MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
LAMPU HIJAU...


__ADS_3

Mario sengaja bangun pagi-pagi buta dan membangunkan Bobi hanya untuk memata-matai rumahnya Alisha dari jauh, Mario sebenarnya bisa saja manjat dinding atau cara bar-bar lainnya, untuk dapat bertemu dengan Alisha. Tapi Mario rasa cara itu sangatlah tidak elegan, Mario adalah seorang CEO dan mantan Dosen yang sangat di hormati, meskipun ada catatan hitam, karena dia pernah memeprkaos Mahasiswi nya. Tapi karena Agam tidak mau mempermasalahkan atas permintaan Alisha yang tengah hamil, nama baik Mario dan Alisha pun tetap terjaga, kalau tidak Mario mungkin sudah di pecat dari pekerjaannya sebagai Dosen, dan semua orang bakalan tau bahwa putri nunggu Agam Wijaya hamil di luar nikah.


"Yo... Gue ngerti lu pengen banget ketemu ayang, tapi gak kaya gini juga Yo, Ini masih shubuh. Lu liat langit aja masih gelap, ngapain kita ke sana juga, tar kita dikira mau ngerampok rumah orang lagi." Ujar Bobi kesal, Bobi yang terus menguap dan berjalan di samping Mario menggunakan celana jeans dan jaket yang tebal, karena suhu pagi ini lumayan dingin.


"Gue tau itu, Gue cuma gue gak mau kecolongan lagi. Gue harus bisaa nemuin Alisha. Gue harus cepet nyelesain masalah gue Bob, kasian ke lu sama Papah gue. Tar nunggu kelamaan" Ujar Mario merasa tidak masalah sedikitpun.


"Ya tapi gak pagi buta kaya gini juga Bambang, bingung sama otak lu itu, semenjak bucin sama Alisha jadi begok" ujar Bobi sebal, ingin rasanya Bobi menggeplak kepala sepupunya ini, pake bedok biar sadar otaknya.


"Ia juga sih, Ini masih gelap, ya udah balik lagi yu! Tar kita balik lagi jam 7" ujar Mario tanpa rasa bersalah sama sekali.


"Bodoh lu" ujar Bobi yang lebih memilih untuk masuk lagi kedalam rumah duluan meninggalkan Mario di belakang, Mario yang melihat tingkah saudara itu, hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, karena ini memang salahnya.


Pagi hari nya sekitar jam 7 sesuai dengan keinginan Mario, dia pun langsung pergi ke rumah Alisha, tapi hanya sendirian, karena Bobi ngambek dan masih bergelung dengan selimut.


'Biarlah' pikir Mario.


Mario sudah sampai di depan gerbang rumah Alisha. Dan beruntungnya pagi ini, tidak ada sang penjaga atau si Satpam yang menyebalkan itu. Dengan langkah seribu, Mario memanjat gerbang yang lumayan tinggi itu dan mendarat dengan selamat. Mari langsung menuju ke pintu depan, dia pun mengetuk pintu, berharap Alisha lah yang membukakan pintunya.


Tok....tok ..tok.....


Mario terus membuka pintu. Dan sepertinya memang keberuntungan sedang memihak kepadanya kali ini, Alisha sang pujaan hati yang membuka pintu depan itu, saat Alisha membuka pintu matanya langsung terbelalak melihat lelaki yang dia rindukan itu, tapi tak ingin dia temui.


"Pak Mario...!" Ucap Alisha.


"Al-Al-Alisha.... Akhirnya ku menemukanmu" ucap Mario seperti sepenggal sebuah lagu band Indonesia.  Tapi dengan segera Alisha ingin menutup pintunya tapi langsung di tahan oleh tangan Mario.


"Alisha aku mohon! Bukalah, bicara sama aku.... Alisha... masalah kita harus kita selesaikan Al, Aku mohon dengan sangat!" ujar Mario sambil menahan pintu oleh tangannya.


"Pergi kamu Mario! aku gak mau ketemu sama kamu!" Ucap Alisha yang masih saja ingin mendorong pintu agar tertutup, Tapi entah dari arah mana tiba-tiba. Nissa muncul dengan raut wajah khawatir menghampiri putri kecilnya ini.


"Ada apa ini?" Tanya Nissa Mengernyitkan kepalanya.


"Buka pintunya Alisha, biarkan Mario masuk" Ucap Nissa lagi.


"Tapi Mah?" Harap Alisha.


"Aku mohon ... aku ingin bicara," ucap Mario yang masih berusaha untuk membuka pintu. Alisha pun melepaskan pegangannya ke pintu hingga Mario terjerembab ke dalam. Nissa dan Alisha melihat Mario dengan tatapan tajam. Sedangkan yang di lihatnya hanya terkekeh dan langsung bangun dari duduknya karena jatuh.


"Pagi Mamah mertua," Ujar Mario dengan senyuman masih menghiasi bibirnya.

