MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 31 HOTEL PRODEO


__ADS_3

POV Herman


Aku terkaget-kaget, karena tiba-tiba Polisi datang untuk menangkap ku dan fina, aku melirik ke arah Fina dan ibuku untuk membantu selesai Dari masalah ini, karena jujur kalo aku masuk penjara bagaimana dengan pekerjaan ku, aku tak mau masuk penjara, lagian siapa sih yang bikin Prank keterlaluan kaya gini,  Pikirku.


" Mari pak... Silahkan ikut kami sekarang ke kantor " ucap salah satu Polisi yang kemudian menarik tanganku dan yang satunya menarik tangan Fina, karena kami tidak juga bergerak untuk mengikuti bapak Polisi ini.


" Sudah kalian ikut saja bapak Polisi nya, biar nanti ibu nyusul kalian di belakang."


" Tapi Bu " ucapku yang langsung di seret ke mobil Polisi.


Saat tiba di kantor Polisi aku dan Fina langsung di masukan ke sel tahanan yang berbeda, aku melihat ngeri ke arah tahanan yang disini yang melihatku dengan bengis, karena aku takut jadi aku hanya senyum se-adanya saja dan hanya diam duduk sambil menunggu ibu kemari, karena aku yakin ibu tidak akan membiarkan aku lama di sel tahanan ini. Dan benar saja setengah jam kemudian ada orang yang berkunjung menemuiku, saat tiba di ruang kunjungan aku melihat ibu dan Nissa, sudut bibirku tersenyum, aku yakin Nissa masih sangat mencintaiku, buktinya dia khawatir mendengar aku di penjara dari ibu.


" Nis..... Kamu disini, makasih Nis masih peduli sama mas, dan mas semakin yakin kamu masih sangat mencintai mas kan Nis " ucapku bahagia dan langsung memegang tangan Nissa, tapi langsung di tepis tanganku oleh Nissa.


" Hee..... Aku yang laporin kamu ke polisi mas.... " Ucap Nissa dengan wajah datarnya dan senyum seringainya, dan entah kenapa membuatku sedikit merinding.


" Maksud kamu apa nis.... Kenapa kamu laporin mas... Apa salah mas Nis... Bu kenapa kaya gini... Yang di bilangin Nissa gak bener kan Bu " ucapku menyakinkan diriku mantap .


" Ia man... Nissa yang laporin kamu, kamu gak denger kemaren di pernikahan bude Dwi apa yang Nissa ucapin, saat Fina terus saja menghina Nissa man ".


" Bu maaf apa boleh Nissa bicara berdua saja bersama mas Herman Bu, nanti Nissa akan mempertimbangkan permintaan ibu tadi " ucap Nissa kepada ibuku, dan aku jadi penasaran tentang pembahasan mereka berdua.


Deg... Seketika memori mu mengingat semuanya, dan kata kata Nissa langsung terpatri di otakku.... Sialan semua ini gara Fina lagi.... Kalo saja dia tidak bicara sembarangan semua ini gak akan terjadi.... Akupun menggebrak meja dengan keras...


" Tapi kan Nis kamu ga usah harus ngelaporin mas juga Nis... Kalo kamu ngelaporin Fina, mas gak perduli.... Lagi pula mas ini ayah dari anak yang kamu kandung.... Masaa kamu tega Nis kasian anak kita kalo ayah nya mantan narapidana" ucapku mencoba meluluhkan hati Nissa dengan wajah melasku.

__ADS_1


" Aku sudah lelah dengan drama kalian berdua mas, maaf kalo kamu harus mengalami ini... Tapi ini caraku untuk membuat kalian berhenti dan jera atas sikap kalian, yang selalu menganggu ".


