
Mata polisi itu terbelalak, terkejut, , dia menunjuk supir taksi dan berteriak marah 'berhenti" Bisa bisanya mencuik dan menjual wanita, benar benar mengerikan itu yang dalam pikiran polisi.
supir taksi langsung kehilangan fokus, dikeadaan yang panik pikirannya langsung kacau, awalnya mau mengnjiak rem lagi, tapi dia kebingungan, mobil yang tadi sudah stabil berjalan tiba tiba melaju kedepan dengan cepat, polisi langsung menyalakan sirene dan berbicara dengan pengeras suaa "mobil taksi didepan jangan lari"
untung saja David tenang, dia langsung meminta supir untu berhanti. Setelah taksi itu melaju beberapa ratus meter, akhirnya berhenti dikerumunan mobil polisi yang menghadang.
Julietta yang masih ada dipelukannya itu bertanya "sudah sampai rumah yah"
David bergumam "sepertinya semakin jalan semakin menjauh"
Polisi meminta mereka mengeluarkan KTPnya, untung saja David selalu membawa dompet, ada bukti identitasnya. Polisi menelepon beberapa kali untuk membuktikan informasi mereka sesuai lalu berkata "suami istri sedang bermain ya"
Julietta yang tidak tahu apa apa masih terus bersandar pada David, tidurnya sangat nyenyak. David meminta supir untuk segera mengantarkan mereka berdua pulang. Turun dari taksi David masih membawa Julietta seperti membopong karung beras, Jukietta yang masih tertidur hanya merasa kepalanya berat dan kakinya ringan.
David terus melangkah masuk kerumah, akhirnya dikamar Julietta, dia diketakkan diatas ranjang perlahan, dia memutar badannya, tidurnya tidak tenang, kakinya yang panjang bergerak kesana kesini, sepatunya terlepas kelantai. Jukietta mulai mau melepaskan kancing kemejanya satu per satu, melihat perutnya yang rata akan terlihat, gerakan David lebih cepat dari dia, David langsung menutupi badannya dengan selimut. Kiri kanan sekimut yang tertutup dengan sangat rapat, membuat Jukietta terlihat seperti mumi.
Julietta yang tidak bisa bergumul lagi, masih menutup matanya bergumam "kak David, aku mau minum air" Sambil bicara itu Julietta menjilat bibirnya, mengeluarkan ujung lidahnya yang lembut.
David juga tiba tiba merasa, dia sendiri juga harus minum air. Dia membuka satu sedotan dan diletakan dalam gelas berisi air, Julietta setengah membuka mata meminum setengahnya, akhirnya tidak kehausan lagi. David meletakkan gelasnya dan mau keluar kamar, tapi Julietta tiba tiba memutar badannya.
Julietta memindahkan badannya sekuat tenaga, membuat dia menggelinding bersama dengan selimutnya dari ranjang, David terdorong dan langsung tertekan badan Julietta dilantai kamarnya. Sikut David menahan dilantai, lalu dia mengerang kesakitan.
Selimutnya terbuka, kulit badan Julietta yang halus lembut menekan badan David, rambutnya yang panjang mendarat dibahunya, leher dan wajahnya, nafasnya juga berasal dari wangi badan Julietta yang unik. Mereka berdua tenggelam didalam selimutnyang lembut, seperti sedang tidur rapat rapat. David sama sekali tidak bergerak, seperti sebuah batu.
Julietta yang ada dipelukannya ini senyumannya sangat manis, ditengah ketidaksadarannya dia memanggil lagi "kak David". Panggilannya ini sangat lembut, seperti sedang menggoda manja memanggilnya, wajah David masih sangat tenang, tapi telinganya yang memerah menghianati dirinya sendiri akan hasratnya.
Wajah Julietta berbaring didadanya dan tidur pulas tidak lama, tiba tiba tangannya meraba keatas wajah David sambil bergumam"hmmm ada suara ketukan darimana"
David memegang tangan dia dan dengan tenang menjawabnya "tidur"
"Tapi"
"Tidur"
"Emmm zzzzzz"
Lampu dimeja nakas didalam kamar masih menyala, hangatnya lampu itu terpapar kebadan mereka berdua. Didalam selimut terdengar suara nafas Julietta yang stabil tertidur pulas. David berbaring dilantai dan kepalanya setengah terangkat, sikutnya sedikit sakit, tapi dia tidak mau bergerak sama sekali. Dia menghela nafasnya dengan dalam. Lalu dia menghela nafasnya lagi dan lagi.
