
Agam akhirnya sampai di kediamannya di Amrik. Agam sampai pada malam hari dan langsung masuk kerumahnya, dengan kunci cadangan yang selalu dia bawa.
Esok harinya Nissa yang seperti biasa bangun di waktu shubuh kaget melihat suaminya sedang memeluk erat dirinya. Nissa tersenyum melihat wajah suaminya yang selalu ada untuknya dan menyanyangi keluarga kecilnya.
Nissa memindahkan lengan Agam perlahan dan mencium kening Agam. Setelah itu dia pergi ke kamar mandi untuk bebersih dan wudhu. Melaksanakan sholat shubuh. Setelah sholat, Nissa menghampiri suaminya itu.
"Mas...bangun... Sholat dulu ya" ujar Nissa menggoyang-goyangkan lengan suaminya. Agam yang merasa tidurnya terganggu mencoba membuka matanya. Dan tersenyum saat melihat wajah cantik istrinya.
"Kok gak bangunin aku dari tadi sih yang, Kita kan bisa sholat bareng" ujar Agam bangun dari tidurnya.
"Harusnya kamu itu sholat di mesjid karena disini mesjid gak ada, ya sudah di rumah sholat nya, tapi aku liat muka kamu kayanya capek banget, jadinya aku kasian" ujar Nissa.
"So Sweet banget sih, Istrinya siapa sih nih..." Ujar Agam yang mencubit hidung Bangir Nissa.
"Aduh sakit mas! bangun...mandi trus sholat."
"Alisha mana?" tanya Agam yang masih betah di kasurnya.
"Lagi sholat mungkin, aku belum cek dia"
"Alisha baik baik aja kan?"
"Dia baik kok mas"
"Hmmm...apa kita cari calon suami aja buat Alisha yang bisa Nerima bayi nya juga Mah"
"Sulit mas... Biarlah kita lihat nanti kedepannya gimana"
"Semoga Alisha tetap dalam keadaan baik dan akan selalu baik ya Mah"
"Ia sayang, ya udah cepetan sholat shubuh sana, aku mau buat sarapan di bawah" ujar Nissa yang langsung melepaskan mukena nya dan keluar kamar. Agam pun langsung masuk ke kamar mandi untuk bebersih dan sholat shubuh.
"Ruth belum datang bi" tanya Nissa menanyakan asisten rumah tangga yang biasa datang untuk bersih-bersih di pagi hari... Ruth baru kerja semingguan ini, tadinya yang membersihkan rumah selalu di lakukan oleh Nissa, mbok Jum atau pun Alisha, tapi seminggu yang lalu ada seorang wanita yang melamar pekerjaan disini dan sangat membutuhkan uang, jadi karena Nissa kasihan, Nissa memperkerjakan wanita tersebut dengan syarat hanya bekerja di pagi hari sampai jam 10 dan itupun hanya bersih bersih ruang keluarga, ruangan depan dan dapur.. sedangkan untuk kamarnya Nisa, alisha, Arka dan rayyan, masih tetap di bersihkan oleh mbok Jum, karena Nisa tidak suka kamarnya di masuki oleh orang asing... Ruth juga tidak tinggal di rumahnya nisa.. Ruth adalah penduduk sini, dan mempunyai tempat tinggal disini, tapi sebenarnya dia asli dari Indonesia sehingga Ruth bisa berbahasa Indonesia.
"Belum datang Non.. biasanya datang nya jam 7"
"Oh ya udah Kalau gitu, aku mau bikin sarapan dulu bi" ujar Nissa yang langsung menghampiri mbok Jum di dapur yang sedang mencuci piring.
"Ia Non, bibi juga mau nyuci di belakang Non" ujar mbok Jum setelah merapihkan cucian piringnya.
"Masih pagi bi, tar aja habis sarapan" ujar Nissa yang duduk di meja makan
"Justru seger Non kalau habis shubuh kaya gini"
"Ya udah atuh, Alisha belum turun ya Bi"
__ADS_1
"Belom Non, masih di dalam kamarnya, tapi biasanya sudah bangun"
"Ya udah bi. Bahan makanan aman gak bi?"
