MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
MENCARI JALAN KELUAR


__ADS_3

Kejadian sebelum meeting pemegang saham dilaksanakan.,


Setelah Agam dan Nissa melakukan kewajiban mereka sebagai suami istri, Agam langsung melamun memikirkan tentang masalah Riki dan perusahaannya.


Menurut Agam jika para pemegang saham berkhianat, maka keadaan mungkin akan sedikit gawat, karena kehilangan 50% saham, dan itu akan membuat kantong perusahaan terkuras.


"Aku harus mencari jalan keluarnya segera," ucap Agam dalam hati.


Agam berpikir keras dan terus berpikir dengan keadaan menghadap ke Nissa yang memunggunginya, dan Agam mengelus-elus punggung Nissa.


"Ahaaaa... Sepertinya aku menemukan solusinya, aku harus segera menelpon Papah, dan itu menurutku satu-satunya jalan keluarnya, agar perusahaan ku tetap stabil! ucap Agam sumringah.


"Yang aku punya rencana bagus nih yank," ujar Agam yang masih asik mengelus-elus punggung polos istrinya yang cantik itu.


"Rencana kamu selanjutnya emangnya apa mas? Aku kepo boleh dong," ucap Nissa menggoda.


"Cuma pengen buat seseorang sadar, biar dia gak terlalu sombong. Dia tidak tahu siapa Agam, dia pikir dia itu siapa?


"Ow...ow...ow siapakah itu?"


"Nanti kamu akan tau.... Ya sudah aku mau ke ruang kerja... Kamu mau ikut?"


"Ngapain... ? Kita mau lakuin lagi di ruang kerja? boleh tuh kayanya mas...." Ucap Nissa sambil menaik turunkan alisnya.


"Kamu semenjak hamil ... Omes banget, ngalah-ngalahin aku, aku sih pengen-pengen aja, tapi aku takut kebablasan malah bikin masalah lagi buat anak kita."


"Habis suamiku ini, kalau lagi serius gantengnya makinan tambah hehehe .....


Ya sudah atuh..... Enjeh, jadinya mau ngapain ke ruang kerja?" tanya Nissa lagi.


"Ikut saja! Mending kamu mandi dulu sekarang, aku tunggu di ruang kerja ya." Ucap Agam yang masuk ke kamar mandi dan sudah selesai mandi menjadi fresh sekali.


"Mas.... Kok bisa sih kamu makin tua makin ganteng aja sih mas, harusnya kan makin tua makin jelek."


"Ngatain apa muji sih kamu yank.... " Sudah cepetan mandi sana, entar kamu ngelewatin yang seru-seru"


"Ok. deh mas....."


Agam langsung meninggalkan istrinya yang semakin seksi itu. Agam pun bertemu dengan Arka di ruang tamu yang sedang di suapi oleh mba Sus, karena Arka terlihat makan dengan nyaman, Agam pun langsung ke ruang kerjanya.


[ Halo papah lagi sibuk gak? ]


[ Ia halo gam, Gak Gam! kapan kamu ke Bandung? Kalau mau ke sini sekalian bawa cucu Papah ya, kangen banget nih sama Arka ]


[ Ia Pah... Nanti lah setelah masalah Agam selesai ]


[ Ada masalah apa gam? Serius gak masalahnya? ]


[ Sangat Pah... Dan ini ada hubungannya dengan teman Papah... Suryadiningrat]


[ Si Surya, Kenapa dia? bikin masalah dengan kamu! ]


[ Bukan pak Surya Pah, tapi anaknya si Riki, dia freak Pah, ingin memisahkan aku sama Nissa, dan mengusik perusahaan aku ]


[ Papah bakalan telepon Surya sekarang ]


[ Ok Pah ] ucap Agam yang langsung menutup teleponnya. Agam pun memasang telinga nya baik-baik, karena saat ini HP Agam yang tersambung dengan penyadap yang di pasang di ruang meeting Riki tanpa di ketahui siapapun.


"Sepertinya meeting sudah di mulai, baiklah, siapa saja para penghianat itu, kayanya gue harus say thank you deh sama si freak," gumam Agam.


"mas, kamu sudah di dalam?"


"Sini sayang, sudah mau mulai, duduk di pangkuan aku, kita dengerin bareng- bareng" ucap Agam, dan terdengarlah pembicaraan antara Riki dan para pemegang saham.


"Wah ..... wah... Wah... Ternyata banyak ular yank di perusahaan kamu, ikh gak tau diri mereka... Padahal kalo di itung itung sama aja labanya ya, saham di perusahaan kamu 10 % dengan saham mereka 4 % di perusahaan itu."


"Sama sih yank, yang bikin beda karena saham nya gratis, lagian jaman sekarang mana ada orang yang nolak sama yang gratisan."


