MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
PELAJARAN UNTUK MARIO


__ADS_3

Nissa menghubungi kedua anak laki- lakinya, dan mereka berdua tampak sangat marah karena ada yang berani melukai bahkan memperkaos adik kesayangan mereka, Saat itu juga Arka dan Rayyan pulang ke rumah Yang ada di Jakarta, mereka berangkat bersama dengan menggunakan mobil Arka, mereka tidak perduli, kalau saat ini ada jadwal kampus yang penting, karena yang lebih penting bagi mereka adalah keluarga yang sekarang sedang dalam keadaan bersedih, dan tertimpa musibah.


Hanya dengan waktu 2 jam saja Rayyan dan Arka sudah sampai di Jakarta, Arka membawa mobil dengan kecepatan penuh walaupun masih dalam batas sedikit kurang wajar. Saat sampai Arka langsung memparkirkan mobilnya di carport rumahnya, begitu mobil berhenti, mereka berdua turun dari mobil dan setengah berlari sambil tergesa-gesa menuju kamar Alisha.


Alisha yang melihat kedatangan Abang- abangnya merasa heran.


Tiba-tiba Rayyan memeluk Alisha kuat, Rayyan sampai menangis melihat keadaan Alisha yang terlihat sedikit kurus dari terakhir mereka bertemu.


"Siapa yang lakuin ini ke lu sih Al, lu kenapa gak cerita? kalau lu cerita sama gue, Bakalan gue habisin orang itu!"


"SUdah Ray, gue gak apa-apa kok, Abang-Abang gue yang ganteng ini gak usah khawatir ya, kan gue Princess strong"


Nissa mengusap lembut punggung Rayyan yang sedang menangis, dan Rayyan pun melepaskan pelukannya, Arka menghampiri Alisha dan memeluk nya, Arka pun menangis sama seperti Rayyan, Arka tidak habis pikir, kenapa kejadian naas itu harus menimpa adik kesayangannya ini, adik yang selalu dia lindungi dari kecil.


"Tenang bang aku udah gak apa-apa, aku kuat, yang penting kalian keluarga aku selalu support aku dan gak pernah ninggalin aku," ucap Alisha tabah.


Alisha merasa bahagia karena setelah kejadian buruk yang menimpa nya, Alisha tidak sendirian dalam menghadapi semua ini, selalu ada keluarga yang akan bersama dengannya dan menguatkan nya.


"Ya sudah kamu istirahat lagi ya, Kenapa sama badan kamu, sampai kurus kering kaya gini, kamu harus banyak makan dek, Apalagi ada keponakan Abang, yang harus kamu kasih makanan juga biar dia sehat, jangan pikirkan hal yang lain ya. Kamu udah makan..." ucap Arka berusaha untuk tenang, menghadapi semua ini.


"Sudah bang, Tenang aja, Tadi Mamah sudah minta mbok Sus bawain aku makanan, dan aku udah makan banyak, sekarang aku ngantuk,"


"Kita mau ketemu Mamah sama Papah dulu, kamu istirahat ya Al..." Ucap Rayyan tersenyum tulus, Alisha hanya menganggukkan kepalanya saja dan langsung tertidur karena lelah sehabis menangis, dan tentu saja terlalu kenyang karena habis makan. Arka dan Rayyan pun menghampiri orang tua mereka di ruang kerja Papahnya, karena orang tuanya sudah menunggu mereka berdua di sana.


"Assalamualaikum" jawab Arka dan Rayyan kompak saat masuk kedalam ruang kerja orang tuanya.


"Waalaikum salam" ucap Nissa dan Agam berbarengan.


"Kalian sudah datang Nak... Maaf yah, Mamah ganggu acara kalian di kampus."


"Gak apa-apa Mah, Kampus bisa kita urus nanti, masalah Alisha lebih prioritas buat kita mah...," ucap Arka yang langsung duduk di hadapan kedua orang tuanya di ikuti Rayyan.


"Jadi bagaimana langkah selanjutnya Mah tanya Rayyan dengan serius.


"Sebenarnya Mamah dan Papah ingin menemui dosen Alisha, dan meminta pertanggung jawaban dia, Tapi Alisha kayanya gak mau, Dia sangat benci dengan dosennya itu, Bahkan Alisha gak mau liat dosen itu lagi ...," raut muka Agam sangat bingung bagaimana cara mencari jalan keluar dari masalah ini.


"Pah... Aku sama Abang akan datangin tuh Dosen, kita pengen liat sikap dia, pas tau Alisha hamil, apa dia bakalan ngerespon baik, atau malah tidak mau tanggung jawab."


"Pikir Mamah sih gini mas.. kita sembuhkan dulu mentalnya, aku akan bawa Alisha keluar negeri sesuai apa yang dia mau, dan kita bisa lihat perjuangan Dosen itu, apa dia mampu untuk meluluhkan anak kita, korban pemerkosaan itu, sangat ringkih mas mentalnya..."