" Mas mohon Nis kasih mas kesempatan sekali lagi Nis, mas tau kamu pasti ga akan tega untuk menjebloskan mas kedalam penjara, cobalah mengingat kenangan 2 tahun kebersaam kita Nis, kenangan indah kita berdua "


" Kenangan yang mana.... Kenangan kamu yang selalu manfaatin aku..... Atau kenangan kamu yang ngasih aku jatah sedikit.... Atau kenangan yang di mana kamu jalan jalan sama Fina tapi menggunakan uangku mas ".


" Bukan itu nis..... Kita bahagia sebelum Fina masuk kedalam rumah kita kan Nis.... "


" Ia memang aku bahagia.... Dan aku berpikir tulus sama aku... Tapi aku ga nyangka dari awal pernikahan kita kamu udah bohong dan membuat aku menanggung semua kebutuhan sehari hari kita mas..... "


" Mas janji Nis.... Kali ini mas akan berubah mas akan memberikan semua gaji mas ke kamu, bahkan mas akan ceraikan Fina untuk kamu.... Mas mohon kembalilah dan maafkan mas Nis "


" Hmmm lucu sekali ya kamu mas.... Udahlah ga usah ngomongin sesuatu yang bahkan aku sudah tau niat kamu mas.... Aku malah berpikir kalo kita rujuk kamu bakalan minta aku buat mengelola usahaku.... Ia kan mas, dan Soal selingkuh, walaupun kamu meninggalkan Fina, aku yakin bakalan ada Fina lainnya dalam hidup kamu, selingkuh itu penyakit jadi ga bakalan bisa sembuh mas.... Gini aja mas dari pada kamu ngomong ngalir ngidul dan ngabisin waktu aja....dan kamu harus tau aku melakukan ini bukan buat kamu tapi buat ibu kamu yang aku sayang dan aku hormati....


" Man ibu pulang.... Waktu kunjungan pun sudah habis.... Semoga kamu setelah ini bisa sadar dan tak akan menganggu Nissa lagi man. "


" Bu maaf in Herman ya Bu " ucapku dan aku hanya melihat ibu tersenyum kecil sambil menganggukkan kepalanya lalu meninggalkan ku di ruangan ini, setelah ibu pergi akupun kembali ke dalam sel.


Di sel ini aku di satukan dengan bapak-bapak muka seram seperti preman, muka mereka seperti mas-mas teng, membuatku tambah ketakutan, akupun hanya duduk menjauhi mereka karena tidak mau terlibat pertengkaran dengan mereka, karena aku yakin pasti aku akan kalah, dan aku gak mau mati konyol di Hotel Prodeo rodeo ini.


" Eh lu anak baru.... Sini pijitin gue " ucap salah satu penghuni tahanan .


" Ia bang " ucapku yang langsung menghampiri bapak preman itu.


" Di mana bang "

__ADS_1


" Sini punggung sama kaki gue, yang kenceng Ama lama jangan lupa "


" Ekh tunggu dulu deh bang, liat bang nih orang kan yang kemaren Videonya Viral bang, yang ketahuan selingkuh Ama bini nya bener ya itu lu ya " ucap salah satu tahanan yang lain yang sedang memijit salah satu bapak preman sedang aku pijit punggungnya.


" Eh lu anak baru kenapa lu masuk penjara, di laporin bini lu ya, mampussss hahah, cowok kaya lu mah pantasnya di kebiri sih, tukang selingkuh untung lu gak kasar ama bini lu jadi lu aman di tangan gue ini, karena gue paling benci sama cowok yang kasar ke pasangannya.... Tapi lu yang kuat mijitnya, loyo banget sih lu " ucap preman yang mungkin adalah boss nya disini.


