MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 30 PENANGKAPAN


__ADS_3

POV Herman


" Apa semua ini benar Fin, lihat Video ini kamu udah ga bisa ngelak lagi. " Ucapku kesal melihat foto dan Video Fina bermesraan dengan bapak bapak tua di restoran, yang aku tidak tau restoran itu dimana.


" Sudah man kita pulang, bicarakan di rumah, jangan membuat acara orang berantakan " ucap ibu pelan yang langsung pergi keluar karena saking malunya dengan hal yang Fina lakukan.


" Ayok " ucapku sambil menarik Fina kasar, dan aku masih melihat Fina yang menangis sesenggukan, tapi aku tidak perduli, dia sudah mencoreng muka ku dengan perbuatan dia yang memalukan, mau di taruh di mana muka ku, di ember...... Apalagi disana ada mantan mertuaku, pasti mereka tertawa, karena wanita yang menjadi selingkuhan ku ternyata berselingkuh juga dariku, aku benar-benar menyesal sekarang, sudah tergoda oleh wanita macam Fina.... Menyesal pun tak berarti karena semakin jauh aku mendapatkan Nissa kembali, apalagi dengan kata kata Fina yang menghina Nissa serakah, mandul.....


Deg...


Seketika aku mengerem mobilku mendadak, dan Untung saja jalanan sedang sepi jadi tidak ada mobil di belakangku yang terlalu dekat.


" Kamu apa apa sih man, mau bikin kita semua mati.... Ngerem mendadak di tengah jalan.... Kalo ada mobil di belakang gimana man...... Astaghfirullah Gusti..... Punya anak Lanang satu kok gini amat yaa.... " Ucap ibu sambil memijit kepalanya pusing.


" Maaf mah Herman gak sengaja " akupun langsung menjalankan mobil kembali dengan lebih tenang sekarang.


Saat tiba di rumah, ibu langsung turun dan masuk ke rumah, sedangkan aku tanpa ba-bi- bu langsung menyeret Fina yang sudah turun dari mobil... Dan saat di dalam rumah ibu sedang duduk di kursi ruang tamu. Akupun langsung mendorong Fina sampai dia terjungkal ke lantai.


" Mas sakit... Mas maafin aku.... Aku bisa jelasin mas... Tolong jangan tinggalin aku " ucap Nissa dengan tangisannya yang semakin menjadi dan langsung memeluk kakiku.


" Kamu bilang apa..... Jelasin... Mau bohong kaya gimana lagi Fin, foto ini sudah jelas... Apalagi Video ini.... Kamu pasti sudah sering tidur sama tuh bandot tua.... Lihat perut buncitnya bikin saya jijik di sentuh kamu.... Lepas " aku mendorong dengan keras cekalan tangan Fina di kakiku hingga terjungkal lagi dan tangisannya makin keras, sehingga kepalaku semakin pusing di buatnya.


" Mas aku lakuin semua karena kamu gak bisa kasih uang aku kaya dulu lagi mas..... Aku butuh buat kebutuhan ku., Buat shopping, ke salon, Skincare, perawatan diri aku sendiri, sedangkan uang yang kamu kasih cuman cukup buat makan kita sehari hari saja mas " ucap Fina denga teriakan yang melengking.


" Terus kamu pikir.... Karena aku kasih uang dikit... Kamu bisa ngelemparin badan kamu gitu aja sama bandot tua itu haaaa.... Jiji saya kamu Fin, siapa tau aja kamu bawa penyakit nanti ke badan saya..... Pergi kamu Fin dari sini, aku gak Sudi punya istri macam kamu.... Pergi "


" Udah Herman..... Fina.... Kalian berdua itu memang biang masalah ya.... Selalu aja bikin ibu pusing.... Dan kamu Herman gak usah kamu merasa sok paling tersakiti disini..... Ga sadar..... Kamu juga suka berzina sama Fina saat masih jadi suaminya Nissa..... Kamu juga sama tukang selingkuh ya jadinya pasangan kamu juga tukang selingkuh..... Sesuai dengan sifat kamu.... Jadi jangan merasa diri paling benar.... Ga usah kamu cerein Fina segala mamah udah pusing mikirin rumah tangga kamu..... Sekarang kamu ajarin istri kamu yang bener.... Disiplin kan istri kamu dan diri kamu sendiri.... Biar kalian berdua jadi orang bener " ucap ibuku, yang sangat tajam setajam silet yang benar benar menyentil ku.


" Tapi Bu dia udah tidur sama bandot tua Bu "


" Terus apa bedanya sama kamu.... Gimana enakan rasanya di selingkuhi....  Ga mau kan Nerima Fina lagi..... Mikir itu juga yang di pikirin Nissa sekarang.... Yang gak mau Nerima kamu lagi... Apalagi dia tau rencana licik kalian berdua yang ingin menguasai hartanya... ". Ucap ibu dengan ekspresi kesal dan marah.