"Ia itu juga yang mas pikiran Mah, Hanya saja.... apa kita bisa melihat Alisha melihat tanpa suami...?"


"Itu juga yang aku pikirkan mas, rasanya aku tidak tega, Alisha harus mengalami apa yang aku alami dulu melahirkan tanpa suami..."


"Tapi ada aku kan yang selalu dampingi kamu sayang, saat ke dokter kandungan liat mukanya Arka di USG, dan saat kamu melahirkan Arka, kamu gak ingat rambut mas rontok karena di jambakin terus sama kamu," ucap Agam, yang membuat Arka dan Rayyan tersenyum karena kelakuan manis orang tuanya.

__ADS_1


"Sudah mas gak usah di bahas, Ini kita lagi ngomongin masalah Alisha, bukan tentang kita."


"Jadi ini gimana Mah.. Pah..." Tanya Rayyan yang gemas dengan kelakuan orang tua nya.


"Mending kita lihat reaksi dari Dosen itu dulu, kalian berdua datangin dia, kalo dia emang serius, Alisha bisa kita bujuk lagi," ucap Agam seperti memberitahukan keputusan final.


"Ya sudah hari ini juga Arka sama Rayyan akan ke kampus nya Alisha untuk ketemu sama Dosen kepparatt itu," ucap Arka.


"Ya sudah sayang hati-hati ya, Tapi nanti di kampusnya Alisha kamu ngomong yang bener ya jangan belibet kaya gitu."


"Ia Mah, Pah kita berangkat dulu assalamu'alaikum" ucap Arka yang langsung mencium tangan Agam dan Nissa, di ikuti oleh Rayyan.


"Rayyan juga Mah Pah, Jalan dulu."


"Kalian berdua hati-hati jangan ngebut jalannya."  Rayyan dan Arka langsung ke luar rumah dan menuju kampus Alisha.


Saat sampai di kampus Alisha, banyak sekali para Mahasiswi Mahasiswi di kampus tersebut terpesona dengan ketampanan mereka berdua yang di atas rata-rata, banyak sekali bisik-bisik tetangga yang sebenarnya bisa di dengar oleh Arka dan Rayyan, tapi mereka berdua tidak perduli dengan hal itu semua.


"Kiran, temannya Alisha kan?" tanya Arka to the point saat bertemu dengan temannya Alisha yang selalu di bawa Alisha ke rumah mereka.


"Ekh ada bang Arka sama Rayyan, apa Kabar kak? ia kak aku kiran, kan kita sering ketemu di rumah kalian kak," ujar Kiran bahagia, karena bertemu dengan cemcemannya yaitu bang Arka.


"Maaf kita mau nanya... Ruangan pak Mario di mana?" tanya Rayyan karena jengah dengan Kiran yang terlihat sekali tebar pesona dengan abangnya.


"Oh mari saya antar kak" ujar Kiran yang mencoba menggandeng tangannya Arka. tapi di cegah oleh Rayyan. dan Arka pun menjauhkan tangannya dari Kiran.


"Maaf ya kiran saya punya wudhu jadi tolong jangan sentuh saya...," ucap Arka dingin dua wanita yang dari tadi hanya melihat interaksi Kiran dengan cowok di depannya ini hanya bengong dengan kelakuan ajaib cowok cakep di depannya ini, dan Kiran yang di tatap dengan dingin oleh dua cowok di depannya merasa takut dan susah menelan salivannya.


"Ia kak... Mari saya saya antar...," ucap Kiran gugup, Arka dan rayyian pun mengikuti Kiran di belakang, banyak pasang mata yang iri terhadap Kiran karena bisa ngobrol dan di sapa oleh cogan yang entah datang dari mana.


"Itu ruangannya Pak Mario kak, Apa mau saya panggilkan kak?" tanya Kiran takut.


"Ia tolong di panggilan Pak Mario nya, jika tidak keberatan, saya tunggu disini."


"Ia kak, tunggu sebentar ya kak," ujar Kiran yang langsung ke ruang Dosen untuk membawa Dosen Mario ke hadapan laki-laki ganteng di luar, Walau sebenarnya Kiran juga bingung dan penasaran apa yang di inginkan oleh Abang-abangnya Alisha.


Tak butuh waktu lama Kiran pun datang dengan Mario dan menghampiri Arka dan Rayyan.


"Makasih ya Kiran... Tapi bisakah kita....


Tinggalkan kami, karena ada hal yang private yang ingin saya bicarakan dengan pak Mario," ucap Arka dingin.


"Ia kak kalau gitu Kiran pergi dulu," ujar Kiran yang langsung pergi.


"Siang Pak Mario.. to the point aja .. kita berdua abangnya Alisha... dan kami pengen ngobrol sama bapak di luar... Bisa kan?"

__ADS_1


"Alisha... Apa Alisha baik-baik saja. Terakhir saya lihat dia sedang sakit, dan beberapa hari ini Alisha tidak datang ke kampus, bisa kalian pertemukan saya dengan dia," ujar Mario sungguh-sungguh.