Berjam-jam aku memijit badan ketiga tahanan yang satu sel dengan ku, rasanya badanku remuk semuanya, belom lagi aku harus tidur di lantai yang dingin tanpa alas, apes sekali nasibku tuhan, padahal aku hanya ingin hidup senang, dan punya istri dua, yang satu duitnya banyak, dan yang satu hebat di ranjang karena bisa memuaskan ku, tapi sulit sekali rasanya mewujudkan itu semua, seharusnya Nissa terima aja aku Poligami padahal aku akan adil pada mereka berdua, kenapa sih harus cerai dan malah aku di berurusan sama Polisi lagi.... Pokoknya aku akan kejar Nissa, bakalan aku dapatkan lagi dia, Nissa itu sumber uangku gak akan aku biarkan orang lain miliki Nissa, tekadku, dan aku akan menyusun rencana apa saja, untuk mendapatkan Nissa lagi. Batinku. Lalu akupun tertidur walaupun hanya beralaskan ubin kecil karena badan ini terasa lelah sekali.


Esoknya benar saja, pengacara Nissa datang kesini dan kami pun bertemu di ruang kunjungan, dan tak ku sangka ternyata Fina juga di panggil ke sini... Apakah Fina akan di bebaskan juga.


Saat ku lihat Fina keluar dan datang mendatangi ku, mataku kaget melihat penampilan Fina, yang tampak menyeramkan, pipinya bengkak merah seperti bekas tamparan, sudut pipinya luka, apalagi rambutnya sekarang yang tampak orang gila saja, melihatnya seperti itu aku jadi penasaran, apa yang Fina alami di sel nya,


" Mas tolong aku mas..... Aku gak kuat mereka selalu menyiksa ku, karena Video Viral kita kemaren, mereka memukul ku karena aku pelakor mas, aku benar-benar sakit mas, seluruh badanku memar, dan Polisi disini hanya melihat saja tanpa mau membantu, aku bisa mati mas " ucap Fina yang saat sampai di sebelahku langsung memelukku dan menangis kencang. Dan akupun hanya membiarkan Fina, tanpa mau melepaskan pelukannya.


" Maaf pak bisa kita mulai " ucap pengacara Nissa memulai pertemuan ini dengan membawa amplop dan menaruhnya di meja.


" Silahkan pak, dan kamu Fina lepas dulu biar urusan kita kelar ". Ucapku baru melepaskan pelukan Fina, yang lumayan berat kalo kelamaan.


" jadi begini pak Herman sebentar.... Nah karena pak Polisi juga sudah datang, saya akan meminta pak Herman dan Bu Fina untuk menandatangani surat perjanjian ini, dan disini tertulis bahwa Bu nissa mencabut tuntutannya apabila pak Herman dan Bu Fina berjanji tidak akan lagi menggangu kehidupan dia dan keluarganya siapapun itu tanpa terkecuali, dan pak Herman tidak berhak untuk mengaku sebagai ayah dari anak yang ibu Nissa kandung, jika kalian berdua melanggar maka Bu Nissa akan langsung menjebloskan kalian berdua di tahanan Polisi ini, dan Bu Nissa akan membuat kalian berdua lama di penjara nanti setelah persidangan, dan perlu pak Herman dan Bu Fina ketahui bahwa kamu memiliki sejumlah bukti seperti perzinahan kalian di kamar Bu Fina, bukti transfer bapak Herman ke Bu Fina, dan bukti Bu Fina yang sedang mengambil tas Bu Nissa dan segala barang lainnya, semuanya ada rekamannya karena rumah di pasang CCTV, jadi silahkan tanda tangani, kali tidak tanda tangan, maka kalian berdua akan tetap disini hingga persidangan dan menunggu hukuman kalian ". Ucap pengacara Nissa panjang lebar, dan aku semakin dilema dengan ini semua, lah bodo alamatan dulu lah, tanda tangan dulu yang penting keluar dari Hotel Prodeo ini yang bikin sesak.


" Apa jadi mba Nissa yang laporin kita, benar benar ga bisa di biarkan. " Ucap Nissa kesal dan mengepalkan tangannya.


" Bu Fina tidak mendengarkan saya bicara panjang lebar tadi "


" Oh maaf pak, saya cuman gak nyangka kok tega sodara bisa jeblosin sodaranya sendiri ke penjara, bener pak " ucap Fina berkilah......

__ADS_1


__ADS_2