MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 45 MELAWAN FITNAH


__ADS_3

POV Nissa


Jadi ini semua ulahnya Herman , yang menyebarkan berita kebohongan tentang aku, dan dia sengaja memutar balikan fakta yang sesungguhnya. Awas saja Herman, nih orang di diemin malah makin menjadi, jangan salahin aku kalo karir kamu di perusahaan ini hancur, "batinku.


" Maaf kamu mendengar itu semua dari mantan suami saya, mas Herman kan? dan kamu langsung percaya begitu saja cerita dia.... Hebat sekali ya.... Bisa langsung men Judge orang, emang kamu tau rumah tangga saya itu seperti apa, hingga kalian berlima bisa menuduh tanpa bukti seperti itu, itu termasuk pencemaran nama baik loh ibu-ibu.... dan saya bisa melaporkan ini semua Kalo tidak terbukti benar, "ucapku lugas sengaja menekan setiap perkataanku, biar di mengerti mereka.


" Heh Bu Nissa untuk apa kami mencari bukti gak ada waktu ya.... Toh mas Herman sendiri mantan suami anda yang bilang kepada saya, kalo dia yang bilang berarti itu bukan kebohongan karena mas Herman yang merasakan berumah tangga sama kamu... Bagaimana sih kamu ini, mantan direktur keuangan tapi bodoh " ucap Popi tak mau kalah dengan senyum mengejeknya.


" Jaga omongan kamu ya " ucap kak Mili.


" Kenapa saya harus jaga omongan saya, kamu anteknya Bu Nissa ya pasti, jadinya kamu belain Bu Nissa, kalian ini pasti sama saja, sama-sama suka ngebuang suami kalo lagi susah, saya gak sangka benar-benar gak nyangka, Bu Nissa yang di sanjung karena kepintaran dan kebaikan hatinya, ternyata mempunyai hati yang busuk , sama suami sendiri aja bisa zholim, bahkan harta bersama di ambil semua, manusia serakah ." Ucap Mila dengan bangga merasa benar.


" Wah.... Wah.... Hebat sekali, kamu itu sebenarnya siapa sih mba, selingkuhannya mas Herman ya, sampai tau masalah harta bersama segala, memangnya apa yang Herman kasih tau ke kamu, masalah harta bersama saat aku dan Herman masih berumah tangga, aneh saya..... Atau anda itu istri siri mas Herman, yang di tipu karena Herman gak mendapatkan harta apapun dari saya saat kami bercerai kemaren.


" Jaga ucapan mu ya Nissa.... Mulut kotor mu itu tak pantas menyalahkan mas Herman berselingkuh dengan saya, jangan fitnah kamu, kalo kamu tidak punya bukti saya juga bisa memasukkan kamu ke penjara, asal anda tahu saya dan mas Herman hanya teman satu divisi saja, dan saya mengenal mas Herman sejak dia bekerja disini, jadi saya tekankan saya dan mas Herman tidak ada hubungan apa-apa, kalo sekali lagi kamu menuduh yang enggak enggak awas saja kamu " ucap Mila emosi. Nih orang malah jadi balik marah, gak salah? seharusnya disini saya yang marah karena saya yang di fitnah, ini malah merasa menjadi korban, dasar manusia muna, sukanya Playing Victim, "batinku.


" Ia katanya Bu Nissa ini dermawan ternyata punya mulut tajam juga ya, sama suami aja kaya gitu, atau jangan-jangan bayi yang di kandung Bu Nissa bukan anak mas Herman lagi ". Ucap wanita yang di sebelah Popi.


" Jaga omongan kamu ya, saya dari tadi diam bukan berarti saya takut sama kalian, saya hanya tidak mau mulut saya mengucapkan kata-kata yang tidak berguna untuk manusia macam kalian, tapi mulut kamu sudah kelewatan, dan kamu jangan pernah hina anak yang saya kandung, karena jelas anak yang saya kandung bukan anak haram, anak dari suci dan dari pernikahan yang sah, bukan seperti yang kamu sebutkan tadi, sekali lagi kamu bicara buruk tentang anak saya, sampai kamu berlutut di bawah kaki saya, akan aku hancurkan kamu sehancur-hancurnya, lihat saja kalian.... Apa yang bakalan saya lakukan, kalian berlima disini akan saya ingat wajahnya, saat kalian hancur, kalian tidak tahu kan siapa saya, dan apa yang bisa saya lakukan, kepada manusia-manusia seperti kalian, terutama kamu, saya akan ingat baik-baik nama kamu, dan akan saya hancurkan kamu sampai kamu tidak bisa bebas kemanapun lagi, ingat itu!! "ucapku emosi, tetapi kak Mili tiba-tiba ingin maju menghampiri ke lima wanita durjana itu, segera saja ku tahan tangannya untuk tidak melukai mereka, agar mereka tidak melakukan laporan penganiayaan.


