
Setelah mereka berdua makan.malam, Julietta diajak main game oleh Diana sampai dia melupakan David. Kemampuan bermain game tipe bertahan diri sangat bagus, Brian juga sangat hebat, Julietta yang pemula seperti ini saja bisa dibawa ikut menang oleh mereka. Bermain game seperti ini benar benar sangat membuat orang merasa berhasil.
"Wah tidak disangka chicken dinner" Julietta bersorak sambil memegang ponselnya dan duduk disofa.
David yang mau diam diam merangkulnya terkejut. Julietta sama sekali tidak memperhatikan gerakan David, dia lanjut main game selanjutnya.
"Yeay chicken dinner lagi"
"Wah hebat sekali, aku numpang menang dan dapat chicken dinner"
Julietta main beberapa jam tanpa istirahat sama sekali, bahkan sebelum berbaring diranjang, dia juga menyikat giginya sambil main game. Dia berbaring diranjangnya juga masih lanjut bermain game d HPnya. Fokus Julietta hanya tertuju ke layar HP, dan sama sekali tidak sadar yang berbaring disebelahnya itu orang atau kucing.
David yang berbaring diranjang satunya melihat ke langit langit, awalnya mau tidur satu ranjang dengan Jukietta, sekarang dia sadar dirinya sudah tidak dianggap keberadaanya disana. Dia tiba tiba merasa, sudah saatnya merubah arah bisnis perusahaanya. Game sudah membuat berapa banyak keluarga yang berantakan.
Disaat ini.Ditengah kegelapan, Julietta tiba tiba menatapnya dengan muka merah.
"Em David"
Mata David bersinar.
"Mau main pubg bareng tidak"
David terdiam sedih.
Julietta yang ditolak sama sekali tidak terpengaruh apa apa, dia tetap bermain dengan senang. David disebelahnya diam diam mengeluarkan HPnya, diam diam mengklik kontak Julietta dan diam diam mengklik namanya, lalu dia mengganti namanya menjadi musang.
Keesokan malam seperti biasa setelah makan malam, Mereka berdua duduk disofa, Julietta mengeluarkan HPnya.
"Mau chicken dinner tidak" tanya Julietta.
"Ayam goreng"
Julietta "Oh maksud aku game"
David menatapnya dengan kesal. Sejak masuk ke grup Diana, waktu luang Julietta hanya digunakan untuk main game online. Saat pulang kerja hampir semu waktunya digunakan untuk main pubg dan mengesampingkan David, jangankan saling menyentuh dan berpelukan, bahkan dia juga jarang menatapnya. David sangat sangat tidak senang, tapi Julietta sama sekali tidak sadar.
Dikantor, saat kerja Tomy melihat David melamun didepan komputernya. Setelah beberapa kali lewat, Tomy melihat layar komputer David menampilkan semua nama game online yang dibuat sejak perusahaan mereka ini berdiri. Tomy terkejut dan bertanya.
"Bos kamu sedang apa"
David melipat tangannya menatap layar komputer tanpa ekspresi.
"Mempertimbangkan mengubah arah bisnis perusahaan kita"
Julietta yang diam diam dinamai musang sama sekali tidak menyadari apa apa, bahkan dia sudah merencanakan jumat malam untuk main game bareng.
Dari awal dia sudah berjanjian dengan Diana, pulang setelah makan, David sedang mencuci panci dan piring, Julietta langsung ke ranjang dan membuka gamenya. David diam diam jalan ke belakangnya, Julietta sedang bermain dengan semangat, matanya mengedip dan ekspresinya gugup.agak tegang.
Julietta mengenakan earphone, Diana tidak sengaja dibunuh orang lain, Brian mau balas dendam, Julietta juga mengikutinya berjalan jalan dibelakangnya. Dia main dengan sangat bersemangat jadi tidak menyadari David yang mendekat. Disaat ini ada satu suara tembakan, Julietta langsung berjongkok.
