MATA HATI TERLUKA

MATA HATI TERLUKA
BAB 53 PENDERITAAN POPI


__ADS_3

POV Author


" Kalian berdua udah drama nya, dasar memalukan kalian ini ". Ucap salah seorang Polisi yang akan melakukan pemeriksaan.


" Masih muda bukannya kerja pada bener biar dapat uang banyak ini malah kerjaannya ngurusin hidup orang mulu, apa kalian gak malu, ngurusin urusan rumah tangga orang, dan harta yang bahkan bukan milik kalian, kalo saya sih malu banget ya, apalagi yang kalian sebutkan itu cuman hoax, dan sekarang kalian di laporkan ke Polisi masuk sel tahanan.... Kasian-kasian, sedangkan orang yang kalian bela malah gak ada kan." Ucap bapak Polisi tersebut yang 200% benar semuanya, dan itu langsung saja membuat Mila dan Popi berpikir keras sekarang. Karena mau bagaimana Mila dan Popi tidak ada gak mengurusi apapun tentang hidup nya Herman dan Nissa, apalagi ikut campur tentang harta mereka berdua, tapi karena Popi sudah di butakan cinta dan nafsu untuk hidup mewah pasti apa pun akan dia lakukan. Dan mereka berdua kini hanya tinggal menyesali perbuatan mereka sendiri dan menanggung akibatnya.


" Pak saya minta tolong pak, hubungkan saya dengan Bu Nissa pak, saya ingin bicara , saya ingin meminta maaf, tolong pak, saya gak mau di penjara" ucap Mila mengiba ke pak Polisi. Di iringi air mata yang tiada henti.


" Bu Nissa pasti akan kesini anda tenang aja, kalo ada yang ingin kalian ucapkan ya udah kalian bicarakan saja, ya sudah kalian kembali lagi ke sel kalian." Ucap pak Polisi itu mengantarkan kembali Mila dan Popi ke dalam sel nya masing masing.


Saat Popi dan Mila sudah masuk ke dalam sel, bapak Polisi tadi langsung menghubungi Nissa, untuk segera datang ke kantor Polisi memberikan keterangan dan mengatakan permintaan dari saudara Mila, dan Nissa pun menyanggupinya, Nissa pun datang ke kantor Polisi di dampingi oleh ibunya dan pengacaranya. Saat di kantor Polisi Nissa di pertemukan langsung dengan Mila, saat Mila bertemu langsung dengan Nissa, Mila pun langsung bersimpuh di kaki Nissa dan meminta maaf hingga menangis tersedu-sedu.


" Bu Nissa, saya benar-benar minta maaf Bu Nissa, tolong maafkan saya, saya mengaku salah, Bu tolong Bu jangan penjarakan saya, saya punya anak di rumah sama ibu saya, kalo saya di penjara bagaimana saya bisa menghidupi keluarga saya Bu, hanya saya tumpuan hidup mereka " ucap Mila yang masih saja menangis dan terduduk di bawah kakinya Nissa.


" Bangun mba Mila jangan kaya gini gak enak, mari kita duduk aja, kita bahas sama sama " ucap Nissa yang langsung membantu Mila untuk bangun walaupun Nissa juga kesusahan karena perutnya yang sudah membesar.


" Jadi gimana mbak Mila, karena mba Mila sudah mengakui kesalahannya saya hanya minta mba Mila untuk menandatangani surat perjanjian ini, kalo suatu saat nanti mba Mila melakukan kesalahan kepada saya, dan mengganggu kehidupan saya dalam hal apapun, mungkin tanpa surat somasi pun saya akan langsung menjebloskan mba Mila ke penjara, tanpa pembebasan lagi "


" Ia Bu Nissa saya bersedia, saya juga tidak akan menggangu Bu Nissa lagi, apalagi mencari masalah dengan Bu Nissa Bu, saya janji. "


" Baiklah, maaf pak boleh di berikan surat perjanjian nya " ucap Nissa.


" Ini Bu?


" Ini mba Mila silahkan di tanda tangani disini, dan kalo boleh saya tau kenapa mba Mila begitu membenci saya dan sangat membela Herman." Tanyaku penasaran karena, setahu ku, aku tidak pernah sekali pun berurusan dengan orang-orang di Divisi lain.


