MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
KEMALANGAN RUTH BERTAMBAH


__ADS_3

Gedebug...


"Suara apa itu... Ruth.... Kau baik-baik saja" teriak Zidan sembari berlari menghampiri kamar mandi, karena mendengar suara keras dari arah kamar mandi.


"Mas... Tolong aku mas! Kaki ku tidak bisa di gerakkan" Ujar Ruth sedikit meringis, Ruth mencoba untuk bangun dan menggerakkan kakinya, tapi tidak berhasil, kaki nya itu seperti mati rasa, atau tidak ada tulang sama sekali, sangat sulit untuk di gerakan.


"Mas ... Tolong aku hiks.. hiks..." Ruth semakin menangis mencoba sekuat tenaga untuk menggerakkan kakinya. Zidane yang melihat keadaan istrinya itu langsung membopong Ruth ke kasur.


"Sebenarnya kamu kenapa bisa jatuh gitu" tanya Zidan frustasi.


"Aku gak tau mas.. aku jatuh gitu aja, di kamar mandi, bagaimana ini mas aku gak mau lumpuh...! Hiks..hiks "


"Kita harus ke rumah sakit sekarang" ujar Zidane.


"Uang dari mana mas. Uang gaji ku hanya sedikit, karena aku kerja baru tiga Minggu hiks..hiks.. gimana ini mas? Aku gak mau lumpuh huhuhuhu..." teriak sembari menangis terisak Ruth memukul pahanya berulang kali.


"Cukup menyakiti diri sendiri, kamu pukul kaki kamu sampe berdarah pun gak akan bikin kaki kamu jalan lagi, Begok di piara!" Ujar Zidan kesal.


"Terus aku harus gimana? Aku gak mau lumpuh mas. Hiks...hiks... tolong aku!" ujar Ruth semakin menangis terisak-isak.


"Aku akan ke rumah nya ibu Nissa, Siapa tau dia bisa bantu," UjarĀ  Zidan yang langsung ke luar rumah menuju rumah Nissa.


Zidan mengendarai sepeda milik Ruth yang selalu Ruth pakai setiap hari untuk bekerja. Zidan mengemudikan sepeda itu dengan cepat, peluk keringat terbit di dahinya. Setelah sampai di rumahnya, yang di berikan alamat sebelumnya oleh Ruth. Zidan pun turun dari sepeda nya.


Saat turun dan melihat rumah Nissa Zidan merasa takjub dengan kemewahan rumah ini, walaupun hanya dua lantai, tapi rumah ini sungguh indah, dan luas pastinya. Zidan semakin nekat untuk masuk dan berbicara dengan Nissa dan yakin Nissa akan membantunya, karena Nissa baik hati.


'Wah rumahnya besar sekali, pasti nyaman tinggal disini' ucap Zidane dalam hati.


Zidan melihat ke dalam pagar dan dia menemukan seorang Satpam yang sedang tertidur.


"Permisi Pak! bisakah saya bertemu dengan ibu Nissa?" Tanya Zidan kepada Satpam yang sedang duduk di pos jaga di dalam area rumahnya. Satpam tersebut kaget dan langsung terbangun dari tidur nyenyak ya. Mukanya menahan marah karena tidurnya ke ganggu dan dia langsung menghampiri si penganggu tidurnya ini.


"Kamu siapa...? Kalau bukan orang penting silahkan pergi! Ganggu aja!" Ujarnya ketus.


"Saya suaminya Ruth Pak, asisten rumah tangga di rumah ini, tapi ada hal yang penting dan gawat yang harus saya bicarakan dengan ibu Nissa" Ujar Zidan sedikit teriak.


"Oh si Ruth. Kenapa emangnya sama dia? kan dia udah di pecat dari rumah ini, lagian Bu Nissa nya juga gak ada lagi ke kantor, kalau ada apa-apa, bilang aja sama saya.. nanti saya kasih tau nyonya" Ujar satpam tersebut.


"Yah gimana ya? Kira-kira kapan Bu Nissa kembali" ucap Zidan.


"Ya gak tau, dia kan Bos, suka-suka dia lah" sahut Satpam lagi


"Ya udah tolong bilangin Bu Nissa, saya butuh bantuan Bu Nissa. Karena Ruth lumpuh, apakah Bu Nissa bisa membantu kami atau tidak?" ujar Zidan.


"Lah situ aneh, si Ruth yang lumpuh kenapa minta tolong sama Bos saya, ya urusin sendiri lah istri kamu yang lumpuh itu" ketus Satpam.