Brian bicara "Sial aku tertembak"
Brian bicara lagi "Julietta, semuanya bergantung sama kamu, kamu tidak perlu membunuh orang lain, kamu hanya perlu menghabiskan waktu dengan mereka di dalam lingkaran tadi, mungkin saja kamu bisa menang"
Julietta bingung, ini pertama kalinya dihadapkan oleh mereka berdua, Julietta sangat gugup. Jari dia bergerak dilayar dengan serius dan menunggu lingkaran yang akan mengecil lagi. Julietta bersembunyi dan menunggu dengan sabar. Satu lingkaran belum mengecil, dia sudah mendengat suara tembakan, Julietta terkejut dan langsung mulai kabur dari persembunyiannya.
Dia berteriak sendirian "Tolong"
Sayang sekali, Diana dan Brian yang bisa menolong mereka sudah mati, mereka berdua hanya bisa memberi komando arahan kepada Julietta dan membuat keadaan sangat kacau. Julietta sudah kebingungan harus apa, dibelakangnya tiba tiba terdengar suara David yang pelan.
"Mau aku bantu kamu tidak"
Julietta terkejut, tiba tiba dia mengingat dirumahnya ada satu orang yang sangat hebat main game. Mata Julietta bersinar dan langsung menganggukan kepalanya.
David "Setelah main ini istirahat sebentar"
Julietta terdiam.
__ADS_1
"Kalau begitu kamu main sendiri" ucap David.
Keadaan darurat, mungkin kalau Julietta ragu ragu beberapa detik lagi akan ketahuan oleh musuh dan langsung ditembak mati.
Lagi lagi terdengar suara tembakan tapi belum mengenai Juliett! Tapi itu cukup membuat dia gemetar. Dia langsung menyetujui permintaan David dan memberikan HPnya kepada David.
"Cepat cepat"
David mengambil HPnya dan langsung memainkan gamenya. Ekspresi dia terlihat cuek, tapi jarinya tidak lambat, Julietta mendekatinya saat belum sempat lihat siapa yang menembaknya, David tiba tiba sudah menemukan targetnya dan langsung menembak mati musuhnya.
Diana dan Brian yang menontonnya dirumah mereka sendiri terkejut lalu bertanya.
"Julietta kamu ini pakai cheat yah, eh salah yah master ada disebelah kamu pasti nih"
Julietta terbatuk. Brian dan Diana seketika menjadi tenang dan mulai memberikan dukungan untuk David.
"Semangat"
"Tolong bantu kami untuk balas dendam ya"
Keadaan ini membuat Julietta mengingat game black heroik disaat itu. Dia menatap David sekilas, mukanya yang ganteng dan hidungnya yang mancung, sama sekali tidak terlihat seperti bos yang memiliki perusahaan. Kalau dibilang dia adalah mahasiswa juga semua orang akan percaya.
David mengendalikan karakternya dengan tenang, hanya terdengar suara tembakan beberapa kali, Julietta sudah melihat David masuk ke babak final dan terakhir berhasil dapat chicken dinner.
Mata Julietta langsung bersinar, saat menatap David, dia seperti fans yang melihat idolanya yang penuh dengan rasa kagum.
"Kamu keren sekali"
David yang dipuji sama sekali tidak terlihat senang.
Dia mengembalikan ponselnya ke Julietta sambil bicara "penuhI janji kamu"
Julietta mendekatinya dan bicara pelan "Kita main bareng bagaimana, main setengah jam saja ya"
David "Tidak"
Untung saja Julietta langsung mematikan mikrofon di gamenya, suara dia semakin lama semakin imut dibuat manja dan David menatapnya.
"Gila, hanya demi game" David kesal.
Julietta bicara lagi "Kalau begitu aku main satu game terakhir ya, setidaknya harus bicara sedikit sama Diana"
Dia klik main game lalu melirik David diam diam, sudah diduga muka David sangat tidak senang. Julietta bicara lembut.
"Nanti aku gantikan ke kamu ya, kamu mau makan apa saja bilang ke aku"
David bertanya "Makan apa saja boleh"
"Tentu saja makanan yang sulit pasti tidak bisa"
"Oh"
Disaat Julietta sedang fokus mencari titik mendarat, David tiba tiba mendekatinya dan memeluk pinggangnya dari belakang, saat Julietta belum merespon, David bertanya.