" Udah kak Mil tahan ya, biar ini jadi urusan ku... Kak Mil perhatikan saja... Kalo mereka udah main Fisik baru kak Mil bertindak... " Ucapku dengan menahan tangan kak Mil, karena akan memberikan pelajaran kepada mereka berdua.

__ADS_1


" Dan kamu ibu Popi, dan teman-teman kamu itu persiapkan saja mental kalian, ancaman ku tidak pernah main-main, kalian semua salah mencari lawan dengan saya,"Ucapku menantang mereka yang mengolok ku dari tadi, Video ini akan ku kirimkan segera ke Bu Wina dan pak Boy langsung. .


" Dih.... Ngapain kita takut.... Kami semua disini gak takut dengan ancaman kamu, selama kami benar, dan kamu juga percaya sama mas Herman, justru kamu mba Nissa yang bakalan kena karma karena durhaka sama suami kamu sendiri, membiarkan suami kamu kerja sendirian dan setelah bangkrut di tinggalkan dan mengambil semuanya, dasar wanita serakah " ucap Popi dengan pongahnya.


Ingin rasanya ku balas semua perkataan mereka dengan kejam, tapi aku harus tahan karena tidak boleh mencaci saat hamil, tapi pembalasan ku kali ini bakalan lebih kejam untuk para bandit kecil ini liat saja nanti.


" Liat kan teman-teman, si Nissa gak bisa berkutik lagi, jelas-jelas dia salah mau nyangkal, pake acara pura-pura sibuk sama temennya yang satu, ya udah yuk mending kita samperin teman-teman kita, ngapain kita buang-buang tenaga dan omongan kita buat manusia kaya si Nissa. Istri durhaka, HA HA HA HA ayukk akh tinggalkan saja hama satu ini " ucap Mila langsung di iyakan dan di ikuti oleh antek- anteknya. Aku melihat wajah mereka satu persatu yang menatap sinis ke arahku saat mereka melewati ku, mulut berbusa.... Akh udahlah aku tak boleh mengumpat,"batinku.


" Kak Mili.... Berikan SIM Card rekaman nya kepadaku kak, "ucapku langsung meminta rekaman yang sengaja di taruh di baju depan kak Mili, rekaman tersebut sangat kecil tapi bisa menampilkan suara dan gambar dengan bagus dan jernih, bukti ini akan ku berikan langsung ke pak Boy dan HRD, agar mereka di tindak karena telah mencemarkan nama baikku di kantor ini, tak apa bilang aku jahat atau egois, karena telah menganggu rezeki orang lain, salah sendiri mereka mencari masalah denganku..... Aku bukanlah orang baik dan lemah yang hanya bisa diam saat di di tindas dan di permalukan. Apalagi saat kami di sekita kami masih banyak orang yang berlalu-lalang dan mengobrol dengan kelompoknya, apalagi suara kencang Popi tadi yang begitu cempreng membuat semua orang menoleh ke arah kami semua, dan itu membuat saya malu setengah mati, kurang ajar... Kalian semua akan merasakan akibat dari perbuatan kalian ini....


Rekaman yang kudapatkan dari kamera kecil milik kaka Mili sudah ku pindahkan ke HP ku, tanpa membuang banyak waktu, aku dan kak Mili langsung meninggalkan mereka berlima menuju Lobby Hotel dan langsung saja aku mengirim Video itu ke Bu Wina dan Sera, untuk segera di eksekusi, akupun langsung menelpon Sera untuk mengirimkan Video viral mas Herman bersama Fina ke grup masing masing Divisi di kantor ini, biar semua orang tau termasuk lima ulet bulu ini, yang seenaknya saja menghakimi tanpa bukti, biar mereka rasakan di keluarkan dari sini yang telah menyebarkan fitnah keji itu.


