MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 69 TIARA MENJADI MISKIN


__ADS_3

POV Author


Semua aset yang di miliki orang tua Tiara disita oleh pihak perusahaan Agam, dari mulai rumah, apartemen, mobil bahkan beberapa perhiasan Tiara dan ibunya ikut disita, karena besarnya penggelapan dana yang di lakukan oleh ayahnya Tiara sehingga menyentuh angka 1 milyar, bahkan itu pun masih kurang untuk menutupi sisa kekurangannya, sehingga masih di selidiki aset-aset yang belum di temukan. Tiara dan kedua orang tuanya pindah ke rumah ibunya, Oma Dina.


" Jadi kalian semua akan tinggal disini? Sampai kapan?" ucap Oma Dina saat baru saja keluarga Tiara sampai dan duduk di ruang tamu.


" Mah kita ini baru datang, kenapa langsung di tanyakan seperti itu, apa mamah gak suka aku tinggal disini?" ucap ibu Tiara.


" Lagian kamu kenapa bisa bodoh sekali sih Tio, kalau mau korupsi itu mikir pake otak, pinter dikit, jangan Maruk! Udah tau Agam dari dulu licik, Sekarang kan jadinya kaya gini. Nasib kalian jadi gembel kan! Oma tuh malu," tegas oma Dina.


"Menurut aku, gimana kalo Oma sama Tiara ke rumah Tante Lisa sama om Bram aja Oma, Tiara mau minta maaf sama Tante Lisa, dan kita adukan sikap Nissa kemaren sama kita, Oma, biar Tante Lisa tau kalo menantunya yang janda itu tak sebaik pemikiran dia." ungkap Tiara memberitahukan akal busuknya.


" Ia mah bener itu, mamah dan Tiara ke rumah Lisa aja mah, kalo aku sama Tio akan menunggu kabar kalian disini," ucap ibu Tiara.


" Heh Sumi, kenapa saya yang repot sih jadinya, suami kamu yang bikin masalah, mamah yang harus nyelesain, enak di kamu, tidak di mamah! apa kamu gak mikir kalo si Lisa itu menyebalkan, mamah itu dari dulu gak suka sama Lisa yang angkuh itu, mentang-mentang papah dia kaya," ucap Oma Dina kembali


" Lagian Oma, Kenapa sih gak nikah sama orang kaya, kaya Oma Nuri, jadi ya kan kita juga bisa kaya, aku kadang iri lihat kemewahan yang di miliki Tante Lisa dan mas Agam, Oma Nuri tuh sosialita banget waktu dia masih hidup, semua yang dia pake bermerek dan branded punya, terus Oma dapat apa? gak ada kan? Oma gak iri apa?" ungkap Tiara mengeluarkan uneg-unegnya.


" Udah kamu gak usah ngungkit luka lama, Oma gak mau pergi ke rumah Lisa, Oma malas, kalian urus masalah kalian sendiri, kalo kalian mau tinggal disini seenggaknya tau diri ya! kalian harus bekerja bersih- bersih rumah ini, dan kamu Tio! aku tidak mau tau, kamu harus cari kerja dan dapat penghasilan." Ucap Oma telak dan meninggalkan mereka bertiga.


" Ibu kamu gimana sih Sum, bukannya bantuin malah nambah pekerjaan aja, seenggaknya kasih aku juga buat istirahat di rumah ini, jangan langsung di suruh kerja," ucap bapak Tio yang tidak terima karena perilaku Oma Dina.


" Udahlah pak gak usah merasa tersinggung, lagian yang dikatakan Oma itu benar, aku gak mau tau ya pak! papah harus cari kerja, karena aku gak mau hidup miskin!" ucap Tiara kasar dan langsung meninggalkan orang tuanya, sungguh memang tak ada sama sekali sopan santun.


" Itu lah didikan mu mah, anak kamu yang manja itu ngebangkang aja bisanya, sama orang tua sendiri aja dia berani ngelawan, kalo kalian gak bisa menghargai saya lebih baik kita pisah saja," ancam Tio.


