MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 80 EKSEKUSI TINA TINTA TINTANAK


__ADS_3

Setelah mendapatkan alamat Agam, dari temannya Jose, Tina langsung saja pergi menggunakan taksi online yang sebelumnya sudah ia pesan dengan tujuan kerumah nya Agam, dalam perjalanan Tina tersenyum terus menerus membayangkan rencananya untuk tinggal bersama Agam dan istrinya, dan yang pasti lambat laun Tina akan membuat Agam menceraikan istrinya yang menyebalkan itu, karena Tina tahu, pasti Agam tidak akan tega padanya, jika Agam tau Tina di usir oleh suaminya. Saat sampai, Tina langsung turun dan mengambil koper nya yang di keluarkan oleh sang sopir, saat mobil sudah pergi, Tina terkesima dengan rumah Agam yang begitu besar dan mewah dan berada di Cluster perumahan mewah.


"Wow...! Gila benar ini si Agam, Ternyata dia sekaya ini, bahkan rumahnya jauh 10 kali lipat lebih besar di bandingkan dengan rumah ku dulu, Bakalan betah ini kalau aku tinggal disini," gumam Tina dengan percaya diri nya.


"Siang pak, Bisa ketemu mas Agam? Saya Tina temannya Agam," Ucap Tina. Pak security curiga dengan wanita di depannya ini yang mengaku sebagai teman dari tuan Agam. Apalagi wanita ini membawa koper yang besar, pak Security pikir, apakah ini modus penipuan.


"Apakah ada bukti kalo ibu ini temannya tuan Agam?" Tanya security.


"Oh tentu ada sebentar ya..." Ucap Tina mengeluarkan HP dalam tas nya dan membuka folder foto dan mencari foto antara dirinya dan Agam yang di foto berdua lalu di serahkan ke pak security.


"Oh ia benar, akrab sekali nampaknya, tapi pak Agam sedang di kantor belum pulang mba,"


"Gak apa-apa pak, Saya sudah janjian dengan Agam, kalau boleh saya tunggu di dalam saja, panas dan haus pak."


"Ya sudah silahkan masuk mba, Sebentar saya panggil kan si mbok dulu di dalam biar mengantarkan si mbak nya," ucap security tersebut yang akan menelpon orang rumah, Tina hanya tersenyum dan melihat-lihat sekitaran rumah ini yang begitu luas dan asri, dalam pikirannya sudah disusun akan di ubah halaman Bunga ini menjadi bunga favorit nya.


Tak lama kemudian si mbok Susi pun datang ke depan dan menemui Security dan bertanya, itu tamu siapa yang datang?


"Oh ia mbok, saya Tina temannya mas Agam, tolong di bantu ya mbok bawakan koper saya" ucap Tina yang tidak tahu malu menyerobot jawaban Security, mba Susi pun kaget. Tapi tetap melaksanakan yang di suruh oleh temannya tuannya ini. Mereka berdua pun berjalan masuk ke dalam rumah. Tina terus saja memperhatikan keadaan rumah, apalagi Tina terbelalak senang dan matanya berbinar ketika melihat koleksi mobil yang ada di garasi terbuka Agam, yang memperhatikan 2 mobil Lamborghini yang memiliki harga yang fantastis.


"Silahkan bu, mari masuk!" ucap mbok Susi yang masih agak terheran dengan kelakuan tamu tuan Agam ini.


"Norak banget sih, ngeliat mobil gitu aja sampai gak ngedip, teman mas Agam beneran bukan sih nih?" ucap mbok Susi dalam hati.


"Silahkan duduk bu, mau minum apa?" tanya mbok Susi.


"Ruang makannya di mana ya mbok? Saya lapar, bisa siapin makanan dulu gak buat saya, Agam juga pasti bakalan marah, kalo nanti saya bilang saya kelaparan." Ucap Tina kepada mbok sus dengan nada mengancam.


"Oh baik Bu, silahkan ikutin saya!"


