MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 66 KEMBALI KE JAKARTA


__ADS_3

POV Nissa


Kubuka mataku perlahan, kamar ini masih gelap, karena gordennya masih tertutup, kulihat mas Agam tertidur di sampingku, aku tersenyum melihat wajah nya, Ku usap lembut wajahnya yang sangat dekat dengan wajahku sehingga aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang keluar dengan pelan, Ini bukan mimpi, ini nyata, Tapi aku masih tidak percaya, aku bisa menjadi istri dari mas Agam, cinta pertama ku, cinta masa kecilku. Bahkan dalam mimpiku pun tak pernah aku membayangkan bisa menikah dengan pangeran masa kecil ku ini.


Aku mengangkat tangan mas Agam dengan hati-hati, karena takut membangunkan tidur nya yang sangat lelap, badanku juga masih polos aku bergerak perlahan, walaupun sudah pernah melakukannya, bagian intimku masih lumayan sakit, tak habis pikir dengan yang di lakukan mas Agam semalam, dia bahkan melakukannya beberapa kali, seperti suatu kebutuhan akan diriku, aku hanya bisa meringis saat pelan-pelan ku gerakan badanku untuk turun dari ranjang. setelah berhasil turun dari ranjang, ku cari kimono untuk menutupi tubuhku, yang bahkan letaknya pun cukup jauh dari kasur, ku ingat semalam mas Agam melempar semua pakaian yang kami kenakan, liar sekali, pikirku. Dan lekas saja aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa-sisa percintaan semalam dengan mas Agam.


" Jam berapa ya ini?" gumamku setelah aku keluar dari kamar mandi untuk membersihkan diri ini, segar sekali rasanya.


" Astaghfirullah, Ini sudah sangat siang, bahkan aku sampai melewatkan sholat shubuh, " Ucapku kaget melihat jam sudah menunjukkan jam 11.


" Ya Allah Arka, pasti dia lapar?" ucapku khawatir dengan anak tampan ku itu, walaupun stock asi ku masih banyak ku taruh di kulkas yang ada di kamar hotel mamah tetap saja aku khawatir, karena Arka terbiasa tidur dengan ku. segera saja aku membangunkan suamiku, yang masih tertidur pulas di kasurnya.


" Yank...... Bangun yank.... Ikh tidur kok pules banget kaya kebo, " ucapku sambil menggoyang-goyangkan badannya mas Agam.


" Hmmm..... kenapa si yank? Aku masih ngantuk, kita kan baru tidur jam 4 pagi" ucap mas Agam yang matanya juga masih tertutup.


" Ya udah aku turun duluan ya mas, baju kamu udah aku siapin, Ini udah jam 11 mas aku mau ke Arka dulu Takutnya Arka nyariin aku, " ucapku sambil mempersiapkan kebutuhan suamiku dan langsung keluar kamar hotel untuk berkumpul dengan keluarga besar di restoran.


Saat sampai resto ku lihat para keluarga sedang mengobrol, dan tertawa satu sama lain, apalagi melihat Arka yang sangat aktif dan selalu tersenyum, aku pun lega karena ke khawatiran ku lenyap seketika.


" Pengantin baru nya emang bener-bener jam 11 baru turun, si Ujang nya kemana? " Ucap mamahku ngeledek, aku pun hanya menjebikan bibirku saja dan langsung menggendong Arka yang langsung mengarahkan tangannya kepadaku.


Ku unyel-unyel pipi gembul Arka, dia pun hanya tertawa.


" Mas Agam masih tidur mah, Katanya masih ngantuk, mungkin kecapean. " Ucapku.


" Ya jelas cape! Habis resepsi lama, Langsung gaspol, Hahahaha, " ucap papah mertuaku tertawa, dan semua disini menjadi tertawa. Malu sudah, siang ini aku jadi bahan bulian mereka, pikirku.