" Ya sudah mas, kalo kamu mau pisah, kamu gak guna juga! Udah miskin aja belagu, kalau kamu mau pergi, silahkan tinggalkan kami dan Rumah ibuku, biar hidupku gak nambah beban harus ngurusin lelaki tua miskin kaya kamu!" ucap Bu sumi senga kepada suaminya padahal selama ini pak Tio korupsi adalah untuk memenuhi tuntutan istri dan anaknya yang sangat tinggi.


" Kalian memang sama, kaya setan semua, awas aja kamu mah, kalo aku udah sukses jangan pernah minta aku kembali lagi sama kamu, gak Sudi aku punya istri dan anak macam kalian!" ucap bapak Tio marah.


" YA UDAH PERGI SANA, TUNGGU APA LAGI, TUNGGU DI USIR!" ucap Bu sumi malah menantang suaminya sendiri, benar-benar gambaran istri durhaka.


Pak Tio pun mengambil koper yang berisi pakaian miliknya dan meninggalkan kediaman rumah istrinya dengan dendam dan rasa sakit di dadanya.


" Punya suami gak guna, malah ngomel- ngomel, baguslah pergi," ucap sumi yang masih duduk di kursi depan.


Sumi pun mengambil cermin yang ada di tas nya dan melihat-lihat wajahnya yang memang masih terlihat cantik walaupun sudah berumur 45 tahunan lebih. Berkat perawatan mahal yang di lakukan, wajah Bu sumi begitu mulus dan putih, bahkan tak nampak kerutan yang terlihat.

__ADS_1


" Aku masih terlihat sangat cantik, harusnya masih bisa aku menggaet pria kaya di luar sana," monolog Sumi sambil melenggok-lenggokan mukanya.


......


" Oma... Oma... Bantuin Tiara, ayok Oma kita kerumah nya Tante Lisa Oma. Cuma itu satu satunya cara buat kita dapetin hak kita lagi Oma, kita juga bisa menjelek-jelekan si janda itu Oma," ucap Tiara yang masih saja memaksa dan menghasut Oma nya.


" Ya sudah, Istirahat lah kamu, nanti kita ke rumah si Lisa, Oma sebenarnya malas sekali kalo ke rumahnya si Lisa itu, dia sama kurang ajarnya kaya si Nissa itu, gak pernah menghormati Oma."


" Mangkanya kita adukan semua ke Om Bram, pasti Om Bram membela keluarga nya, Oma." ucap Tiara yakin.


Keesokan harinya....


Oma Dina dan Tiara serta Sumi pergi ke Bandung untuk mengunjungi rumah Bram dengan Lisa, yang sebelumnya Oma Dina sudah menghubungi Bram karena ingin berkunjung, jadinya Bram ada di rumahnya bersama Lisa menunggu kehadiran tamu yang tidak di harapkan.


Mereka bertiga pun akhirnya sampai Siang hari di rumah megahnya Lisa di Lembang, dan tanpa mereka tahu bahwa depan rumah Lisa itu adalah rumah Nissa yang sama megahnya.


Mereka bertiga pun langsung masuk dan langsung menduduki sofa empuk di ruang tamu itu.


" Mah rumahnya Tante Lisa, gila keren banget, sama kaya rumah mas Agam di Jakarta, seandainya aku bisa jadi istri mas Agam, aku pasti akan tinggal di istana itu, dan mamah pasti akan aku ajak untuk tinggal bersamaku," ucap Tiara menghayal setinggi tiang jemuran.


" Ada tamu jauh ternyata, silahkan duduk dan silahkan di minum dan di makan cemilannya. Gimana kabarnya Oma Dina? sehat kan?" ucap Bram duduk di kursi panjang dan di ikuti dengan Lisa, Ekspresi wajah Lisa sangat datar.


" Baik Bram, Omah sangat baik tapi anak Oma yang Kabarnya tidak baik?"


" Kenapa memangnya sama Sumi, ku lihat Sumi baik-baik saja," ucap Bram.


" Kamu ini Bram, ga peka banget jadi saudara, gini tujuan Oma datang kemari itu mau tanya kenapa Agam jahat banget sih, seharusnya rumah Sumi jangan ikut di sita, mereka mau tinggal di mana?" ucap Oma Dina santai seolah semua ini bukan kesalahan anaknya.