"Kan siapa tau Pak, Bu Nissa mau bantu"


"Kamu kira Bos saya itu badan amal, urus istri kamu sendiri, lagian apa kamu gak malu, istri kamu itu udah coba menggoda suami Bu Nissa! Udah di bantu buat kerja disini malah nusuk dari belakang, mau goda suami orang, Mikir situ sehat!" ucap Bapak Satpam telak, Zidan langsung diam seribu basa.

__ADS_1


"Jadi mending kamu pergi dan urus istri kamu yang suka godain laki orang itu dan jangan ganggu keluarga ini lagi mengerti!" ucap Bapak Security lagi, Zidan yang tak bisa membalas ucapannya semua Bapak Security yang sangat benar itu, lebih memilih untuk pulang ke rumahnya, menggunakan sepeda nya dengan lemas niatnya ingin meminta bantuan, sambil pendekatan ekh malah dapet ocehan sama Satpam.


Satpam kemudian melepaskan 3 ekor Anjing Herder yang tersedia di kandang, lalu menuntun dari belakang anjing menggunakan rantai yang terikat di leher anjing-anjing itu. 3 Anjing itu beserta Satpam mengejar Lelaki yang bernama Zidan itu.


Gug....gug....gug...gug


Zidan pun langsung berlari melajukan sepedanya dengan kecepatan tinggi, ia sangat panik dan ketakutan dengan Anjing-anjing Herder ganas dan menyeramkan itu yang terus mengejarnya.


Setelah keluar dari gerbang rumah Nissa ia masih menggoes dengan kencang sepedanya karena suara anjing-anjing itu yang masih terus menggonggong keras. Sesekali ia menoleh kebelakang. Dan sialnya......


Gebyur.....


Sepeda beserta Zidan nyebur ke sebuah danau kecil yang gak terlalu dalam namun warnanya agak sedikit coklat karena kotor.


Zidan nyebur ke danau karena nabrak lobang besar hingga membuat ia hilang kendali dan oleng.


"Ruuuuuth....!" Teriak Zidan ketika ia bangun dan memangku sepedanya keluar dari danau.


"Gara-gara lu ya Ruth, gue jadi kena apesnya...awas aja lu Rut...!" Geram Zidan ngedumel lalu dengan keadaan wajah dan bajunya basah dan kotor ia menuntut sepedanya pulang menuju rumahnya.


saat sampai di rumah, dia masih melihat Ruth tidur kasurnya. Dengan wajah memerah, dia menghampiri Ruth dan duduk di hadapan Ruth. Ruth yang merasakan kedatangan seseorang di sebelahnya langsung membuka matanya.


"Kamu kenapa mas? Gimana mas? bu Nissa mau bantuin kita kan" Harap Ruth dengan raut wajah bahagia.


"Boro-boro...! Gara-gara kelakuan lu nih aku malah dikejar anjing Herder dan nyemplung ke danau kotor itu. Udah di maki-maki sama Satpam, nyebur juga, lu ngapain juga sih harus godain suami majikan lu, lu lupa tujuan lu kerja di sana kan untuk mencuri barang berharga, seperti perhiasan atau uang tunai di brangkas nya, bukan malah godain suami orang!" Ujar Zidan kesal langsung melemparkan baju dan celana kotor yang di pakai tadi setelah membukanya gercep ke arah muka Ruth lalu ia bergegas ke kamar mandi.


"Zidan ...! Kamu mau kemana? jangan tinggalkan aku!" teriak Ruth saat melihat Zidan beranjak dari kamarnya.


Zidan yang mendengar teriakan Ruth kembali ke kamar Ruth dengan lemas.


"Aku butuh tidur.... Sebentar saja, badanku letih membawa sepeda dari sini ke rumah Nissa terus di kejar anjing herder, lu bayangin aja istri yang gak berguna, jadi jangan ganggu gue dulu!" ucap Zidan.


"Tapi kalo aku mau pipis gimana?"


"Tahanlah dulu... Nanti aku belikan Pampers buat lu, sekarang aku mau tidur, jangan ganggu dulu!" ujar Zidan yang meninggalkan Ruth sendirian di kamarnya.


"AKHHHH ...., kenapa hidupmu jadi begini hiks.. hiks... Apa yang sebenarnya terjadi" ujar Ruth yang masih menangis di atas tempat tidurnya.


___________&___________


Siang ini Mario berencana untuk pergi ke kantor nya Alisha. karena dia yakin, pasti Alisha akan mau bertemu dengannya, atau kalau dia tidak mau bertemu dengan Mario, dia akan menunggu Alisha keluar untuk makan siang dan menemui nya secara langsung.


