MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BELUM KEPIKIRAN UNTUK MENIKAH


__ADS_3

Alisha masih menangis dalam diam, Setelah pergulatannya bersama Mario, Mario langsung tidur seperti pingsan. Berbeda dengan Alisha yang sangat menyesali keputusannya untuk membantu Mario datang ke Bar dan berakhir di perkaos oleh Dosen nya tersebut, perlahan Alisha bangun dari tempat tidurnya dengan langkah hati-hati dan sedikit meringis karena sakit di bagian intimnya. Alisha mengambil baju-bajunya yang masih bisa di selamatkan dan mengambil kaos Mario yang ada di lemari Mario, karena baju atasan Alisha sudah hancur tak berbentuk, segera saja Alisha memakai baju Mario dan celana serta jaket Alisha.


Dengan langkah perlahan Alisha keluar dari kamar Mario, dan dengan langkah tergesa-gesa keluar dari Apartemen nya Mario. Setelah di lorong Apartemen, dengan langkah gontai Alisha melangkah begitu pelan sambil terus menangis dalam diam, meratapi nasibnya yang naas, sudah kehilangan hal yang paling berharga bagi seorang wanita, Alisha sudah sampai mobilnya dan segera pergi menuju rumah dan menghapus semua air mata, setelah itu dia menambahkan make up tipis agar tidak kentara setelah menangis. Saat sampai rumah, untung saja penghuni rumah sudah tertidur sehingga Alisha bisa bebas untuk masuk ke kamarnya dan tidur dengan nyaman berharap semoga dia melupakan kejadian buruk yang dia alami.


__________


Pagi ini Mario terbangun dengan perasaan bingung, tapi kepalanya sangat pusing sekali, mata Mario menatap keadaan tubuhnya saat ini, Mario terkejut ketika menyadari dia tidak memakai pakaian apapun. Lebih terkejut lagi ketika Mario melihat bercak darah yang ada di kasur nya.


Sejenak Mario berpikir karena baru tersadar setelah bangun, Mario benar-benar sangat terpukul hingga ingin melupakan bahwa ibunya telah tiada, Mario masih belum sanggup menerima semua itu, dan ingatannya mengingat dia pergi ke Bar dan memesan minuman dengan kasar alkohol yang tinggi.


"Ta tuhan, Semalam aku menghubungi Alisha lalu apa yang terjadi? Ya tuhan Alisha benar- benar menjemput ku dan membawa ku ke Apartemen, Gak mungkin," ujar Mario frustasi mengingat semua kejadian semalam, semua yang telah di lakukan dengan Alisha, Mario mengusar rambutnya.


"Begok banget sih gue, Ya tuhan jam berapa ini, Gue harus pulang... " Ujar Mario yang langsung masuk ke kamar mandi untuk bersih- bersih, setelah mandi Mario langsung mengambil baju yang biasa, dilihatnya kaos yang dia punya ada yang hilang satu.


"Kaos gue kemana ini ya... ?" Ujar Mario mencari kaos nya di lemari tapi sama sekali tidak di temukan di manapun."


"Akh bodo amat lah.... Mending pakai yang lain saja," Ujar Mario yang mengambil baju random sekaligus celana. Setelah selesai Mario langsung lari ke luar dan mengunci pintu Apartemen nya, Serta berjalan cepat ke arah lift supaya segera sampai di rumah duka, Karena sebelumnya Mario mendapatkan pesan dari ayahnya bahwa jenazah ibunya sudah di rumah duka dan menunggu Mario datang sebelum di kubur.


&&&&&&


Setelah 3 hari lamanya Mario meminta cuti ke kampus, Untuk menyiapkan mental nya dan mengurusi pemakaman ibunya. Dan hari ini pertama kalinya Mario melihat Alisha setelah kejadian kelam yang di alami Alisha karena kelakuan bejad Mario. Aura Alisha berubah di mata Mario, Alisha semakin cantik, alisha bahkan terlihat sangat bahagia dengan tawanya yang sangat manis dan mampu menghipnotis Mario.


Mario yakin sebentar lagi Alisha akan masuk ke ruangannya untuk menyerahkan tugas kelompok yang di berikan oleh Mario .


