Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
91


__ADS_3

Pria muda itu dari dulu tidak pernah melihat orang yang menangis seperti ini, seperti dia benar benar sedang putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa, mengulurkan tangan tapi tidak bisa mengerti apa apa.


"Apakah kamu tinggal disini." Tanya pria muda itu dengan sabar "Aku kebetulan tinggal disini, kalau ada hal yang bisa aku lakukan, aku."


"Tunggu kamu tinggal di gedung apartemen ini." Julietta tiba tiba menatap dia.


"Iya"


"Tinggal di unit yang ini." Julietta menunjuk nomor unitnya.


"Iya"


"Lalu kamu tahu tidak apakah wanita penghuni 501 ada ditempat atau tidak."


Pria itu terkejut dan menggaruk kepalanya. "Maaf aku sedikit bingung, apakah kamu cari aku, aku sendirian tinggal di unit 501."


Julietta menatapnya dengan tidak percaya, lalu dia melihat gedung di depannya ini yang tidak asing, dia sangat yakin tidak salah jalan, tempat tinggal dia bertahun tahun, alamatnya juga sangat dihafalnya, bagaimana mungkin salah tempat. Tapi kenapa pria ini tinggal di unit dia.


Julietta menarik lengan baju pria itu dan bertanya "Dulu ada orang yang tinggal di unit 501 tidak, maksud aku satu wanita yang bisa melukis.,"


"Oh dia,"


Pria itu mengedipkan matanya dan berkata. "Ternyata kamu cari dia ya, tapi wanita itu seminggu yang lalu sudah meninggal tiba tiba, pemilik apartemen ini di hari kedua awal bulan saat mau menagih uang sewanya sudah menyadari keanehannya, tapi sayang sekali sudah telat. Saat itu juga masuk berita jadi tidak ada orang yang berani tinggal di unit 501 ini, aku lihat harga sewanya sangat murah jadi, maaf."


Mengingat Julietta kenal dengan wanita iti, bicara seperti ini memang tdiak sopan. Julietta terus melamun, dirinya sudah meniggal. Ah bukan, maksudnya dia yang aslinya dulu, mungkin sudah bersatu dengan tanah.


"Lalu mayat dia dimana." Tanya Julietta.


"Mungkin sudah dikubur."


"Seperti itu ya."


Julietta hanya bisa memikirkan dirinya masih berada di dunianya sendiri ini sendirian lagi, bahkan KTPnya saja tidak ada, ponselnya satu satunya juga tidak ada sinyal, jadi selanjutnya dia harus berbuat apa agar bisa kembali ke dunia David. Benar kembali.


Di saat ini Julietta baru menyadari, bisa bisanya dia menjadikan dunia yang ditulis oleh orang lain menjadi miliknya yang sebenarnya. Dia menertawakan dirinya dan hatinya sangat sakit dan mau menangis lagi.


Disaat ini kalau David ada di sebelahnya, pasti dia akan langsung memeluknya dan bertanya kenapa menangis.


"Kamu tidak apa." Tanya pria muda itu lagi.


"Tidak apa, terima kasih."


Julietta melambaikan tangannya lalu berdiri dan berjalan ke arah luar komplek apartemen itu. Dia juga tidak tahu harus berbuat apa lagi. Siapa yang bisa memberitahunya bagaimana caranya memasuki ke dunia sebelumnya lagi.


Dia melangkah berjalan mengikuti jalan, Julietta juga tidak tahu sudah jalan berapa lama dan berapa jauh, matahari yang terik sudah menghirup semua air di badannya. Tiba tiba ada seorang anak kecil yang menabraknya, dia langsung tidak seimbang dan mendengat dibelakangnya ada suara wanita meminta maaf.


"Maaf anak kecil jalannya belum stabil, kamu tidak apa apa kan."


"Tidak apa apa."