"Bentar, Tolong di taro dulu koper saya di kamar tamu mbok, baru mbok antarkan saya ke meja makan," ucap Tina pongah seakan dia pemilik rumah. Mbok Susi pun hanya menundukkan kepalanya kesal, karena seenaknya saja temannya tuan Agam ini memerintah dia. Mbok Susi masuk ke arah kamar tamu dan menaruh asal koper tersebut.


"Siapa sih tuh orang datang seenaknya nyuruh-nyuruh, kaya ini rumah dia aja, saya harus laporan sama tuan dan nyonya," Ucap mbok Susi kesal, dia pun ke luar kamar dan mengantarkan Tina ke meja makan.


"Waw...! ternyata makanan sudah siap, enak- enak lagi," Ucap Tina senang melihat makanan yang tersaji di meja makan karena begitu banyak lauk yang enak, karena selama suaminya bangkrut 6 bulan yang lalu, Tina sudah tidak bisa makan enak seperti ini.


Tina Langsung duduk dan mengambil sendiri makanan dan nasi yang sudah tersaji tersebut kedalam piring nya. Mbok Susi yang melihat banyaknya makanan yang di ambil Tina kaget."


"Nih orang makannya banyak amat kaya kuli, apa gak pernah makan enak kali ya," ucap mbok Susi dalam hati.


"Mbok, tolong siapin kamar tamu ya mbok, Terus masukin pakaian aku ke lemarinya, karena mulai hari ini aku akan tinggal di rumah ini!" ucap Tina percaya diri.


"Apa ibu sudah bicarakan dulu dengan tuan Agam dan nyonya Nissa?" Tanya mbok.


"Untuk apa saya ngomong sama si Nissa, ini rumah Agam, dan Agam udah setuju, jadi kamu lakuin aja apa yang suruh sama aku, paham kan!" ucap Tina.


"Paham Bu!"


"Ya sudah kerjain sekarang, kok masih disini! Mau liatin saya makan," ucap Tina.


Mbok Susi pun langsung segera pergi meninggalkan Tina sendirian, rumah pun dalam keadaan sepi karena mbok Jum sedang ke pasar, sedangkan mba Suster dan pak Dadang masih dalam perjalanan, jadilah mbak Susi yang harus menghadapi Medusa ini.


"Kurang ajar itu orang, saya harus segera telepon tuan sama nyonya biar langsung pulang," ucap mbok Susi yang langsung mengeluarkan HP nya dan menghubungi pak Agam, dan untungnya langsung tersambung.


[ Haloo, siang pak Agam ]


[ Siang mbok kenapa? Kok ngomongnya kaya bisik bisik gitu ]


[ Gini pak.... Di rumah ada seorang wanita yang mengaku jadi temannya pak Agam.... Tapi dia bawa bawa koper dan katanya dia akan tinggal disini pak ]

__ADS_1


[ Siapa mbok... Saya gak pernah nyuruh teman saya buat tinggal di rumah , namanya mbok udah tanyain ]


[ Namanya Tina tuan ]


[ Apa si Tina! Ngapain dia ada di rumah?]


[ Maaf tuan lebih baik tuan dan nyonya segera pulang, lagaknya sudah kaya nyonya beneran di rumah ini tuan ]


[ Ya sudah mbok tunggu di rumah, dan jangan sampai tuh Medusa masuk kamar saya ] ucap Nissa yang dari tadi mendengarkan pembicaraan di telepon.


[ Baik nyonya ]


Telepon pun di tutup, dan mbok Susi pun kembali ke luar kamar, tanpa membereskan barang Tina dan membersihkan kamar tamu.


Mbok Susi kembali ke meja makan, dia tanpa bersuara, mengambil seluruh makanan dan lauk yang ada di meja, padahal Tina masih sedang makan .