"Makan kamu boleh tidak"
Julietta "Tidak boleh"
Brian dan Diana sedikit bingung disana. Kenapa tiba tiba Julietta tidak ada suara lagi, kenapa diam, sebenarnya dia sedang apa. Mereka terus bertanya tapi tidak mendapat jawaban dari Julietta.
David merebut dan melempar ponsel Julietta keranjang, Julietta diciumnya bertubi tubi membuat tidak tahu dirinya dimana. Tanpa sadar piyamanya sudah dibuka dan memperlihatkan kulitnya yang putih halus, David mendekatinya dan meninggalkan bekas bekas merah disana. Muka Julietta memerah, jantungnya berdetak kencang dan mengeluarkan suara mengerang yang rendah. Dia menarik baju David dan memanggil namanya "David"
David menjawabnya dengan suara serak "apa"
Piyama Julietta berantakan dan hampir sudah lepas setengah membuat nafas David tidak stabil. Tangan David menutupi perut Julietta yang halus lembut dan membuat Julietta gemetar. Jari Julietta menarik baju David dengan erat dan berbisik.
"Aku, aku em sedang datang bulan"
__ADS_1
Api yang tadi sudah membara seketika langsung padam setengah. Muka Julietta semakin merah. "Jadi"
Julietta berbaring disebelahnya dan piyamanya sudah terbuka semua kancingnya didepan David. Pipinya memerah, kulitnya yang putih halus itu tidak ada cacat sama sekali, bibirnya dicium David sampai sedikit bengkak. David menundukan kepalanya dan tidak bicara apapun. Selanjutnya David bangun dan masuk kedalam kamar mandinya. Terdengar suara air, Julietta tahu, David pasti sedang mandi air dingin.
Julietta merasa tidak enak dengan David. Malam itu, walaupun David tidak mendapatkan hal yang diinginkannya, Julietta berbaring diranjang bersama David yang berada dalam satu selimut yang sama, sambil main game tentunya.
Hal yang paling menyakitkan hatinya di dunia ini bukan tidak bisa dimakan. Tapi di saat jelas sudah ada disebelahnya dan tidak ada penolakan tapi sedang tidak bisa dia makan, David menatap langit langit dan menghela nafasnya lagi, lagi dan lagi,
Julietta sibuk main, tiba tiba dia menatap ke David dan bicara.
"Ah, ada satu hal yang aku lupa bilang ke kamu"
David menatapnya.
"Tomy bilang mau ke taman hiburan, kita kencan berempat, besok pagi kita berangkat, nanti akan ketemuan di gerbang taman hiburan"
David tidak menjawab, tapi dia hanya menatap Julietta. Pandangannya itu terlihat jelas, Tomy seperti itu kenapa bisa kencan berempat bersamanya.
Julietta "Tidak apa, nanti mereka main yang mereka suka, kita main yang kita suka, anggap saja kencan bersama, double date gitu"
David berpikir, hmm kencan, kata ini terdengat lumayan bagus, David tersenyum lalu mendengar Julietta bicara lagi.
"Tomy masih mau menggunakan wahana yang menyeramkan seperti rumah hantu untuk memperlihatkan dirinya adalah seorang jagoan, kamu jangan takut, nanti aku akan melindungi kamu".
David hanya terdiam. Julietta berpikir sebentar lalu bicara lagi.
"Aku izinkan kamu masuk ke pelukan aku besok"
Tomy jauh lebih agresif dari David dalam hal mengejar wanita. Mereka berempat kencan di taman hiburan yang paling besar di kota, dimana semua wahana yang merangsang ada disana.
Julietta bangun pagi pagi dan menarik lengan David dengan penuh semangat, David membiarkan Julietta menariknya jalan ke depan. Hari ini Julietta berpakaian dengan sangat santai, mereka berdua memakai topi yang menutupi setengah wajahnya. Julietta memakai kemeja dan celana jeans, David juga mengenakan kemeja dan celana panjang jeans santai, mereka berdua jalan bersama benar benar terlihat seperti pasangan yang sempurna.