__ADS_1


"Duduklah!" ujar Nissa. Nissa pun melangkahkan kakinya ke arah sofa di ikuti oleh Alisha dan Mario. Alisha duduk di sebelah Nissa.


"Mbok Jum..." Panggil Nissa sedikit teriak. mbok Jum pun dengan langkah santai menghampiri Nissa.


"Ia ada apa Non?" Tanya mbok Jum, tapi pandangannya seketika melihat ke arah Mario.


"Loh si Aden ada disini?" tanya mbok Jum.


"Ia mbok, saya akhirnya nemuin Alisha." Ucap Mario senang Sambil melihat Alisha.


"Bagus atuh Aden kesini, Non Alisha, tuh orangnya udah ada, jadi bisa meluk langsung orangnya jangan bajunya doang" ucap mbok Jum tertawa tanpa melihat ekspresi dari Alisha. Mario pun yang kurang paham hanya bisa memandang Alisha dan mengernyitkan dahinya.


"Mbok Jummm!" ujar Alisha.


"Kenapa Non Alisha? Oh ia bibi bikin minum dulu ya! sebentar," ucap Mbok Jum yang langsung pergi ke belakang.


"Maksudnya apa ini?" Tanya Mario dengan raut wajah bingung.


"Mau apa kamu kesini" tanya Nissa mengabaikan pertanyaan dari Mario tadi.


"Saya ingin melamar Alisha untuk menjadi istri saya. Saya...saya minta maaf Bu Nissa dengan sifat saya yang pengecut, saya memang brengsek dan tidak tau diri. Makanya saya langsung memutuskan untuk pergi mendatangi rumah Bu Nissa, untuk melamar Alisha menjadi istri saya, walaupun saya tau Alisha sudah menggugurkan kandungannya, saya tidak perduli, tapi kalian tidak ada, Alisha tidak pernah muncul. Saya frustasi, saya mencari Arka dan Rayyan, mereka seperti hilang di telan bumi. Begitu juga dengan Bu Nissa dan pak Agam, yang saya dapati hanya rumah kalian yang kosong, hanya ada asisten rumah tangga saja selama berbulan-bulan" ujar Mario jujur.


Nissa menghembuskan nafasnya berat ...


Alisha yang melihat Mamahnya dan Mario saling bicara hanya diam saja, tapi dia selalu melirik Mario. Dan Mario mengetahui akan hal itu.


"Sayang... Gak ada yang ingin kamu katakan" tanya Nissa kepada Alisha yang hanya berdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Alisha menatap ibunya dengan tatapan yang memohon.


"Aku tidak bisa memutuskan Mah. Tadinya aku sudah siap mental untuk menjadi ibu sekaligus Ayah untuk anak-anak ku" Ujar Alisha. Pernyataan Alisha membuat Mario sedih. Sungguh bukan ini yang Mario mau.


"Alisha Aku tau kesalahan ku sama kamu begitu berat, aku mohon berikan aku kesempatan untuk menembus semuanya. Tak ada yang bisa ku janjikan, tapi akan aku lakukan semua mau kamu dengan tindakan ku Al, sungguh aku tidak mau kehilangan mu dan anak-anak kita." Ujar Mario menatap Alisha intens, sedangkan Alisha yang di tatap Mario sedemikian rupa, salah tingkah, hatinya berjoget ria.


'Apaan sih tuh mata bisa gak sih gak usah natap ke gue mulu' Batin Alisha, duduk Alisha pun tak tenang.


"Kamu kenapa sayang? Sakit perut? kenapa gak bisa diem gitu?" tanya Nissa melihat Alisha yang gelisah.


"Enggak Mah, yang jelas Alisha gak bisa Mah. Alisha udah mutusin untuk membesarkan anak ini sendirian disini!" Ujar Alisha mantap-menatap Mario dengan kekesalannya.


Mario yang mendengarkan keputusan Alisha hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya.

__ADS_1


'Sepertinya aku harus membuat Alisha jatuh cinta padaku dulu disini' gumam Mario dalam hati.


"Maaf Mario, semua itu adalah keputusan Alisha. Kamu tidak bisa merubah akan hal itu" Ucap Nissa tenang.


"Aku gak bisa Bu. Walau bagaimanapun Alisha adalah gadis yang aku cintai dari dulu. Apa kamu tau Alisha Kenapa aku meminta tolong padamu untuk bertemu ibuku, aku bahkan bisa meminta tolong Dosen di sana. Bukan karena kamu kebetulan wanita yang sedang hadir, tapi aku memang menggunakan kesempatan itu untuk lebih mendekati mu, dengan membuatmu terikat dengan ku karena alasan almarhum ibu, aku berniat membuatmu mencintai ku. Tapi karena ibuku lebih dulu berpulang dan aku melakukan kesalahan fatal. Jujur Alisha hatiku hancur mengingat tangisan kamu. Aku bahkan gak bisa tidur, di luar aku terlihat baik-baik saja, tapi mental aku juga down... aku juga datangi pisikiater, untuk memulihkan mentalku, apalagi saat tau kamu membunuh anakku, semakin hatiku hancur Al. Kamu juga tidak tau beberapa bulan ini, aku seperti orang yang sakit, setiap makan aku muntahin lagi, aku tidak bisa memakan nasi sedikit pun, aku selalu mencari makanan di waktu yang tidak lazim. Bahkan aku sering mencari makanan jam 2 pagi. Dimana makanan Itu hanya ada waktu siang atau pagi. Aku melewati semua itu." Ucap Mario panjang lebar yang membuat Alisha tidak mengalihkan tatapannya dari Mario.


