
Agam masih berada di Amerika, karena masih mengurusi kantor nya yang berada di sana, itu pun di manfaatkan oleh Alisha untuk belajar bisnis bersama Agam, karena Alisha ingin memimpin perusahaan Agam yang berada disini, Alisha tidak ingin tinggal di Indonesia lagi dan lebih memilih pindah kewarganegaraan bersama anak nya kelak.
Setiap hari Alisha selalu datang ke kantor nya Agam. Ayahnya membawakan masakan Mamahnya yang enak tiada duanya itu.
Alisha juga tidak malu karena keadaannya yang sedang hamil dan sebelumnya, Agam juga sudah memperkenalkan Alisha sebagai anak bungsunya yang sedang hamil dan suaminya sedang pergi bertugas.
Semenjak Agam tinggal di rumahnya di Amerika. Ruth asisten rumah tangga yang baru itu selalu berusaha untuk menarik perhatian Agam, Ruth langsung jatuh hati dengan tuannya itu yang notabene suami dari orang yang telah membantu nya mendapatkan pekerjaan, Ruth sudah mulai menjalankan aksinya dari mulai sering sekali menawarkan membuat kopi, minuman atau makanan apapun, Nissa yang melihatnya, tidak merasa terganggu sama sekali, karena Nisa merasa yang di lakukan oleh Ruth adalah hal yang wajar, selama Ruth mematuhi peraturan rumah ini, Ruth pun selalu memakai pakaian yang sopan di depan Agam dan Nissa agar tidak di curigai, Ruth melakukan itu semua tidak secara terang-terangan, karena kalau ketahuan oleh majikannya Nissa bisa berbahaya dengan pekerjaannya di rumah ini, Ruth pun mulai merencanakan aksinya itu saat dia mendengar kalo Nissa akan pergi ke luar, sedangkan nona mudanya sedang ke kantor ayahnya dari tadi pagi. Ruth menusuk Nissa dari belakang, dan malah ingin mengambil posisi Nissa sebagai ratu di rumah ini, tapi Ruth lupa akan satu hal, kalau di rumah ini selalu terpasang CCTV yang di sembunyikan pemasangannya dan juga ada CCTV hidup yang berjalan yaitu mbok Jum sebagai orang kepercayaan yang ditugasi khusus oleh Nissa untuk memata-matai Ruth ataupun siapapun yang terlihat mencurigakan.
Seperti sore ini, Agam sudah pulang dari kantornya, kebetulan sore itu Nissa dan alisha yang sedang keluar belum kembali dari Supermarket. Ruth menggunakan kesempatan ini untuk menggoda Agam.
Ruth menggunakan pakaian suster yang agak seksi dengan rok pendek bahkan sangat pendek, sehingga menampilkan paha mulusnya, Ruth juga menggunakan kemeja yang dia masukan ke dalam rok, tapi kancing kemeja Ruth yang atas, sengaja di buka agar terlihat belahan dada Ruth yang menyembul, Ruth memang mempunya dada yang lumayan besar, yang membuatnya sombong bisa memikat laki-laki manapun. Tapi Ruth malah sial mendapatkan laki-laki yang kini menjadi suaminya, yang dulu telah pergi meninggalkannya untuk seorang wanita ******. Kini suaminya kembali ke rumah Ruth, yang hanya menjadi benalu, maka dari itu Ruth begitu berusaha untuk mendapatkan suami Bos nya itu, tak apalah jika di jadikan yang kedua. Karena Ruth akan berusaha untuk menyingkirkan Nissa dan menjadikan dia satu-satunya istri Agam. Ruth tersenyum menyeringai menghayalkan hal itu.
"Mas Agam kamu pasti akan aku dapatkan!" Ujar Ruth sambil membelai foto Agam dari HP nya yang dia ambil tanpa permisi. Setelah di lihat penampilannya sempurna tanpa cela. Ruth pun melihat sekeliling, takutnya mbok Jum ada disini.
"Bagus si Nenek tua itu tidak ada, sepertinya ia sedang di kamar nya." Ucap Ruth, padahal tanpa sepengetahuan Ruth mbok Jum sedang mencoba menangkap basah Ruth di balik dinding dapur dan merekam semua apa yang Ruth lakukan.