"Mbok, kok makanannya di simpenin lagi, saya kan lagi makan mbok," ucap Tina, tapi karena terlanjur kesal dengan sikap Tina yang seenaknya, mbok pun malas meladeni omongan Tina dan sudah tidak takut lagi.


"Mbok BUDEK ya! saya ini lagi ngomong sama situ.... Mau saya pecat!" ucap Tina.


"Punya hak apa anda memecat saya, kamu itu bukan nyonya di rumah ini, dan kamu bukan yang gaji saya, Jadi setelah kamu makan, silahkan balik ke kursi depan, karena sebentar lagi pak Agam akan pulang bersama nyonya di rumah ini" ucap mbok Susi ketus.


"Awas kamu ya mbok! saya adukan perlakuan kamu ini ke Agam, biar kamu di pecat," ucap Tina tapi masih tidak tau diri tetap memakan makanan yang masih tersisa di piringnya.


"Padahal saya masih lapar dan belum mengambil rendang itu sama sekali, Sial " gumam Tina.


Setelah makan Tina membiarkan piring dan gelas bekas dia makan begitu saja di meja, Tina langsung mencuci tangannya walaupun dia makan menggunakan sendok, setelah itu Tina langsung ke kamar tamu, dia sama sekali tidak menuruti apa yang diperintahkan oleh mbok Susi untuk menunggu di ruang tamu, tapi Tina malah langsung masuk ke ruang tamu dan merebahkan badannya dan langsung tiduran.


Sesaat kemudian mbak Suster dan pak Dadang pun datang, mba Sus langsung masuk ke dalam rumah dan melihat mbok Susi sedang cuci piring di wastafel sambil misuh-misuh.


"Tumben amat mbok... Cuci piring sambil marah-marah, biasanya juga ceria," tanya mbak Sus.


"Tuh ada cewek ngeselin, ngaku nya temennya mas Agam, di suruh nunggu di depan malah masuk ke kamar tamu. Udah gitu Nggak tau malu lagi, gak tau diri juga serasa ini rumah punya dia kali ya... Amit- amit dah kalau dia tinggal disini."


"Ia, Tapi kata tuan, dia gak pernah menyetujui siapapun temannya yang tinggal di rumah nya, karena nyonya gak suka ada orang lain tinggal di rumahnya kecuali pekerja disini."


"Sekarang orangnya di mana?"


"Tadi aku denger lagi nyanyi-nyanyi di kamar tamu "


"Perlu di bantu gak ngeluarin dia dari kamar tamu?"


"Gak perlu ntar aja tanya tuan sama nyonya, yang penting kita awasi dia aja, jangan sampai ngerusuh di rumah ini."


"Ok lah!"


15 menit kemudian Agam, Nissa dan Arka pun sampai rumah, saat masuk Nissa langsung menyerahkan Arka ke tangan mbak Sus, untuk di bawa ke kamar nya, karena mba yang berada di atas karena di lantai bawah hanya ada 2  kamar khusus untuk tamu yang menginap.


"Di mana bi si Tina?" ucap Nissa


"Di kamar tamu Bu" jawab mbok Susi


"Yank Kamu izinin ya? aku akan buat berbuat apa ke teman kamu yang kaya Medusa itu!" Tanya Nissa meminta persetujuan.


"Ia sayang, Karena mas juga udah jengah sama kelakuan dia" jawab mas Agam.


"Pak Dadang tolong seret dia ke ruang tamu!"


"Baik Bu," ucap pak Dadang yang langsung masuk dan menyeret Tina ke luar, di dalam kamar terdengar teriakan Tina yang menggunakan bahasa binatang. Tina di seret keluar oleh pak Dadang dan di bawa ke ruang tamu untuk di pertemukan dengan Nissa dan Agam. Saat melihat Agam, Tina berusaha untuk melepaskan diri dan menghampiri Agam dan langsung ingin memeluk nya, tapi hal itu bisa Nissa cegah, tarikan tangan Nissa yang menjatuhkan Tina ke pinggir.