"Tinggal dikit lagi Non"
"Ya udah tar aku sama mas Agam yang pergi ke Supermarket"
"Tuan datang Non?" tanya mbok Jum dengan ekspresi kaget.
"Ia bi, Kayanya semalam deh"
"Oh..." Ujar mbok Jum hanya membulatkan mulutnya.
"Kenapa bi?" tanya Nissa sambil menyipitkan matanya.
"Gak apa-apa Non. Bibi ke belakang dulu ya Non" ujar mbok Jum yang langsung meninggalkan Nissa sendirian di dapur Nissa pun karena di tinggal sendirian langsung membuatkan makanan untuk orang serumah, apalagi suaminya datang, jadi harus spesial, pikir Nissa.
Nissa pun memeriksa lemari esnya untuk melihat bahan makanan apa saja yang bisa di olahnya pagi ini untuk menjadi sarapan yang enak.
"Hmmm enaknya buat apa ya?" gumam Nissa dengan jari menyentuh dagunya.
"Nasi goreng udang aja ah, kayanya enak" ujar Nissa yang mengambil bahan bahan makanan dari kulkas. Dan menaruh nya di dalam wastafel untuk di bersihkan. Setelah semua bahan bersih, Nissa pun mengeksekusi bahan makanan tersebut menjadi makanan spesial yang enak.
"Pagi-pagi... Wangi masakan Mamah emang enak banget ya. Dua Minggu aku di Indonesia kangen banget sama masakan Mamah" ujar Agam yang langsung menghampiri istrinya dan memeluk istrinya itu dari belakang.
"Khmmm khmmm.. pagi-pagi udah bikin iri aja nih sama aku yang jomblo" ujar Alisha yang sudah ada di bawah melihat kemesraan ke dua orang tuanya itu
"Kenapa kamu iri Al... Makanya nyari pasangan sana" ujar Agam meledek Alisha, yang di ledek hanya bisa memanyunkan bibirnya saja.
"Papah itu, kalau ngomong pedes kaya cabe setan!" Ujar Alisha yang langsung duduk di meja makan, melihat makanan yang sudah tertata rapih membuatnya lapar.
"Mas.. kamu ini usil banget, ngejailin anaknya terus" marah Nissa kepada suaminya.
Agam hanya terkekeh melihat istrinya marah, karena sangat menggemaskan.
"Kamu baik-baik aja sayang" ujar Agam tidak menanggapi Omelan anaknya itu. Agam pun menghampiri Alisha dan duduk di sebelah Alisha.
"Alhamdulillah aku baik. Dedek utun juga baik" ujar Alisha yang mengelus perutnya yang sudah terlihat membesar walaupun masih lima bulan. karena ia mengandung anak kembar.
"Cucu-cucu opa di dalam perut, Mamah kamu jangan iri ya... Opa udah bawain pesenan kalian, tunggu bentar" ucap Agam yang keluar rumah menuju mobilnya, mengambil paper bag yang berisikan kemejanya Mario dan langsung kembali kedalam rumahnya.
"Nah ini dia" ujar Agam yang sudah kembali masuk ke dalam rumah. Agam pun langsung memberikan paper bag itu ke tangan putrinya Alisha.
"Apa ini pak...?"
__ADS_1
"Pakaiannya bapaknya anak kamu, bukannya kamu kangen ya sama ayah nya anak kamu" ujar Agammm.. Alisha yang mendengar Papahnya mengucapkan ayahnya anak-anak langsung mengambil isi dari paper bag itu dan mengeluarkannya ke luar. Tak terasa air mata jatuh di pipinya Alisha saat melihat kemejanya Mario yang selalu di pakai Mario saat mengajar dulu di kelasnya dan Alisha masih ingat akan hal itu, semuanya memori itu tak akan pernah Alisha lupakan.
"Ia sayang, Abang-abang kamu yang ngedapetin kemejanya Mario. Tapi udah papah cuci habisnya kejatuhan jus jeruknya Rayyan, bau asem juga. Takutnya banyak semut kalo gak di cuci" ujar Alisha menatap Papahnya dan langsung memeluk Papahnya erat.
"Makasih ya Pak. Udah bawain bajunya Mario ke sini"
"Kamu mau pulang ke indo nak?"
"Apa boleh?"
