MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 59 SATU MUSUH


__ADS_3

POV Fina


Pagi pun tiba, dan hari ini aku libur kerja, aku berniat untuk membahagiakan jiwa dan badanku terlebih dahulu, tapi aku kendala oleh kendaraan, apa aku harus beli motor ya, sebenarnya uang ku cukup untuk beli motor bekas yang masih bagus, tapi aku gak tau harus beli di mana, lebih baik aku cari sekarang motor itu supaya aku bisa menjalankan rencanaku dengan mudah, Pikirku. Aku pun segera mandi dan mempersiapkan diriku, setelah mandi memakai baju yang santai aku keluar dari kamarku, aku pun memakan sarapanku di warteg langganan ku yang berada dekat kosan ku yang baru, setelah kenyang aku lekas ke pasar untuk mencari motor second yang bagus agak lama aku mencari akhirnya aku bisa dapatkan motor matic yang body nya masih bagus, dan pajak aman. Serta mesin masih bagus lah. Setelah itu ku bayar dan ku ambil motor nya langsung, setelah itu aku pun membeli helm di pinggir jalan supaya tidak kena tilang Polisi, karena aku belom punya SIM, jadi aku harus hati hati berkendara, aku pun langsung pergi ke arah rumah ceweknya mas Herman. Apakah itu istri ya atau hanya pacarnya saja. Saat ada seseorang yang lewat sepertinya tetangga sini, langsung saja aku bertanya.


" Maaf Bu saya mau tanya benar Bu ini rumah saudara Herman? kalo alamatnya sih benar Bu ya... Tapi saya lihat-lihat kok sepi," ucapku saat melihat ibu-ibu lewat dan menanyakan langsung.


" Rumah ini...? Bukan mba ini rumahnya Popi, yang tinggal disini cewek, dan setahu saya Popi itu belom nikah, dia tinggal sendirian," ucapnya sambil selidik melihatku.


" Kalo boleh tau mba ni siapa? bukan orang sini ya.... ?" Tanyanya lagi.


" Bukan Bu, saya ini saudaranya Herman, dia terakhir ngasih alamat ini, ternyata saudara saya itu ngasih alamat palsu Bu, pantas saja saya hubungi gak diangkat, ternyata dia bohong, " ucapku berpura-pura sedih.


" Oh.... Alamatnya palsu kaya lagu aja nih si mba... Lagu dangdut, ya udah mba saya pergi dulu mau masak, " ucapnya yang langsung pergi meninggalkanku, Aku tersenyum saja...


Ternyata kamu bermain-main dengan wanita yang bukan istrimu, setelah kamu rusak aku, kamu bahagia banget ya mas, aku yang akan buat kamu hancur... saat aku akan menaiki motor ku, tiba-tiba sekilas aku melihat wanitanya Herman yang kemaren lewat dan turun tidak jauh dari rumahku, dan ku lihat dia hanya pulang dengan ojek online, sambil membawa kardus berisi barang bawaan dia, jika aku ingin menjatuhkan seseorang maka aku harus mencari informasi sebanyak mungkin. Ku tunggu beberapa saat lagi kali aja si Herman akan datang, aku pun memakirkan motorku di sebelah rumah dia biar tidak ketahuan kalo aku sedang melakukan penyelidikan. Saat sedang menunggu dan bermain game, aku mendengar sirine Polisi dan turun lah dua orang Polisi menuju kediaman wanita itu, aku melihat adegan ini, ku rekam adegan saat dia di tangkap Polisi, siapa tau saja suatu saat nanti bisa berguna, pikirku. Ku lihat wanita itu pun berteriak saat akan di seret ke kantor Polisi, aku hanya menyeringai, dari percakapan yang kudengar mereka ada menyebutkan nama mba Nissa, sepertinya aku harus menghubungi mba Nissa untuk mendapatkan informasi tentang mas Herman, sekaligus meminta maaf kepadanya. Batinku .


