Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
one


__ADS_3

Julietta terbangun karena mendengar ada suara air mengalir dari kamar mandi.



Dia mengerjapkan matanya dengan kebingungan sambil melihat keadaan sekelilingnya. Tidak diragukan lagi ini adalah kamar suite hotel.


Sprei ranjang berwarna putih yang halus selembut sutera dan penuh dengan kelopak bunga mawar merah, ada satu gelas anggur merah yang tumpah diatas ranjang, kaca kamar mandi setengah transparan, membuatnya bisa melihat ada bayangan badan seorang pria dengan samar samar.


ini adalah? Julietta bertambah lebih bingung, dia mengingat kalau kemarin malam dia begadang membaca sebuah novel berjudul 'Hidup Kembali' yang penuh dengan komentar ejekan, dia belum sempat mengejeknya karena tertidur. Siapa yang bisa mengira dia terbangun dan tiba tiba berada ditempat yang kemungkinan itu dalam kamar hotel, yang sedang berada di salah satu kamar suite hotel.


Julietta duduk, karena merasa tidak beres, sebagai wanita dengan tampilan fisik biasa saja, dia merasakan dadanya agak terasa berat, dia menggunakan sepatu hak tinggi, kedua kakinya yang panjang sedang berdiri disisi ranjang, dan melihat tidak ada bekas luka di lututnya dari usia 5 tahun.


Dia mengulurkan lengannya dengan kebingungan, membuka matanya lebar lebar dengan fokus. Jarinya panjang putih halus lembut lentik, terlihat dengan jelas terawat dengan sangat baik. Kukunya menggunakan kutek silver berkilauan yang sangat indah, jarinya halus semua, kulitnya yang seputih salju, sampai bisa melihat pembuluh darah berwarna keunguan di tangannya.


Berasal dari keadaan keluarga yang sangat baik, wanita cantik, ini adalah kesan pertamanya. Dia terdiam sebentar lalu memandangi HP digenggaman nya dan membuka kamera depan. Memandangi wajah wanita dilayar itu yang riasan matanya sangat tebal seperti kantung mata berwarna hitam, bulu matanya yang sudah panjang tetap ditumpuk memakai bulu mata palsu, kontak Lensa berwarna ungu, bibir berwarna merah darah, rambutnya keriting, dibawah kemenorannya ini dia masih bisa melihat kelima indera wajah ini yang sangat indah mempesona.


Hanya saja, estetikanya jadi jelek dan menakutkan karena riasan matanya itu. Wanita dilayar itu membuka matanya besar, wajahnya ketakutan, bola matanya yang terlalu berlebihan itu terlihat mengejutkan dan sedikit lucu. Wajah Julietta langsung kusam karena dia merasa yang dia lihat itu bukan pantulan wajahnya.


HPnya dijatuhkan kelantai sesaat ada pria yang keluar dari kamar mandi yang kebetulan melihat kejadian ini. Pria itu terlihat muda seperti berusia 20an, dengan wajah termasuk tampan, badannya yang dilapisi handuk juga kelihatan bagus terawat.Pria itu menatap Julietta dan bibirnya tersenyum sedikit dingin, tapi matanya menunjukan sedikit kasih sayang yang sangat bersahabat.


"Aku sudah selesai mandi jadi kapan kita mulai, apakah sekarang juga"


Julietta terkejut "Apa yang dimulai dan kamu siapa?"


Pria itu terlihat kesal Dan jalan maju menghampirinya.


"Kenapa? setelah kamu bercerai dengan David dan mengambil uangnya , apakah kamu tidak mau kenal dengan aku lagi"


"Bukannya sudah janji Setelah kamu ambil uang David, Kita akan pergi jauh dan menikah Jangan jangan kau mau menarik janji kamu, membatalkan semua rencana dan janji Kita"


Pria itu perayu yang sangat hebat, dia tahu setiap Kali merangsang wanita didepannya ini, wanita itu akan langsung menyerah dan menuruti semua permintaan dia, bahkan wanita itu berinisiatif ingin menikah dengannya.


Tapi Julietta yang saat ini didepannya tidak menyerah seperti yang ada dibayangkannya. Julietta melihat pria didepannya dengan kebingungan, pikirannya sangat kacau berantakan.


Batinnya mengatakan, tidak mungkin, ini bukannya mirip alur di novel yang baru selesai dia baca begadang semalaman kemarin.


Julietta mengingat bahwa novel yang berjudul Hidup Kembali dengan genre time travel/menembus waktu itu


Tokoh wanita utama di kehidupan sebelumnya sangat menyukai idolanya yaitu David. untuk mengejar cintanya itu dia meninggalkan teman masa kecilnya yang selalu perhatian, bahkan saat hari tunangannya tiba tiba wanita utama diam diam kabur ke kota tempat idolanya berada.


Tapi kenyataannya sangat kejam, wanita utama terus mencari cara untuk bertemu dengan idolanya, pria itu tidak bisa apa apa dan ternyata sudah cerai, bersifat sangat dingin kepada wanita, dia tidak pernah perduli dan bersikap dingin kepada siapapun.