Deg..... Kok ibu bisa tau rencana aku dan Fina yang ingin mendekati Nissa lagi .

__ADS_1


" Bukan begitu Bu... Aku hanya.... Tapi tunggu tadi Nissa bilang dia lagi hamil Bu.... Dan sudah mau memasuki usia 4 bulan berarti dia hamil anak Herman kan Bu.... Dan ibu akan jadi nenek... Bu anak itu pasti butuh Herman untuk jadi ayah Bu.... Ga mungkin kan dia lahir tanpa ayahnya Bu.... Jadi Herman mohon Bu, tong bantu bujuk Nissa supaya mau rujuk sama Herman Bu " ucapku yang baru ingat omongan Nissa tadi... Dan kali ini aku yakin Nissa pasti mau rujuk denganku karena akan ada anak di antara kita... Dan setelah aku rujuk dengan dengan Nissa, Fina akan ku ceraikan... Tapi aku masih bisa bermain-main dengan Susi...


" Jangan mimpi Herman, Nissa itu anak orang kaya pasti dia bisa mencari ayah untuk anaknya kelak, bahkan seribu kali jauh lebih baik dari kamu, dan ingat jangan pernah memaksa ibu untuk membujuk Nissa rujuk sama kamu, karena ibu sudah tau niat busuk kalian berdua, daripada berdebat dengan kalian lebih baik ibu masuk, bikin pusing aja ".


" Bu tolong lah Bu.... Dan aku gak akan pernah biarin Nissa nikah sama yang lain..... Lagian siapa yang mau dengan janda apalagi sedang hamil, hanya aku yang bisa terima Nissa " ucapku langsung mengejar ibu ke kamarnya, tapi ibu malah langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintu.


" Akh sial banget sih " ucapku kesal.


" Ia mas sekarang ada anak diantara kalian, jadi kamu sama mba Nissa bisa rujuk lagi mas.... Dan kamu bisa ngambil harta mba Nissa.... Kamu bisa memberikan aku butik mba Nissa buat aku kelola kan mas ". Ucap Nissa yang menghampiriku. Dan mencoba meraih tanganku tapi aku langsung menepisnya.


" Apa kamu bilang Fin, masih ngarep kamu sama aku..... Aku gak talak kamu sekarang seharusnya kamu bersyukur karena ibu melarang ku, dan kamu bilang minta butik Nissa.... Jangan mimpi, setelah aku rujuk dengan Nissa... Aku akan bahagia dengan Nissa dan anak kami.... Dan kamu akan tinggal disini mengurus ibuku, aku hanya akan memberikan jatah bulanan buat ibuku saja... Anggap saja itu sebagai hukuman untukmu karena sudah berani selingkuh dari aku... Dan mulai saat ini kamu tidur di bawah bersama ibu kamu... Keluar dari kamar ku... Karena aku jijik harus satu ranjang denganmu. "


" Mas aku mohon sama kamu... Jangan usir aku... Jangan tinggalin aku mas.... Aku udah lama gak ketemu om itu mah... Dan aku gak pernah tidur sama dia... Cuman nemenin dia makan doank dan jalan jalan mas... Aku jujur sama kamu mas.... Aku juga ga mau kalo harus tidur sama bandot tua kaya gitu aku jijik mas... Kamu harus percaya sama aku mas... "


" Sudahlah Fin aku kecewa sama kamu Fin, kita liat aja nanti... Mending kita berdua kerumah sakit sekarang buat periksa kesehatan kamu, kalo kamu bersih kita bisa kembali dan aku akan percaya sama kamu lagi ".


" Ia mas.... Ia aku akan lakukan apapun yang kamu mau mas ".


Setelah mendengar penjelasan Fina, akupun langsung ke atas ke kamar aku sendiri, dan langsung saja membersihkan diri karena sudah lengket dan gerah. Setelah membersihkan diri aku pun langsung ke bawah untuk mencari makanan karena sudah lapar sekali, karena di pernikahan tadi aku sama sekali tidak makan. Akupun tidak melihat ibu dan Fina sama sekali di ruang makan ini , dan akupun tak perduli karena sekarang aku sedang bahagia setelah mengetahui Nissa hamil karena jalan agar aku dan Nissa kembali semakin mudah.


" Mas kamu udah makan.... Aku siapin ya mas "


" Aku udah makan, kamu duluan aja makan udah di masakin sama bibi sebelum kita pulang tadi "


" Ya udah aku mau makan dulu ya mas.... Terus ibu gimana mas..... "


" Ya udah aku bangunin ibu dulu sebentar " ucapku yang langsung menuju kamar ibu, dan saat ku lihat ibu sedang tertidur, aku gak tega buat bangunin tapi ini udah malam kasian ibu belom makan dari siang, apa aku bangunin aja ya....? Pikirku.