Julietta yang sedang tertidur mengerutkan alisnya, aneh, suara ketukan ini kenap semakin kencang.
Keesokan harinya, Julietta terbangun karerna kepalanya penuh dengan keringat. Saat dia bnagun dia melihat dirinya terbungkus didalm selimut tebal dengan sangat rapat membuat dia tidak bisa bergerak.
Kemeja dan celana panjangnya juga tidak dilepas, dia terasa sangat panas seperti didalam oven, membuat tenggorokan dia kering, dia langsung mengambil gelas yang berisi setengah di meja nakas dan meminumnya habis.
Julietta dengan semangat keluar dari kamarnya, lalu dia melihat David sedang keluar jalan dari dapur, tangannya membawa satu kotak susu.
Julietta "astaga, mata kamu kenapa"
David ternyata juga ada satu hari dengan kantung mata hitam. David menatapnya dan tidak ingin berbicara.
Julietta hanya ingat kemarin malam minum segelas wine, lalu dia mengirim pesan ke David, kejadian setelahnya dia tidak ingat apapun. Dilihat dia sudah dikamar tidur dia bisa mengambil kesimpulan, David pasti membawa dia pulang dengan sangat lelah.
Julietta sedikit gugup "maaf, aku tidak melakukan hal yang keterlaluankan semalam"
Walaupun David tidak berbicara, tapi tatapannya memberi tahu dia kemarin malam itu sangat keterlaluan. Juliettabtidak enak menanyakannya, dia mengira mungkin dia semalam muntah dibadan David, kalau ditanya lagi dia takut akan semakin canggung.
Untuk balas budi ke David, Julietta langsung menerima pesanannya memasak berbagai macam masakan. Setelah makan kenyang, David tidak lagi mendakwa Julietta dengan matanya, mereka berdua kembali kesuasana harmonis seperti biasanya. Setelah makan selesai, Julietta melihat di HPnya ada pesan dari Marc.
Dengar dengar kamu diangkat suami kamu pulang seperti karung beras, semua orang divisi kita melihatnya ha ha ha.
Julietta tersenyum palsu menatap David "kemarin aku bagaimana pulangnya"
__ADS_1
David berbohong dengan sangat tidak ada hasrat hidup. "Aku gendong"
Julietta "pakai punggung atau bahu"
David " emm lupa"
##
Nama asli sikuda perang adalah Diana, pesan suara yang dikirim ke Julietta sangat manis, sedikitpun tidak sama seperti digame yang ganas. Dia menyapanya dengan bersemangat, lalu dia memberi tahu waktu dan tempatnya kepada Julietta.
Para gamers dalam klannya yang berada dikota itu tidak sedikit, tidak disangka kuda perang ternyatbtinggalnya tidak jauh dari rumah Julietta, 30menit naik mobil bisa sampai. Kali ini adalah pertemuan kecil, kira kira hnaya ada 5 atau 6 orang, semuanya yang sehari hari mainnya lumayan bagus, Julietta baru bisa pergi hadir dengan tenang karena dia tidak suka keramaian.
Mereka berjanjian diruangan VIP disebuah restoran keluarga, restoran itu mikik keluarga Skylord, kondisi keuangan Skylord sangat bagus, keluarga dia dan keluarga kudaperang sama sama keluarga yang berkecukupan, mereka berdua adalah pasangan kekasih, main game apapun pasti berpasangan.
Sisanya adalah Densu, Fadder dan Bapo. Cuaca diluar sangat dingin, Julietta mengenakan jakaet tebal, celana jeans, syal dan topi, tertutup dengan sangat rapat baru keluar rumah. Sesampainya direstoran, orang lain sudah sampai duluan dan sudah mengobrol dengan ramai.
Saat Julietta membuka pintu ruangan, melepas topi dan jaketnya, mereka semua yang sedang berbicara langsung terkejut. Mereka saling menatap satu sama lain, sedikit tidak berani melihat wanita sangat cantik didepannya ini. Walaupun muka dia polos tanpa kosmetik, bahkan lipstik juga tidak dipakai, tapi wajahnya terlihat sangat cantik.