Mimpi wanita utama itu hancur disaat ini dia melihat teman masa kecilnya yang dia tinggalkan dihari tunangannya sudah menjadi bintang esport, harga skillnya mencapai 1milyar di setiap pertandingan. Dia melihat teman masa kecilnya dari layar TV yang sedang berbahagia, membuat hati wanita utama langsung patah hati, putus asa memutuskan mengakhiri hidupnya dengan tragis yaitu bunuh diri

__ADS_1


Setelah terbangun kembali menembus waktu, wanita utama itu hidup kembali' 3tahun sebelumnya. Disaat ini semua belum terjadi sama sekali.


Dan Julietta merasa mungkin dia menembus waktu memasuki kisah novel itu menjadi wanita pendukung yang kebetulan namanya sama dengannya.


Didalam kisah novel itu tidak banyak deskripsi tentang tokoh asli fisik wanita pendukung ini, hanya ada informasi dia sangat suka harta kekayaan tetapi agak bodoh dan beracun.


Tokoh Julietta wanita pendukung menikah kontrak dengan David, tidak ada perasaan. Setelah cerai , hidup David sangat menyedihkan karena frustasi, David ingin menikah lagi tetapi tidak berhasil dan ditertawai oleh tokoh wanita utama.


Tentang kenapa dia bisa menembus memasuki dunia didalam kisah novel ini, Julietta tiba tiba mengingat didalam novel itu tertulis tulisan yang sangat besar dan jelas sekali. 'Yang mau mengejek kisah novel ini akan menembus memasuki dunia novel menjadi tokoh wanita pendukung'.


Pasti akan menjadi wanita pendukung'.


Tokoh wanita pendukung? ini adalah kejahatan terbesar dari isi novel oleh penulis.


Julietta mencoba mengingat alur cerita kembali', kalau tidak salah mengingat saat ini dia akan bercerai dengan David yang juga awal setengah kehidupannya untuk akhir tokoh wanita pendukung setelah dijahati oleh tokoh aslinya. Julietta gemetaran mengingat ini.


Dia tidak mau melewati jalan suram dan lama itu lagi, jadi dia ingin merubah alur cerita dengan tidak jadi menceraikan David.


Setelah melihat ekspresi Julietta yang kebingungan. kekasihnya atau bisa dibilang selingkuhannya yang bernama Adam menjadi sedikit tidak sabar, dia bertanya "Julietta, kamu mau bengong sampai kapan"


Julietta tersadar dan bertanya dengan sedikut gugup "Aku belum cerai kan"


Adam menatapnya "Bukannya kamu bilang mau pulang dan menandatangani surat cerai dirumah David."


Julietta berdiri dengan tegak, tetapi sepatu hak tinggi 15cm itu membuat dia sulit berdiri stabil, jadi dia langsung melepaskan sepatunya dan dia mengenakan sendal hotel, lalu dia bergegas pergi mau keluar kamar.


Wajah Adam bertambah kesal lalu menghalangi Julietta "kamu mau kemana"


"Aku tidak mau cerai dengan David, kita selesai sampai disini saja ok kita putus." Julietta malas berdebat dengannya, tapi tangan dia dipegang erat oleh Adam.


Kekuatan pria tentu saja lebih besar daripada wanita, dia tidak bisa melawannya, lalu dia diseret paksa dan didorong terlempar ke ranjang.


"Kenapa, kamu sudah mulai bisa membantah" katanya sambil mencekal tangan Julietta Dan satu tangan lagi sudah melepaskan ikat pinggangnya, selama Julietta bengong memikirkan kisah novel, pria itu memakai pakaiannya dan dengan nada menyindir dia berkata "atau kamu sudah berubah selera, bosan denganku"


Mereka berdua saling bertatapan dengan wajah sangat dekat, tapi Adam hanya melihat ketenangan diwajah Julietta.


"Hei, apakah mama kamu tidak mengajari untuk tidak boleh kasar dengan wanita"


Baru selesai berbicara, wanita yang terbaring diranjang itu langsung menendang kuat ************ pria itu membuat mukanya gelap meringis kesakitan dia langsung menutup bagian fatal yang ditendang itu dengan berlutut turun kelantai.


Julietta bergegas mengambil jaket, merogoh tasnya membuka dompetnya lalu dia mengambil beberapa lembar uang nominal besar dari dompetnya lalu uang itu dilempar ke badan Adam.


"Ini uang untuk kamar, kalau tidak cukup, akan ku transfer kamu" sambil bergegas cepat melangkah keluar kamar.

__ADS_1


Langit disore hari sangat gelap, hujan deras juga sedang membasahi gedung dan jalanan. Julietta berdiri terdiam didepan teras hotel didepan pintu kaca hotel yang besar itu memantulkan rok pendek didepannya, fisiknya sangat menarik perhatian pria disekelilingnya, dia langsung memakai mantelnya mengancinginya semua dan menaikan kerahnya.


