MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
WEJANGAN SEBELUM MENIKAH


__ADS_3

Mario dan pak Azzam masuk ke dalam toko perhiasan yang megah dan mewah. Perhiasan tersebut merupakan merk perhiasan yang menggunakan berlian dan batu-batuan yang indah, terlihat dari koleksi yang di pajang di etalase serta harga yang di cantumkan adalah harga yang tinggi hingga lebih dari ratusan juta rupiah. Mario dan azzam adalah pelanggan VIP di toko perhiasan tersebut, sehingga saat mereka berdua datang di persilahkan masuk ke ruangan yang di khususkan untuk tamu pembeli.


Seorang staf toko masuk dari pintu dengan membawa sebuah paper bag mini yang elegan yang berisikan kotak cincin yang sangat indah dan mewah. Paper bag tersebut langsung di berikan kepada Manager yang duduk di depan Mario.


"Nah ini dia Pak. Cincin pesanan Bapak" ucap Manager tersebut sambil memberikan paper bag mini tersebut.


Mario pun menerimanya dan segera mengambil kotak tersebut dari dalam paper bag. Tak lama Mario pun tersenyum puas.


"Bagaimana Pak, Apakah sesuai dengan desain yang Bapak buat" tanya seorang laki- laki yang ternyata adalah Manager toko tersebut.


"Ia sangat sederhana tapi elegan, semoga calon istri saya suka." Ucap Mario melihat sekali lagi 2 cincin yang desain sendiri, cincin yang bertahtakan berlian hijau tidak begitu besar tapi sangat elegan. Di lingkaran cincinnya juga terdapat butiran berlian putih, sedangkan cincin yang satunya sangat sederhana tidak ada riasan apa-apa. Putih polos hanya terdapat garis berwarna hijau.


"Coba Papah lihat" ucap Azzam kepada anaknya, Mario pun langsung memberikan kotak cincin tersebut kepada Papahnya terbit senyum puas di bibir Azam.


"Cincinnya sangat cantik Rio. Kamu memang hebat dalam hal mendesain," Ucap Azzam bangga.


"Ia Pah, aku puas dan suka sekali" ucap Mario senang. Sang manager dan staf wanita yang membawa cincin tadi pun ikut tersenyum bahagia karena bisa melihat pelanggan puas dengan pekerjaan mereka, apalagi dengan pesanan cincin tersebut yang mempunyai harga yang tinggi. Sudah terbayang di pikiran mereka tentang banyaknya bonus yang akan mereka dapatkan.


"Untuk sisa pembayarannya. Akan saya transfer sekarang sebentar ya" Ujar Mario yang mengambil HP nya dari kantong jas nya lalu mengutak-atik HP tersebut. Mario membuka aplikasi mobile banking untuk mentransfer sisa pembayarannya. Setelah itu Mario pun mengirim bukti transaksi ke no What's App manager toko tersebut dan send.


Ting....


Terdengar suara nada notifikasi what's up dari HP manager Lalu manager tersebut pun membuka chat tersebut setelah itu beliau pun tersenyum bahagia.


"Terima kasih Pak. Nanti staf saya akan memberikan Bapak sertifikat perhiasannya ya Pak, mohon di tunggu sebentar ya, Sudah kami buat dan tidak akan lama" Ucap Manager tersebut tersenyum kepada Mario. Mario pun hanya menganggukkan kepalanya saja sambil melihat cincin yang indah yang sedang di pegang oleh ayahnya itu.


"Tidak sekalian dengan satu set perhiasannya juga pak..." Tanya Manager tersebut memecah keheningan.


"Soal itu nanti dulu. Sebenarnya saya tidak terlalu tau kesukaan calon istri saya. Cuma ya, saya mau mencari tau dulu, Biar nanti akan menjadi hadiah yang sangat indah untuk calon istri saya" Ujar Mario.


"Wah, Bapak benar-benar romantis. Calon istri Bapak sangat beruntung mendapatkan Bapak. Penyayang dan sangat mencintainya" puji sang Manager.

__ADS_1


"Justru saya yang beruntung memiliki dia Pak, Karena dia saya jadi tau arti kata kasih sayang yang sebenarnya" ujar Mario tersenyum. Pembicaraan pun terputus karena salah satu staf toko yang lainnya masuk ke dalam ruangan dengan membawa amplop putih yang besar dan ada tanda khas dari nama toko tersebut. Amplop itu di berikan ke manager lalu staf tersebut pun keluar dari ruangan itu.


"Maaf Pak... Ini sertifikat dan semua surat serta nota pembelian ada di dalam amplop ini. Mungkin Bapak ingin memeriksa dulu," Ucap Manager.


"Tidak perlu... Isinya sesuai kan? tidak ada yang mencurigakan atau berbahaya?" tanya Mario


"Tentu saja semua aman Pak"


"Kalau begitu terima kasih, saya dan Papah saya mau pergi dulu untuk masalah set perhiasannya mungkin 2 Minggu lah, tapi mungkin lebih, tunggu Kabar dari saya saja" ucap Mario.