"Rencanaku pasti berhasil!" ujar Ruth yang membuatkan kopi hitam kesukaan Agam, biasanya Agam akan meminta Nissa yang selalu membuatkan Kopi atau pun teh, saat Agam pulang kerja dan biasanya juga Nissa selalu menunggu Agam di ruang tamu untuk menyambutnya, hari ini Agam langsung ke kamar, karena Agam tau Nissa dan putrinya sedang pergi ke luar.
Ruth pun selesai membuatkan kopi dan menambahkan bubuk putih ke kopi nya Agam, bubuk putih itu adalah obat perangsang, agar Agam langsung tergoda dan panas dingin dan langsung melakukan perbuatan itu dengan Ruth. Dan tanpa Ruth sadari Mbok Jum yang sedari tadi melihat gerak-gerik Ruth dengan membawa HP nya sambil masih merekam, bahkan saat Ruth menuangkan bubuk putih ke kopi Pak Agam, semuanya terekam di HP nya mbok jum.
Pikiran kotor dan nafsu yang membawa telah membuat Ruth lupa diri akan kebaikan Nissa yang menerima dia bekerja disini.
Ruth pun membawa kopi itu ke atas ke kamarnya Agam dan Nissa. Dan mbok Jum yang telah melihat semua yang di lakukan oleh Ruth. Dengan langkah hati- hati. Ruth membawa cangkir kopi tersebut dengan gaya yang di buat menggoda melenggak-lenggokan kakinya. Dan akhirnya Ruth sampai di depan pintu Agam.
Ruth menghembuskan nafasnya perlahan
Untuk mengurangi kegugupan di dalam hatinya, tangan Ruth mengetuk pintu Agam secara perlahan.
__ADS_1
Tok...tok...tok....
Ruth mempersiapkan dirinya. Merapihkan rambutnya dan membuka kancing bajunya hingga benar-benar menampilkan dadanya, kaki Ruth sangat gemetaran, Ruth menunggu dengan sabar. Agam membuka pintunya.
"Bentar!" Ucap Agam yang suaranya terdengar dari dalam membuat Ruth terus tersenyum.
"Kamu... Lagi ngapain di depan kamar saya?" ujar Agam memicingkan matanya.
"Selamat malam Pak. Saya bawakan kopi untuk Bapak," Ujar Ruth dengan suara yang di buat sehalus mungkin, lebih ke arah suara serak-serak basah.
"Gak perlu, saya gak butuh kopi, mending kamu balik aja ke dapur, tugas kamu bukan bikinin saya kopi, tapi bersih-bersih rumah ini, ngerti kamu!" ujar Agam dingin.
"Tapi Pak, saya hanya membuatkan kopi Pak. Siapa tau bapak membutuhkannya. apalagi ibu Nissa kan sedang keluar dan mungkin akan tiba malam hari Pak" ujar Ruth terus berusaha meyakinkan Agam agar mau meminum kopinya.
"Sudah saya bilang saya tidak mau, Kenapa kamu yang maksa? Udah sana pergi! kala kamu gak mau ikutin omongan saya, lebih baik kamu pergi dari rumah ini" Usir Agam karena sudah kesal akan tingkah laku asisten rumah tangganya ini. Ruth yang di bentak sedemikian rupa oleh Agam, pura-pura mengeluarkan air mata buayanya dan menangis. Berharap Agam akan luluh dan bersedia meminum kopi nya karena merasa bersalah, tapi malah tidak sesuai ekspektasi Ruth. Karena saat Ruth melihat mata Agam, sangat terlihat sekali kemarahan dalam wajah Agam.
"Lagian kamu pakai baju apa? setahu saya Nissa tidak pernah mengijinkan orang di rumah ini untuk memakai pakaian seperti ini. Lebih baik kamu keluar dari rumah saya, sekarang juga kamu saya pecat kamu!" Teriak Agam.
"Saya kasih kamu kesempatan kedua, jika kamu melakukan kesalahan yang sama, memakai pakaian seperti ini, detik itu juga kamu pergi dari rumah saya" Ujar Agam yang langsung menutup pintu kamarnya dengan kencang dan dalam emosi yang tinggi.
