MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
LAMARAN MARIO PUN DITERIMA


__ADS_3

Alisha semakin menjadi jadi ingin sekali bertemu dengan Mario. Seminggu sudah dia tidak melihat Mario bahkan Mario tidak menghubungi nya sama sekali. Entah dorongan dari mana keinginan Alisha yang begitu besar, yang ingin sekali bertemu dan melihat wajah Mario, atau kah anak-anaknya yang sudah mulai nyaman dengan kehadiran ayah ya kemarin yang merindukan Ayahnya? siapa yang tau?! Alisha bahkan ingin menghubungi Mario lewat Video call tapi dia urungkan karena gengsinya.


Alisha menggigit tangannya saat sedang bingung, dia pun berjalan mundar-mandir di kamarnya seperti setrikaan.


"Apa yang harus Bunda lakukan ini, Nak? kalian berdua lagi ngehukum Bunda ya? Karena udah jahat sama Ayah kemaren" Gumam alisha sambil mengelus elus perut buncitnya...


"Maafin Bunda ya sayang, Bunda udah egois, Kalian juga pasti membutuhkan Ayah kalian, gak mungkin juga Bunda menjauhkan kalian dengan ayah. Kalian pasti membutuhkan Ayah kalian saat kalian lahir nanti.


Setelah beberapa hari melakukan sholat istikharah Alisha pun memutuskan untuk menerima lamaran Mario dan kebetulan karena Papahnya sudah ada disini sejak beberapa hari yang lalu, Alisha akan membicarakan semua itu kepada orang tuanya, supaya mendapatkan keputusan yang terbaik.


Alisha pun keluar kamarnya dan mencari keberadaan orang tuanya yang ternyata sedang nonton TV bersama.


"Khmmm... Khmmm... Ya Allah jomblo ini iri melihat kemesraan orang tua hamba ya Allah" ucap Alisha sambil mengangkat kedua tangannya ke atas berdoa, karena melihat kemesraan kedua orang tuanya itu.


"Lebay kamu, makanya nyari suami sama supaya bisa mesra-mesraan kaya Papah sama Mamah" ucap Agam.


"Sini sayang duduk, Di sebelah Mamah" ucap Nissa sambil memukul mukul kursi di sebelahnya.


"Mah... pah... ada yang pengen aku bicaraain"


"Serius amat kayanya. Kamu mau ngomongin apaan pasti tentang Mario ya," Ucap Agam tepat sasaran, Alisha pun memandang Papahnya kaget.


"Kok Papah tau sih, Akh gak seru..."


"Udah sayang... Jangan godain anaknya mulu" ucap Nissa kepada Agam dengan sedikit kesal.


"Kamu mau bilang apa sayang?" Tanya Nissa kembali ke anaknya.


"Gini Mah... aku udah mutusin dan udah sholat istikharah juga dan insya Allah ini keputusan yang tepat, dan aku juga minta saran dari Mamah dan Papah mengenai keputusan ku itu" jelas Alisha. Dia memegang tangan Nissa dengan dingin.


"Tangan kamu dingin banget sayang. Coba rileks ya, jangan tegang, Kasian anak-anak kamu tar ikutan tegang, apapun keputusan kamu tentang Mario, insya Allah Mamah dan Papah selalu dukung kamu," Ucap Nissa menguatkan Alisha.


"Aku bakalan terima lamaran nya Mario Mah, aku sadar anak-anakku pasti butuh Papahnya dan aku juga gak mau anak-anakku hidup tanpa kasih sayang orang tuanya yang lengkap. Walaupun aku tau mereka tidak akan kekurangan kasih sayang." Ucap Alisha


"Ia kamu benar, Cucu-cucu Papah tidak akan kekurangan kasih sayang."


"Jadi kamu siap? kalau Mario ke sini dan langsung nikahin kamu. Tapi mungkin kalian akad dulu. Resepsinya nanti setelah kamu melahirkan."


"Apa Papah udah setuju aku menikah dengan Mario Pah?" Tanya Alisha menatap Papahnya.


"Ia sayang, apapun demi kebahagiaan kamu. Sebenarnya sih sehari sebelum Papah kesini, Mario nemuin Papah dan melamar kamu secara langsung, dia gentleman sekarang, dia bilang, dia akan tetap nikahin kamu dan akan nungguin kamu sampai kamu siap, dia juga ga akan pernah mundur kaya dulu lagi. Dia akan berusaha buat kamu luluh dan sampai bisa terima dia jadi suami kamu Nak"


"Mario nemuin Papah di rumah. Di Jakarta Mario melamar Alisha Pah?"


