
POV Herman
Rencanaku sepertinya berhasil untuk menghasut Popi, buktinya setelah dia mengobrol dengan ku, Popi langsung pindah ke geng teman kantor wanitanya, dan sedikit ku dengar desas-desus tentang apa yang mereka bicarakan, bagus ini yang aku mau. Sementara itu aku melihat dari jauh Nissa masih saja beramah tamah dengan mereka , apa yang mereka bicarakan sebenarnya, jiwa kepo ku meronta, tapi aku gak bisa ke sana, aku gak bisa sembarang ikutan kumpul dengan Nissa dan kawan kawannya, mereka adalah para Direktur tinggi di kantor, berbeda dengan ku hanya sebagai Staff biasa.
" Mas Herman..... Apa bener Bu Nissa itu mantan istrinya.... " Aku kaget ada ketika ada seseorang yang menepuk pundaku, karena lagi serius merhatiin Nissa, sialan nih orang bikin kaget aja, batinku.
" Eh melati.... Kaget saya mel... " Ucapku mengelus dada spontan.
" Sorry ..... Beneran bapak ini mantannya ibu Nissa.... Tapi kayanya gak mungkin dah " ujar melati sambil memegang dagu.... Maksud dia apa coba, pikirku.
" Maksudnya gimana ya ".
" Ia gak mungkin aja, masa Bu Nissa mau sih sama bapak yang cuman staf biasa, padahal dia kan direktur keuangan disini, jabatan paling tinggi, orang kaya lagi.... Punya restoran sama butik.... Atau pantas aja kali mas Herman di ceraiin.... Palingan juga numpang hidup sama Bu Nissa alias benalu " ujar melati mencemooh ku dengan wajah sengaja... Wah nih anak minta di hajar.... Ku tekan amarahku kuat kuat, hingga mengepalkan tanganku. Awas nanti kamu Melati, di kantor abis kamu sama aku ,"batinku.
" Heh melati..... Ngomong kok sembarangan.... Udah jelas mantannya itu yang gak tau diri, mas Herman itu dulu nya kerja di jadi staf BUMN, gajinya bahkan lebih gede dari kerja disini, semua gajinya di kasih istri, giliran keluar kerjaan langsung di cere perempuan macam apa itu " jelas wanita yang tiba-tiba datang membelaku, padahal aku tidak kenal siapa dia, dan dari mana dia tau, apa Popi udah sebarin cerita palsu aku tadi, sepertinya menarik,"batinku. Aku hanya mengamati mereka berdua berdebat tanpa mau membantu wanita yang membelaku, kulipat kan tangan di dadaku, dan tersenyum. Beginilah resiko orang ganteng selalu di bela wanita , bahkan yang tidak kenal sekalipun, "pikirku.
" Mila.... Mila... Jangan sebar fitnah kamu, tau dari mana kamu tentang kehidupan rumah tangga Bu Nissa, aku tau Bu Nissa itu orang baik.... Dan sekantor ini juga tau bagaimana sifat Bu Nissa, kamu kalo mau bikin fitnah hati-hati, kalo sampe orangnya tau kamu nyebar kebohongan bisa-bisa kamu di penjara atas tuduhan pencemaran nama baik ". Balas melati.
" Ekh Mel.... Gue gak bohong ya .... Tanya tuh Ama anak-anak staf admin, kita memang pekerja biasa di kantor ini, bukan kaya Bu Nissa dan teman temannya pejabat kantor, lantai nya aja beda, tapi kalo salah ya salah aja ngapain di bela, semua orang juga lagi pada ngomongin Bu Nissa, saya bukan asal nyeblak doang, kamu dikasih tau gak terima "
" Terserah ya Mila.... Kalo kalian ada apa apa aku gak mau ikutan.... Bye.... Di kasih tau gak terima..... Tanggung sendiri akibatnya " balas melati kesal.
Si melati langsung meninggalkan ku dengan wanita yang baru ku tahu namanya adalah Mila, saat si mila ini melirik ke arahku, aku pun tersenyum.
" Makasih ya mba mila udah ngebalin aku, memang kalo menikah dengan wanita yang derajatnya lebih tinggi itu, selalu saja di rendahkan, bahkan saya tidak pernah di aku, apalagi dia adalah direktur keuangan, sedangkan aku hanya pengangguran waktu itu, padahal pas aku kerja di BUMN semua gajiku aku kasih ke Nissa, sampai aku melupakan ibu yang masih berhak atas uang ku juga ". Ucapku dengan wajah yang ku buat sesedih mungkin, agar mba Mila ini menjadi prihatin dan berpihak padaku.
