MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
PERSIAPAN LAMARAN


__ADS_3

Mario begitu bahagia mendengar apa yang Alisha ucapkan. Akhirnya penantian dan usahanya tidaklah sia-sia. Alisha menerima Mario dengan ungkapan cintanya. Cinta Alisha yang selama ini Mario inginkan. Wanita yang berhasil memporak-porandakan hati Mario dengan begitu dalam. Di dalam kantor Mario terus saja tersenyum dan bersiul membuat sekertarisnya itu heran.


Romi, Sekertaris dan juga asisten Mario. Asisten yang baru saja di ganti Mario. karena asisten Papahnya yang dulu dengan sengaja menggodanya bahkan, secara terang-terangan terus saja memakai pakaian yang kurang bahan untuk memperlihatkan dua buah dadanya yang seolah ingin keluar dari wadahnya, pekerjaan Sekertaris Papahnya yang dulu memang bagus dan sangat rapih tapi sifat nya lebih seperti pelacur, sehingga Mario benci dan memecat Sekertaris Papahnya itu, dan papahnya Mario pun menyetujuinya.


Mario pun segera menyelesaikan pekerjaannya, Karena mulai besok, Mario akan pergi ke Amerika untuk melamar Alisha secara resmi bersama Papahnya.


Setelah selesai dengan pekerjaannya, Mario pun ke luar ruangannya untuk pulang.


"Romi... Kosongkan jadwalku 3 hari ke depan ya, saya mau ke Amerika dengan Papah saya. Kalau ada yang perlu dengan saya atau ada masalah, kamu tinggal chat saya saja, jangan menelpon saya ya, karena saya gak akan angkat. Tapi kalau kamu chat pasti saya baca" ujar Mario panjang lebar.


"Siap Pak Bos! Tapi Bos mau ke Amerika, saya gak di ajak Bos. Terus memangnya ada acara apa Bos, kalau saya boleh tau." Tanya Romi dengan wajah penasaran nya.


"Aku mau ngelamar gadis pujaanku. Tapi dia tinggalnya di Amerika, tar kamu juga bakalan tau." Ucap Mario dengan senyuman di wajahnya.


"Wah Bapak mau lamaran, semoga sukses ya Pak dan cepet di halalain jangan lama-lama tunangannya"


"Ia doain saja, semoga semua lancar, aku pulang duluan ya, mau siap-siap soalnya besok harus ke Amerika."


"Ia pak hati-hati" ucap Romi.


Dengan hati yang riang gembira Mario pun pergi meninggalkan Romi. Mario menghampiri lift yang biasa dia gunakan, karena memang lift ini hanya di khususkan untuk Mario dan yang menempati lantai paling atas aja, yaitu lantai ruangan Mario dan Papahnya, saat  Mario turun dan berjalan di lobby Banyak staff yang menyapa dan tersenyum ke mario, lalu Mario tersenyum balik kepada setiap staf kantor yang menyapa dirinya. Hal yang sangat jarang Mario lakukan, sampai- sampai pegawai wanita terdiam saat melihat senyuman dari wajah yang sangat rupawan itu.


"Itu Mario balas senyuman gue kan Ya?" ujar seorang wanita yang menjadi pegawai yang menyapa dan tersenyum kepada Mario tadi, terpesona dengan senyuman Mario yang sangat manis menurut nya.


"Ia gila... Dia tersenyum kepada semua orang, kenapa ya? apa dia habis dapat lotre?" ujar temannya yang masih melihat Mario berjalan semakin menjauh.


"AAKKKHHHHH...ini benar-benar anugrah dapat rejeki nomplok" ujar wanita yang satunya tiba-tiba histeris membuat orang orang yang di sekelilingnya melihat langsung ke arahnya.


"Ikh gila lu... Berisik orang-orang pada ngeliatin" ucap temannya, wanita yang tadi berteriak pun menjadi malu dan hanya cengengesan melihat semua orang dan menundukkan kepalanya.