" Kalau aku mah Gak selalu Nerima yang gratisan, tergantung yang di tawarin nya apa dulu?"


"Ia dah si ratu setia" ucap Agam mencubit hidung Nissa gemas.


Drt...drt ..drt...


[ Haloo pak selamat siang maaf mengganggu waktu bapak, tapi ini gawat pak! ]

__ADS_1


[ Gawat kenapa? coba jelasin Arsen ]


[ Semua pemegang saham menarik saham semuanya pak, perusahaan bapak sedang tidak baik-baik saja pak! ]


[ Semua pemegang saham atau hanya beberapa orang ]


[ Semuanya pak ]


[ Ok.... Biarkan saja mereka... ]


[ Tapi pak, Bagaimana dengan perusahaan, keuangan kita akan terganggu ]


[ Kamu tenang aja sen.... Semuanya bakalan baik-baik saja, tinggal tunggu besok saja ]


[ Baik pak ]


[ Ada lagi ]


[ Tidak ada pak! ya sudah kalau begitu saya izin menutup telponnya pak ]


[ Ia silahkan ] ucap Agam dan langsung terputus sambungan teleponnya.


"Mereka mulai bergerak ya mas?" tanya Nissa.


"Ia dan Papah pun sudah bergerak!"


"Lalu bagaimana dengan keuangan kantor kamu?"


"Tenang saja sayang, kamu gak usah mikirin tentang perusahaan aku, berat itu sayang, nanti kamu stres, pokoknya kita lihat saja nanti besok.


"Kalau sekarang emangnya gak bisa? Aku jadi penasaran yank."


"Besok saja biar nambah seru, aku ke kantor dulu ya, Kamu kalau mau kemana-mana bareng sama Bodyguard, jangan sendirian."


"Ia mas, Kamu tenang aja."


"Ya sudah, mas ke kantor dulu ya sebentar," ucap Agam mencium pipi Nissa mesra, tinggalah Nissa duduk di ruangan kerja agam, karena sendirian, Nissa pun memutuskan untuk turun dan melihat anak kesayangannya Arka.


_&&&&&&


"Enggak Bos... Mana berani saya!" ucap Johan sambil menggelengkan kepalanya.


"Enggak... Gue gak bakalan nyerah gitu aja.... Gue pasti bisa dapatin Nissa... " Ucap Riki marah.


"Bos.... Para pemegang saham di perusahaan Agam sudah narik semua saham nya Bos... Jadi trending Bos... "


"Bagus! Pasti bakalan ada pemberitahuan kalau perusahaannya Agam adalah perusahaan yang sangat buruk, bahkan pemegang sahamnya saja menarik saham mereka. HAHAHAHA.... Jo antarkan saya ke rumah Agam sekarang, Nissa pasti butuh saya...."


"Tapi Bos, apa sebaiknya kita lihat dulu perkembangannya?"


"Gak usah, gue kangen banget melihat kecantikan Nissa Jo, Ayo... Kalo lu gak mau ikut... Gaji lu nanti gue Potong 50% mau?"


"Jangan lah bos.. Hayu lah... Sekalian jalan-jalan" ucap Johan, dan mereka berdua pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Setelah ruangan kosong, masuklah seorang cowok berperawakan tinggi memakai baju cleaning servis, di ambilnya alat penyadap itu dan dia pun segera pergi dari tempat itu.


Saat sampai di depan rumah Agam, Riki dan johan pun turun.


"Permisi pak... bisa saya bertemu dengan ibu Nissa..." Tanya Riki kepada pak security yang baru di ganti, karena yang lama di over ke perusahaannya.


"Bapak siapa? dan ada keperluan apa?" ucap Security itu tegas.


"Saya temannya pak, bilang saja dari Riki, Nissa pasti sudah kenal," ucap Riki.


"Maaf pak Riki, untuk sementara Bu Nissa sedang tidak bisa di ganggu!"


"Hanya sebentar saja pak, saya janji... Saya hanya ingin bertemu


"Silahkan bapak pergi saja dari sini, bu Nissa tidak bisa di ganggu, maaf sekali pak,"


"Gue sudah bilang baik-baik ya... Lu panggilin dulu Nissa ke sini, kalau enggak buka pintunya," ucap Riki emosi.


"Lu pikir gue takut sama lu... Pergi sekarang atau enggak gue lapor Polisi... "


"NISSA...... KELUAR.....NISSA..... INI AKU RIKI DATANG NIS..... NISSAAA" teriak Riki di depan gerbang rumah Nissa...

__ADS_1


"Pak bos... Ayok mendingan kita pulang pak bos... Jangan teriak-teriak disini pak.... Malu...!" Ucap johan.


"Diam kamu Jo.... Mau saya pecat kamu!" Tegas Riki marah.


"Situ gila Ya? di bilangin pulang ya Pulang... Malah teriak-teriak di depan rumah orang."