Julietta merangkul anak kecil itu, pipinya yang tembam dan matanya yang bulat membuatnya sangat imut. Dia mengelus kepala anak kecil itu, lalu dia mengangkat kepalanya, tiba tiba dia melihat wajah yang tidak asing itu.


Didepannya sekarang ada seorang wanita paruh baya yang cantik, saat tersenyum juga sangat mirip dengan anak kecil ini. Wanita itu menarik anaknya lanjut jalan kedepan.

__ADS_1


Saat ibu hamil yang melahirkan anak dengan penuh resiko hamil tua, tentu saja akan sangat disayanginga. Julietta di belakangnya melihat mama kandungnya itu sendiri pergi menjauh.


Dia tersenyum, matanya penuh dengan rasa kasih sayang saat menggandeng anaknya, sama sekali tidak terlihat seperti wanita yang berduka cita. Faktanya mereka sekarang memang adalah orang asing.


Kalau dulu dia masih ada sedikit hubungan darah yang menopang jarak mereka, tapi sekarang tubuh dia yang memiliki hubungan darah itu sudah dikubur dalam tanah. Julietta terus melihat mereka berdua sampai menghilang jauh.


Tiba tiba dia menyadari fakta yang harus diakuinya. Semua ikatan di dunia ini, tidak ada hubunganya dengan dia sekarang.


Sementara didunia satunya. Disaat yang bersamaan. Di gedung kantor Aquarius. Tomy dan yang lainnya duduk di ruangan dengan diam. Mereka semua melihat satu kursi yang kosong di depannya, yang seharusnya ada keberadaan David disana, tapi sejak beberapa bulan yang lalu, semuanya terjadi perubahan yang sangat drastis.


Setelah Julietta menghilang. Mengingat ekspresi bos saat itu yang tercengang seperti jiwanya juga sudah hilang, beberapa pria ini seketika langsung sakit hati dan tidak bisa bicara apa apa.


"Bos dia." Tomy menghela nafasnya dan tetap tidak bisa lanjut bicara.


Mata Herman memerah. "Kalau saja dia tidak berpikir matang matang dan mati di kamarnya bagaimana."


Dia bicara seperti itu, Tomy hampir saja mau melompat lari. Tomy masih ingat saat itu Julietta yang sempat kabur dari rumah, bos hampir sudah menyerah dengan dirinya. Sekarang Julietta sama sekali tidak tahu dia ada dimana, seperti hilang dari dunia ini, sudah dicari dimana pun juga tidak ketemu, bahkan mereka juga merasa sangat aneh.


Dulu kalau orang bilang David tidak bisa hidup kalau meninggalkan seseorang, dia pasti akan menertawakannya. Sekarang Tomy benar benar tidak bisa yakin. Tomy menggigit giginya dan bicara.


"Aku pergi lihat bos."


"Kita juga ikut."


 "Sudahlah urusan di kantor sangat banyak, kalian juga masih harus menopangnya, aku hanya lihat cek dia masih bernafas atau tidak."


"Tomy kamu jangan bicara sembarangan."


Tomy memang benar benar takut David akan kehilangan nafasnya. Sesampainya di tempat tinggal David, seluruh komplek sudah diperbaiki, terutama saluran listrik yang sudah tua itu sudah diperbaiki, semua penghuni di komplek ini sangat senang.


Tomy naik ke atas dan berdiri di depan pintu David, setelah ragu ragu sebentar dia baru mengetuk pintunya. Beberapa saat tidak ada orang yang menjawabnya.


Dia mengetuknya lagi dengan keras sampai seperti mau menghancurkan pintunya. Ditelepon juga tidak aktif kali ini Tomy benar benar sangat panik.


"Bos kalau kamu tidak buka pintu maka aku akan lapor polisi, halo bos, David kamu bicara dong."


Terdengar suara pintu di buka lalu ada seorang wanita paruh baya yang berkata dengan marah. "Bisa pelan sedikit tidak , anak aku sedang belajar siap siap ujian."


"Maaf, maaf."