" Pengintaian hari ini cukup lah, aku mau pulang aja, besok akan ku lanjutkan, capek juga jadi detektif dadakan, " gumamku. Lalu aku pun menyalakan motor dan pulang ke kosan. Sampai kosan ku, langsung saja kurebahkan tubuh lelah ini, aku pun terbangun di sore hari segera saja aku membersihkan badan ku dan mencari makanan karena perutku sudah demo ingin makan. Setelah makan aku pun hanya berdiam diri di kamar, melamunkan nasib hidupku yang menjadi seperti ini karena ulahku sendiri, andai saja dulu aku tak terpikat dengan Herman, dulu sebenarnya aku tak tertarik dengan suami mba Nissa itu, tapi dia selalu curi-curi pandang ke arah ku, aku iri dengan kehidupan mba Nissa yang sempurna, memiliki segalanya, bahkan hidupnya pun tak pernah kesusahan seperti ku, punya orang tua yang kaya dan menyayangi dia sepenuhnya apalagi mba Nissa anak tunggal, pasti semua hartanya jatuh ke tangan mba Nissa, di tambah mba Nissa menikah dengan lelaki yang sangat tampan dengan pekerjaan mentereng yaitu sebagai PNS, bisa kubayangkan betapa cerahnya masa depan mba Nissa, disitu aku mulai merasa dengki dan iri ku pun semakin menjadi, ku rayu mas Herman, tapi seperti nya tidak berhasil, sampai suatu saat aku nekad langsung memberikan tubuhku dengan balutan pakaian seksi yang menampilkan tubuh ku, dan yes mas Herman terpancing. Setelah kamu menjalani hubungan terlarang dengan mas Herman aku makin bahagia, ternyata mas Herman sangat pelit dengan mba Nissa bahkan seakan mas Herman morotin mba Nissa, dan begok nya mba Nissa selalu menuruti semua keinginan mas Herman, bahkan terkadang biaya jalan jalan ke puncak, mas Herman selalu meminta uang ke pada mba Nissa walaupun hanya 2 juta saja, dan semua penghasilan mas Herman di berikan kepadaku, dia begitu royal, katanya servis ranjang ku memuaskan dia.


" Seandainya saja aku gak iri sama mba Nissa, dan gak menghancurkan rumah tangganya, mungkin sekarang hidupku akan baik-baik saja, rahimku masih tetap utuh, aku masih menjadi wanita yang sempurna dan masih bisa punya anak, sekarang siapa yang akan menikahi ku, kalo rahim saja aku tak punya hiks.....hiks... aku bisa bekerja di kantoran karena ijazah ku, dan mamah pun masih tetap disini bersama ku di rumah yang dulu... Hiks... hiks, aku benar-benar menyesal hiks.....hiskkk " gumamku sambil menangis meratapi keadaanku yang menyedihkan ini. Karena lelah menangis aku pun jatuh tertidur.


Esoknya aku pun terbangun dengan mata sembab, Kulihat wajahku di kamar mandi... Sungguh menyedihkan.


" Hadehhh ni mata bisa ketolong sama make up gak ya... ? " Ucapku.


Selesai mandi dan bersiap-siap, kupoleskan sedikit concealer di bawah mata untuk menutupi sembab dan mengoleskan bedak tipis dan lip tint tipis juga, sudah siap aku berangkat.


Aku masuk pagi hari ini, cafe hari ini lumayan ramai yahh.... Capek rasanya, tapi aku harus semangat aku juga seneng banget, walaupun gaji standar dan biasa dan kerjaan melelahkan tapi hati ku tenang rasanya, beda jauh di Bandingkan saat masih jadi simpanan laki orang duit banyak tapi rasanya kurang mulu, karena gak berkah kali ya...


Saat makan siang tiba, sebelum makan aku mau menghubungi mba Nissa dulu, semoga saja di angkat, batinku. Panggilan pertama ga di angkat, tapi panggilan ke dua diangkat aku bengong seketika.


[ Haloooo assalamu'alaikum] ucap mba Nissa di seberang telepon ku, tapi aku masih diam sesaat, kepalaku blang ga tau apa yang harus aku bicarakan.


[ Waalaikum salam mba Nissa ini aku Fina mba, dan aku mohon mba jangan di tutup ]

__ADS_1


[ Hmmmm kenapa Fina, kamu mau ngomongin apa?]


[ Aku cuman mau minta maaf mba, atas semua kesalahanku.... aku... ]


[ Ia mba udah maafin.... Udah kan... Mba tutup ya.... ]


[ Tunggu mba jangan tutup dulu.... Aku mau minta maaf.... Sama mau tanya sesuatu tentang Herman mba... Maaf mba ]


[ Fin.... Aku emang udah maafin kamu... Tapi maaf aku udah gak mau lagi berurusan dengan Herman maupun kamu Fin, Herman itu licik dan jahat, aku gak mau jadi sial karena berurusan sama Herman lagi ]


[ Aku tau mba.... Makanya aku mau minta informasi dari mba, karena kemaren aku liat mas Herman di Cafe tempat aku kerja, bersama seorang wanita, dan aku ikuti sampe ke rumah mereka berdua, tapi ternyata mereka belom menikah, dan hari ini ku lihat yang wanita di bawa ke kantor Polisi mba... Aku cuman butuh informasi tentang mas Herman, aku ingin balas dendam ke dia mba, yang udah bunuh anak aku dan membuat aku tak bisa punya anak lagi, karena rahimku di angkat mba ]


[ Ok.... Informasi apa yang kamu butuhkan]


[ Apapun mba ]


[ Baiklah... Herman di pecat dia pengangguran sekarang, terus dia impoten, dan di usir oleh ibu, mungkin sekarang dia tinggal sama Pacarnya yang namanya Popi itu, tapi pacarnya lagi di penjara karena ada masalah sama mba.... Setahu mba udah gitu aja... ]


[ Jadi dia Impoten, makasih mba itu hal yang ingin aku dengar, sekali lagi Fina minta maaf dan janji Fina gak akan ganggu mba lagi ]


[ Ia mba makasih Fina tutup dulu assalamu'alaikum]


Setelah menghubungi mba Nissa, hatiku menjadi sedikit lebih tenang, ternyata karma sudah mulai datang menimpamu mas, tapi itu belom seberapa, aku akan melakukan hal yang lebih keji dari ini , jika aku tak punya rahim, maka kamu akan kehilangan masa depan mu yang kau banggakan itu mas. Ucapku dalam hati.