"Jadi kalau kamu sekarang memutuskan untuk menjadi single parents tanpa kehadiran ku, aku juga akan memutuskan untuk membuat kamu jatuh cinta sama aku setiap harinya, dan aku akan selalu berada di sekitar kamu, sampai kamu bosan dan menyerah dan belajar mencintai ku Alisha" Ujar Mario bersungguh-sungguh, dan biarkan aku melihat anak kita, biarkan aku mengantarkan kamu ke Dokter untuk cek kandungan, hal yang seharusnya aku lakukan dari dulu" ujar Mario membuat Alisha semakin ragu akan keputusannya.


"Jadi aku akan kesini setiap hari, bahkan aku akan menjadi supir kemanapun kamu pergi, ke kantor kamu tau pun kemana pun ayok!" ujar Mario terkekeh.


"Terserah kamu, lakukanlah semaumu. aku tak perduli" ucap Alisha pada akhirnya Alisha langsung pergi. Padahal dalam hatinya Alisha terharu dengan ucapan Mario yang sudah mencintai nya dari dulu.


"Kalau kamu serius dengan Putri ku, berusahalah lebih keras lagi Mario, silahkan datang ke rumah ini, kapan pun. Dan aku akan membicarakan lamaran kamu ini kepada suamiku dan anak-anak ku yang lainnya" ucap Nissa seperti memberikan lampu hijau.


"Terimakasih banyak bu atas bantuannya, aku sangat bersyukur dan menghargai itu, kalau boleh tau kapan jadwal Alisha untuk cek kandungan Bu" Tanya Mario sopan.


"Besok Senin. Jam 9 pagi, kamu datang aja kesini, buktikan ucapan mu Mario. Tapi jika kamu mengecewakan kami semua sekali lagi, aku pastikan kamu tidak akan pernah melihat Alisha dan anak-anak kamu kelak!" ancam Nissa.


"Apakah Alisha mengandung anak kembar Bu Nissa" tanya Mario senang.


"Ia tapi jenis kelaminnya belum tau, rencananya besok akan di periksa, kamu antarkan saja Alisha besok dan nanti akan saya kasih tau, jangan sampai telat" ujar Nissa.


"Baik Bu, Kalau begitu saya permisi dulu calon Mamah mertua," Ujar Mario yang akan pamit.


"Silahkan!" ujar Nissa. Mario pun keluar dari rumah Nissa dengan hati yang berbunga bunga, setidaknya dia sudah mendapatkan lampu hijau dan dia akan membuat Alisha mencintainya.


________&&&________


Herman telah sampai di pelataran rumah sakit, dia pun masuk ke dalam rumah sakit dan menghampiri Dokter Budi, Dokter spesialis kandungan. Herman sudah membuat janji terlebih dahulu, jadi dia pun tidak menunggu waktu yang lama untuk konsultasi.


"Selamat sore Pak Herman, Seperti nya sedang ada masalah pak? muka anda tampak tidak bersahabat," ujar Dokter Budi yang menangani kesuburan Herman selama ini.


"Biasalah Dok. Ada sedikit masalah dengan mantan istri" ucap Herman.


"Setelah melalui serangkaian pengobatan dan kemarin juga sudah melakukan tes. Dan sekarang hasilnya keluar. Semoga saja membawa Kabar baik ya Pak Herman" ujar Dr. Budi mengalihkan topik, karena Dr Budi tau Cerita Herman tentang mantan istrinya yang sekarang.


"Semoga saja ini Kabar baik Dok" harap-harap cemas Herman.


"Saya buka ya Pak Herman amplopnya"

__ADS_1


"Silahkan pak!" Jawab Herman, Dr. Budi pun membuka amplop dan melihat hasil dari pemeriksaan kesuburan Herman.


"Alhamdulillah Pak Herman. Usaha anda berhasil, hasil ****** anda sudah kembali normal, bahkan sangat bagus dan tingkat kesuburan nya juga bagus. Anda bisa mempunyai anak Pak Herman. Tapi jika anda akan menikah lagi, sebaiknya anda harus memeriksakan wanitanya juga, subur atau tidaknya," ucap Dr Budi yang membuat senyuman Herman semakin mengembang. Hilang sudah rasa keki Herman karena Kokom sore tadi.


__ADS_2