"Baik Pak Mario, kami tunggu Kabar baiknya" ucap sang Manager. Lalu Mario dan azzam pun pergi dari ruangan tersebut. Mereka berdua melewati toko yang kebetulan sedang ada beberapa pembeli dan tanpa Mario sadari, salah satu pengunjung yang sedang berada di toko perhiasan tersebut melihat ke arah Mario dan memperhatikan Mario dengan lekat. Mario dan ayahnya pun semakin menjauh dari pandangan wanita tersebut, tapi tiba-tiba senyum terbit di bibir wanita tersebut setelah melihat Mario.


Mario pun segera pergi ke pusat makanan khas Indonesia. Mario dan Papahnya Azzam tidak mengerti mengenai seserahan saat lamaran. Jadi mereka berdua hanya akan membawa makanan khas Indonesia saja sebagai cemilan, karena pikir mereka Alisha dan keluarga tidak akan mendapatkan makanan tersebut di Amerika sana.


Setelah berbelanja cukup banyak segala jenis cemilan dan makanan yang ada di pusat oleh oleh di Mall tersebut, Mario pun memutuskan untuk segera pulang, karena besok pagi Mario harus segera berangkat dengan Papahnya.


Walaupun menggunakan pesawat jet pribadi milik Papahnya. Mario memutuskan untuk segera terbang, supaya cepat sampai di Amerika dan Papahnya Nissa segera istirahat.


"Papah tenang aja...! Aku memang tidak bisa berjanji, tapi aku akan terus berusaha untuk membahagiakan Alisha dan anak-anak kamu. Aku akan menjaga mereka." Ucap Mario


"Ingatlah jika kamu ingin menyakiti istrimu, Ingatlah wajah mendiang ibumu Nak. Alisha lah wanita yang kamu kenalkan kepada ibumu di hari terakhir nya, sehingga membuat ibumu bahagia."


"Ia Pah... aku akan selalu berusaha"


"Dan satu hal lagi, Jangan pernah tergoda oleh wanita lain, apalagi sampai selingkuh! Jangan biarkan Alisha bernasib sama seperti ibunya Nissa yang di selingkuhi oleh mantan suami dan adik sepupunya" Ucap Azzam lirih, tapi membuat Mario bingung.


'Pak Agam selingkuh...? Tapi kok Papah bilangnya mantan suami' ucap Mario dalam hati.


"Maksudnya Papah...? Rio gak ngerti?"... Tanya  Rio sedikit melirik ke Papahnya dan kembali melihat jalanan yang lenggang, kemudian Mario melambatkan laju mobilnya karena ingin mendengarkan ayahnya bercerita.


"Nissa istrinya Agam. Dulu sebelum menikah dengan Agam. Nissa sudah pernah menikah tapi mereka bercerai karena mantan suaminya Nissa berselingkuh dengan sepupu Nissa sendiri di rumah Nissa sendiri. Jadi Papah minta sama kamu, Jagalah Alisha baik- baik! Jangan sampai kamu selingkuh di belakang Alisha. Dia dan Nissa Mamahnya adalah wanita yang baik." Ucap Azzam menasehati Mario yang membuat Mario sedikit nyeri di hatinya.

__ADS_1


Mario pun pernah merasakan rasa sakit itu. Rasa sakit di diselingkuhi oleh orang yang kita cintai. Untungnya Mario belum sempat menikahi wanita itu, bahkan Mario sangat bersyukur tidak jadi menikah dengan wanita itu dulu. Dan calon istrinya meninggalkan nya saat akan akad, tadinya Mario bertanya-tanya mengapa mantan calon istrinya begitu tega meninggalkannya di acara akad mereka. Dan lambat laun Mario tau kalo mantan calon istri nya itu telah lama menjalin hubungan di belakang Mario dengan sahabat Mario sendiri. Bahkan sebulan setelah batalnya acara pernikahan. Mantan calon istrinya itu menikahi sahabatnya di luar negri tanpa kehadiran orang tua dari pihak wanita itu, hanya di hadiri oleh pihak keluarga sahabatnya. Semenjak saat itu Mario tidak lagi murung dan menyalahkan diri sendiri, Mario bangkit Tapi Mario merubah sifat dan sikap yang jauh berbeda menjadi dingin bahkan tidak tersentuh sama sekali dan lambat laun Mario pun mengetahui fakta lain di balik larinya sang mantan calon istri. Dia tidak bisa jika Mario bekerja hanya sebagai Dosen biasa dengan gaji kecil. Karena wanita itu mengira Mario akan menjabat sebagai Direktur di perusahaan ayahnya Dan meninggalkan pekerjaannya sebagai dosen, Dan saat mengetahui Mario masih menjadi Dosen maka wanita itu memutuskan untuk pergi di hari akad pernikahan nya atas usulan sang pacar rahasia yaitu sahabat Mario sendiri dan mereka berdua pun pergi ke luar negri, bahkan orang tua wanita itu pun tidak tau kemana anaknya pergi.


