MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
KESEMPATAN EMAS


__ADS_3

Seperti janjinya pada Nissa kemarin hari ini Mario sudah datang ke rumah Nissa untuk mengantarkan Alisha cek kandungan, Alisha yang melihat Mario sedang ngobrol asik dengan ibunya membelalakan matanya aneh.


'Ngapain Mario pagi pagi kesini' ucap Alisha dalam hati, Alisha sendiri tidak tau tujuan Mario datang pagi-pagi kerumahnya.


Alisha pun menghampiri keduanya dengan wajah masam..


"Mah ngapain mario pagi pagi kesini?" Tanya Alisha ketus sambil melihat wajah Mario sengit, sedangkan Mario yang di tatap sengit oleh Alisha. Malah memberikan senyuman terbaiknya dan itu sukses membuat jantung Alisha goyang dumang.


'Jantung... Please' ucap Alisha dalam hatinya.


"Hay Alisha, kamu Cantik sekali!" Puji mario membuat wajah Alisha menjadi merah.


"Itu kenapa muka kamu, blush on nya tebel banget sih? Kamu tau Mario bakalan kesini, jadinya kamu dandan all out." Ledek Nissa. Membuat Alisha sekali lagi membelalakan matanya.


"Apaan sih Mah. Siapa yang dandan? Lagian juga aku tuh gak perduli Mario mau kesini apa enggak? Ya udah mah aku pergi dulu mau kontrol" ujar Alisha yang pergi meninggalkan Mario dan ibunya. Alisha yang tadinya sedikit GR. Karena mengira Mario akan mengantarkan dia cek kandungan jadi Alisha agak sedikit sedih. Alisha pun pergi meninggalkan ruang tamu dan melihat ke luar rumah, dahi Alisha mengernyit bingung.


"Loh... Mobilnya mana kok ga ada? apa Mamah lupa bilang sama Pak Regan ya?! Kalau aku mau cek kandungan" Ujar Alisha. Alisha pun menghembuskan nafasnya kasar mau kedalam malas melihat wajah Mario.


"Bu, saya susul Alisha dulu ya. Terima kasih atas kesempatan yang telah di berikan," ujar Mario tulus.


"Nitip Alisha ya Mario, Jagain anterin pulang lagi kesini, jangan di tinggal!"


"Tentu saja Bu. Pokoknya ibu gak usah khawatir," ujar Mario yang langsung beranjak dan sedikit berlari menyusul ke dalam. Saat di luar Mario melihat Alisha yang sedang duduk melamun di kursi depan sambil tangannya memegang dagunya.


'Cantik' ucap Mario dalam hati. Mario pun tersenyum menghayal wajah ini yang akan selalu dia lihat setiap dia membuka mata di pagi hari.


"Ayukkk! Saya anter ke dokter kandungan" ujar Mario mendekati Alisha dan menampilkan senyum terindahnya. Alisha kaget dan menatap Mario yang sedang tersenyum. Seketika Alisha terdiam karena terpesona dengan senyuman Mario.


"Ayo Alisha, Nanti kita telat," Ucap Mario lagi yang membuat Alisha kembali sadar.


"Kamu yang mau nganterin aku" tanya Alisha


"Ia sayang... Hayu... Aku juga ingin melihat anak-anak kita" Ujar Mario tulus. Dan membuat perasaan Alisha seketika hangat. Alisha pun tanpa menjawab ucapan Mario hanya melangkahkan kakinya ke arah mobil Mario duluan. Dan itu tidak luput dari perhatian mario dan membuatnya kembali tersenyum. Mario pun mengikuti Alisha dan membukakan pintu bagian Alisha, sehingga Alisha bisa langsung masuk, setelah itu Mario pun masuk kedalam.

__ADS_1


Nissa yang mengintip kelakuan Alisha dan Mario tersenyum bahagia, karena akhirnya Alisha bisa bersama ayahnya anak-anak.


"Semoga saja kebahagiaan selalu datang menghampiri mu Nak. Mario yang pernah membuat luka yang besar di Mata Hatimu, semoga saja ia bisa menyembuhkannya dan membuat luka itu menjadi senyuman untukmu Nak" gumam Nissa sambil menghapus air matanya yang tiba-tiba menetes.


