
Arka dan Rayyan memutuskan untuk pulang ke Bandung setelah makan sore selesai, karena besok mereka berdua akan ke Tasik ke tempat pembangunan Supermarket milik Arka yang berada di tanah warisan dari neneknya itu, Agam pun langsung ke bandara sore itu juga biar langsung bertemu dengan istri tercintanya menggunakan jet pribadinya, jadi tidak perlu bersusah payah untuk menyesuaikan jam penerbangan.
Arka dan Rayyan sudah di kos nya masing-masing. Tinggal menunggu besok pagi mereka berdua akan berangkat menggunakan mobil Arka untuk berangkat ke Tasik.
Keesokan harinya.
Arka sudah siap dengan kebutuhannya, walaupun di sana dia tidak menginap karena hanya berkunjung sebentar, tetap saja, makanan dan cemilan untuk di perjalanan harus di sediakan, karena perjalanan yang panjang.
Arka melajukan mobilnya ke arah kosannya Rayyan dekat kampusnya, Rayyan sudah berdiri di depan kosannya karena sebelumnya sudah di beri tahu oleh Arka, kalau sebentar lagi Arka sampai.
"Siap Dek" Ujar Arka mengenakan kaca mata hitamnya agar terlihat keren.
"Ya elah bang di dalam mobil pake kaca mata, Gak gelap?" Ujar Rayyan yang menggelengkan kepalanya melihat kelakuan absurd abangnya yang satu ini.
"Biar keren Dek. Ya udah kita jalan di mobil ada banyak makanan Dek. Kalau mau ngemil" Ujar Arka yang menunjukkan aneka cemilan yang berada di kursi belakang mobilnya.
"Niat banget Bang Masya Allah"
"Hahahaha" mereka berdua pun tertawa bersama.
Arka dan Rayyan tiba di Tasik siang hari, karena Arka mengendarai mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi. Mereka berdua mampir di restoran yang lumayan ramai di Tasik sebuah Restoran Sunda.
Kita makan di sini ya Dek Lapar?"
"Ia bang... Di mana aja....?"
"Ya udah yuk masuk!" ajak Arka. Mereka berdua pun masuk ke restoran dan melihat ada meja yang kosong.
"Di sana aja kayanya seger deh. Deket angin sepoy-sepoy." Ujar Arka mereka berdua pun menuju meja kosong di sebuah saung yang terdapat angin semilir sepoy-sepoy.
Pelayan restoran pun datang menghampiri Arka dan Rayyan dengan membawa buku menu. Arka dan Rayyan pun memesan makanan Sunda pecel ayam Kremes, saat makanan mereka datang. Mereka berdua pun makan dengan lahapnya.
"Kita langsung aja ke pembangunan ya dek."
"Ia Bang" Ujar mereka berdua yang akan keluar dari restoran.
Brug.....
Arka dan seorang wanita bertabrakan dan wanita tersebut jatuh karena kebentur pundaknya Arka.
Arka melihat dan menghampiri wanita itu dan berniat untuk meminta maaf dengan membantu wanita tersebut untuk bangun.
"Jangan sentuh saya. Mau mesum ya" Ujar wanita tersebut. Mata Arka dan Rayyan terbelalak karena di bentak oleh wanita tersebut. Niat bantu malah di omelin.
"Maaf Bu. Saya cuma mau minta maaf dan membantu itu saja. Gak ada niat jahat." ujar Arka.
__ADS_1
"Ibu-ibu...Saya bukan ibu kamu, enak aja panggil ibu. Saya belum tua ya" Ujar wanita tersebut yang bangun dan langsung pergi meninggalkan Arka dan Rayyan.
"Buset deh bang. Itu cewek galak amat kaya singa." ujar Rayyan kaget dengan suara cempreng wanita tadi.
"Tapi dia cantik Dek" Ujar Arka tersenyum sendiri.
"Wah...kayanya ada yang ngalamin love at the first sight nih" ujar Rayyan meledek Arka.
"Apa sih ayok akh. Tar keburu malam kita pulang."
"Kita nginep aja sih bang semalam, capek PP kaya gini."
