MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 52 DOUBLE ULTI


__ADS_3

POV Popi


Memalukan..... Itu yang bisa kita gambarkan atas kejadian yang menimpa ku dan Mila atas kesalahan yang tidak aku perbuat sendiri, makan gak jad, tapi malu pun yang kita rasakan.


Popi terus saja menghubungi Herman, tapi tak satupun panggilan nya di angkat oleh Herman, Popi ingin menanyakan tentang restoran itu, kalo benar memang milik Nissa, kenapa Herman bodoh sekali membiarkan Nissa mengelola semua pendapatan restoran, apa Herman gila, penghasilan perhari saja bisa di taksir jutaan rupiah, bagaimana dengan sebulan, maka Herman akan OTW jadi seorang sultan, dan tak perlu bekerja lagi, dan aku bisa ikut menikmati harta itu, karena Herman adalah kekasih ku sekarang, aku tersenyum memikirkan rencanaku, dan harus berhasil, ini mas Herman kemana sih gak diangkat mulu, "Batinku.


" Lu ngapain sih Pop, hayuuu laper gue, kita cari warteg, sebelum jam makan selesai."


" Ia....ia.. sorry hayu akh cabut ". Ujarku yang langsung menaiki motor Mila.


Setelah sampai kantor, aku beruntung sekali tidak telat, masih kurang lima menit lagi, masakan di warteg tadi lumayan enak dan harganya cukup murah, jadi tidak menguras kantong ku lah.


" Ekh ada cewek jadi-jadian, Mulut lu kaya sampah ya, busuk banget bau nya....


mulut lu juga pedas ya kalo ngehina orang, widiiihhh Ampe segitunya lu belain tuh laki- laki hahahhaha, masuk penjara baru nyaho lu," ucap Melati meremehkan Popi.


" Udah deh Mel, kita itu gak punya urusannya sama lu, tapi lu ngebelain mulu Bu Nissa, jangan-jangan nih ya lu ya yang jadi kacung nya si Nissa. Lu juga belain dia bener.


" Gue belain Bu Nissa karena Bu Nissa bener, gak kaya kalian udah nyebar fitnah, udah salah gak mau ngakuin lagi, liatin aja lu berdua pasti di penjara sekarang."


Mulut Popi emang sama seperti kami, sama-sama manusia julid , tapi aku baru pertama kali ini di hina sedemikian rupa oleh Melati, liat aja kamu bakalan aku kerjain.


" Mila sama Popi, di panggil ke ruangan HRD sekarang" ucap salah seorang karyawan.


" Kenapa lagi sih, kenapa kita sering banget di panggil HRD ya ". Ucap Mila kesal. Dan kami berdua pun menuju ruangan HRD secara bersamaan.


" Duduk, maksud kalian apaan ini hah, bosen kalian kerja di perusahaan ini, dan ini buat kalian berdua surat panggilan dari kepolisian."


Deg... Surat dari kepolisian, aku langsung kaku, tanganku serasa sulit sekali ku gerakan, Mila sama hal nya denganku, dia kaget kamu mendapatkan surat dari kepolisian.


" Dan satu hal lagi mulai besok, kalian berdua di berhentikan secara Tidak Hormat dari Perusahaan ini, karena tidak jera bahkan melakukan hal yang sama berkali-kali. Atas tindakan kurang menyenangkan yang kalian lakukan apalagi sampai Viral di Media Sosial seperti ini, hal ini membuat Perusahaan merugi, karena nama baik Perusahaan tercemar karena ulah pegawai tidak punya akhlak seperti kalian semua."


" Bu tolong jangan pecat saya Bu, ia saya ngaku salah Bu, jangan masukan saya ke penjara Bu," ucapku mengiba karena jujur, bekerja di perusahaan ini adalah impianku, apalagi masuk kerja disini tuh untuk tunjangannya sangat banyak dan sangat mensejahterakan karyawan, dan gajinya juga termasuk besar.

__ADS_1


" Maaf Popi , itu bukan wewenang saya "


" Bu saya mohon, saya akan datangkan si Nissa buat minta maaf langsung sama dia , asalkan saya jangan di pecat Bu," ujar Mila berusaha meyakinkan.


"aku pun akan melakukan hal sama, aku gak mau pecat dan di penjara.


" Silahkan kalian berdua membereskan barang barang kalian dari sini, setelah itu kalian bisa meninggalkan Perusahaan ini, dan untuk surat panggilan kepolisian datangnya besok, setidaknya kalian tidak semakin membuat nama Perusahaan menjadi lebih jelek lagi." Ucap Bu HRD tegas dan jelas.