Tomy langsung meminta maaf dengan muka sedihnya, sebelum dia mau lapor polisi pintu apartemennya sudah dibuka dan David yang berdiri di pintu tanpa bicara dengan tatapan kosong. Dia menatap Tomy tanpa ekspresi.


David mengenakan jaket yang longgar, rambut pendeknya sedikit berantakan, tapi terlihat masih tidak apa, tidak sehancur yang Tomy bayangkan.


"Mau apa." Tanya David.


"Tidak apa, hanya datang lihat kamu baik baik saja atau tidak."


"Kembali"


"Bos."


Satu tangan Tomy diletakkan menahan pintu dan bicara. "Kalau benar benar sedih, bahu aku bisa aku pinjamkan ke kamu, tunggu bos, jangan tutup pintu dulu, tangan aku terjepit, tangan aku terjepit."

__ADS_1


Tangan Tomy hampir saja cidera terbelah menjadi dua bagian. Reflek Tomy cepat dan langsung menairik tangannya. Dia mengetuk pelan dengan hati hati dan bertanya.


 "Bos kamu masih disana tidak."


"Halo bos."


"Bos kamu dengar aku kan, kalau masih belum ketemu, maka masih ada harapan, kamu tenang saja aku pasti akan menghubungi semua kenalan aku, saudara mereka ada yang satu pakar investigasi, pasti bisa,."


"Tidak perlu." David bicara memotong pembicaraanya itu.


"Apa, kenapa."


"Tidak perlu dicari."


Dibalik pintu yang tebal, suara David terdengar tidak begitu jelas "Kembali sana."


David bersandar di pintu yang dingin menatap langit langit. Julietta tiba tiba menghilang dan sampai sekarang masih bekum ada berita tentangnya sama sekali. David merasa mungkin dia menajtdi Orpheus yang dikutuk, hanya karena dia melihat ke belakang satu kali itu, membuat Julietta menjadi selamanya berpisah dengannya dari dunia ini.


Beberapa makanan di dalam kulkas sudah berjamur dan basi. Sudah selama ini, dia juga tidak tahu sudah makan berapa kali dan sudah tidur berapa kali. Tubuhnya mengingatkan dia kalau perutnya kososng dan perlu tambahan tenaga, tapi hatinya selalu menolak untuk makanan apapun yang masuk ke perutnya.


Dia masih bersandar di pintu sangat lama terdiam mematung. Lalu dia menegakkan badannya dan jalan ke dapur mengambil mie instan yang sudah lama tidak dimakannya itu. Selain makanan cepat saji yang dipesan dan dikirim oleh Tomy, semua barang lainnya masih tetap berada di posisi malam terakhir Julietta menghilang. Dua cangkir air jahe juga masih berada di tempat cuci piring dan masih bisa mengingat malam hujan dinhari itu.


Air keran dinyalakan dan dia melamun beberapa saat, tiba tiba dia sadar kalau ini adalah air dingin yang sama sekali tidak bisa merebus mie. Dia membuang air dingin itu dan mengambil air panas. Mie instan sudah jadi dengan cepat dan mengeluarkan aroma daging sapi yang menggoda selera orang tapi juga membuat dia mual. Dia mengerutkan alisnya dan memakan satu suap, tapi suapan kedua sama sekali tidak bisa masuk ke dalam perutnya.


Kuahnya menjadi dingin, mie-nya juga mengeras, membuat orang tidak berselera ingin memakannya. David tidak ada ekspresi. Dia berdiri ditempatnya dan tiba tiba mulai berpikir serius, apakah hidup sendirian adalah hal yang paling sulit saat ini.


Salju yang mulai turun dan menyelimuti seluruh kota. Dalam waktu semalaman, seluruh kota menjadi putih.


Bisnis perusahaannya Aquarius terus meningkat setiap harinya. Kehilangan satu desainer yang luar biasa, walaupun disayangkan, tapi jenius yang pintar tidak pernah kurang. Saat cuplikan iklan game baru muncul, para pemain menontonnya beberapa kali, tampilannya indah seperti bicara, dan karakternya juga banyak dan memiliki ciri khas. 