" Ia mas Herman pastinya, kalo istri kaya gitu emang mendingan pisah aja, jangan mau di rendahin mas ".
" Ia mba Mila, bahkan Nissa itu tidak membagi harta Gono gini atas usaha dia sekarang, padahal aku juga ada ikut andil dalam membangun usaha itu, Nissa sangat serakah karena mengambil semuanya, bahkan rumah yang biasa kami tempati diambil juga oleh Nissa, aku tidak dapat apa-apa " ucapku menunjukan wajah sedihku, dan menghela napas berat.
" Benar-benar itu wanita serakah, jangan mau kalah lah mas Herman, kenapa gak minta banding aja."
" Biarlah, aku udah gak punya apa-apa lagi mba mila, aku ikhlas " .
" Eh.... Eh.... Eh... Sini semua.... Popi.... Sini.... Ternyata mantan istrinya mas Herman si Bu Nissa itu wanita serakah, dan gak tau diri..... Tapi aku aneh dia kan udah gak kerja disini tapi kenapa bisa hadir di acara perusahaan ini... Aneh banget.... Jangan-jangan dia ada mau. Lagi sama pak Bos... Ia gak sih... " Ujar mili. Ini kenapa sih si Mila malah ngomong gak jelas tapi gak apa-apa dah biar makin panas.
" Ekh yang benar nih mas Herman..... Wah gak nyangka juga ya ". Ujar Popi.
" Ikh gak nyangka ya Bu Nissa, ternyata wanita ga bener.... Padahal kalo di lihat seperti wanita yang berpendidikan, apalagi sekarang agamis banget ya.... " Ujar wanita yang lainnya...
__ADS_1
Aku sangat senang melihat keadaan sekarang, dan rencanaku berjalan dengan sangat lancar.... Tunggu saja eksekusi nya pasti dari para wanita ini, akan melabrak Nissa.... Rasakan kamu Nissa... Sok sok an pake tolak aku segala...... Ku lihat para wanita ini masih saja ngoceh menjelekan nama Nissa, aku pun menoleh ke arah Nissa, dia sedang berjalan dengan seorang wanita yang tidak aku kenal, siapa ya dia.... Pikirku, bingung. Ku ikutin aja dia mau pergi kemana dengan wanita itu..... Oh ternyata mereka ke toilet , hmmm waktunya tepat buat ngobrol dengan Nissa, ga ada orang lagi sepi banget, mending ku tunggu dia di depan toilet ini Ampe dia keluar.
"Ya elah nih cewek berdua lama banget sih nih di dalam, lagi pada ngapain sih " ucapku yang terus saja menunggu Nissa dan temannya di toilet, pegel banget mana ni kaki dari tadi berdiri berdiri Mulu.... Akh elah. Pintu pun ke buka, akhirnya keluar juga kan, calon istri yang cantik. Ucapku sambil menatap Nissa yang keluar dari toilet dengan langkah yang indah seperti sedang jalan di catwalk.
" Halo Nis..... Udah lama ya kita gak ketemu " ucapku dengan senyum paling menawan, dia pasti langsung meleleh melihat senyuman ku.
" Kamu siapa ..... Jangan ganggu Nissa... Mending minggir jangan ganggu jalan kamu" .
Aku mengernyitkan dahiku, lah dia siapa....
" Nis aku mau ngomong bentar.... Aku telepon kamu gak pernah kamu balas, chat aku juga gak pernah kamu bales. " Langsung saja aku bicara dengan Nissa, urusan ku sama Nissa bukan sama wanita aneh ini.
" Udah kak ga apa apa , aku pengen tau dia mau bicara apa " aku hanya tersenyum mengejek wanita itu, rasakan. Lagian siapa sih ni, aku baru liat, mana Deket Deket si Nissa Mulu, jadinya aku gak bisa leluasa ngomong sama Nisa, sial pikirku.
" Kamu berbeda sekali Nis, cantik dan elegan, kenapa saat jadi istriku, kamu gak seperti ini nis, selalu enak di lihat dan tidak membosankan, kalo kaya gini kan aku ga bakalan berpindah hati dan selingkuh dengan Fina, tawaran ku masih berlaku Nis.... Lihatlah kamu Nis sedang hamil dan sendirian, tidak ada suami yang menemani, kali kamu mau rujuk sama aku, janji Nis, aku janji akan bahagiain kamu dan akan manjain kamu Nis, dan anak kita akan bahagia dengan keluarga nya yang lengkap " ujar ku, mencoba memegang tangannya tapi dia , malah menjauh, apa apaan sih si Nissa sok jual mahal banget. Berasa paling cantik, ku tekan amarahku demi mendapatkan simpati Nissa lagi, aku harus sabar.