" Baik Bu kalo gitu kami berdua permisi " ujarku lemas, sungguh ini adalah Kabar yang membuatku spot jantung , di pecat dan di laporkan ke polisi serasa DOUBLE ULTI dalam sekali tembak.


Aku pun segera kembali ke mejaku, dan merapikan semua barang-barang yang ku punya di Perusahaan ini, aku sudah tidak perduli pandangan semua orang yang ada disini, menatapku jengah, anehnya seperti semua orang sudah tau tapi pura-pura tidak perduli atas nasib kami.


" Wah ..... Wah.... Si mulut sampah akhirnya di buang juga teman-teman ke tempat sampah oleh Perusahaan ini, hahahaha.. " ucap Puput memprovokasi.


" Diam kamu , Bangsit emang lu ya..... Siapa disini yang udah sebarin Video gue Hah bentak Popi.


" Ekh gila...... Penting banget lu emangnya ampe Video murahan lu harus kita sebarin, lagian ini bukan hutan Woy orang lagi pada kerja disini, " ucap salah satu wanita yang ada di sebelah meja kerja Popi.


" eh gadun diem aja lu gak usah banyak bacot, gue mau ngapain aja sekarang terserah gue, udah dipecat ini lu gak usah rese," ucap Popi.


" Sakit bangsit lepasin gak " ucapku saat tiba-tiba Liana menjambak rambutku sakit.


" Kalian semua bisa diam gak, kita ini butuh konsentrasi, kita ini lagi kerja jangan Ampe tuh pengawas datang dan mecat kita semua, udahlah jangan urusin-urusin mereka mau di pecat ke terserah mereka, Ayuk balik lagi kerja, pada berisik banget " ucap salah satu wanita yang lain .


" Tuh denger lepasin sekarang, biar gue bisa pulang " ucapku.


" Mampus lu.... Gue bahagia banget orang toxic kaya lu akhirnya keluar dari Divisi ini " ucap Laila dengan mata penuh kebencian.


Aku sangat tau dia membenci ku, karena dulu gebetannya malah cinta sama aku, lagian salah siapa punya wajah jelek.


" Udah kelar Pop, gue udah kelar nih gue duluan ya " ucap Mila yang langsung pergi meninggalkan ku, sialan tuh anak bukannya barengan keluarnya. Aku pun segera melanjutkan merapikan barang-barangku, setelah selesai ku tinggalkan ruangan angker ini beserta penghuni-penghuninya yang kaya setan, tak sedikit pun aku menoleh ke mereka, dan mereka pun tak ada yang memperdulikan, sepertinya memang mereka bahagia melihatku di pecat dari kantor ini sialan, kenapa nasib ku jadi malang begini sih, niat hati ingin ngerayu mas Herman yang ganteng itu dengan bantuin dia malah jadi aku yang kena sial, pokoknya aku harus nyuruh mas Herman minta maaf buat bisa banding nuntut harta Gono Gini dari mantan istrinya dulu, enak aja tuh cewek nikmatin harta sendirian aja, mantan laki nya gak di kasih.


Aku pun turun ke Lobi dan kuambil HP ku untuk mencoba sekali lagi menghubungi mas Herman untuk menjemput ku pulang, tapi percuma saja tidak pernah diangkat nya, kemana sih ni orang, ku kirimkan saja dia chat supaya mampir ke rumah ku untuk mengembalikan motorku sekarang karena aku dipecat.

__ADS_1


( Mas Herman aku di pecat, aku hari ini mau pulang ke rumah, kamu aku hubungi dari tadi ga diangkat-angkat, ku tunggu di rumah ya )


Setelah ku kirim chat ke mas Herman, aku pun langsung memesan ojek online untuk pulang, ku lihat Mila sudah benar-benar pergi dari sini.


Ojek online ku pun sudah tiba, segera saja ku minta pak supirnya untuk agak sedikit ngebut karena aku sudah lelah sangat ingin rebahan di rumah. Dan benar saja tanpa lama-lama dan macet akupun segera masuk ke rumah, karena ongkos ku bayar lewat aplikasi.