" Oma.... Oma... Tau gak sih korupsi itu apa... MALING!!! dan yang di ambil Tio itu hampir 1 milyar, bahkan aset yang kami sita belom cukup untuk menggantikan semua kerugian anak saya, enak saja Udah salah! nawar lagi! dasar benalu," ucap Lisa blak-blakan dengan suara cukup keras membuat Oma Dina meradang menahan kesal.


" Jaga ucapan kamu Lisa! gak ada sopannya sekali kamu sama orang tua, persis seperti menantu kamu itu." Oma Dina sedikit menggertak dengan telunjuk tangannya.


" Ia Tante bahkan Nissa berani membentak Oma, Tante. Padahal kita gak lakuin apapun," ucap Tiara yang menjadi Provokator.


" Ia Bram padahal kami datang baik-baik, seharusnya kamu didik menantu mu itu yang bener!"Oma mengingatkan


" Benarkah? coba saya tanyakan dengan Agam, sebentar ya, kalo memang yang kalian bicarakan itu benar, Nissa harus di kasih tau!" ucap Bram.

__ADS_1


Bram pun mencoba menghubungi Agam, untuk tau kebenarannya.


[ Halo assalamu'alaikum ]


[ Waalaikum salam, pih tumben telepon kenapa ya pih? ]


[ Ini Oma Dina datang ke Lembang, karena urusan sama Om Tio katanya ]


[ Oh Om Tio, belom kelar pih, ternyata baru di temukan, rekening tabungan atas nama Om Tio, senilai 600 juga pih, dan itu sudah ikut di sita juga, memang nya Oma Dina kenapa pih? ]


[ Dia minta, rumahnya Sumi jangan ikutan di sita ]


[ Gak bisa pih, rumah itu harus ikutan di sita, karena Om Tio maling uang aku Ampe 1 milyar, masih bagus aku ga penjarakan Tante Sumi dan Om Tio  ]


Glekkkk...


" Ini kenapa saya jadi ikut-ikutan. Yang korupsi kan suami saya, kenapa saya juga yang di penjara," ucap Sumi nyolot karena ancaman Agam .


" Sumi diam jangan memperkeruh suasana," ucap ibu Dina. Sumi pun langsung diam mendapatkan bentakan dari Oma Dina.


" Lah situ ikut makan uang haram itu juga kan? harusnya gak usah banyak omong, udah tau salah! masih untung kalian itu gak di masukin ke penjara Ama anak saya," ujar Lisa merasa kesal dengan ulah sodara suami nya ini yang tidak tau malu.


[ Terus satu lagi, katanya Nissa berkelakuan tidak sopan kepada Oma saat berkunjung ke rumah kamu kemaren, apa benar Gam? ]


[ Ia pih, Itu semua karena Oma Dina yang memulai duluan, menghina Nissa dan malah ingin tinggal di rumah ku, numpang hidup, si Tiara juga ikutan mau nginep, mau ngapain coba? mau memperkeruh suasana rumahku yang udah damai! Oma bahkan nyosorin Tiara terus buat jadi istri Agam, kalo papih gak percaya? nanti aku bakalan kirim rekaman CCTV nya ]


[ Ia nak, papih percaya kok sama kamu ]


Mendengar penuturan Agam yang akan memberikan rekaman CCTV pun membuat Oma Dina menjadi pucat pasif, karena disitu terlihat jelas bagaimana dia dan Tiara memperlakukan Nissa dengan sangat buruk, walaupun di balas buruk juga oleh Nissa.


" Kenapa Oma Dina yang terhormat, kok mukanya kaya orang panik gitu, pucat banget, kenapa? takut! kalo apa yang kalian lakuin akan balik sama kalian lagi " celetuk Lisa mengejek.


" Tutup mulut kamu Lisa, gak bisa kah kamu menghormati aku sebagai pengganti ibu nya Bram disini!" ucap Oma Dina kesal.


" Apa yang harus di hormati dari keluarga parasit seperti kalian. Keluarga maling, dan keluarga tidak tahu malu," ucap Lisa sarkas.


Karena kesal Oma Dina pun langsung marah dan naik pitam, dia pun langsung menghampiri Lisa dan sudah mengangkat tangannya ingin menampar Lisa. Tapi di tahan oleh tangan seseorang..................

__ADS_1


__ADS_2