" Bu bangun.... Makan dulu Bu "


" Udah siap ya makannya, kamu bawa ke kamar aja ya man, ibu mau makan aja di dalam "


" Ia Bu... Tapi Susi di mana ya Bu "

__ADS_1


" Susi resign, mau  urusin pernikahan nya "


" Apa.... Bu Susi mau nikah Bu "


" Ia..... Kenapa kamu kaya kaget gitu "


" Enggak Bu cuman.... Terus gantinya siapa... "


" Nanti ibu cari.... Kamu jangan lupa bawain makanan ibu "


" Ia Bu " akupun langsung keluar untuk mengambil ke makanan untuk di antar ke kamar ibu, dan setelah mengantarkan makanan aku pun berniat naik ke atas untuk istirahat, karena walaupun besok hari Minggu, badanku terasa lelah sekali, dan rencananya besok aku ingin kembali mengunjungi rumah Nissa untuk membicarakan kehamilan Nissa, dan aku yakin mertuaku pasti akan membujuk Nissa untuk rujuk, karena walau bagaimana pun anak dalam kandungan Nissa harus lahir dengan seorang ayah, dan ajukan ayah nya yang akan selalu menjaga Nissa dan anak kami, dan setelah Nissa sudah kembali, aku akan bilang ke Nissa kalo aku mau resign dari kerjaan ku sekarang untuk mengelola restoran dan butiknya terlebih dahulu, aku tinggal menikmati uang yang mengalir masuk tanpa harus pusing pusing mikirin laporan,. Hahahahha memikirkannya saja sudah membuat aku semangat untuk segera ke rumah Nissa besok, hidup bahagia aku datang, batinku.


" Mas mau kemana " ucap Fina yang langsung menghadangku saat aku akan naik, dan dia sengaja sekali memperlihatkan belahan dadanya untuk menggodaku, tapi udah lama juga aku ga main sama Fina..... Biarlah malam ini aku ingin bersenang-senang dengan Fina..


" Kamu coba godain aku Fina... Sekarang kamu harus tanggung jawab " ucapku yang langsung menarik tangan Fina ke atas ke kamarku....


Esoknya terbangun dan melihat Fina sudah tidak ada di sebelahku.... Padahal semalam aku sangat ingat kita melakukannya berulang kali hingga jam 1 pagi.... Dan aku tau Fina pasti lelah sekali, apa dia sudah bangun dan sudah turun ya...


Aku pun segera membersihkan diriku di kamar mandi supaya badanku lebih segar.... Setelah mandi aku pun ke bawah dan aku kaget ibu dan Fina sedang di dapur membuat sarapan bersama, semoga saja Fina benar benar berubah, lagi pula Susi sudah hilang jadi yang bisa menemaniku ya Fina, karena goyangan Nissa diranjang tak sehebat goyangan Fina, kalo bisa dapet dua-duanya kenapa harus dapet 1 pikirku.


"Tumben amat nih kalian akur Bu.... Ouh ia mamah mana Fin dari kemaren aku gak liat "


" Mamah masih di rumah bude Dwi mas, dan akan pulang ke Jogja langsung "


" Ia kemaren dia udah pamitan dan udah bawa bajunya, katanya mau di jemput langsung sama Lukman. " Ucap ibu menambahkan.


" Ohh...... Udah kelar belom nih bikin sarapannya laper.... "


" Udah mas hayu kita makan bersama " ucap Fina, dan kami pun makan bersama, saat sedang enak enaknya makan tiba-tiba ada yang ketuk pintu, dan bibi pun langsung membuka pintu, tapi kami semua kaget ketika melihat siapa yang datang, ternyata ada 2 orang Polisi yang datang ke rumahku.... Kenapa yaa pikirku.. aku... Fina dan ibu pun langsung menemui pak Polisi di depan.


" Selamat pagi pak..... Bisa bertemu dengan bapak Herman dan ibu Fina " ucap salah satu Polisi yang masih berdiri di luar rumahku.


" Ia pak saya Herman dan ini istri saya fina "

__ADS_1


" Maaf pak Herman dan ibu Fina silahkan ikut kami ke kantor polisi sebagai tersangka kasus perzinahan... Dan ini surat penangkapan nya... Bapak bisa membela diri bapak dan membawa pengacara di kantor Polisi nanti " ucap pak Polisi yang lainnya....


Deg.... Aku terbelak dan kaget kenapa aku di laporkan ke Polisi....


__ADS_2