masuk ke kamarnya, di mana istri tercintanya itu sedang menangis di atas meja riasnya.


"Sayang ... Kamu kenapa nangis? ada masalah apa mengenai putri kita...?" Tanya Agam khawatir karena melihat istrinya begitu sedih dan menderita.


"Mas... Aku gagal mas... Aku gagal jagain anak kita Alisha mas... Anak kita hancur mas..." Nissa masih menangis setelah mendengar kejadian naas yang menimpa putri kesayangannya itu.


"Kamu cerita sama aku, apa yang terjadi? kami tenang dulu. Please jangan nangis kaya gini, jangan bikin aku khawatir."

__ADS_1


"Mas.... Putri kita hamil mas....!"


JEELEDUGGGGG.....


Seperti sebuah kilat yang menyambar ke dalam hati Agam, saat mendengar Kabar dari istrinya, tidak mungkin Alisha melakukan hal yang seburuk itu.


"Mamah jangan becanda ya Mah, Ini bukan ulang tahun Papah, jangan ngeprank Papah akh, masih siang." Agam berusaha untuk menyangkal, dan terus memegang tangan Nissa. Menatap ke arah mata Nissa, dan mencari kebohongan disana, tapi Agam sama sekali tidak menemukan hal itu, malah istrinya terus menangis tersedu-sedu.


"Maksud Mamah Alisha hamil? siapa yang udah menghamilinya Mah? jawab Papah mah."


"Alisha diperkosa dosennya sendiri Pah, dan kejadian itu sudah 2 bulan yang lalu, dia menghadapi semua hal buruk itu sendirian, Mamah marah Pah. Bagaimana dengan mental anak kita nanti Pah."


"Maksudnya? Mamah jelasin sama aku pelan-pelan," ucap Agam yang masih bingung dan mengalirlah cerita dari Nissa, persis seperti apa yang di ucapkan tadi oleh Alisha ke Mamahnya, tak di lebihkan ataupun di kurangi.


Agam mengepalkan tangannya kuat, terlihat amarah yang besar tercetak di wajahnya.


"Mas... Tapi Alisha tidak mau menikah dengan dosennya mas. Dia bahkan sangat membenci Dosennya itu, dan tidak mau melihat wajah Dosen nya itu lagi mas..." Pelukan Nissa mampu meredam sedikit saja amarah Agam.


"Lalu bagaimana dengan kuliah nya Mah, terus kalau Alisha tidak mau menikah dengan Dosennya itu, apa anaknya akan lahir tanpa seorang ayah....?"


"Aku juga bingung mas..."


"Lebih baik kita biarkan Alisha istirahat dulu. Setelah dia tenang, baru kita bahas langkah apa yang harus di lakukan, dan yang pasti untuk sementara ini, Alisha harus cuti kuliah hingga dia melahirkan, atau dia harus pindah kampus."


"Apa itu artinya Alisha akan jauh dari kita Pah."


"Enggak Mah... Kita berdua yang akan menjaga Alisha di tempat barunya."


"Ya sudah nanti kita bicarakan dengan anak-anak yang lain bagaimana baiknya, lalu dengan dosen itu, apa yang akan Papah lakukan dengan lelaki itu."


"Belum Papah pikirkan, yang terpenting sekarang kita harus menjaga mental Alisha pasti berat menjalani semua ini."


"Ia Papah benar, apa Arka dan Rayyan akan di beri tahu?"

__ADS_1


"Telepon mereka Mah, malam ini harus ada disini, kita akan bahas masalah ini sekarang."


______________&&&&&&&&&&_____________


__ADS_2