__ADS_1


"Agam liat kelakuan istri kamu gam, istri kamu itu selalu saja nyakitin aku gam" ucap Tina pura-pura sedih.


"Ngapain kamu di rumah ku?" ucap Agam dingin.


"Gak tolonglah aku gam, Ijinkan aku buat tinggal disini ya? Aku di usir oleh suamiku gam," ucap Tina mengiba.


"Maaf Tina, Kamu tidak bisa tinggal disini! rumah istri saya itu bukan tempat penampungan."


"Tapi gam, Ini kan rumah kamu bukan rumah istri kamu?"


"Ini rumah istri aku, karena sudah ku jadikan mahar, jadi karena saya dan istri saya tidak ingin kamu tinggal disini, lebih baik kamu keluar sekarang!" ucap Agam, Tina pun menatap nanar Agam, yang sungguh jauh berbeda, tak nampak pancaran matanya yang lembut seperti dulu dan perhatiannya padanya seperti dulu.


"Mbok Susi, Tolong keluarkan kopernya dari kamar depan dan pak Dadang tolong bantu mbok Susi untuk usir wanita ini dari rumah, dan bilang sama Security depan ingetin wajahnya supaya jangan biarkan dia masuk lagi kedalam rumah ini," ucap Nissa, yang sudah lelah dengan drama para pelakor.


Saat Nissa akan bangun, Tina melihat Nissa dengan penuh kebencian yang mendalam, Tina langsung bangkit dari duduknya dan mendorong tubuh Nissa, tapi untung saja Nissa berhasil di tangkap oleh mbok Susi, kalo tidak Nissa pasti akan jatuh dan sangat berbahaya bagi kandungannya.


"Tina apa yang kamu lakukan! kamu ingin mencelakai istri saya?" ucap Agam yang melihat keadaan Nissa


"Gara-gara cewek sialan ini, kamu berubah gam, kamu sudah gak sayang dan perhatian sama aku lagi, kamu kejam Agam, gak solid sama teman, padahal aku tuh sedang butuh bantuan kamu," ucap Tina teriak kesal. Nissa yang sudah marah sampai ke ubun-ubun, Melihat Tina tajam dan langsung menghampiri Tina dan menampar Tina dengan sekuat tenaga, hingga Tina jatuh tersungkur. Dan Nissa lanjut menjambak rambut Tina dengan kasar hingga Tina meringis kesakitan.


"Dengar ya...! berani nya kamu ingin mencelakai saya dan anak saya, kamu akan rasakan apa yang akan saya buat untuk menghancurkan kamu TINA!" ucap Nissa sarkas.


"Sayang, Eksekusi wanita ini, dan buat dia tidak akan pernah melupakan kejadian yang akan dia alami nantinya," ucap Nissa, lalu Nissa pun pergi meninggalkan ruang tamu menuju ke kamarnya untuk meredakan emosinya, karena akan berbahaya bagi janinnya jika Nissa terlalu stress.


"Agam please gam, Jangan usir aku! Biarin aku tinggalin disini gam! Bukankah kita ini teman gam," ucap Tina yang masih mengiba dan mengeluarkan air mata buaya nya.


"Bobi ke rumah sekarang ada kerjaan buat kamu," ucap Agam di telpon yang menelpon Bodyguard nya dan sama sekali tidak menggubris omongan Tina.


"Agam please Agam!" ucap Tina yang semakin merana karena merasa di abaikan, Tina pun berdiri dan mencoba untuk menggapai Agam, tapi di tahan oleh Dadang.


"Lepasin gue brengsek, jangan pernah sentuh gue!" ucap Tina, bobi pun datang ke ruang tamu .


"Bawa wanita ini pergi dari sini dan Eksekusi si Tina...Tinta...Tintanak... kamu tau kan apa yang saya maksudkan!" ucap Agam dingin.


"Baik bos!