Pintu ruangan Mario terbuka, dan munculah Alisha yang sepertinya sedikit kaget melihat dirinya sedang berdiri di depan meja, Tetapi mata Alisha yang tadinya membelalak itu berubah biasa lagi, seperti tidak terjadi apa- apa diantara mereka berdua.


"Permisi Pak, Ini tugas kelompok grup saya Pak," ucap Alisha dengan wajar datar dan langsung meletakkan tugas kelompok grup nya di meja. Alisha menundukkan wajahnya, karena tidak ingin melihat wajah Dosennya tersebut. Dan langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah kata apapun lagi.


"Tunggu Al.... " Ucap Mario sambil menahan pergelangan tangan Alisha, tapi karena rasa benci Alisha yang teramat besar terhadap Mario, Alisha seketika menghempaskan tangan Mario begitu saja, dan mengusap tangannya beberapa kali seperti telah di pegang oleh kotoran.


"Kenapa Pak? Mau paksa saya lagi buat muasin kelakuan bejad Bapak!" sarkas Alisha menatap Mario bengis dengan mata tajamnya.


"Saya mau minta maaf Al, Saya tau saya memang salah dan bejad buat kamu. Saya bener-bener menyesal." Mata Mario menatap iba ke arah Alisha dan mencoba mencari sedikit saja celah untuk meluluhkan Alisha agar bisa menerima maafnya.

__ADS_1


"Hkkkmmm enak banget ya ucapan Bapak. Tinggal minta maaf doang. Sekalipun bapak minta maaf sama saya, tetap aja bapak sudah mengambil harta yang paling saya jaga untuk suami saya. Bapak sudah merebut paksa, dan gak akan bisa lagi mengembalikan nya, Bapak sudah menghancurkan saya," ucap Alisha dengan nafas memburu. Setiap kali melihat wajah Mario, emosi Alisha susah untuk di kontrol, Alisha selalu mengingat kejadian buruk yang waktu itu dia alami bersama Dosennya itu, dan itu membuatnya trauma seperti mimpi buruk yang berkepanjangan.


Deg.....


Kata-kata Alisha sangat menyentil hati Mario, ini memang salah nya Mario yang sudah menghancurkan masa depan gadis pintar dan cantik itu.


Setelah mengatakan itu semua Alisha pergi meninggalkan Mario, dengan sejuta penyesalan.


"Lama amat nganterin tugasnya, Habis ngobrol dulu ya sama pak Dosen ganteng. modus juga lu ternyata," ejek Kiran yang menggoda Alisha, Kiran tidak mengetahui kejadian yang menimpa Alisha ulah Dosennya tersebut. Alisha hanya diam mendengar celotehan Kiran yang unfaedah, karena menurut nya semua yang di ucapan Kiran tentang dosen durjana itu adalah sebuah kesalahan yang teramat besar.


"Ikh seneng banget deh bisa ngobrol sama si prince cold itu, Tapi dia kayanya gampang- gampang saja ngomong sama kamu, Pak Mario sepertinya naksir kamu Al," Kiran menebak-nebak.


"Pulang yuk...! Gue capek banget," Ujar Alisha yang tidak menanggapi ocehannya Kiran malah mengganti topik.


"Lu kenapa sakit....? Muka lu pucat loh Al, Kita ke klinik dulu yok," tanya Kiran khawatir.


"Gue gak apa-apa, Capek doang. Butuh tidur di kasur pasti nyenyak gue."


"Ya sudah balik yukkk," ajak Alisha tidak mau berdebat.


_____


"Sayang.... Mamah lihat akhir-akhir ini kamu kok banyakan diem, kenapa? Ada yang kamu pikirin nak...? Atau batrei kamu habis?" gurau Nissa yang selalu memperhatikan perubahan putri satu-satu nya itu, Nissa mengusap lembut rambutnya yang panjang dan indah.


"Batrei apaan sih? Mamah ini lucu banget, emangnya aku robot, Aku gak apa-apa kok Mah, Lagi pening aja. Tugas kampus banyak banget bikin bete..." Kilah Alisha yang tidak mau Mamah nya mengetahui perubahan dirinya, Alisha hanya memandang wajah ibunya sendu, sebenarnya ingin sekali Alisha menceritakan kejadian yang dia alami beberapa waktu lalu, dan meminta saran Mamah nya, tapi kali ini Alisha tidak berani, dia takut jika Mamah dan Papah nya malah mengusirnya dari rumah.