" Sebenarnya saya menaruh hati dengan pak Herman Bu, saya ingin menarik simpati nya, dan saya juga geram dengan cerita dia yang terzolimi karena ibu, saya mendengarnya sakit hati Bu, apalagi kemaren di pesta, mas Herman menceritakan sampai menangis Bu, dan saya pun marah karena hal itu " ucap Mila dengan sedikit malu malu mengakui kalo dia menyukai Herman. Nissa dan yang lainnya hanya bisa terkejut mendengar pengakuan dari Mila, apalagi tentang cerita Herman yang benar-benar bohong,. Herman memang pintar membulak-balikan fakta. Nissa menjadi sangat marah dengan Herman hingga dia mengepalkan tangannya, amarahnya kali ini sudah benar-benar di ujung tanduk, ibu Arum yang melihat anaknya sedang menahan kekesalan yang amat sangat hanya bisa memegang tangannya .


" Istighfar Nis, ingat kandungan mu, jangan terlalu emosi istighfar," ucap ibu Nissa menenangkan.


" Astaghfirullah..... Aku hanya gak habis pikir kenapa dia selalu menggangguku mah, kenapa dia selalu mempermasalah kan masalah harta ku, yang bahkan dia gak punya hak sedikit pun atas itu, semua asset itu aku yang bangun, bahkan jauh sebelum aku menikah dengannya mah, kenapa dia bisa berubah menjadi orang yang gak tau diri kaya gitu," ucapku kesal.


" Sabar Nis.... Akan datang balasan untuk Herman Nis, kamu hanya harus pikirkan tentang kandungan mu sekarang, tenang saja papah kamu nanti yang akan ngurusin Herman, ya kamu gak usah mikirin Herman lagi, Herman itu sudah biasa di manja ibunya dan di ikuti keinginan nya sama kamu dulu, dia udah merasakan kemewahan dulu sama kamu, saat semua hilang dia mencari kesalahan kamu agar kamu mau balik sama dia, dan nikmatin harta kamu lagi, dia itu manusia licik, mamah juga nyesel udah jodohin kamu sama dia Nis, sudah kamu yang tenang ya , ayah kamu yang akan urus semuanya. " Ucap mamah Nissa .

__ADS_1


" Baiklah mba Mila saya terima permintaan maaf dari mba Mila, nanti saya akan tunjukan surat perjanjian ini, biar nanti mba Mila bisa di bebaskan hari ini, kalo begitu saya permisi ya mba Mila."


" Terima kasih banyak Bu, saya janji tidak akan membuat masalah untuk ibu lagi.... Terimakasih."


" Ya, mari mba saya pergi " ucap Nissa yang langsung pergi di ikuti oleh mamah nya, dan pengacara nya.


Di lain tempat.


POV Herman


Herman yang sesuai janjinya akan menjemput Popi di kantor, sampai sekarang Herman belum melihat chat atau pun banyaknya panggilan dari Popi, karena tadi Herman ketiduran dan tidak sempat melihat HP dan langsung ke kantor untuk menjemput Popi.


" Ini si Popi kemana sih di tunggu gak nongol-nongol aku telepon aja deh " gumam Herman kepada dirinya sendiri. Kuambil HP yang ada di kantong celanaku, waduh ternyata banyak banget panggilan dari si Popi, kemana dia ya...., Batinku.


" Herman kan? nungguin siapa? " ucap salah satu karyawan satu Divisi yang tiba tiba menghampiri ku, ya tuhan cantik sekali, kulitnya putih bersih.


" Ekh ia.. Ini aku lagi nungguin Popi, kamu liat Popi gak " tanyaku


" Oh Popi dia kan udah pulang dari tadi siang, emang kamu gak tau ya.... Si Popi kan udah di pecat... Ya udah ya saya mau pulang dulu... "


" Maaf saya gak mau berteman dengan cowok yang suka selingkuh... Permisi " ucapnya yang langsung pergi....