" Udah yuk kak kita pulang, nyesel aku kasih kesempatan dia ngomong ".
Ini cewek emang kurang ajar, mintanya di kasarin terus, langsung saja ku kejar Nissa, ku pegang tangannya yang tadi menolaknya itu, awas aja kamu Nis.
" Lepasin gak mas... Ini sakit kamu mau apa lagi.... " Ku genggam erat tangannya Nissa, aku sudah kepalang kesal dengan kelakuan nya.
" Ga akan mas lepasin, sebelum kamu ikut mas pulang ke rumah ibu, dan besok nya kita langsung ke KUA urus nikah kita " ucapku, ku tarik Nissa agar mengikuti ku, aku ga mau kehilangan sumber keuangan ku dan hidup senang lagi seperti dulu, Nissa harus jadi milikku sekarang.
Awww.......brukkkk
Astagaa, sakit sekali punggung dan kakiku, cewek bangs*t, sakit sekali kaki ku, tak ku perhatikan lagi si Nissa dan temannya itu, yang sudah menghilang, sial banget patah gak nih punggung gue..... Sial banget.
" Nisaaaaaaaaaaaa awas kamu... Nisaaa balik kamu..... Dasar istri durhaka.... Awas kamu Nissa... Wanita sialan... " Teriaku kencang dan aku tak peduli kalo ada yang mendengarkan.
" Sial banget.... Kaki aku sakit banget lagi... Gila tuh Kingkong main injek kaki orang aja.... Bisa balik gak nih ya... Mana sepi banget nih toilet gak ada orang lewat sama sekali " aku celingak-celinguk mencari orang yang lewat, tapi nihil gada orang sama sekali, seketika aku takut juga karena lorong ini sangat sepi, tapi sakit sekali ini kaki, kayanya ga bisa jalan sialan emang si Nissa.... malah di tinggal. Aku harus telepon si buluk suruh kesini dan mengantarkan ku pulang , gawat ini kalo gak bisa pulang. Ku cari HP ku yang ada di kantong celana, langsung saja ku buka kontak telepon dan menghubungi si buluk, tapi panggilan pertama tidak di jawab, Ampe 3 kali gak di jawab juga.
" Kemana sih si buluk, pas di butuhin selalu gak ada " ucapku makin kesal, ingin ku banting HP ku tapi sayang karena mahal, HP yang pernah di belikan Nissa 7 bulan yang lalu sebelum kami berpisah, ku coba sekali lagi menghubungi si buluk, baguslah sekarang diangkat.
[ Rob..... Tolongin gue Robb, di toilet sebuah kiri... Cepetan ya lu gak pake lama... Sakit kaki gue..... Cepetan... ] Langsung saja ku matikan teleponnya, si buluk di mintain tolong ribet banget, mau inilah itulah, udah tau lagi Urgent kaya gini, banyak alasan aja.
Tak berapa lama temanku itu akhirnya datang , ku lihat wajah merengutnya , tapi aku gak peduli yang penting dia datang segera dan membantu ku untuk pulang ke rumah, karena aku udah gak tahan dengan rasa sakit ini.
" Lu kenapa sih.... Ganggu orang lagi ? ...." Ucap roby datang dengan wajah kesal ya, tapi aku gak peduli .
__ADS_1
" Ini kaki gue sakit begoo.... Lu bukannya bantuin mana banyak tanya " ucapku kesal.
" Si setan di bantuin malah nyolot.... Kenapa sih lu... Di injek raja setan apa, hayooo sini gue bantuin jalan, bikin susah aja lu emang ".
" Udah ya.... Gak usah banyak ngomong... Sakit ini kaki, Ama punggung gue.... Lu anterin gue pulang ya sekarang juga tapi, gue mau di urut."
" Ia.... Ia hayu kita pulang "
Kami pun pergi meninggalkan pesta ini, kenapa gue harus apes sih, rencana pengen ngeliat si Nissa di bully Ama tuh ciwi-ciwi, malah kena apes di smakdown sama tuh gorila. Mana belom sempet makan, tunggu pembalasan ku Nissa. "Batinku kesal menahan amarah di dadaku.