"Ia sayang... Dan Papah pikir Mario anak yang bertanggung jawab nantinya, dia lelaki yang baik sekarang dan gak pengecut. Papah yakin dia bakalan jagain dan bahagiain kamu."


"Tapi Mario gak pernah ngehubungi aku Pah..." Ujar Alisha cemberut.


"Kamu coba yang hubungi dia, kayanya dia lagi sibuk banget, Ayahnya juga lagi sakit" ujar Agam.


"Coba kamu telepon duluan gih, kalau kangen telepon lah sayang. Jangan di tahan-tahan nanti cucu-cucu Oma ngeces lagi pengen ketemu sama Ayahnya" ucap Nissa menggoda anaknya.


"Ikh Mamah, aku malu tau, kenapa harus aku duluan yang nelpon Mario? bukan Mario yang nelpon aku!" Ujar Alisha kembali cemberut.


"Dia takut kamu gak angkat kali, makanya dia tahan-tahanin biar kamu yang duluan telepon dia" ujar Nissa semakin menggoda Alisha yang membuat pipi Alisha semakin memerah.


"Kenapa pipi kamu merah?" tanya Agam, tidak mengerti.


"Udah akh... Papah godain Alisha mulu, aku kedalam dulu ya Mah... Pah..." Ucap Alisha yang langsung kabur dari hadapan orang tuanya.


"Kenapa dia Mah?" tanya Agam heran.


"Mamah juga gak tau, lagi berbunga-bunga kali Pah" Ucap Nissa.

__ADS_1


Di dalam kamar Alisha langsung saja mengambil HP nya dan berniat menghubungi Mario. Dering pertama, Mario belom mengangkatnya, ketika dering kedua Mario langsung mengangkat nya.


[ Halo... Assalamualaikum Alisha...]


[ Waalaikum salam... Pak..]


[ Kenapa manggil saya Bapak? padahal udah lama banget aku nungguin kamu telepon ]


[ Benarkah? Kenapa? biasanya kamu duluan yang selalu gangguin aku telepon dan kirim chat terus ]


[ Aku takut kamu merasa risih, dan juga aku pengen tau aja kamu kangen gak sama aku ]


[ Ikh kaya anak kecil aja ]


[ Gak apa-apa biarin, Kamu tau aku hanya bisa manja sama kamu aja ]


[ Masa sih... Jadi aku manggil nya apa nih, kalo gak boleh Pak ]


[ Senyumannya kamu aja. Kalau mas juga boleh ]


[ Mas... Kaya orang Jawa manggilnya mas ]


[ Ia gak apa-apa, aku kan turunan orang Jawa, apa kamu udah pikirin jawabannya Al? ]


[ Ia... Dan Alhamdulillah aku udah dapat jawabannya ]


[ Semoga Kabar baik ya ]


[ Insya Allah mas.. bismillahirrahmanirrahim aku.......terima lamaran kamu mas ]


[ Alhamdulillah Alisha, kamu serius kan gak bakalan berubah pikiran? atau gak lagi ngeprank aku kan ]


[ Insya Allah aku serius mas ]


[ Ia mas, kita besarkan anak anak kita sama sama ]


[ Ia sayang, Jadi kapan kamu siap aku nikahin ]


[ Kapan aja aku siap mas, tapi kayanya kita harus mempersiapkan semuanya dulu ]


[ Aku sama Papah bakalan ke sana buat ngelamar kamu secara langsung dan menentukan tanggal akad kita, kamu gak apa apakan kita akad dulu. Tenang aja pernikahan kita bukan siri, aku akan mendaftarkan nya di catatan sipil sekarang ]


[ Ia mas, orang tuaku sekarang ada disini, emang Bapak gak apa-apa, kalau ke sini kan perjalanannya jauh ]


[ Gak apa-apa, bapak pasti langsung sehat pas denger berita baik ini, tunggu aku disana ya sayang ]


[ Ia mas...]


[ Alhamdulillah I love you Alisha..]


[ Ikh mas aku malu ]


[ Ya udah sih, nanti juga kamu bakalan terbiasa. Ya udah aku bakalan kelarin kerjaan ku disini, terus mendaftarkan pernikahan kita, dua hari lagi aku akan ke LA bersama Bapak dan saudaraku ngelamar kamu secara resmi ]


[ Ia mas...aku tunggu ]


[ Assalamualaikum ]


[ Waalaikum salam ] ucap Alisha, lalu panggilan pun terputus.