"Emang besok gak ada kelas di kampus" ujar Arka sambil berjalan ke arah parkiran bersama adiknya itu.
"Enggak bang kelas free besok "
"Ya udah ayok! nginep sambil jalan-jalan di alun-alun tar malam"
"Okay bang" ucap Rayyan yang masuk ke dalam mobil bersama abangnya.
Arka pun langsung mengendarai mobilnya menuju tempat pembangunan Supermarket nya yang tidak jauh dari arah restoran tersebut. Saat sampai di tempat pembangunan. Arka terkagum dengan arsitektur bangunan tersebut, gedung nya sangat bagus. Benar-benar gaya yang modern. Gedung ini berisi Supermarket lengkap dan ada teater bioskop di lantai 1, yaitu lantai atas, sedangkan untuk rooftop Arka menyediakan mesjid yang sangat besar, beserta food court nya, ide Arka benar-benar cemerlang.
"Selamat siang pak Jono." Ucap Arka yang mendatangi mandor di proyek supermarket nya Arka.
"Ehhh Ada Pak Arka sama Pak Rayyan. Gimana sehat?" Ujar Pak Jono yang menghampiri Arka dan Rayyan yang sebelumnya sedang mengawasi anak anak proyek.
"Ia Pak 80% udah selesai Pak tinggal poles-poles dan pengecekan ulang, apalagi di bagian basemant harus benar- benar di cek kekuatan pilarnya, takutnya kalau gak kuat bahaya untuk pengunjung" ujar Pak Jono.
"Ia Pak, itu harus di pertimbangkan dan di teliti. Di semua bangunan juga harus di teliti kekuatannya dan yang paling penting lift juga Pak."
"Semuanya sudah sesuai prosedur Pak Arka. Sudah standard pembangunan bahkan untuk menahan gempa juga. sudah di perhitungkan. Jadi kerugiannya gak terlalu berat. Kami menghitung agak bangunan kuat dan tidak roboh."
"Bagus terima kasih banyak Pak, atas kerja kerasnya."
"Sama-sama pak."
"Saya mau keliling ke dalam boleh Pak"
"Silahkan Pak Arka, Pak Rayyan saya bisa antar."
"Ia pak terima kasih." Ujarku
"Bangunannya bagus banget bang, gede mewah lagi" ujar Rayyan saat kita sedang berjalan masuk ke dalam.
"RAAAYYAAANNNN" tiba-tiba ada seorang wanita yang memeluk Rayyan dari arah belakang dan reflek Rayyan langsung melepaskan pelukan tersebut dan mendorong wanita itu.
__ADS_1
"Astaghfirullah kuntil anak ngapain lu disini" ujar Rayyan melihat horor ke arah Nita.
"Rayyan kok kamu dorong aku sih, sakit ini pantat aku bantuin bangun dong" ujar Nita sambil merentangkan tangannya berharap Rayyan akan membantunya.
"Dih ogah, lu siapa gue gak kenal! apes banget gue ketemu sama cewek modelan kaya lu. Pake acara peluk-peluk segala. kalau boleh mukul perempuan gue gampar lu" Ujar Rayyan kesal.
"Rayyan sabar, jangan kepancing emosi sama wanita macam dia. Takutnya dia malah sengaja dan mau ngejebak kamu" ucap Arka.
"Mau ngapain kamu kesini?!" ucap Arka dingin.
Pak Jono hanya memperhatikan saja, tak ingin ikut campur masalah Bos nya itu, sedangkan Rayyan dongkol setengah mati melihat wanita jadi-jadian itu, di depannya.
"Dia itu gak punya muka bang. Eh... denger ya Nita! Jangan pernah kamu sentuh saya dengan tangan kotor mu itu! kalau gak mau tangan lu gue patahin jadi mending lu diem. Seharusnya dulu gue patahin aja tangan dia saat nyuri di rumah kita bang. Apalagi dia hampir mau mukul Alisha" ujar Rayyan membentak Nita. Sedangkan Nita yang di caci dan di bentak sedemikian rupa oleh Rayyan hanya biasa saja menganggap bentakan itu angin lalu.