Senyuman  Mario menjadi fenomena yang sangat menakjubkan, karena semenjak mario menjadi CEO dan menggantikan Papahnya. Mario sudah di kenal dengan sebutan Bos yang dingin dan kejam, tak ada satu pun para pegawai di kantor ini yang melihat Mario tersenyum bahkan para Manager dan Direktur yang mempunyai jabatan tinggi kerap di bentak oleh Mario, jika mereka kerja tidak sesuai dengan apa yang Mario mau.


Mario bergegas ke arah lobby dan meminta Security nya untuk mengambil mobilnya di parkiran khusus petinggi Perusahaan. Setelah mobil sampai di lobby Mario pun lekas pergi dengan kecepatan sedang ke rumah Papahnya.


Satu jam lebih pun berlalu, Mario sudah sampai di rumah megah Papahnya, Perjalanan Mario lumayan lama karena terkendala macet. Karena sudah memasuki Waktunya jam pulang.


Mario masuk ke dalam rumah dan melihat sekeliling. Mario melirik kanan kiri dan mencari Papahnya. Tapi tetap saja tidak menemukan di mana keberadaan papahnya itu.


"Assalamualaikum Pah" Teriak Mario menggema di ruangan luas itu.


"Waalaikum salam Aden, udah pulang" Ujar bibi Nur. Asisten rumah tangga yang bekerja sudah lama di keluarga Azzam Baskoro, ayahnya Mario.


"Papah dimana bi?" Tanya Mario.


"Tuan ada di belakang den, Semenjak tidak ke kantor, Tuan selalu berkebun di belakang rumah den. Sekarang belakang rumah sangat indah, banyak tanaman sayuran dan buah-buahan yang di tanam oleh Tuan" Jelas bibi Nur dengan semangat.

__ADS_1


"Benarkah, sejak kapan kok aku gak tau," Tanya Mario dengan raut wajah bingungnya.


"Gimana Aden mau tau, Aden kan kalau pulang malam, Pagi-pagi udah berangkat kerja. Jadi jarang ketemu sama tuan dan gak tau kegiatan Tuan apa aja. Sebenarnya tuan itu sangat kesepian Aden, apalagi semenjak nyonya meninggal," Ucap bibi Nur berubah menjadi sedih.


"Tenang aja bi. Sebentar lagi rumah ini akan di isi dengan suara ketawa dan tangisan anak anakku... Dan juga akan ada istriku yang membuat rumah ini menjadi lebih hidup..." Ucap Mario bahagia.. membayangkan kehidupan yang bahagia .. bersama alisha dan anak anaknya...


"Aden mau nikah? Kapan den? Kok bibi gak di kasih tau, Alhamdulillah ya Allah, akhirnya Aden udah move on juga" Ujar bibi Nur yang ia tau tentang kisah Mario, Yang pernah hancur oleh seorang wanita karena di tinggalkan calon istrinya di saat hari akad, Mario begitu hancur dan terpuruk waktu itu. Sikap Mario berubah menjadi dingin dan anti wanita, bahkan banyak yang mengira Mario menyukai lelaki.


Sampai dia melihat Alisha yang sedang ribut dengan laki-laki untuk membela temannya. Tingkah Alisha yang bar-bar tapi baik hati itu membuat Mario terpesona. Kecantikan wajah Alisha yang jarang terkena make-up tebal menambah nilai plus untuk Mario. Dan yang lebih membuat Mario penasaran adalah Alisha sama sekali tidak tertarik dan mencari perhatian Mario, tidak seperti wanita kebanyakan.


Mario pun ke belakang melihat kegiatan Papahnya yang sedang memanen buah strawberry, Mario menghampiri papahnya dan melihat keranjang yang berisi strawberry besar yang menggugah selera. Mario pun mengambil satu strawberry dan memasukannya ke dalam mulutnya, kemudian mata Mario terbelalak.


"Waw ... Enak banget ini strawberry" Ucap Mario, Papahnya Mario yaitu Pak Azzam melihat ke arah Mario dan tersenyum.


"Enak kan...! Sengaja Papah petik buat calon mantu Papah.


"Emang gak bakalan basi Pah?" Tanya Mario sambil memakan strawberry.