Melewati satu jendela toko kue di pinggir jalan, Julietta menarik David dan menunjuk ke arah mereka berdua di cermin.
"Wah kamu lihat, kita seperti sedang mengenakan pakaian pasangan"
Ekspresi David yang dari tadi terlihat lesu akhirnya sedikit membaik. Dia melihat Julietta lalu melihat dirinya sendiri, sepertinya memang seperti pasangan serasi. Julietta menariknya jalan maju kedepan dengan perasaan bahagia.
Sudah lama tidak pergi ke taman hiburan lagi, dia masih ingat terakhir kali pergi ke taman hiburan bermain dengan sangat senang. Waktu yang dijanjikan Tomy ketemuan dengan mereka adalah jam 9pagi, kalau pagi-pagi ke taman hiburan orangnya akan lebih sedikit jadi bisa bermain beberapa wahana yang lebih banyak.
Setelah mereka sampai ditaman hiburan, Tomy dan Weni juga kebetulan sedang berjalan ke arah mereka dari jalan satunya. Weni memegang payungnya dan tampangnya sangat dingin, sepertinya dia bisa dingin seperti itu karena Tomy yang ada di sebelahnya. Tomy langsung menyapa mereka berdua.
Nyonya, bos, kalian sudah datang, aduh lihat kalian ini, main keluar saja sampai ajak kita berdua, benar benar tidak enak, Weny sampai bilang kalau ini adalah ide aku loh, ini harus diperjelas sekarang, iyakan nyonya"
Julietta mau tidak mau menganggukan kepalanya "iya iya, maaf salah aku"
Saat mereka selesai membeli tiket dan langsung masuk ke dalam, Julietta mendekati Tomy dan bicara dengan pelan sekali. "Tadi kamu sedikit berlebihan"
Tomy berbisik "waduh, aku malah rasa aku tidak terlihat setulus itu"
Julietta tiba tiba merasa, Tomy ini sedikit tidak cocok denagn Weni. Tomy memberi saran agar naik wahana kapal bajak laut terlebih dahulu. Julietta melirik David sekilas, David terlihat sangat tenang sambil menekan nekan topinya. Menjauh sedikit dari mereka, Julietta bertanya ke David.
"Kamu bisa tidak, bagaimana apa aku cari alasan agar kita berdua naik wahana yang lain saja".
Pertanyaan, kamu bisa tidak ini ditanyakan ke seorang pria itu sama saja seperti kamu berani tidak, David menatap Julietta dan menjawabnya.
"Aku bisa"
Julietta tidak berpikir lebih banyak lagi, dia hanya meminta David bilang kalau merasa tidak enak. Naik wahana kapal bajak laut disaat ini orangnya belum begitu banyak. Untung saja sarapan pagi tadi tidak begitu banyak, kalau tidak nanti saat berputar putar akan muntah.
Mereka mengantri dipintu masuk, setelah roller coaster berhenti, petugas mengarahkan mereka untuk menaiki kapal bajak laut. Tomy bilang dia harus duduk dibaris pertama, Julietta memahami David dan menariknya duduk dibaris tengah saja.
Dari kejauhan sudah bisa terdengar suara Tomy yang sombong dan bangga, dia bilang dirinya adalah rajanya taman hiburan. Suara dia sedikit besar dan membuat semua orang menatapnya, Weni juga menatapnya dan berpura pura tidak mengenalinya.
Duduk dibaris tengah terasa paling tidak menakutkan, dunia menjadi terbalik atas bawah seperti awan ikut turun ke bawah, duduk berayun ayun. Julietta duduk di barisan tengah juga sudah sangat senang, muka David tidak sepucat saat terakhir kali naik wahana seperti ini, tentu saja juga tidak merasa senang seperti apa. Walaupun seperti itu, dia tetap menyelesaikan permainan ini dengan muka tanpa ekspresi. Mereka berdua turun dari wahana dengan selamat dan bahagia. Lalu tiba tiba.
__ADS_1