Julietta tersenyum ramah dan berkata "halo semua, aku adalah ettaaaa"
"Astaga" mereka bergumam berbarengan.
Satu satunya wanita diruangan itu berteriak "kamu ini menyembunyikannya dengan baik"
"Aku terkejut, ini bidadari dari mana"
Suasana yang tadi canggung langsung menjadi ramai lagi. Mereka memanggil nama Julietta, ributbramai seperti disarang burung, membuat Julietta tidak bisa berkata apa apa.
Mereka semua saling memperkenalkan diri, yang membuat Julietta terkejut adalah Densu adalah murid SMA, umurnya masih 14 tapi sangat keren, selalu memakai topi baseball, kedua tanganyya dilipat.
Seorang pria yang tertawa meletakkan tangannya dibahu Diana sambil berkata "aku adalah anjing kecil dia"
Julietta menjadi canggung "skylord"
Senyuman pria itu semakin lebar "iya ini aku, Brian"
Julietta duduk, Skylord adalah Brian, dengan tersenyum dia berkata "master dimana"
Setelah ucapan itu keluar, semua orang langsung memasang telinganya.
"Iya iya master itu seperti apa, kalian tinggal bersama"
"Apa kalian sudah menikah" setumpuk pertanyaan langsung keluar.
Julietta menjawab "hanya orang biasa"
Diana "kamu kenapa tidak mau mengakui suami kamu hebat"
Diana "Aku benar benar tidak menyangka kamu secantik ini, kalau tahu Sisca itu masih bangga apa, masih bilang dia yang paling cantik imut didunia, lucu"
Julietta menggelengkan kepalanya "setiap orang memiliki ciri khas masing masing, ini tidak bisa dibandingkan"
"Kalau aku adalah damsgold, aku juga pilih kamu, Sayang sekali kamu sudah memiliki master yang lebih hebat"
Bicara sampai sini, suara Diana menjadi rendah dan berkata "kamu tahu tidak, kalau mereka berdua sudah putus"
Julietta "hah, siapa"
"Damsgold dan Sisca, teman baik Sisca yang bilang digrup, dia bilang Damsgold digoda oleh wanita yang tidak tahu diri"
Julietta itu tidak perduli dengan urusan orang lain, tapi hal ini benar benar membuat dia terkejut.
__ADS_1
"Mereka putus"
Tidak benar, berdasarkan alur cerita saat ini Erick akan sukses dan terkenal, lalu dia dan Sisca akan menikah. lalu sekrang merke berdua putus, bagaimana mungkin, lalu Erick bagaimana bisa bangkit jadi sukses, dia berharap cerita ini tamat sesuai yang dia baca dan dia bisa kembali kedunia aslinya. Kepala Julietta penuh dengan tanda tanya.
Apa jangan jangan, istri Erick dikehidupan sebelumnya muncul. Julietta benar benar bingung.
"Siapa yang tahu, lagipula semua rumor ada, kamu lihat sekarang Damsgold sedang ikut kompetisi dan performanya sangat bagus, kalau aku jadi Sisca, aku pasti akan sangat menyesal"
Brian yang disebelahnya menjawabnya "sayang, aku disini, kamu jangan memikirkan pria orang lain"
Para pria yang lain merasa sangat jijik. Mereka semua mengobrol dengan ramai, buku menu sudah diatas meja, Julietta memesan satun porsi salad dan juice, sisanya biar orang lain yang pesan. Kali ini katanya Brian yang akan trakstir, tidak bisa ditolak, jadi Julietta mauntidak mau harus terima.
Makanan sudah dimeja semua, Brian dengan hangat berkata kesemuanya "silahkan makan, koki kita yang lain biasa saja, tapi ikannya pasti enak, kalian bi coba"
Julietta mengambil garpu, dipikirannya tiba tiba muncul dua buah mata yang tajam, membuat dia yang tadinya lapar jadi tidak nafsu makan. Setelah sekian lamanya dia masih belum menggerakan garpunya. Diana mengangkat kepalanya dengan bingung, tapi dia melihat Julietta sedikit gugup melihat sekelilingnya, bahkan jendela juga dilihatnya.