"Gak lah, nanti kita press aja, biar gak basi. Alisha pasti senang, apalagi ada cucu papah yang sebentar lagi akan segera lahir, kenapa gak langsung kamu nikahin aja sih, ngapain pake lamar segala" ucap Azzam Papahnya Mario senang.


"Si Papah ini, main nikah nikah aja. Alisha itu juga wanita yang ingin ada lamaran resmi, Akad juga resepsi seperti wanita kebanyakan"


"Ya udah terserah kamu aja yang penting kamu menikah" ujar Pak Azzam.


"Aku mau packing ya Pah"


"Kita berdua besok mau ke Amerika Pah, mau ngelamar Alisha di LA Pak, Pak Agam juga sudah di LA, mereka menunggu kita di sana Pah"


"Kenapa kamu baru bilang sekarang Mariooo..." Papah pikir beberapa hari lagi, bukan besok!"


"Lah.... Aku kira Papah udah tau karena udah nyiapin strawberry ini."


"Ia tapi kan... Masih banyak buah yang ingin Papah bawa, tapi belum pada matang ya, kamu ini kalau besok Papah hanya bisa bawa strawberry sedikit"


"Ya udah gak apa-apa sih Pah, tar kita beli seserahan aja."


"Terus kamu udah siapin apa buat Alisha"


"Semua udah aku siapin, aku mau keluar dulu ya Pah, mau ngambil cincin pesananku"


"Sama perhiasan juga satu set."


"Itu mah tar aja, aku gak tau kesukaan Alisha seperti apa? Biar dia yang milih atau kalau enggak nanti aku yang desain sendiri seperti cincin yang akan aku ambil sekarang"


"Kapan kamu desain cincin itu."

__ADS_1


"Waktu di Amrik Pah, aku jalan dulu ya Pah, Assalamualaikum" ucap Mario yang lagi-lagi mengambil beberapa buah strawberry untuk dia bawa makan di jalan.


Mario pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan keluar untuk ke toko perhiasan langganan mamahnya.


________&_______


Sedangkan di lain tempat...


Kokom yang diantarkan oleh anaknya Nita, segera pergi ke rumah Putri untuk melabrak Putri. Kokom Tidak perduli kalau sekarang sudah sore, waktunya orang- orang pulang kerja atau beristirahat, yang ada di pikirannya Kokom sekarang ini, ialah ingin membuat wanita itu jera dan menjauhi Herman. Kokom sangat tidak rela kehilangan Herman, apalagi Kokom sadar kalau dia sangat mencintai Herman yang tampan itu pasti banyak sekali di luar sana wanita yang berebut mencari perhatian Herman, pada saat Herman menjadi duda seperti sekarang ini. Buktinya saja, baru seminggu lebih sidang perceraian mereka, Herman sudah di godain oleh wanita tidak tau diri seperti Putri, begitulah pemikiran kokom.


"Mah...masih jauh gak sih rumahnya? Mana macet banget, besok aja sih mah kita labrak dia" Ujar Nita yang pusing karena sejak tadi dia terjebak macet, peluh keringat sudah membasahi punggung dan kening Nita.


"Udahlah sekarang aja, udah kepalang tanggung, besok tuh pelakor kerja bareng Bapak kamu, Takutnya Bapak kamu jemput dia, jadinya Mamah gak bisa labrak dia kalau ada Bapak kamu, Ngerti kan!"


"Ya udah pokoknya kelar labrak itu cewek, aku pengen di traktir bakso. Lapar tau Mah,"


"Ia sayang tar Mamah traktir kamu. Uang dari Papah kamu masih ada?"


"Masih Mah, Emangnya kenapa..."


"Gak apa-apa, kalau gak ada kamu minta lagi. Pokoknya Papah kamu harus tanggung jawab sama kebutuhan kamu sekarang, seharusnya Papah kamu itu ngasih sejuta, bukannya 500 ribu kan Papah kamu gak pernah nafkahin kamu dari kecil."