" Ku kenapa senyum-senyum serem gitu " ucap Manda yang tiba-tiba duduk di sebelahku.


" Aku akan balas dendam sama orang yang udah bikin aku hancur dulu manda "


" Kamu yakin mau lanjutin rencana kamu itu? "


" Ia aku yakin... Dan kamu tau, ternyata karma dia udah mulai, tinggal aku nambahin dan nyelesain, buat dia nambah menderita."


" Sebenarnya dendam itu ga boleh Fin, bikin hati kamu gak tenang, cobalah kamu ikhlasin."

__ADS_1


" Udah aku coba buat ikhlas dan menjalani hidupku yang tenang ini sekarang, tapi setelah kemaren aku lihat dia bersama wanita lain, dan liat dia baik-baik aja... Malah bahagia... Kamu tau hati aku gak ikhlas, kenapa dia bisa bahagia, sedangkan aku, hidup ku udah ancur"


" Ya sudah tenanglah... Terus apa yang pengen kamu lakuin sekarang? "


" Hmmmm aku bakalan hancurkan masa depannya "


" Semoga Lu baik-baik aja ya "


" Doain gue aja ya Manda"


" Ia gue doain terus Lo kok "


Tak terasa sekarang sudah waktunya pulang, lekas aku mengganti pakaian kerjaku dengan pakaian biasa dan langsung keluar menuju ke parkiran motor, aku pun tancap gas menuju rumah mas wanitanya mas Herman, saat sampai di sana kulihat ada motor mas Herman yang kemaren di pakai olehnya, apakah mas Herman ada di dalam ya, Pikirku. Ku parkir kan motorku di daerah yang aman dan masih terjangkau oleh mataku, aku pun mengendap-endap untuk melihat sekeliling dan mengintip ke dalam,


" Mas Herman lagi ngapain tuh, makan mie nya " gumamku.


"HAHAHAHAHHA NISSA..... LIAT NIS AKU CUMAN MAKAN MIE INSTAN.... KENAPA KAMU TEGA NIS HAHAHAH " teriak mas Herman, buset dah, kayanya dia udah mulai gila teriak teriak di rumah orang, ku lihat terus mas Herman dari kaca ini, aku ingin tau apa yang sedang dia lakukan. Samar samar aku dengar mas Herman ingin menemukan mba Nissa, emangnya mba Nissa kemana ,? Ucapku dalam hati, dan apa tadi dia bilang dia ingin menculik anak mba Nissa pas di lahirkan nanti.... Wah gawat ini, harus aku beritahukan dulu sama mba Nissa ini, batinku. Herman kamu harus lebih menderita dari pada aku, ku langkahkan kaki ku menuju parkiran motor. Aku mengambil HP ku yang lainnya, yang ku gunakan untuk menghubungi mas Herman, dengan No lain.


( Apa Kabar mas.... Semoga kamu sehat ya.... Gak asik dong kalo kamu lagi sakit apalagi kalo udah mati.... Aku kan belom main-main sama kamu ) ku kirim pesan ini dulu sebagai peringatan, selanjutan aku pun mengirim pesan ke mba Nissa.


( Assalamu'alaikum mba Nissa, sekarang aku lagi di tempat nya mas Herman, aku lagi nguping dia ngomong, mba harus hati hati, mas Herman berniat untuk menculik anak mba, pas waktu di lahirkan nanti ) aku pun langsung mengklik kode send di HP ku, tinggal ku tunggu jawaban dari mba Nissa aja, selanjutnya aku akan menghubungi teman preman ku baron dulu.


[ Halooo Baron apa Kabar ?]


[ Waduh si mba cantik.... Baik aku apa.... Ada apa ni....? Tiba-tiba telepon ]


[ Gue butuh bantuan lu buat bikin patah tangan orang.... Bisa kan ]


[ Oh ya jelas ... Nissa banget asal bayarannya sesuai ]


[ Ok besok jam 5 sore sehabis gue pulang kerja kita ketemuan, tar gue shareloc ke lu ]


[Ok mba ] ucap Baron dan aku pun menutup panggilan ku bersama Baron, setelah selesai urusan ku, langsung saja aku tancap gas dan pulang ke kosan ku.

__ADS_1


( Makasih info nya.... Tenang saja sebelum dia berani culik anak saya, ku pastikan dia tidak akan bisa berjalan nanti )


Aku pun berhenti, karena mendengar suara HP ku, setelah ku lihat aku tersenyum membaca balasan dari mba Nissa. Herman tunggu saja pembalasan mu akan tiba.,


__ADS_2