______________
Pov Nissa
Si Herman masih saja berteriak di belakangku, akupun tak peduli kalo ada tukang yang patah karena di lemparkan oleh kak Mili tadi, sungguh hebat kak Mili memiliki skill karate seperti itu, Body Guard yang di berikan mamah emang gak pernah kaleng-kaleng. "Pikirku,
Aku dan kak Mili pun berjalan beriringan ke arah pintu masuk, yang tadi kita lewati, karena hanya ada satu pintu besar yang sangat besar yang ada di Ball room hotel mewah ini, agak riskan sebenarnya, kalo terjadi apa-apa disini, tidak ada pintu keluar lain. Saat sedang berjalan hampir sampai ke pintu, ku lihat para perempuan itu menatapku sangat Sinis, kenapa mereka kenal juga enggak batinku.
" Jadi ini.... Cewek sok cantik mantan istrinya mas Herman, yang ninggalin saat lagi susah, istri gak tau diri namanya " ucap salah seorang wanita yang aku tidak kenal siapa dia, tiba-tiba saja dia berdiri di depanku menghalangi jalanku, kak Mili yang akan maju untuk memberi pelajaran ku pinta untuk tahan, dengan gerakan tanganku. Aku ingin tau apa yang ingin di ucapkan dan dari mana dia dapet berita hoax seperti itu.
" Maksudnya siapa saya "
" Ya siapa lagi, kamu kan mantan istrinya mas Herman, kasian sekali mas Herman bahkan udah jadi mantan masih aja gak di akuin " ucapnya dengan pongah mengangkat dagunya ke atas, apa gak pegel itu kepala. Mendengar wanita itu bicara, maksudnya apa dia menuduh aku seperti itu, pasti ada orang yang sengaja menyebar fitnah.
" Maksudnya siapa ya, kamu kenal sama saya, karena saya gak kenal sama kamu, dan dari mana kamu bisa menyimpulkan tentang apa yang terjadi di rumah tangga saya dulu, dengan mantan suami saya Herman " ucapku lantang, cewek modelan gini harus di tegasin biar ga sok tau, " pikirku.
" Kamu nanya...... aku Popi, temannya mas Herman di kantor ini, aku paling ga suka kalo ada kezaliman yang di alami teman seperjuangan ku disini, dengar ya Bu Nissa yang terhormat, yang sombongnya ga da obat, serakah pula ingin mengambil harta yang di hasilkan dengan mas Herman, ternyata Bu Nissa yang sok baik ini, bisa busuk juga sama suaminya sendiri ya, giliran suaminya di pecat malah di tinggal.... Hihh serem gak teman-teman " ucap wanita yang bernama Popi itu, Dia pasti nih kompor meleduk nya, tapi harus aku cari ini yang jadi bensinnya siapa, biar mudah di kasih pelajaran enak saja main tuduh orang sembarangan. "Batinku kesal.
" Ia benar itu, wanita serakah, udah gajinya mas Herman dulu di kuasai sendiri, Ampe ibunya gak kebagian, rumah diambil juga, aset usaha di makan sendiri, ada orang picik seperti Bu Nissa juga ternyata ya di dunia ini.... " Ucap wanita yang satunya, dengan senyum mengejek dan melipat tangan di dada, sungguh aku sangat geram dengan fitnah kejam ini, untung saja pembicaraan ini di rekam oleh kak Mili, yang sengaja membawa kamera seperti bunga yang di tempelkan di baju depan.
" Bu Nissa ..... Bu Nissa.... Gak takut karma apa... Mana situ lagi hamil.... Ingat Bu surga istri itu ada di suaminya.... Ini mah bukan surga yang di dapat tapi malah neraka " ucap wanita yang satu lagi, aku gak habis pikir, ngapain mereka berlima ngeroyok aku kaya gini... Apa mereka ga ada kerjaan,"batinku.
" Kalian berlima ini, ada masalah apa sama saya, saya tidak mengenal kalian ya, kenapa bisa membuat fitnah sebegitu keji nya terhadap saya, kalian kan tidak tau kehidupan rumah tangga saya seperti apa ".
" Kami ga akan melakukan ini, kalo gak ada bukti ya Bu Nissa, mas Herman sendiri yang menceritakan semua pada kami, kelakuan bejat mba Nissa ".
Deg
Herman lagi apa sih mau dia yang sebenarnya. "Batinku.
__ADS_1