Tak berapa lama mas Agam pun turun dengan wajah fresh sehabis mandi dan pakaian yang sangat pas membentuk badannya yang atletis, sejenak aku kembali terpesona dengan ketampanannya, padahal sering kulihat, bahkan nanti bakalan aku lihat setiap hari, semoga saja aku gak terlihat seperti orang begok, kalo mas Agam sampai menangkap basah aku sedang terpesona olehnya. untung aja mas Agam tidak memperhatikan kalo aku sedang terpesona.

__ADS_1


Mas Agam pun duduk di sebelahku, dan mengambil Arka dari gendonganku, Arka pun tertawa, seakan Arka menunggu mas Agam datang, aku tersenyum kembali memperlihatkan interaksi antara Arka dan mas Agam yang seperti ayah dan anak ini. Aku pun segera menyiapkan makanan untuk mas Agam makan, karena aku sudah selesai makan.


" Papah muda, Kayanya makin tambah fresh aja nih habis nikah," Goda ayah mas Agam .


" Papah nih.... Kaya gak tau aja kali penganten baru kaya gimana.... Masih anget-anget nya pah.... Ia gak boy? " ucap mas yang membalas godaan dari papahnya sambil mencium gemas pipi Arka, dan Arka semakin tergelak tawa di buatnya. Aku pun mengambil arka kembali, karena mas Agam mau memulai memakan makanannya.


" Terus rencana kalian gimana? kapan mau bulan madu nih," ucap mamah mas Agam .


" Kalo aku gimana Nissa aja mih.... Kapan Nissa mau aku mah, Ok. " ucap mas Agam.


" Aku.... ? Kapan aja siap sih kalo di suruh jalan-jalan, tapi gimana sama Arka, dia kan masih kecil masih agak rentan kalo di bawa jauh-jauh."


" Ia juga ya.... Apa tar aja nunggu Arka setahun baru kita jalan-jalan ke luar negri yank? "


" Boleh juga yank, Aku mah terserah kamu " ucapku sambil terus menggoda Arka yang terus tersenyum.


" Ya udah siang ini kan kita semua check out, kalian berdua gimana mau ke tempat mamah, atau tempat mamih nih, tapi sebenarnya sama aja sih, orang depan rumah ini ya gak Lis? " Ucap mamah ku sambil tersenyum menggoda.


" Aku sama Nissa dan Arka akan pergi langsung kerumah kami di Jakarta mih, ya kami sih berharap kalian semua mau ikut kita dulu di Jakarta, biar rame, " ucap mas Agam.


" Ya bolehlah kita ke Jakarta dulu ya rum, buat ngerecokin penganten baru nih lumayan, apalagi aku masih kangen sama si mbull ganteng ini. "


" Ia bener banget Lis, Kalo kalian mau pindah ke Jakarta, kayanya mamah sama papah juga bakalan tinggal lagi aja di Jakarta, " ucap mamahku yang membuatku mengernyitkan dahi heran.


" Kamu mau pindah rum? Sepi dong gue di Lembang."


" Ia habisnya mas Dito ngajak balik ke Jakarta, dia gak suka dingin badannya merah-merah bentol gitu."


" Ohh alergi dingin ya?" Ucap mamih.

__ADS_1


" Ia, " Ucap mamah.


Dan mereka pun melanjutkan segala bentuk percakapan lainnya. Sedangkan aku hanya sesekali menimpalinya, sampai waktunya dzuhur, kami semua pun pergi ke mesjid untuk sholat berjamaah, dan sementara Arka aku yang jaga karena mamah yang sholat duluan. Setelah semuanya sholat, kami pun ke kamar masing-masing untuk packing, agar mempercepat waktu biar tidak kemalaman. Setelah selesai kami pun berkumpul di parkiran dan langsung menuju mobil masing-masing tujuan Jakarta ke rumahnya mas Agam. Perjalanan pun serasa cepat. Dan Alhamdulillah nya Arka anteng gak rewel selama perjalanan.


" Yank.... Kamu butuh baby sitter gak? " tanya mas Agam.


" Hmmm kayanya butuh deh mas, soalnya bakalan kerepotan aku nantinya."