Ku taruh sembarang tempat barang-barangku dari kantor, setelah itu ku rebahkan badanku di kursi depan, aku teringat pergulatan yang tidak panas bersama mas Herman kemaren, dan berpikir kenapa bisa mas Herman menjadi seperti itu, padahal sebelumnya kulihat mas Herman di Video yang sangat gagah menggauli wanita yang ku tahu bukan istrinya itu di bangku ruang tamu juga, tapi dengan ku kenapa dia tiba-tiba begitu, apa dia tidak bergairah melihat badanku, padahal badanku ini sangat seksi dada juga montok.


" Pikirku.


Ku ingat pertama kalinya mas Herman datang sebagai pegawai baru di Divisi ku, dia sangat tampan, sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama, aku mulai mendekati mas Herman , dan mencoba mendapatkan perhatiannya dan aku berhasil tetapi harapan ku hanya tinggal harapan saja,, karena mas Herman melakukan itu hampir pada semua orang, karena aku kesal jadi lebih ku tingkat kan untuk mendapatkan perhatiannya mas Herman supaya dia melirikku dan jatuh cinta padaku, pasti akan sangat bahagia sekali jika aku bisa menikah dengannya lelaki tampan dan sangat sopan, dan kamu pun tidak akan kekurangan uang karena kami berdua sama sama bekerja, dan aku akan memamerkan ke semua teman kampus ku saat reuni nanti kalo aku sudah laku dan gak cukup lagi, aku sudah cantik sekarang, seksi, dan juga mempunyai lelaki tampan yang mapan, tapi semua bubar cuman gara-gara si Nissa, dia itu terlalu lebay, karirku hancur sekarang, mana aku susah payah untuk dapetin kerjaan disitu, sekarang aku harus cari kerja di mana lagi, dan soal surat pemanggilan ini biarkan saja lah, toh mereka tidak tau aku tinggal di mana lebih baik aku tidur saja sambil menunggu mas Herman.


Akupun terbangun, dan ku dengar ada yang mengetuk pintuku, siapa ya... Mas Herman kali ya.... Akupun ke depan untuk membuka pintu dan akupun kaget saat ku lihat siapa yang ada di depan rumahku, yang ternyata dua orang Polisi .


" Dengan ibu Popi? " ucap pak Polisi, aku pun ketakutan sehingga tanganku pun gemetaran, ya tuhan gawat ini.


" Ia pak sa..sa..ya..Popi pak... Kenapa ya pak?


" Anda telah di tetapkan sebagai tersangka atas kasus pencemaran nama baik, silahkan ikut kami ke kantor Polisi, jika anda ingin membela diri atau menyewa pengacara bisa di bicarakan di kantor, mari ikut kami, ucap pak Polisi menjelaskan, bagaimana ini ternyata si Nissa beneran, aduh., tau gitu tadi kabur aja.


" Tapi pak saya gak salah pak, saya gak mau di bawa ke kantor polisi" ucapku panik.


" Anda harus ikut kami, ayok Bu jangan mempersulit kami. " Ucap pak Polisi langsung menarik tanganku. Aku pun hanya pasrah dari pada tambah ribet, lagi, sialan si Nissa bakalan aku balas dia nanti udah berani masukin aku Ken kantor polisi. Malu sekali muka ku ini, apalagi semua tetangga pada keluar karena mendengar suara ribut-ribut dari rumahku, aku hanya bisa menutup muka ku dengan tangan dan berharap mereka tidak melihat mukaku, ku ucap kan sumpah serapah kepada Nissa. Kurang ajar tuh orang lebay banget. Waktu terasa lambat banget, ini yang bawa mobil masih kursus kali ya lelet. Mana gak bawa HP tadi gimana ini, siapa yang harus aku hubungi, siapa yang mau bantuin aku, sial banget udah di pecat sekarang pake di laporin kampret.


Saat tiba di kantor Polisi aku di masukan ke ruangan gelap, tapi aku kaget ternyata Mila juga ada disitu.


" Mila..... Lu di laporin juga? " ucapku kaget.


" Ia gue nyesel udah ngelawan Bu Nissa, kita emang salah udah bikin gara-gara sama Bu Nissa Pop, huhuhuhu , si Lusi sama Diana udah pada minta maaf duluan kemaren kita enggak, mangkanya mereka gak di pecat dan gak dilaporin pula ".


" Udah lu gak usah nangis. Gue juga bingung mau gimana ini "


" Pokoknya kalo Bu Nissa kesini gue mau minta maaf, gue gak mau di penjara, kalo di pecat gak apa-apa dah, tapi gak mau masuk penjara, tar hidup gue susah, gue gak mau di anggap kriminal, " ucap Mila sambil menangis', aduh gimana ini.

__ADS_1


__ADS_2