"Aaakhhhhh malu" Teriak Alisha sambil rebahan dan menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Kamu kenapa Nak? kok teriak-teriak kaya gitu sayang," Ucap Nissa yang langsung masuk ke kamar mendengar teriakan dari kamar anaknya.

__ADS_1


"Eeehhh... Gak apa-apa Mah aku mau tidur mah ngantukkk, oh ia Mah, tadi Mario telepon katanya dia dan bapaknya serta saudaranya mau kesini dua hari lagi buat ngelamar aku secara resmi Mah" ucap Alisha membuat Nissa kaget dan membelalakan matanya.


"Kamu serius! Mepet amat! Mamah belum siap-siap nih dan juga Abang-abang kamu gimana? kalau mereka sibuk gimana, kakek sama nenek kamu gimana" ucap Nissa panik.


"Ya udah telepon saja mereka semua sekarang mah" ujar Alisha tenang.


"Kamu bantu telepon Abang-abang kamu. Mamah telepon kakek nenek kamu sekarang ya" ucap Nissa yang langsung ke luar kamar Alisha dan berlari ke arah mbok Jum.


"Mbok Jum...!" Teriak Nissa memanggil mbok Jum yang berada di belakang.


"Kenapa sayang...? Kok kamu teriak-teriak Tadi Alisha teriak, sekarang kamu yang teriak!" ucap Agam menggelengkan kepalanya pusing.


"Mario sama keluarganya mau kesini dua hari lagi Kita belum siapin apa-apa Pah"


"Kok dadakan banget, Ya udah kita siapin sekarang, tapi tar dulu mau ngapain emangnya?"


"Mau ngelamar Alisha secara resmi"


"Mah... tar dulu, kamu tau orang tuanya Mario itu siapa?"


"Gak pah... yang aku tau, katanya ibunya meninggal dan Mario tuh dulu nya kerja jadi Dosen di kampusnya anak kita dan sekarang dia berhenti karena harus urusin perusahaan Papahnya, karena Papahnya udah tua dan sakit-sakitan"


"Oh gitu ya..."


"Emang kenapa Pah?"


"Gak apa-apa, Mario bukan anaknya mafia kan?"


"Bukan lah! ada-ada aja kamu ini Pah"


"Ya udah kita hubungi keluarga besar kita dulu"


"Ia sayang, kamu hubungi Mamih dan Papih, aku hubungi Mamah sama Papah aku"


"Ia siap sayang."


Sementara itu...


Alisha pun mengambil hp nya dan melakukan panggilan telepon dengan kedua saudaranya sekaligus. Dan langsung saja pada dering pertama sambungan pun di terima kini mereka bertiga sedang memandang satu sama lain di Video call.


[ Halo... Abang-abangku sayang yang ganteng kaya sekoteng belum mateng, tapi sayang pada jomblo...] Ledek Alisha kepada Abang- abangnya.


[ Kaya yang doanya, gak jomblo aja ] ujar Rayyan.


[ Kalian berdua sehat? ] tanya Arka.


[ Alhamdulillah kami sehat bang ] ucap keduanya.


[ Abang masih di Tasik ya? kapan ke Jakarta ] tanya Rayyan.


[ Abang ke Tasik ngapain? ] tanya Alisha.


[ Abang habis buka Supermarket baru Abang sayang si Tasik ]


[ Ohhh.. bulet, tapi Abang Arka sama lu Rayyan bisa kan dua hari lagi terbang ke LA?] tanya Alisha.


[ Ngapain.. emangnya? ] tanya Rayyan.


[ Aku mau di lamar sama Bapak Dosen, dan aku berharap kalian berdua mau merestui aku menikah dengan Mario, dan juga datang kesini dua hari lagi besok juga gak apa-apa sih lebih cepat lebih bagus ] ujar Alisha.


[ APAAAA SI BULUK MAU NGELAMAR LU, ENAK AJA MINTA DULU IZIN SAMA GUE ] teriak Rayyan.


[ Abang bakalan dukung setiap keputusan kamu dek yang penting kamu bahagia ]

__ADS_1


[ Abang Arka, muach-muach dah, dan lu Rayyan bilang langsung sama orangnya disini lusa ] ujar Alisha melihat Rayyan dengan tatapan tajamnya.


__ADS_2