" Ya udah nanti aku cari di yayasan ya ?"


" Ia mas " ucapku yang masih tenang menggendong Arka .


Tak terasa kami pun sampai di rumahnya mas Agam, rumahnya cukup besar dan di dalam rumah mas Agam sudah tersedia dua pembantu, yang di perkenalkan kepadaku, karena perjalanan yang cukup jauh, kami semua pun memutuskan untuk beristirahat.


___&&&----


Di lain tempat ada seorang wanita yang sedang mengurung dirinya di kamar dari pesta resepsi Agam dan Nissa kemarin. Dia adalah Tiara, sepupu jauh nya Agam, saudara dari pihak papah nya Agam, Tiara menyukai Agam dari SMA, dan terus berusaha untuk mendapatkan perhatian Agam, walaupun tak pernah ada respon sama sekali, bahkan seringnya Tiara mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakkan dari Agam, seperti seringnya Tiara di bentak Agam, bahkan kadang Agam seperti tidak pernah menganggap Tiara ada. Tapi Tiara seolah tidak perduli, cintanya pada Agam, berubah menjadi obsesi mengerikan, yang tanpa kenal menyerah untuk mendapatkan Agam.


" Sayang keluar? ya kamu dari kemaren belom makan! " ucap seorang wanita paruh baya, yang masih memiliki gurat kecantikan yang tidak hilang di lekang oleh waktu. Dia adalah ibu nya Tiara, Sofia namanya.


" Bagaimana mah? Tiara masih di dalam ? masih belom keluar? " ucap seorang lelaki paruh baya, papahnya Tiara.


" Belom pah... Bahkan tiada belom makan dari kemaren pah, dia langsung mengurung diri di kamar setelah dari pernikahan Agam kemaren pah, " ucap Bu Sofia sedih.


" Anak itu benar-benar, terlalu di manja, menjadi pembangkang seperti itu, biarkan saja mah kalo dia lapar dia juga pasti akan keluar," ucap papah nya Tiara marah, dan kedua orang tua itu pun pergi meninggalkan anaknya sendiri di kamar.


Sebenarnya Tiara mendengar semua pembicaraan kedua orang tua nya itu, hanya saja dia malas untuk berdebat, Tiara tidak benar benar kelaparan, karena di kamarnya ini terisi penuh dengan makan dari mulai kue dan cemilan lainnya, jadi walaupun dia tidak makan, Tiara tetap kenyang karena telah memakan itu semua. Di pandangi nya foto pengantin Nissa dan Agam yang dia simpan di HP nya, dengan kobaran mata penuh dendam dan amarah.


" Agam.... Sekian lama aku mengejarmu, tapi kamu malah menikah dengan janda, Kurang ajar kamu Agam! kamu menghinaku habis-habisan, padahal mau di lihat dari manapun wanita ini tidak ada apa-apanya dengan ku, bahkan sangat jauh seperti bumi dan langit, Apa Agam buta? aku gak bisa biarin ini! Aku harus berbuat sesuatu untuk menghancurkan rumah tangga mereka, dan Agam akan menjadi milikku! " ucap Tiara dengan seringai di wajahnya, tiada melihat sekeliling kamarnya, berantakan dan sangat jorok, Peralatan make up semuanya hancur karena kemaren Tiara benar-benar mengamuk selepas dari pernikahan Agam. Tiara menghancurkan semua barang yang ada di kamarnya dan sekarang bahkan kamarnya begitu penuh dengan sampah dari sampah cemilan makanan Tiara sendiri, Tiara pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, agar terlihat lebih fresh, Tiara akhirnya keluar untuk bergabung dengan orang tuanya di meja makan dan menghampiri pembantu nya.

__ADS_1


" Bi, Tolong beresin kamar aku bi, sampai bersih dan rapih, wangi juga ya bi! Pokoknya aku mau kamarku nyaman! ucap Tiara yang langsung duduk sarapan bersama ke dua orang tuanya.


__ADS_2