"Udah deh kalian berdua, gak usah ungkit yang lalu, lagian apa kalian berdua berani matahain tangan gue, lu gak takut Bapak kita berdua makin jauh dari lu dan gak anggep lu. Kasian banget ga dianggap sama Bapak kandung nya" ledek Nita kepada Arka.
"Lu pikir gue perduli sama Bapak lu. Papah gue 1000 kali lebih baik dari bokap lu itu. Gue juga gak butuh bapak lu itu. Ambil lah! Karena gue udah dapat kasih sayang dari orang tua gue. Plus kemewahan yang gue punya. Bahkan Nenek gue aja, ngasih warisan paling banyak ke gue. Dari pada ke bokap lu yang anak nya, justru lu yang harus dikasihani" sarkas Arka. Nita menahan amarah dan kesalnya dan mengepalkan tangannya erat.
"Gak usah sok-sokan marah dan kesel di depan muka gue. Perempuan kaya lu udah ke baca. Lu deketin Rayyan cuma pengen hidup lu mewah tanpa harus kerja. Mimpi aja lu sono sekebon" ujar Arka kembali.
"Denger ya Arka! Lu harusnya malu! Nerima warisan dari Nenek lu, udah kaya dan tanah ini harusnya jadi milik bapak Herman, bukan lu! dasar manusia serakah!" kesal Nita.
"Ngaca woy... sono di toilet umum! Kenapa gue harus malu? Ini gue sebagai cucu aslinya! sedangkan kau siapa? cuma anak sambung aja belagu. Bangga, Nenek emang baik sama lu dulu. Pas lu masih kecil. Tapi tetep Nenek sayang sama gue sebagai cucunya. Kenapa lu yang koar- koar? Sadar diri! kau itu orang luar yang gak akan pernah bisa masuk ke keluarga gue, apalagi merayu Rayyan adik gue. Cewek modelan lu itu calon calon neraka. adek gue juga gak bakal mau sama lu, ngerti!"
"Awas kamu Arka, gue bakalan dapetin hak bapak Herman yang bakalan jadi dan tanah ini harus jadi milik gue, sama bangunan yang lu bangun ini, ingat itu" ujar Nita sambil menunjuk muka Arka, yang langsung di tepis kasar oleh Arka.
"Inget ini baik baik ******, gue biasanya gak pernah kasar sama cewek. Tapi lu terus ngusik hidup gue jangan salahin gue, kalau hidup lu bakalan hancur."
"Lu ngancem gue," ucap Nita.
"Wanita kaya lu gak pantes untuk di ancem, sadar diri aja lu itu cuma cewek sampah yang gak berguna, orang luar yang gak tau diri yang bermimpi jadi Cinderella, inget Cinderella aja, itu keturunan bangsawan aslinya bukan sampah kaya lu" ujar Arka kasar.
"Dan satu lagi kalau lu berani nyentuh gue lagi, mau kau perempuan, gue gak akan segan-segan patahin tangan lu. Inget itu" ancam Rayyan kepada Nita.
"Pak Jono, usir dia dari sini dan jangan pernah ijinkan dia masuk ke area sini lagi Pak!" ujar Arka yang masuk ke dalam bangunan bersama Rayyan meninggalkan Nita yang di seret oleh Pak Jono dan anak buahnya.
"Lepas sialan, kalian gak tau siapa saya. saya anak dari pemilik tanah ini, Lepas!" ujar Nita marah-marah.
"Cewek gila! Lu kalau mau mengeong jangan disini. Nih sini di alun-alun kota biar banyak yang liat terus kasih lu duit, jadi cewe malu-maluin." ujar Pak Jono yang menyeret dan mendorong Nita.
Brughhh....
"Kurang ajar lu ya, dasar Bapak tua gak punya adab awas aja kalian!" teriak Nita saat Pak Jono meninggalkannya di luar.
"Pak satpam, inget muka cewek ini, kalau dia datang lagi. Jangan biarkan dia masuk ke dalam proyek." ujar Pak Jono.
__ADS_1
"Siap Bos" ucap Pak satpam memberikan tanda hormat.
"Awas kamu Arka! Akan ku balas perbuatan mu sialan!" ucap Nita yang bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan gedung Supermarket.