"Papah tenang aja, Papah tau kan aku juga korban perselingkuhan, Dan papah tau kalau sahabat dekatku sendiri yang mengkhianati ku, Jadi insya Allah dengan keridhoan Allah aku akan mencintai istri ku dengan sungguh- sungguh dan dengan berkah Allah pula lah, Aku akan selalu berusaha untuk menjaga Alisha dan anak-anak kami kelak, Itulah janjiku Pah" ucap Mario semangat dengan dirinya sendiri.


Azzam pun tersenyum melihat keseriusan dari anaknya Azzam, tau Mario adalah anak yang baik dan setia, karena korban dari perselingkuhan akan sangat lebih hati-hati lagi dan berpikir seribu kali untuk selingkuh dari pasangannya.


"Kalau kamu selingkuh dari Alisha, Papah sendiri yang akan coret kamu dari hak waris dan kartu keluarga Papah, kamu akan jadi gembel dan menderita dengan selingkuhan kamu itu" ancam Azzam membuat Mario ngeri melihatnya. Mario pun bergidik ngeri dan tidak membalas ucapan ayahnya, karena Mario mempercepat kecepatan mobilnya, agar cepat sampai rumah dengan packing barang-barang yang akan dia bawa.


Setelah beberapa menit berlalu, Mario pun sampai rumah dengan Papahnya, supir rumah dan mbok Nur yang mendengar suara mobil tiba langsung menuju ke depan dan membuka pintu. Di hampirinya tuannya Mario dan Azzam dan Security rumah yang sudah mengunci pagarnya untuk membawa berbagai macam paper bag yang bertuliskan aneka cemilan dan oleh-oleh. Mereka berempat pun masuk ke dalam rumah dan mulai merapikan bawaan yang akan mereka bawa untuk besok.


          _________&&&________


Sedangkan di tempat lain. Arka dan bapaknya Herman yang masih makan di salah satu restoran yang masih menjadi pusat perhatian para pengunjung. Banyak yang berspekulasi bahwa mereka itu ayah dan anak, karena wajah mereka yang sangat mirip. Tidak banyak yang mengetahui siapa Arka sebenarnya di tempat ini, berbeda dengan Jakarta, banyak yang mengetahui siapa Arka sebenarnya karena keluarga Agam sesekali mengadakan pesta Anniversary pernikahan mereka di rumahnya dan mengundang saudara serta kolega bisnisnya juga pastinya Agam mengenalkan Arka sebagai anak sulungnya.


Sedangkan di Bandung, tidak ada satupun yang tahu jati diri Arka, begitupun dengan Rayyan dan juga Alisha, tidak ada satupun dari Dosen maupun mahasiswa dan mahasiswi yang tau siapa keluarga dari 3 anak itu, yang mereka tau Arka, Rayyan dan Alisha adalah anak yang cerdas dan pintar serta peraih beasiswa. Namun mereka memiliki sifat yang humble dan juga baik kepada sesama teman juga tidak pernah membedakan teman-teman mereka satu sama lain.


Saat sedang makan Herman terus saja menatap anak kandungnya itu, yang kini sudah dewasa, bahkan tinggi badannya pun mengalahkan tinggi badan Herman.


'Arka tumbuh menjadi anak yang tampan dan berwibawa serta pintar. Bagaimana caranya meyakinkan Arka, Agar berpihak kepadanya dan mau mengakui ku sebagai ayahnya' gumam Herman dalam hatinya.


'Setidaknya ada yang mengurusi ku saat aku tua nanti, Walau bagaimanapun Arka adalah anak kandungku. Semoga Arka sudah mau menerimaku. Syukur-syukur kalau dia mau tinggal bersama ku'Gumam Herman lagi dalam hatinya.


"Hmmm Ka... bapak boleh kan kapan-kapan kesini lagi ngobrol sama kamu" Tanya Herman gugup, karena walaupun Arka adalah anak Herman, pembawaan Arka yang diam membuat Herman merasa sedikit takut dan canggung.


"Boleh aja, tapi selama seminggu aku gak bakalan kesini" ucap Arka santai dan masih memakan makanannya.


"Kamu masih ada tugas kampus ya? Kalau gitu gak apa-apa, nanti Bapak chat kamu aja, kalau kamu ada disini," Ucap Herman.


"Boleh lah... Arka mau ke Amerika nyusulin Mamah sama Papah. Seminggu Arka di sana" ucap Arka membuat Herman kaget dan sulit menelan salivannya.


'Amerika? jadi Arka mau jalan-jalan keluar negri, bisa gak ya aku ikut' Gumam Herman dalam hatinya.

__ADS_1


"Kamu mau ketemu sama Mamah kamu di Amerika? Boleh gak Bapak ikut ka sama kamu," Ucap Herman yang membuat arka menoleh kepada Herman dengan tatapan dinginnya.


__ADS_2