" Haaaa... Sombong banget tuh cewek mentang mentang cantik." Ujarku kesel, biasanya tidak ada yang bisa menolak pesonaku. Ku hubungi lagi Popi, tetapi sama sekali tidak diangkat olehnya... Kemana sih nih anak, datangin aja lah kerumahnya nya.


Aku pun langsung saja menyalakan motornya dan pergi kerumah Popi yang rumahnya gak jauh dari sini. saat aku tiba di rumah Popi, rumahnya tampak kosong dan pintunya terkunci.


Tok....tokkkk


" Pop..... Ini aku Herman, bukain Pop " aku terus saja mengetuk pintu rumah Popi, tapi Popi sama sekali tidak keluar, ku telepon terus HP nya sama sekali gak diangkat, apa dia marah ya? karena dari tadi gak ku angkat.


" Akhhh cewek ribet banget sih .. dikit- dikit.. ngambek," ucapku kesal.


" Cari Popi ya mas.... " Ucap ibu-ibu yang tiba-tiba ada di luar pagar Popi.

__ADS_1


" Ia bu liat Popi nya gak buk, saya hubungi HP nya gak diangkat-angkat," ucapku.


" Si mas nya gak tau tadi siang kan,mba Popi nya di tangkap Polisi, gak tau kenapa, " ucap ibu itu yang ketus banget ngomongnya, kaya dendam ke Popi.


" Akh Polisi Bu yang bener, kenapa ya Bu, " ucapku bingung.


" Lah si mas ini BUDEK ya, kan tadi saya bilang gak tau mas, udahlah capek banget sama orang BUDEK " ucap ibu itu sambil berlalu. Aku kaget sekali lagi... Kenapa sih hari ini orang orang pada nyebelin.


Aku jadi kesal, karena Ema-Ema tadi , udah tadi di cuekin ama cewek cantik, kenapa sih apa pesona ku sekarang berkurang nya, ku lihat muka ku di spion motor, akh masih ganteng cuman agak buluk aja bajunya, karena tadi buru-buru, badan juga wangi kok walaupun belom mandi, tadi kan udah pake minyak wangi, matanya pada katarak kali ya, sama cowok ganteng kaya gini pada jutek. "Pikirku.


Aku pun segera ke rumah, karena percuma mau ke kantor Polisi juga udah mau sore, udah gak bisa jenguk mending pulang ke rumah makan, capek banget hari ini.


---+-----------


POV Popi


Sialan ini, mas Herman gak kesini lagi buat bebasin aku, apa gue minta maaf juga sama si Nissa , ikh tapi males banget, biarin aja tar aku minta maaf Herman buat bebasin aku, ini kan semua juga karena mas Herman, si Mila gimana ya udah bebas apa belom ya? "batinku.


" Hehhh cewek triplek... Lu dari tadi mundar-mandir Mulu, duduk gak Lu... Pusing gue liatnya," ucap Napi lain.


Aku pun mendelik mendengar dia bicara, tapi ku abaikan enak aja bilang triplek, biarin aja nenek tua itu ngomong .


" Si bilangin malah diem, urus Luh " ucap Napi ke Napi lainnya, aku masih memperhatikan mereka berdua, tapi temennya yang lagi mijitin dia tiba-tiba berdiri dan menghampiri ku.Tanpa aba-aba langsung


PLAAKKKK....


" Aw setan maksud lu apa HAAHHH nampar gue, " ucapku yang langsung mau menampar kembali tapi aku kalah cepat karena tangan ku di pegang oleh 2 teman yang lain dan....


Bukkk...... Bukkk


Aduh sakit banget ini perut gue di tonjok 3 kali, aku tak kuat menahan sakit ini, dan semuanya gelap.


POV Author

__ADS_1


" Pingsan dia Bos " ucap salah seorang Napi wanita, di sel ini ada 5 orang Napi termasuk Popi.


" Biarin aja, ngelawan gue sih.... Ni jejelin tuh idungnya pake kaos kaki ini.... Biar dia bangun, "ucap ibu Napi yang sedang di pijet, dan kaos kaki itu langsung di tangkap oleh Napi yang menampar pipi tadi dan langsung di dekatkan dengan dengan hidungnya, dan benar saja seketika Popi langsung bangun dan muntah.


__ADS_2