"Mamah aja yang ngomong sama Papah, aku belom berani"


"Kamu ini, giliran ngomong sama Bapak sambung berani, tapi kalau sama Papah kandung sendiri gak berani"


"Ya beda lah Mah. Aku kan dari kecil di manjain sama Bapak. Aku mau apa aja pasti Bapak selalu nurutin, Kalau Papah kamu, walaupun dia Papah kandung aku tetap aja aku gak begitu deket, apalagi sekarang dia udah berkeluarga"


"Gak apa-apa Nita, kamu itu tetap tanggung jawab Papah kamu. Sebelum kamu nikah. Toh kamu anak yang terlahir dari pernikahan yang sah, jadi wajar saja! malah itu sebuah kewajiban Papah kamu biayain kamu. Kalau istri Papah kamu gak terima, Mamah bisa aja lapor ke Polisi. Masih untung Mamah cuma minta tanggung jawab nafkah pas kamu udah gede kaya gini, gak dari kecil."


"Ya udah Mamah aja yang ngomong. Nih jalanan udah gak macet lagi. Aku mau ngebut dikit Mamah pegangan ya," ujar Nita yang mengebut di jalanan yang sudah tampak lenggang.


Setelah beberapa puluh menit berlalu, mereka berdua pun sampai di depan rumah Putri yang di kelilingi pagar dari tembok. Rumah Putri memang lumayan besar, sama besarnya dengan rumah Herman. Tapi Putri tinggal disini hanya sendirian karena orang tua Putri memutuskan untuk pindah ke kampung untuk mengolah sawah yang di wariskan oleh nenek Putri, jadilah putri tinggal sendiri di rumah yang lumayan besar ini.


Dengan tidak sabar Kokom pun turun dan membuka pagar yang kebetulan tidak di gembok. Dengan langkah sedikit terburu- buru. Kokom masuk ke halaman yang banyak di tumbuhi berbagai tanaman seperti cabe, tomat, bawang dan kebutuhan dapur lainnya. Putri memang rajin dan hobinya adalah bertanam sayur mayur di pekarangan rumahnya yang lumayan luas itu.


Nita yang melihat ibunya langsung ngacir masih memakai helm di kepalanya hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah. Kelakuan Mamahnya memang seajaib itu, Pikir Nita.


Kokom yang kemarahannya sudah di ubun-ubun, segera menggedor-gedor pintu Putri dengan sangat kencang sambil berteriak-teriak tidak sopan.


"Hey... Wanita Pelakor, perembut laki orang, keluar kamu! Jangan ngumpet kamu, keluar hadapi saya!" Teriak Kokom yang menimbulkan kegaduhan, sehingga beberapa tetangga Putri yang mendengar suara teriakan itu, ada yang keluar dari rumahnya untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Putri yang mendengar ada orang yang menggedor-gedor pintu rumahnya dan berteriak menjadi kaget. Lekas saja Putri menyelesaikan ritual mandinya, Putri segera memakai handuk nya dan ke kamar untuk memakai daster panjangnya. serta kerudung yang menutupi rambutnya. Putri mulai berhijab dan ingin berusaha menjadi lebih baik lagi. Saat dia memutuskan untuk menjauh dari Herman.


Pintu rumah Putri pun terbuka. Kokom yang melihat penampilan Putri kaget. Karena mengira wanita yang menjerat Herman mantan suaminya ini adalah wanita seperti dirinya. Wanita dewasa, berpakaian dewasa dengan make-up tebal bukan wanita cantik dan terlihat ia masih sangat muda dengan baju sopan yang panjang, walaupun hanya daster dengan tampilan wajah yang sangat fresh. Meskipun tidak memakai riasan tapi tidak mengurangi kecantikan alami wanita yang ada di hadapan Kokom ini. Apalagi wanita tersebut memakai jilbab panjang yang menutupi dadanya. Dan wanita tersebut adalah Putri, seketika Kokom menjadi insecure di hadapan Putri. Dan tidak bisa mengeluarkan suaranya seperti tadi, Kokom seperti mendadak bisu di hadapan Putri. Dan itu membuat Nita berpikiran bahwa Mamahnya memang sudah gila.

__ADS_1


"Anda siapa? dan kenapa ibu marah-marah di depan rumah saya!?" jawab Putri dengan halus.


__ADS_2