Dia mencari alamat tempat tinggalnya di HP nya lalu setelah menemukannya memanggil taxi. untungnya tempat tinggal nya tidak jauh dari hotel itu


Julietta duduk dikursi belakangnya, dia berpikir dalam hati selanjutnya harus bagaimana, walaupun pikiran dan hatinya sangat berantakan seperti bertahan hidup dari kematian, tapi dia selalu memaksa dirimya untuk selalu tenang.


Tiba tiba menembus memasuki dunia novel seperti ini, dia juga tidak tahu kapan akan kembali' kedunianya. Dia harus bersiap siap memikirkan selanjutnya untuk dirinya dirumah.


Telepon dan pesan masuk berkali kali tiada henti dari Adam di HPnya, Julietta tidak mempedulikannya, dia langsung blok nomor itu. Supir taxi berkata "sudah sampai nona"


Memang seperti ditulis di novel, David itu tidak sama seperti dengan orang lain yang super kaya, rumahnya diperkotaan dengan transpotasi disekelilingnya sangat praktis, tapi tidak berada di tempat mewah.


Kompleknya setidaknya sudah berusia seumuran dia, bukan gedung baru, tapi penghijauannya sangat bagus.


Hujan masih terus turun dan belum berhenti, Julietta asli juga tidak peduli dengan uang, dia turun dari taksi dengan berlari kecil dan dia menggunakan tas LV sebagai payung diatas kepalanya, disaat ini dia hanya berpikir agar riasan wajahnya yang aneh menor ini tidak luntur agar tidak mengejutkan orang lain.


Dia merogoh tàsnya dan menemukan kunci, untungnya pintu dengan kunci dan bukan sandi, kalau tidak dia tidak akan bisa masuk rumah.


Rumahnya tidak besar sekitar 250meter persegi, Julietta menyalakan lampu dan melihat sekelilingnya, Ada 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1ruang kerja, 1 ruang tamu dengan1ruang makan dekat dapur. Satu kamar tidur pintunya terbuka dan satu lagi tertutup, dikamar tidur yang pintu nya terbuka terlihat meja rias dengan peralatannya perlengkapan wanita, tidak perlu ditebak juga bisa tahu mereka berdua tidak tidur dalam satu kamar walaupun status menikah.


Julietta membuka lemari pakaiannya, mencari kemeja dan celana jeans yang lebih normal, lalu bergegas kekamar mandi, membasuh wajahnya tuk menghapus riasannya. mengganti bajunya, saat dia sedang sibuk sendiri dikamar mandi, Julietta mendengar suara pintu utama dibuka.


Julietta langsung keluar kamar mandi setelah selesainya. Dia melihat ada bayangan seorang pria badan kurus tinggi masuk kedalam rumah, Julietta mempersiapkan hatinya, untuk mengangkat wajahnya tapi dia melamun terbengong lagi menatapnya.


Dia berpikir pantas saja bisa menjadi idola pujaan hati Sisca si tokoh wanita utama dan tidak bisa melupakan David.


Pria yang berdiri didepannya itu badannya kurus tinggi proporsional. jaketnya yang hitam basah kehujanan, wajahnya pucat kedinginan. Kantong dokumen di map plastik yang ada di tangannya dilindungi dengan baik, tidak basah kena hujan sama sekali.


Dia menatap Julietta lalu menundukan kepalanya untuk mengganti sepatu dengan sandal rumah. Rambutnya berwarna hitam sedikit basah dan berantakan tapi semakin terlihat sangat sesuai dengan warna kulitnya yang putih. Dia memiliki Mata yang jarang dimiliki orang lain, yang matanya panjang agak menurun, terlihat sangat lembut dan ceroboh dalam segala hal.


Warna bibir dia tidak pucat tapi tipis dan terang, wajahnya yang sangat tampan yang memiliki daya pikat itu dinetralkan oleh kedua matanya.


Julietta menatapnya tertegun tapi sedikit terkejut, dia tiba tiba bisa mengerti kenapa David tidak perduli sama sekali dengan wanita utama yang mengidolakan dan mengejarnya.


Wajah wanita pendukung ini, apakah masih ada wanita lain yang lebih cantik daripada Julietta bodoh ini?


David tidak merasakan pemikiran dari Julietta. Ditengah tatapan Julietta dia berjalan ke pintu kamar tertutup, sebelumnya dia membuka map dokumennya lalu diletakan diatas meja tamu, dari awal dia tidak menatap wajah Julietta secara langsung.


Diatas meja dia letakkan dua set surat perjanjian cerai, kalau tidak dia tidak akan pulang kerumah berhujanan semalam ini.


Pandangan Julietta terus mengikuti pergerakan David, sampai dia berjalan ke dapur. Dia membuka pintu kulkas untuk mengambil minuman kaleng, lalu mengambil satu mie instan. Baju basahnya belum diganti, rambutnya basah, jaket hitamnya yang juga basah terlihat dingin.


Dia berdiri disana membelakangi Julietta, menghadap keramik putih, kulkas putih, kompor hitam, bayangannya yang gelap memasuki dunia yang berwarna hitam dan putih.

__ADS_1


Melihat bayangannya, Julietta mendekatinya dan berkata pelan "Aku tidak mau cerai'".


__ADS_2