Dalam perjalanan ke Dokter kandungan, Alisha lebih banyak diam. Dan memilih melihat ke arah jendela. Sedangkan Mario yang menyetir, sesekali melirik ke arah Alisha. Mario menguatkan hatinya untuk terus bersabar, biarlah seperti ini dulu, setelah waktunya tepat, dia akan bertukar pikiran dengan Alisha. Dan semoga Alisha mau bicara dengannya setelah periksa ke dokter kandungan.


Mobil pun tiba di rumah sakit, Mario dengan sigap turun dan membuka pintu keluar mobil Alisha. Sebelum Alisha turun duluan, Alisha yang melihat Mario sudah ada di depannya, agak merasa sedikit kaget.


"Mario ngagetin aja. Padahal kamu gak usah bukain pintunya, aku juga bisa sendiri" ujar Alisha tapi tetap saja dia menerima uluran tangan Mario yang membantunya turun dari mobil karena kandungannya yang besar.


"Gak apa-apa, kamu tidak boleh kesulitan turun, dan mulai sekarang aku akan siap siaga untuk menjaga kamu Al" Ujar Mario membuat hati Alisha menjadi hangat. Tapi Alisha hanya diam saja menyembunyikan kegembiraannya.


Mario mencoba menggenggam Alisha tapi di tepis tangannya oleh Alisha.


"Jangan mengambil kesempatan dan merasa aku sudah menerimamu Pak Dosen, Jaga batasan mu!" ujar Alisha dingin. Alisha langsung pergi meninggalkan Mario setelah mengatakan itu. Mario pun harus kembali menelan kekecewaan.


'Biarlah... Aku memang salah dan aku harus bersabar dan lebih berjuang' ujar Mario dalam hati. Mario pun mengejar Alisha dan berjalan di belakang tubuh Alisha.


Setelah mereka sampai di depan ruangan praktek Dr. Obygin yang bernama Dr liz, Alisha pun duduk menunggu namanya di panggil, karena dia sudah membuat janji dan tidak perlu untuk mendaftar ulang. Mario pun duduk di sebelahnya.


"Selamat pagi Alisha, Gimana kabarnya nih?" Ujar Dr Liz saat melihat Alisha masuk ke dalam ruangannya. Dr Liz memang dekat dengan Alisha dan Nissa. Karena seringnya datang saat awal kehamilan bahkan pernah hampir setiap seminggu sekali. Membuat Dr Liz tau keadaan Alisha saat itu.


"Alhamdulillah saya baik Dok." Ujar Alisha saat sudah mendudukkan dirinya di kursi depan meja Dr Liz.


Dr Liz melihat Mario yang baru dia temui dan bingung di mana Nissa?


"Loh ini siapa, Bu Nissa nya tidak ikut Alisha?" tanya Dr Liz memandang Mario intens dan langsung berpaling ke Alisha. Mario yang tadinya ingin mempertahankan diri, jadi kembali terdiam, karena Alisha telah menyela Mario.


"Ini Mario Dok, teman saya. Kebetulan Mamah lagi gak bisa anter, jadinya Mario yang anterin saya" Ujar Alisha. Dia tidak mungkin menceritakan siapa Mario sebenarnya, akan terasa canggung dengan Dr Liz jika dia tau siapa Mario sebenarnya.


"Oh begitu.. it's Ok Alisha. Ayo kita lihat sedang apa si kembar!?" Ujar Dr Liz. Alisha pun mengikuti Dr Liz menuju brangkar. Dan di baringkannya tubuh Alisha. Lalu di buka baju pas bagian perut, di olesi Gel seketika alat USG pun di usap ke perutnya Alisha.


"Nah, Lihat si kembar baik-baik saja dan wow... Si kembar sedang tersenyum. Sepertinya mereka sedang bahagia. Terus pertahankan Alisha, pertumbuhan mereka juga sangat bagus." Ujar Dr Liz Yang membuat hati Alisha semakin bahagia melihat si kembar sehat dan bukan saja Alisha yang bahagia. Perasaan itupun di rasakan oleh Mario yang baru pertama kali melihat anak- anaknya. Sungguh Mario sangat terharu. Bahkan Mario bisa melihat anak-anak nya itu tersenyum, karena saking bahagianya, Mario meneteskan air mata haru, dan diam saja, tanpa bisa mengatakan apa- apa.