"Tentu saja, katakan saja sama Mario keadaan kamu Nak"
"Aku takut Pah, aku bakalan lebih membenci Mario dan mengingat semua kejadian itu, rasanya aku belum sanggup, aku masih harus menyiapkan mental ku Pah" ujar Alisha yang menangis sesenggukan di pelukan ayahnya.
"Papah ngerti sayang, pokonya Papah dukung semua keputusan kamu, selagi itu bisa membahagiakan kamu Nak" ucap Agam yang menguatkan putri satu- satunya itu.
"Ya udah jangan pada melow pagi-pagi, Ayo kita makan dulu!" Ujar Nissa yang pergi ke belakang melihat mbok Jum.
"Mbok Jum ayok kita makan dulu." Ajak Nissa kepada mbok Jum, Nissa memang tidak pernah menganggap mbok Jum itu asisten rumah tangganya, makanya Nissa selalu membantu pekerjaan mbok Jum, dan meminta mbok Jum untuk ikut makan di meja bersama dia dan keluarganya yang lain, dan untungnya suami dan anak anaknya Nissa tidak pernah keberatan akan hal itu.
"Nanti saja Non, tanggung ini, kalau di tunda-tunda kasian mesin cuci nya nanti nangis. Merasa di abaikan" ujar mbok Jum terkekeh.
"Mbok Jum ini ada-ada aja, ya udah saya makan duluan, nanti kalau si Ruth Udah ada, ajak dia makan juga sekalian" ujar Nissa.
"Ia Non gampang itu mah" Nissa pun kembali ke meja makan dan melihat suami Serta anaknya masih duduk dan mengobrol tertawa bersama, sepertinya mereka berdua ini menunggu dirinya untuk makan bersama.
"Maaf ya Pah. Udah Nungguin lama" ujar Nissa yang langsung duduk di sebelah Agam suaminya dan mengambil piring serta sendok, Nissa menyendokan nasi goreng beserta telor ke dalam piring Agam untuk Agam makan. Agam langsung mengedipkan matanya sebelah dan mengucapkan kata i love you tanpa suara dan hanya Nissa yang bisa melihatnya karena Alisha sedang menyendokan nasi goreng untuk dirinya sendiri. Nissa hanya menggelengkan kepalanya saja melihat kelakuan suaminya yang romantis itu.
Setelah selesai makan. Nissa dan Alisha mencuci piring dan peralatan bekas makan dan masak, sedangkan Agam duduk di ruangan keluarga sambil menonton TV acara berita dengan secangkir kopi hangat yang di buatkan oleh Nissa.
"Selamat pagi Bu Nissa" ucap Ruth yang langsung masuk dari pintu depan dan nyelonong ke dalam karena sudah terbiasa.
"Pagi... Kamu siapa ya?" ucap Agam dingin menatap wanita yang main masuk aja ke dalam, Ruth yang kaget saat melewati ruangan keluarga menatap Agam dan hanya diam sambil terus menatap Agam.
"Ekh malah bengong...!" Bentak Agam membuat Ruth yang masih memandang wajah Agam menjadi kaget.
"Maaf pak, saya asisten rumah tangga disini pak yang bertugas untuk bersih- bersih saja" ucap Ruth dengan suara mendayu-dayu dan memainkan ujung rambutnya. Ruth terus saja memandang Agam dengan tatapan memuja membuat Agam risih.
"Oh.. ya sudah silahkan lanjutkan pekerjaan anda" ucap Agam yang kembali menonton tayangan berita sambil meminum sedikit demi sedikit kopi panas itu.
"Astaga... Lelaki ini siapa? kok ganteng banget, Apa Suami nya ibu Nissa? Beruntung banget sih Bu Nissa, udah kaya, suaminya ganteng pula" ucap Ruth dalam hati.
Agam yang merasa ada yang memperhatikan, langsung menoleh kebelakang dan seketika dia marah karena melihat wanita ini masih saja berdiri dan memandangnya dengan tatapan lapar.
"Kamu kesini mau main apa mau kerja? kalau kamu mau-main, silahkan keluar saja dari rumah saya!" bentak Agam yang membuyarkan khayalan Ruth yang sedang duduk di pangkuan Agam dengan mesranya.
__ADS_1