Setelah mandi, wangi dan memakai pakaian yang bagus melekat di tubuhnya yang sempurna dengan otot-otot, yang terpahat, wajah Mario memang di atas rata-rata, dengan mata yang indah, bulu mata lentik dan hidung mancung, tak lupa kulitnya yang sawo matang, menambah kesan maskulin. Apalagi Mario mempunyai badan tinggi yang menjulang, membuat nilai plus bagi mario, makanya Dosen yang satu ini begitu di gilai oleh para Mahasiswi dan Dosen wanita yang ada di Universitas nya dulu, terkecuali Alisha.


"Kece amat lu mau ketemu calon bini!" Ujar bobi melihat penampilan Mario dari atas ke bawah.


"Ia lah gue harus all out, biar Alisha terpesona" ujar Mario.


"Baru kali ini gue liat lu gak PD. biasanya nih lu bodo amat sama penampilan, ekh sekarang...?"

__ADS_1


"Karena Alisha beda, dia dari dulu gak pernah merhatiin gue. Tapi itu yang buat gue jatuh cinta sama dia. Cewek cuek, barbar dan tomboy." Ujar Mario duduk di sofa di ikuti oleh Bobi memandang wajah sahabatnya yang sedang jatuh cinta itu.


"Ternyata orang jatuh cinta kaya gini ya, bisa bikin orang begok, lu itu kaya orang yang baru pertama kali jatuh cinta tau gak" ucap Bobi menggelengkan kepalanya.


"Ia dah, gue sayang Alisha kaya gue sayang sama nyokap gue. Dia wanita pertama yang gue cintai dan merebut keperjakaan gue" ucap Mario polos.


Bobi terbengong mendengar ucapan Mario. Lalu dia melihat Mario dengan tatapan nyolot.


"Ekh... Kutu rambut! Lu yang ngambil kesucian tuh cewek? Peak emang otak lu. Mana ada si Alisha yang merkaos lu duluan"


"Hahahahah.... Gue jadi omes kalau mikirin Alisha, ya udah hayu! udah mau jam 11 kita harus jadi detektif hari ini," ujar Mario yang langsung bangun dan meninggalkan Bobi, dengan kekesalannya.


"Kok lu tau si Alisha ke kantor?" Tanya Bobi yang mengikuti Mario di belakang, dan mereka berdua pun meninggalkan rumah ke kantor Alisha dengan menggunakan mobil sewaan Bobi


"Tadi gue liat Alisha di anterin sama supirnya sambil bawa tas gitu tapi sendirian, yah gue feeling sih dia ke kantor."


"Bener juga lu... Kata anak buah gue si Alisha sering datang ke kantor, kayanya dia yang sekarang ngehandle perusahaan Papahnya yang di sini deh." Ujar Mario.


"Tapi kalau nanti Alisha udah nikah sama gue. Dia harus ikut gue ke Indonesia dan tinggal sama gue,"


"Emang anaknya mau?"


"Harus mau, kan gue suaminya" ujar Mario percaya diri. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, karena jalanan yang lancar.


"Dih otoriter, yang namanya udah nikah itu, maunya rumah sendiri, lu gak mampu apa? beliin si Alisha rumah! Jangan Sampe bareng tinggal sama paman, ga baik tinggal bareng mertua apalagi bokap lu sendirian. Saran gue nih mending cari rumah baru aja, buat kalian berdua." Saran bobi membuat Mario mengusap dagunya.l


"Bener juga sih yang di bilang sama lu. Ya udah tar habis nikah gue mau cari rumah yang deket kantor aja"


"Kantor siapa?"


"Ya kantor gue lah"


"Lah lu kan ngajar. Terus gimana sama kampus" tanya Bobi bingung.


"Gue udah resign dan mutusin buat bantuin bokap gue di Perusahaan"


"Cakep akh bener, jadi nih kalau gue meeting sama lu ya tar, ngomongin soal proyek."


"Lah lu emang udah jadi Bos sekarang?"


"Oh yoi... Kan gue udah naik jabatan"


"Terus lu bantuin gue disini gak apa-apa"


"Makanya gue cuma punya libur 2 Minggu, bokap kasih waktu segitu. Habis itu gue pelantikan deh jadi Bos"


"Keren-keren. Sepupu gue yang selengean ini, jadi orang bener sekarang"


"Wah beneran lu!" ujar Bobi, Mereka berdua pun tertawa bersama dan tak terasa mobil sudah berhenti di area gedung perusahaan Agam cabang yang ada di Amerika ini.

__ADS_1


__ADS_2