"Makanya buka ini gerbangnya, gue pengen ketemu sama Nissa."


"Gak bisa....situ ggerti bahasa Indonesia kan?!


"Belekok, lu belum tau siapa gue! Bakalan mati lu di tangan gue!"


"Ngancem lu....! Gak mempan ancaman lu bocah... Pergi gak sekarang! kalau enggak gua usir lu dari komplek ini, "


"Gue gak bakalan pulang sebelum ketemu Nissa."


"Wah lu nantangin gue kayanya... Tunggu lu ya... Disini " tantang security tersebut yang masuk memanggil Bodyguard.


"Pak bukain gerbangnya, susah amat sih" ucap Riki yang masih tidak mau mengalah untuk pergi dari sini. Tak lama kemudian datanglah pak Security bersama dua Bodyguard berbadan besar.


"Nih pak... Orangnya. Ngerusuh dari tadi, pening kepala saya.... " Ucap bapak Security.


Dua orang Bodyguard itu keluar gerbang, dan menyeret Riki dan Johan sekuat tenaga tanpa bersuara.


"Kalian apa-apaan ini hah, saya tidak mau pergi dari sini sebelum ketemu Nissa, Lepaskan!" Ucap Riki , Karena kesal dengan kelakuan Riki, Bodyguard yang satunya mengangkat Riki seperti karung beras, menuju mobil Riki.


"Turunkan saya.... Kamu tuli ya... Hey."


"Buka pintunya!" ucap bodyguard pertama kepada Johan, dengan tangan gemetar Johan membuka pintu mobil depan, dan di lempar langsung ke dalam mobilnya...


"Astaga.... Pinggang ku... Awas kalian..! Saya akan tuntut kalian" ancam Riki. Sedangkan Johan juga masuk ke dalam mobil, ke tempat supir.


"Kalau lu masih berani ngerusuh disini, bukan cuma pinggang lu yang patah, tapi kaki lu juga bakalan patah di tangan gue," ucap bodyguard tersebut seketika membuat nyali Riki ciut, tanpa pikir panjang Johan pun langsung tancap gas , dan kabur dari rumah Nissa dengan kecepatan penuh.


"Akhhhhh sialan, susah banget gue buat ketemu pujaan hati gue," teriak Riki.


"Boss... Sulit kayanya bos, penjaganya saja gede begitu kaya kingkong, saya takut Bos... Gak lagi dah di suruh nemenin Bos ke rumah bu Nissa. Mending saya di suruh lembur aja bos," ucap Johan.


"Diam kamu Johan.... Gak usah banyak ngoceh, tambah pusing gue jadinya, sudah lu nyetir aja yang bener!" marah Riki.


'Mulai gila nih si Bos, semenjak suka sama bini orang, perasaan dulu kagak gini-gini amat, kayanya kudu di bawa ke RSJ nih si Bos' ucap Johan dalam hati.


"Kemana nih Bos ...? Balik kantor apa pulang?"


"Pulang aja" ucap Riki.


"Ok. Bos.... Siap meluncur.


___&&&


Setelah Riki dan Johan pergi dari rumah Nissa, para Bodyguard itu pun berniat untuk menelpon Agam, untuk memberitahukan kedatangan Riki ke rumah, dan apa saja yang di lakukan oleh Riki.


[ Halooo pak Agam, maaf saya mengganggu, saya hanya ingin melaporkan, baru saja Riki dan anteknya datang ke sini pak, dan ngerusuh di depan gerbang ]


[ Anak itu pasti ingin bertemu dengan istri saya ya? ]


[ Benar pak, tapi Bu Nissa sama sekali tidak tau dan tidak keluar,"


[ Bagus.... Jangan pernah biarkan cecunguk sialan itu masuk ke rumah ku ]


[ Siap pak Bos, Kalau begitu kami tutup teleponnya pak ] sambungan telepon pun di putuskan oleh Agam.


"Siapa gam?" ucap papah Agam, yang langsung meluncur ke Jakarta sejak Agam bercerita mengenai masalahnya.


"Si Riki Pah, sudah berani datangin rumah Agam."


"Ya sudah sekarang saja kita berangkat nya"


"Ia Pah" ucap Agam, mereka berdua pun pergi dari kantor Agam menuju rumah Surya ayah Riki.


___&&


Riki dan Johan pun sampai di rumah dengan selamat, meskipun hati Riki masih dongkol, dan yang di perlukan Riki saat ini adalah samsak favoritnya. Tapi alangkah terkejutnya Riki saat masuk ke dalam rumah, dia melihat ada Agam dan seorang lelaki tua, sepertinya Papahnya Agam, sedang duduk bercengkrama dengan Papahnya.


"Loh... Pah, kenapa ada Agam disini?"

__ADS_1


__ADS_2