"Kamu kenapa sayang? Mamah tau kamu Nak, Kamu pasti ada Masalah kan? cerita atuh, biasanya kamu suka cerita sama Mamah, apapun masalahnya itu."


"Aku gak apa-apa Mah beneran, Mamah gak usah khawatir, Al cuma kecapean saja karena banyaknya kerjaan sama tugas di kampus tadi."


"Ya sudah, Oh ia, kamu kenal pak Syamsul kan, orang tuanya Jonathan? Teman SD kamu dulu, masih ingat gak?"


"Oh si gendut Jonathan, ingat lah aku Mah, cowok cupu yang sering di buli waktu SD?"

__ADS_1


"Ia dan kamu dengan beraninya ngebelain Jonathan."


"Ia ingat aku Mah sama si gentong, emangnya kenapa Mah? Kok tiba-tiba ngomongin si gendut Mah."


"Kemaren pak Syamsul meeting kan sama Papah, sekarang si Jonathan itu seorang Dokter di rumah sakit ternama, ekh.... Namanya orang tua, Pak Syamsul itu nyampein niatnya pengen Jonathan ta'aruf sama kamu katanya."


"What..? Mamah ikh aku gak mau. Mamah mah tega sama anak sendiri, masa aku mau di jodohin sama si gentong. Remuk dong badan aku mah, Mana aku nya kan kurus.


"Ikh kamu mah, Si Jonathan sekarang sudah berubah tau, kaya Ultraman, ganteng banget, badannya juga hot...hot... Pokoknya, entar Mamah ambil HP Mamah deh, liatin foto nya ke kamu."


"Masa sih! Tuh si gendut bisa berubah."


Tak lama kemudian Nissa pun segera kembali menghampiri Alisha dan menyerahkan foto seorang laki-laki yang tampan memakai jas Dokter sedang tersenyum menggendong seorang anak kecil.


"Nih lihat si Jojo Sudah ganteng sekarang. Liatin deh badannya tinggi banget, sterek lagi."


"Dih Mamah, muji-muji cowok lain, entar Alisha aduin loh ke Papah."


"Yeh.. jangan Cepu dong kamu! Inikan calon mantu Mamah, ganteng kan?"


"Ganteng sih Mah, tapi aku masih muda Mah, aku belum kepingin nikah, pengen kuliah dulu. Nanti abis lulus, baru ngembangin butik Mamah supaya lebih besar lagi dan banyak cabangnya kaya cabang di rambut," kekeh Alisha tertawa melihat Mamahku nya mencebikan bibirnya.


"Kamu emang mau nikah umur berapa sih sayang? Enakan juga nikah muda, Kalau sudah ada jodoh nya itu mending terima saja. Apa kurangnya Jonathan coba? lihat dia ganteng dan mapan, seorang dokter juga , dia orangnya ramah, baik hati, jujur dan tidak sombong, suka rajin menabung pula."


"Hahaha Mamah bisa aja, aku gak mau nikah muda, gak enak tau mah nikah muda itu, aku gak bisa eksplor Indonesia, padahal kan aku mau traveling dulu mah, muter-muter Indonesia, naik gunung, lembah dan lautan."


"Dasar kamu! Terserah kamu aja, Tapi Al, nikah muda itu enak loh Al pacaran sama yang sudah halalin toyiban, bebas-sebebas bebasnya, gak terbentur Hukum Agama."


"Masa sih Mah nikah itu enak? Bukannya pusing ya, apalagi kalau dari segi ekonomi kurang, tambah mumet jadinya," pikir Alisha.


"Lihat sisi positifnya saja sayang, pokoknya siapapun jodoh kamu, Mamah bakalan terus berada di sisi kamu, apa pun yang terjadi padamu."


"Wah Mamah ku love-love sekebon pokoknya," ujar Alisha yang langsung memeluk Mamahnya.

__ADS_1


__ADS_2