Di luar kamar Agam, Ruth sangat marah, kesal bercampur menjadi satu, rencananya kali ini gagal. Ruth pun segera kembali ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya karena takut Nissa akan datang dan melihat pakaian yang dia kenakan sekarang.
Ruth pun segera menaruh kopi di wastafel dan lupa untuk membuangnya. Dan segera saja dia pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian yang dia pakai.
Saat Ruth di kamar mandi. Mbok Jum yang bersembunyi, setelah dari tadi dia melihat kejadian yang Ruth lakukan, merasa puas karena Pak Agam tidak tergoda oleh jebakan Ruth, malah mbok Jum merasa senang, Pak Agam memarahi Ruth habis-habisan.
"Sukurin kamu! Kali ini aku sudah punya bukti semuanya, kamu pasti akan keluar dari rumah ini, parasit memang harus di singkirkan!" gumam mbok Jum, yang segera mengambil gelas kopi dan menuangkan isinya ke dalam plastik yang mbok Jum ambil dari lemari kitchen set nya. Setelah menuangkan isinya semua, mbok Jum menaruh kopi hitam biasa agar Ruth tidak curiga. Setelah itu mbok Jum pun kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Setelah berapa lama Nissa dan Alisha pun sampai di rumah mereka berdua. Nissa dan Alisha pun turun dari mobil. Ruth yang mendengar mobil Bos nya datang langsung pergi ke luar untuk melihat bos nya itu.
"Loh... kamu kok belum pulang, padahal udah malam gini?" Tanya Nissa heran
"Ia Bu, saya sedang bersiap-siap tadi, saya akan pulang sekarang Bu" ujar Ruth sambil membawa belanjaan Nissa ke dalam rumah.
Nissa dan Alisha pun masuk ke dalam rumahnya dan duduk di kursi keluarga. Karena jalanan macet parah, jadi terpaksa Mereka berdua harus stuck di tempat, karena mobil tidak bergerak sama sekali.
"Saya izin pulang dulu ya Bu," ucap Ruth yang langsung di angguki kepala oleh Nissa, Ruth pun pergi dari rumah Nissa dengan perasaan kesal yang luar biasa.
"Lain kali aku pasti bisa, membuat mas Agam jatuh di pelukan ku dan aku akan mengandung anak mas Agam, akan aku singkirkan Nissa dari rumah ini. Dan aku akan menjadi nyonya Agam selanjutnya." Gumam Ruth sambil berjalan di trotoar, Ruth akan memikirkan bagaimana caranya membawa Agam ke ranjangnya dan melakukan hal panas bersama Agam. Membayangkannya saja membuat Ruth tersenyum sendirian di jalanan seperti orang gila.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_&&&\_\_\_\_\_\_\_\_
"Mah, Alisha ke kamar dulu ya, Alisha capek." Ujar Alisha yang merasa sedang tidak enak badan.
"Kamu gak makan dulu Nak?" tanya Nisda khawatir.
"Tar aja mah, aku nanti mau buat susu sama makan, sekarang mau rebahan dulu" ujar Alisha yang langsung berdiri dan pergi ke arah kamarnya, saat Alisha sudah masuk ke kamarnya, Nissa masih betah duduk-duduk di kursi. Sambil memikirkan tentang hal ganjil yang terjadi di rumah ini.
Mbok Jum pun menghampiri Nissa yang sudah dia anggap sebagai anaknya itu. Sambil membawa HP yang berisikan rekaman Ruth yang kurang ajar.
"Non Nissa. Bibi mau bicara sebentar boleh Non?" ujar bibi menghampiri Nissa yang sedang senderan di kursi.
"Boleh bibi, duduk yu disini!" ujar Nissa mengusap-usap lembut sofa.
"Begini Non, Maaf sebelumnya udah ganggu Non sama den Agam makan malam. Ada yang ingin Bibi tunjukan kepada Non" Ucap mbok Jum dengan raut wajah yang serius.
__ADS_1
Nissa yang melihat keseriusan yang di nampakan mbok Jum pun penasaran dan mengernyitkan dahinya saja.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_