"Bisa kita bicara dulu berdua pak," ulang Arka.


"Ok. mau bicara di mana?" ujar Mario yang melihat tatapan dingin dari seorang Abang. Arka dan Rayyan pun pergi di ikuti oleh Mario, mereka bertiga pergi ke suatu tempat dengan mobil Arka, saat sudah sampai Arka, Rayyan membawa Mario ke restoran milik Mamahnya Arka dan Rayyan yaitu restoran Nissa, saat datang mereka langsung di sambut oleh angel sang Manager restoran tersebut ke suatu tempat VIP, dan kedap suara, jadi apapun yang di lakukan di dalam tidak akan terdengar ke luar, saat ketiga nya masuk, pintu pun di tutup dari luar, tanpa aba- aba.


Bugh .... Bugh...


Dua pukulan di layangkan oleh Arka dan Rayyan langsung mengenai muka Mario, terlihat darah keluar dari sudut bibir Mario, tapi Mario hanya diam saja, tanpa ada niatan untuk membalas mereka.


"Saya tau saya salah... Saya juga pantas mendapatkan pukulan yang lebih dari ini, tapi ijinkan saya bertemu dengan Alisha," lirih Mario menatap wajah kedua Abang nya Alisha.


"Untuk apa...? Kami ingin bertemu dengan mu cuma ingin menyampaikan keinginan Alisha yang tidak ingin melihat wajahmu lagi, bahkan Alisha akan kami bawa pergi dari hadapan mu untuk selamanya, bersama bayi yang Alisha kandung," ujar Arka yang langsung menunjuk ke wajah Mario,


"Alisha hamil anakku... ?" Lirih Mario menatap serius mereka berdua.


"Tolong jangan pisahkan saya dengan Alisha... Saya akan tanggung jawab, saya berjanji... " Mario mendekati Arka dan memohon.


"Apa kamu ingin bertanggung jawab hanya karena Alisha hamil... IYA... ?" teriak Rayyan yang sudah di kuasai emosi.


"Enggak... Bukan hanya karena kehamilan Alisha, bahkan ketika saya sadar telah merenggut kesuciannya saya ingin bertanggung jawab, hanya saja Alisha selalu menghindar dan tidak mau berbicara dengan saya... Saya mohon jangan pisahkan saya dengan Alisha..."


"Berdoalah semoga hati Alisha luluh dan ingin bertemu denganmu, karena kalau tidak selamanya kamu tidak akan bertemu dengan anak mu, itu pun kalau memang kamu perduli dengan nasib anaknya Alisha, tapi saya ingatkan sama kamu, mau kamu bertanggung jawab atau tidak, kami sebagai keluarga nya tidak akan pernah membiarkan Alisha tersakiti lagi. Jadi camkan dan dengarkan ini baik-baik bapak Mario yang terhormat jika anda menyakiti adik saya lagi, saya akan menghabisi segala sesuatu yang berarti untuk anda mengerti... " Terang Arka.


"Lebih baik anda berhenti jadi Dosen, perusak masa depan," ujar Rayyan menyentil Mario, yang menegang karena ucapannya.


"Kalian mau kemana? jangan pergi.... !" Pintu pun segera di tutup dan di kunci dari di luar sesaat Arka dan Rayyan keluar meninggalkan Mario yang masih ada di dalam.


"Buka kan pintunya! saatnya kita harus pergi mba," ucap Arka ke Angel.


"Baik mas," Arka dan Rayyan pun langsung pergi meninggalkan restoran milik ibu nya itu.


Drt... Drt... Drt...


Suara ponsel Arka pun berbunyi saat di sebelah mobil Arka..


"Siapa bang?"


"Bentar Abang liat... " Arka pun melihat nama si pemanggil di HP nya tersebut, dan wajahnya berubah menjadi unmood.


"Bapak... Males banget angkatnya... Pasti gak jauh-jauh dari uang."


"Angkat aja bang, entar berisik di mobil nelpon mulu, aku juga pengen tau dia mau ngomong apa lagi kali ini?" Arka pun menekan tombol hijau dan menekan tanda loud di layar HP nya.


[ Halo Arka... Di mana sertifikat tanah yang di kampung punya Nenek kamu, seenaknya saja kamu ambil sertifikat itu, kamu itu sudah kaya jangan serakah, itu jatah Bapak kamu, dasar anak durhaka, ke orang tua sendiri pelit nya na'uzubillah, sekarang harta jatah bapak kamu embat juga Jangan jadi serakah kalau hidup itu, ajaran dari ibu kamu pasti nya ya? ] tangan Arka terkepal kuat mendengar ocehan ibu tirinya, tadinya Arka mendengarnya marah, tapi karena mereka membawa nama-nama ibunya Arka tidak akan tinggal diam.

__ADS_1


"Wah bang minta di mutilasi ini orang..." Ucap Rayyan yang langsung di tutup sambungan teleponnya oleh Ibu tiri Arka.


__ADS_2