"Tina...Tinta....Tintanak..kaya lagu India ya Bos hehehehe," tawa sangar Bobi yang langsung menarik tangan Tina dan Dadang membawa koper milik Tina keluar. Tina hanya bisa berteriak minta di lepaskan.


"Pusing sekali saya, Mendingan saya ke atas dulu lihat keadaan Nissa," ucap Agam.


Agam sangat marah dengan kelakuan Tina yang berusaha menyakiti istri dan calon anaknya, Agam tidak bisa menahan emosinya untuk saat itu, Tina pun di bawa keruangan rahasia di belakang rumah Agam tepatnya di bawah tanah yang atas nya telah di kamuplase sebagai gudang biasa, saat Nissa memutuskan untuk naik ke atas, dengan keadaan lemahnya, Nissa pun langsung tertidur di kasurnya, di rebahkan badan Nissa, untung Arka sedang tertidur jadi Nissa bisa istirahat setelah melewati hari yang melelahkan. Agam memanggil mbok Jum pengasuh Nissa dari kecil untuk menjaga Nissa, di kamar mereka. Setelah itu Agam langsung pergi ke ruang bawah tanah untuk membalas semua yang di lakukan Tina pada istri dan anaknya. Di ruang bawah tanah itu, Tina di ikat di kursi.


"Lepasin aku, Ngapain kalian ikat aku disini! Heh... Cowok burik.... Lepasin gak! Agam akan membunuh kalian semua! " Teriak Tina mengancam. Tina masih percaya diri bahwa Agam masih sangat perduli kepadanya. Penjaga itu hanya menatap malas Tina, bahkan sama sekali tidak menanggapi omong kosong Tina.


"Apa kalian sudah ikat wanita itu?" tanya Agam seperti malaikat kegelapan yang mengancam.


"Agam.... Agammm, aku tau kamu pasti akan datang, aku tau kamu pasti gak akan biarkan aku sendiri disini dan bakalan jemput aku." Ucap Tina senang melihat Agam, tapi dia tidak memperhatikan wajah dingin Agam yang seperti ingin membunuh nya.


"Lepaskannnn Aggg .....aaammm," ucap Tina terbata-bata karena Agam tiba-tiba mencekik nya dengan kuat, hingga Tina merasakan sesak napas, tapi tak lama setelah itu Agam melepaskan cekikan itu di leher Tina.


" Uhuk uhuk .... Gamm. Kamu ingin membunuhku, Hah!" ucap Tina.


"Sangat ... Kalo bisa aku ingin membunuh mu sekarang juga ....! Tapi karena istri ku sedang hamil, aku tidak bisa melakukan itu "ucap Agam marah dan bengis.


"Tapi kenapa gam, aku ini teman kamu, Gam aku tau kamu cinta sama aku, aku... aku ninggalin kamu dulu. Maafkan aku gam berikan aku kesempatan," mohon Tina sambil menangis.


"Kamu butuh tempat tinggal kan? baiklah akan ku berikan tempat tinggal yang paling cocok dengan mu," jelas Agam, seketika saja Tina kembali tersenyum ceria.


"Kamu akan izinin aku tinggal sama kamu gam," ucap Tina berbinar matanya.

__ADS_1


"Buang wanita ini ke Niger dan lakukan sesuatu ke salah satu jari tangannya karena ingin mencelakai istri dan anakku," ucap Agam tajam dan langsung meninggalkan Tina dengan algojonya. Tina bingung dengan ucapan Agam yang ambigu, kalo dia mendukung ku, kenapa dia meninggalkan ku. Dan tanpa ampun anak buah Agam mematahkan jari tangan Tina sebelah kanan, menjerit lah Tina, dengan kesakitan yang luar biasa, Tina menangis sesenggukan, di dalam ruang bawah tanah itu, Tina pun di biarkan sendirian sebelum di kirim ke negara Nigeria yang ada di benua Aprika. Agam pun kembali ke rumah nya untuk menemani Nissa yang sedang kelelahan.


_____


__ADS_2