Diana "kamu sedang apa"
Julietta "tidak apa, hanya sedikit gugup"
Walaupun tidak bilang ke David, tapi ini juga tidak bisa dibilang makan sendiriankan, Julietta benar benar dibuat gelisah oleh David. Dia mengatur HPnya menjadi mode diam, kalau saja David mengirim pesan kesini, lalu dia merasa lega dan mulai makan bersama dengan yang lain.
Mereka yang melihatnya bingung, wanitanya master apakah semuanya aneh seperti ini. Mereka semua makan dengan senang, saling menambahkan no HP dan berjanjian diakhir minggu bisa pergi piknik atau memanjatbgunung bersama. Ini adalah pertama kalinya Julietta memiliki teman didunia ini, dia menukar no HPnya dengan semuanya, lalu memutuskan pertemuan berikutnya.
Keluar dari restoran, ternyata sedang turun salju kecil, langit berwarna abu abu gelap yang sangat kuas. Julietta mengenakan jakeatnya, mereka bilang mau meqngantar Julietta pulang, tapi ditolak baik baik olehnya.
Sudah makan kenyang, saat yang pas untuk jalan jalan diluar, Julietta menutup matanya, menikmati rasanya salju yang jatuh kewajahnya disaat ini dia mendengar suara tawa yang tidak asing. Julietta membuka matanya ternyata adalah Erick.
Erick hari ini mengenakan jaket panjang abu abu dan memakai syal, terlihat sangat hangat dan elegan. Dia keluar dari gedung diseberangnya, dari awal dia sudah melihat Julietta, maka dia berjalan dengan cepat menghampirinya. Langkah dia sedikit melompat.
Julietta sedikit terkejut "hai, kamu sedang apa disini"
"Kebetulan sekali ini, kita sudah berapa kali bertemu dengan tidak sengaja" Erick sedikit tersenyum.
"Aku bertemu dengan teman, kamu sudah makan"
Julietta "sudah makan, baru mau pulang"
"Kebetulan aku bawa mobil, boleh aku antar kamu"
"Tidak perlu tidak perlu"
Erick sedikit memaksa "aku juga termasuk setengah karyawan yang dipersiapkan untuk Aquarius, kamu lebih baik biarkan aku antar kamu, nanti kita adalah rekan kerja, masih banyak kesempatan untuk bertemu"
Julietta tidak bisa menolaknya, mau tidak mau dia duduk dikursi belakang menjaga jarak. Erick membawa mobil dengan sangat tenang, salju mulai turun deras, dia sengaja memperlambat kecepatan mobilnya, mungkin juga bukan hanya karena cuaca.
Pemanas dinyalakan lumayan besar, Julietta perlahan menjadi hangat, dia mengusap tangannya dengan gemetaran. Erick menatap dia melalui kaca spion, dengan Tersenyum dia berkata "sangat dingin"
"Ya lumayan"
Julietta sedikit gugup, dia tidak tahu harus bagaimana bicara dengan Erick. Dipikirannya semua adalah yang dikatakan Diana tadi, tentang hubungan Erick dan Sisca. Urusan ini tidak ada hubungannya dengan dia, Jukietta hanya memikirkan dalam hati sendiri.
Erick membahas tentang keadaanya akhir akhir ini, membuat Jukietta tambah tidak tahu harus apa.. Erick membahs progrrs kompetisi dan juga rencananya dimasa depannya, seperti sedang memperkenalkan dirinya sendiri kepada Julieta. Membuatnya merasa sedikit aneh.
Mengingat urusan dengan Sisca, dia tidak mau dirinya terlalu percaya diri, dia hanya bisa berpura pura tidak tahu apa apa dan menatap keluar jendela, tidak berbicara apapun.
Tangan Erick memegang setir mobil dan melihat jalan didepan, dengan tenang dia berkata
"Maaf ,tentang hari itu aku lihat perjanjian cerai, em maaf aku kurang sopan, tapi kalian"
Julietta tidak ingin bicara terlalu banyak dia menjawqb "keributan kecil suami istri, kamu jangan pikirkan"
__ADS_1