[ Halo Ser..... Lu punya grup Divisi gak di HP ]


[ Si Herman bikin nama gue jelek sekarang di pesta ini... Gue mau bikin dia di pecat dari kantor ini dan di Blacklist sekalian biar dia gak bisa kerja di manapun ]


[ Masa sih, kurang kerjaan emang tuh orang... Minta di gibeng rupanya, lu kirim deh tuh Video nya... Tar gue sebarin lagi di Medsos sama group kantor biar makin panas ]


[ Ia thank ya Ser, gue juga mau kirim ke Wina, biar dia tau kalo pekerja nya kaya gimana ]


Setelah menelepon Sera, masih dengan memegang HP ku, seketika dadaku terasa sesak sangat, tanganku yang sedang menggenggam HP ini gemetaran seperti belom makan seminggu, bahkan saking lemas kaki ku mendengar fitnah Herman, aku sampai hampir limbung karena tak kuat menopang berat badanku sendiri , untung saja ada kak Mili di belakang ku jadi kak Mili bisa menahan badanku agar tidak jatuh dan membahayakan kehamilan ku.

__ADS_1


" Nissa kamu gak apa-apa, ayokk aku antar ke kursi dulu.... Jangan kelamaan berdiri" ucap kak Mili yang langsung memapah ku ke arah kursi tamu yang di sediakan pihak Hotel ini.


Setelah kami berdua duduk, aku hanya menghirup udara sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan nya perlahan berulang kali, mencoba mengurangi rasa sesak dalam dadaku tapi percuma, rasa sesaknya masih sangat terasa. Ingin rasanya aku berteriak-teriak atau memukul bahkan membunuh si Herman , jika aku gak takut hukum, tapi aku harus menahan semua itu demi anak yang ku kandung, rasa sesak di dada ini semakin menjadi, reflek aku memukul dadaku dengan kepalan tanganku, dan robohlah pertahan ku, air mataku mengalir dengan deras, dan aku tidak perduli jika semua orang melihatku aneh karena menangis disini. Tak berapa lama ku lihat Sera dan Arsy menghampiri ku, dan Sera langsung memelukku erat.


" Tenang Nis.... Istighfar Masalah kamu sudah di atasi..... Aku udah laporan ke pak Boy dan rekaman yang kamu kirim serta Video Herman yang sedang di grebek itu udah aku kasih sama pak Boy dan Bu Wina di dalam, dan besok semuanya akan di Eksekusi Nis.... Herman akan menerima akibatnya Nis.... Kamu harus tenang demi anak kamu Nis, "ucap Sera menenangkan ku dengan kata-kata nya, aku bersyukur masalah ini cepat teratasi dan harus memberikan efek jera untuk mas Herman, walaupun aku tidak bisa menjebloskan dia lagi ke penjara karena janjiku kepada mantan mertuaku, tapi aku akan membuat hidup mas Herman sengsara, hingga dia akan berpikir kalo dia salah mencari lawan dan menyesal telah bertemu denganku....


" Ia Nis, mendingan lu pulang sekarang tenangin diri lu dulu di rumah, kalo perlu lu pindah rumah dari situ, biar Herman gak ganggu lu lagi dan jangan pernah biarin Herman liat anaknya ". Aku hanya terdiam dan masih memegang dadaku sakit, dan sebenarnya perutku juga sedikit sakit, rasanya tak kuat dan lemah sekali badan ini, bahkan hanya untuk di gerakan saja sangat sulit, apalagi untuk bangun, kak Mili pun datang membawa air mineral dan langsung saja aku meminumnya hingga tandas tak bersisa, setelah minum tubuhku mulai ada sedikit kekuatan, aku pun bangun dari senderan ku untuk mengambil HP yang ada di tas ku, dan mencopot SIM Card ku lalu ku berikan kepada Sera.


" Ser berikan ini ke Bu wina, ini sudah keterlaluan, mereka tidak mempunya adab, dan ini adalah fitnah yang kejam untukku, kalo Bu Wina tidak menindak tegas aku akan laporkan ke Polisi atas kasus pencemaran nama baik, biar wanita wanita itu di pecat secara tidak hormat dan di Blacklist dari perusahaan manapun, untuk yang dua orang mereka tidak melakukan apapun hanya melihat, itu terserah Bu Wina bagaimana, tapi untuk wanita yang tiba orang dan si Herman, tolong katakan sama Bu Wina ya, mereka harus di hukum seberat-beratnya. Tolong bantu aku Sera, dan satu hal lagi, pastikan Video Herman yang sedang di grebek dan sedang melakukan hubungan suami istri bersama Fina tersebar di Divisi dia, "ucapku mengatakan semua itu.