Hanya saja ada orang yang bertanya di kolom komentar, Kenapa rasanya kekurangan sesuatu. Mereka langsung lari ke akun facebooknya fatbird. Postingan terakhir sebelumnya masih ada di setengah tahun lebih yang lalu yang menanyakan kalian semua makan sore dengan nasi atau mie.


Tidak tahu sebenarnya ada terjadi apa, pihak Aquarius juga tidak memberikan jawaban yang pasti, semua orang mau tidak mau berkomentar di bawahnya dan berharap fatbird cepat kembali. Seketika bersamaan dengan rilisnya game baru dari Aquarius, trending topik Fatbird sudah kembalikah? juga muncul.


Weni yang melihat ini menutup mulutnya dan matanya memerah. Tomy yang berdiri di sebelahnya memeluknya dan menenangkannya. "Jangan menangis semuanya pasti akan membaik. Jangan menangis lagi, jangan sedih semuanya pasti akan membaik nanti."


Di minggu berikutnya. David datang ke kantor seperti sebelumnya, kedatangan dia setelah di balik layar setengah tahun lebih  membuat semua karyawan terkejut. Mereka melihat David masuk ke ruangannya dan duduk dikursi miliknya dengan tercengang. David kembali normal dan mulai bekerja di kantor lagi.


Berita baik ini membuat semua karyawan lega, akhirnya bisa tidur dengan tenang. Tapi di saat bersamaan, mereka merasa David sedikit tidak sama dengan David yang dulu. Tapi juga tidak tahu dengan yakin dia berbeda di bagian apanya.


Sementara di dunia satunya, rasanya Julietta bergelandang di dunia lain yang sangat tidak enak. Dia menahan lapar sampai kepalanya pusing dan mulai menyesal kenapa di kantongnya tidak diletakkan uang. Dia berjalan di pinggir jalan sambil menundukan kepalanya, dia sangat bingung dengan kehidupan dia di hari esok dan juga malam ini bisa tidur dimana.


Dia bahkan tidak bawa dompet, tidak ada KTP kalau bergelandangan mungkin saja akan ditangkap polisi, di saat itu kalau diketahui dia tidak ada identitas dia yang terbaca di dalam sistem, maka pasti akan jadi masalah besar dan gawat.


Memikirkan hal ini, Julietta mulai menghindari berpapasan dengan polisi yang sedang berpatroli , menghindarinya seperti penjahat yang melakukan kejahatan. Julietta terus berjalan tanpa arah tujuan.


Lapar dan lelah, benar benar ingin duduk di pinggir jalan dan menjadi pengemis saja. Jukietta melewati satu kios warnet 24jam yang sedang ada promosi, mata dia bersinar dan berhenti disana, seketika dia merasa mungkin dirinya masih ada kemungkinan yang sangat kecil untuk bisa kembali, benar, melalui novel itu.


Musim dingin pertama kalinya sejak Julietta menghilang, perusahaan juga seperti memasuki periode musim dingin. Tidak tahu halunisasi atau bukan, suasana yang dulu penuh dengan rasa tawa ceria juga sudah menghilang.


Bahkan Tomy yang biasanya suka bercanda dan berbicara tidak jelas itu juga lebih sering cemberut, tidak lagi jalan mengikuti Weni dari belakang, walaupun mereka berdua sekarang sudah resmi pacaran.


Marc setiap minggu bertanya kepada Tomy ada masalah apa sebenarnya dengan Julietta, tapi Tomy selalu memberikan jawaban berbeda dan tidak pasti.

__ADS_1


Ruang kerja Julietta juga masih tetap tidak ada yang berubah dan masih tidak berpenghuni, semua barang di dalamnya juga tidak disentuh, semua masih di posisi semula, seperti sedang menunggu sang pemilik ruangan untuk kembali.


__ADS_2