__ADS_1


"Pak Mario... Anda baik baik saja?" ujar Dr LizĀ  melihat kelakuan Mario yang aneh. Alisha yang bangun dan membereskan pakaiannya pun melihat Mario dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kamu gak apa-apa Mario?" tanya Alisha. Mario melihat Alisha dan Dr Liz secara bergantian. Dan akhirnya dia hanya menggelengkan kepalanya saja sambil tersenyum.


"Aku tidak apa-apa. Aku hanya terharu dan kagum dengan ciptaan Allah yang maha indah" ujar Mario membuat Dr Liz hanya menganggukkan kepalanya saja, tanpa ingin membalas ucapan Mario. Apalagi Alisha, dia malah memutar bolanya malas, melihat tingkah Mario yang aneh hari ini, padahal mereka berdua lah yang tidak peka dengan kebahagiaan yang tengah Mario rasakan.


"Saya resepkan Vitamin seperti biasa aja" Ujar Dr Liz.


"Ia makasih ya Dok" ujar Alisha dan Dr Liz pun hanya tersenyum kepada pasangan di depannya itu. Alisha dan Mario pun keluar ruangan dan pergi menuju ke arah apotek untuk menebus dan membayar obatnya.


"Alisha... Setelah ini kita mampir sebentar dulu yuk di cafe! Ngobrol-ngobrol dulu" Ujar Mario yang ingin lebih dekat dengan Alisha.


"Pak Mario... Sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena Bapak sudah bersedia mengantarkan saya di tengah kesibukan Bapak. Tapi mohon maaf sekali paik. Sebenarnya saya agak cepat lelah. Maklum lah... Saya membawa dua bayi. Bahkan nanti saya juga akan berhenti dari pekerjaan saya di kantor. Bukannya saya menolak hanya saja beneran saya lelah. Saya udah terlalu banyak jalan dari pagi" tolak Alisha secara halus. Memang benar, Alisha sangat lelah sekarang, bahkan sepertinya dia hanya ingin tiduran di kasurnya dan rebahan.


"Oh ... Baiklah ga apa apa... Tapi boleh kan kalo saya nanti main ke rumah kamu... Aku benar benar ingin mendekati kamu dan kenal kamu lebih jauh lagi... Lamaran aku serius Lis.. aku ingin menikahi kamu, kalo bisa sebelum anak kita lahir..." Ujar Mario menatap alisha intens...


"Kalau saya memutuskan untuk tidak menerima lamaran mu bagaimana" tanya Alisha menatap Mario, seolah sedang mencari kesungguhan Mario.


"Saya gak akan nyerah. Saya akan terus bujuk kamu supaya mau menikah dengan saya, saya hanya akan berhenti ketika kamu sudah memilih untuk menikahi yang lelaki lain" ujar Mario dengan kesungguhannya.


"Lalu kalau saya memutuskan untuk tinggal disini"


"Kalau kamu mau jadi istri saya. Kita akan tinggal di Indonesia"


"Berarti saya tidak bisa menjadi istri kamu Mario" ujar Alisha memalingkan wajahnya.


"Tapi tetap aku akan membuat kamu menjadi istriku, dan keluarga kita akan utuh. Kenapa aku tetap memilih Indonesia, karena aku harus menggantikan usaha ayahku yang sudah tua, kamu tau kan kalau ibuku sudah meninggal, dan ayah tidak bisa meneruskan usahanya." Ujar Mario mencoba menyakinkan Alisha dan sukses Alisha kini menatapnya kembali.


"Lalu bagaimana dengan profesimu sebagai Dosen? Apakah nanti akan terganggu dan bagaimana kamu bisa berada disini lama-lama. Nanti tugas ngajar kamu bagaimana" tanya Alisha lagi.


"Aku lebih memilih kamu di bandingkan cita-citaku untuk berhenti menjadi Dosen Alisha aku lebih memilih memperjuangkan mu agar bisa membawamu pulang ke Indonesia, dan kita bisa membangun keluarga kecil kita bersama sama dengan kedua anak kita, bolehkah aku menyentuhnya" Ujar Mario.


"Silahkan sentuhlah" ujar alisha.... Mario yang gugup pun meletakan tangannya di atas perut alisha.. tiba tiba ...

__ADS_1


Dug...dug...dug... Mata Mario melotot ke arah alisha... Dan tersenyum senang.


__ADS_2