Dengan perlahan, ku genggam tangan Sera dengan erat, seolah aku menopang seluruh badanku ke tangannya yang memberikan kekuatan kepadaku, setelah itu aku berdiri dan tangan kananku merangkul pundak Sera karena badanku yang masih sangat lemah apalagi aku sedang hamil 6 bulan yang sedikit memberikan bobot lebih besar ke tubuhku, sehingga jalanku pun agak terseok Seok, karena Sera dan kak Mili memapahku pelan-pelan, mungkin karena aku terlalu berat.


Aku pun pulang hanya berdua saja dengan kak Mili, dalam perjalanan saja aku masih menitikkan air mata, memikirkan kenapa, dia bisa se keji itu, kenapa dia tega melakukan itu, apa salahku, selama dua tahun ini aku berusaha untuk menjadi istri yang bisa memenuhi segala keinginannya, melayani dia dengan sepenuh hati, tapi kenapa dia bisa sekejam itu, apa tidak cukup dengan perselingkuhan yang dia lakukan, apa tidak cukup dengan benalu nya dia dalam kehidupan ku dulu saat berumah tangga, apa belum cukup untuk menyakitiku, sampai dia memfitnah ku sedemikian rupa..... Aku melihat perutku yang sudah terlihat membesar, ku elus perutku untuk meredakan nyeri, apa kamu juga merasakan nak, ketika bunda sedang bersedih dan kesakitan karena ayah kamu, tenanglah nak, bunda baik-baik saja ya...... Bunda janji akan memberikan ayah yang terbaik untuk kamu, bukan ayah durjana seperti ayah kandung mu itu, "batinku.


Saat sampai rumah, kebetulan malam belum larut dan mamahku yang membuka pintu, saat melihat mamah langsung ku rengkuh pelukan mamah, yang selalu membuatku tenang, disitulah pertahanan ku akhirnya jebol, aku menangis sekencang-kencangnya, mengeluarkan semua amarah yang ku tahan sejak tadi di pelukan mamah, mamah hanya mengelus punggung ku, bagi mamah walaupun aku sudah menikah dan akan menjadi seorang ibu, aku tetaplah putri kecil mamah, yang selalu mamah manjakan.


Setelah selesai dengan tangisan ku mamah mengajak ku untuk duduk di kursi, untuk menenangkan diri terlebih dahulu, sedangkan mbok Jum tiba-tiba datang dengan sigap membawa air putih untuk ku minum, ku habiskan lagi air itu dengan tandas, karena menangis juga mengeluarkan tenaga, aku juga merasa capek.


" Kenapa nak, ada yang nyakitin kamu disana, siapa nak, jelasin ke mamah, wanita hamil itu gak boleh sedih, bayi yang ada dalam kandungan mu itu akan merasakan kesedihan juga, istighfar ya tenang " ucap mamah yang selalu bisa menenangkan ku.


Aku mulai mengatur nafas ku perlahan, karena dada ini masih terasa sesak, sesaat tangisanku berhenti ku ceritakan semua kejadian yang aku alami hari ini, tanpa menambah atau mengurangi cerita yang sesungguhnya, dan setelah bercerita aku hanya diam di pelukan mamah mengeluarkan segala uneg-uneg dan sakit yang aku rasakan. Mamah langsung memapahku masuk ke dalam, lalu meninggalkan ku sendiri, akupun langsung saja membersihkan badanku dan mengganti pakaian dengan pakaian santai karena tubuhku yang begitu lemas, segera saja aku merebahkan tubuhku di kasur yang nyenyak ini, saat aku ingin memejamkan mata, tiba-tiba saja pintu terbuka, dan munculah mamah masuk ke kamarku.

__ADS_1


" Mamah udah telepon papah kamu, besok dia akan pulang, dan akan buat perhitungan dengan Herman, jadi mamah harap kamu jangan cegah papah kamu untuk mengurus tikus got yang kecil itu."


__ADS_2