Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
eleven


__ADS_3


Julietta bermimpi buruk. Di dalam mimpinya leher dia dicekik oleh Sisca, membuat dia sulit bernafas dan paru paru nya sakit. Julietta tidak berdaya lalu mendengar Sisca berteriak di telinganya "kamu kembalikan idola pujaan hatiku, kembalikan teman masa kecil aku, kembalikan, kembalikan."


Julietta langsung terbangun dan berkeringat. Rasa sesak nafasnya di lehernya masih terasa, Julietta terkejut, tangannya meraba lehernya, lalu dia baru sadar kalau kemarin malam  tidurnya tidak tenang, dan juga sarung bantalnya melingkar kusut di lehernya, pantas saja mimpinya membuat dia juga sesak nafas. Ini benar benar bodoh dalam pikirannya.


Diluar sedang hujan gerimis, daun yang sudah menguning tenggelam kedalam lumpur, membuat mood orang yang melihatnya menjadi tidak bagus.


Julietta bergegas mandi, dirumah nya sangat diam sunyi sepi karena tidak ada orang, David sepertinya sedang keluar, didalam kulkas masih ada beberapa kopi, tapi susu sudah tidak ada.


Julietta masih sedikit bingung, tinggal didalam rumah tapi masih harus bangun sepagi ini. David itu bisa tidur dan bangun lebih awal, tapi tidak mau makan dengan baik, orang ini benar benar aneh. Karena tidak ada kerjaan, Julietta bermain game online lagi di laptopnya.


Orang didalam klan sedang mengobrol, saat Julietta sedang online, langsung berubah menjadi sarang burung bersautan memanggil namanya.


'Ettaaaaa'


Ettaaaaa


Ettaaaaa


Ettaaaaa ??? Aku hampir tidak mengenali nama panggilan ini lagi, pikir Julietta.


Dia menghapus pesan pesan sampah lalu dia melihat ada satu permintaan teman, dari yang namanya Damsgold.


Julietta bingung,, orang ini kenapa tiba tiba muncul lagi.


Dia langsung menolaknya, dia lanjut bermain game seperti tidak terjadi apa apa. Kuda perang dan yang lainnya semua ada juga sedang online, dengan hangatnya mereka membantu Julietta menyelesaikan misi, karena ada yang lebih jago membantunya, Julietta naik level dengan sangat cepat, suasana juga membuat semua orang senang.


Mereka semua mengobrol banyak hal, juga ada orang yang bertanya ke Julietta sudah umur berapa, dia hanya bilang kalau dirinya wirausaha, dan menekankan kalau sudah menikah,


Kuda perang : ettaaaaa, buka mikrofonnya saja agar semuanya mengobrol lebih mudah dan cepat.


Julietta tidak ingin membongkar rahasianya terlalu banyak, dia hanya bilang maaf karena suaranya tidak bagus.


Disaat dia menolak, tiba tiba ada suara yang menimbrung ikutan bicara.


'Kalian sedang ngobrolin apa'


Julietta melihat ID nya, matanya langsung berkedip kedip, Sisca yang adalah wanita utama yang sebenarnya.


Sisca sepertinya kelihatan tidak suka dengan dia, dia terus mengajak Julietta berbicara dan harus menjelaskan dia itu sebenarnya siapa dan mau apa. Julietta kesal dengan serangannya yang mencurigai dia ini, tapi dia juga merasa semua orang di klannya sangat menarik dan baik hati, jadi tidak ingin keluar dari klan,


Disaat ini Julietta sedikit menyesal, kalau tahu begini awalnya dia lebih baik buat karakter pria, tidak akan ada kerepotan yang banyak seperti ini.


Gadis lain didalam klan langsung membantu Julietta, tapi teman dekat dari Sisca juga membantu Sisca tentunya. Julietta tiba tiba jadi mengerti.


Sisca jangan jangan karena nama ID dalam gamenya jadi mengingat dirinya, dan sepertinya dia sangat tidak suka dengan orang dan hal yang masuk ke dalam ingatan David dan Erick.

__ADS_1


Seharusnya bermain game itu tidak perlu serumit ini, karena masalah pribadi, Julietta menambah beberapa teman diklannya, lalu dengan cepat dia memutuskan keluar dari klan bulan purnama dan offline.


Dia tidak ingin ribut dengan Sisca si wanita utama. Julietta melihat waktu, disaat ini David masih belum pulang juga.


Hujan di luar semakin besar turun lebat, David sepertinya tidak memiliki kebiasaan membawa payung, apakah dia perlu meneleponnya untuk bertanya. Tiba tiba terdengar suara dari HP nya tung tung tung.


Julietta mengira itu telepon dari David, saat dia melihatnya ternyata dari mama tirinya, Marissa. Dia tahu wanita ini kalau telepon pasti niat buruk, saat dia mau melempar HP nya ke ranjang, bunyi hp itu tiba tiba berhenti.


Julietta bergumam 'mm' menyerah secepat ini, bukanlah gaya dari mama tirinya. Disaat dia kebingungan, orang itu langsung mengirim pesan.


(Kamu turun sekarang atau aku yang naik cari kamu, pilih salah satu) cara bicara nya ini, sedikit mirip dengan direktur yang sangat sombong.


Julietta tidak tahu persis, dia sepertinya hanya omong besar saja. Marissa berani merebut saham David, tapi tidak berani masuk ke rumahnya ini, karena dia sangat jelas, rumah ini adalah garis batas dari David. Marissa itu cerdik, bagaimana mungkin dia bodoh sampai membuat David marah nantinya.


Dimata dia, David hanyalah orang yang tidak punya apa apa, tapi bagaimanapun juga David itu anak kandung suaminya sekarang, disaat yang penting seperti ini tidak boleh berbuat terlalu sembarangan.


Julietta menghela nafasnya. Marissa pasti datang untuk memberikan ultimatum, hari hari mereka yang mewah juga akan selesai. Julietta memutuskan untuk memakai jaket dan turun ke bawah, dibawah sudah ada mobil Audi yang sangat menarik perhatian, Marissa berdiri ditangga koridor gedung untuk berteduh.


Julietta "tidak sangka kamu akan turun mobil dihujan ini" biasanya di film atau drama kalau negosiasi itu seharusnya akan dilakukan didalam mobil dia kan.


Marissa melepaskan kacamata hitamnya, expressi wajahnya sangat dingin, "aku takut kamu mengotori mobil aku"


Julietta langsung menyerang balik " aku takut juga tangan dan kaki kamu yang tua itu terluka"


Marissa hampir mematahkan kaca Mata hitamnya yang branded itu, 


Marissa berjalan kedepan maju satu langkah untuk menekan Julietta, "kamu masih mau bermain main apa lagi, aku rasa yang aku bilang tempo hari itu sudah cukup sangat jelas"


Julietta langsung bertanya dengan sangat serius "kalau aku tidak cerai, kamu bisa apakan aku"


"Apakan" ketus Marissa


Dia tersenyum dingin dan berkata "aku bisa membekukan kartu bank kamu, bisa membuat kamu tidak bisa Kemana mana, yang aku punya adalah cara agar kalian cerai berpisah, kamu kira aku perlu kamu, hanya saja cara ini paling mudah, tapi aku juga tidak takut repot"


Wah ternyata sudah diduga peran dia itu yang sangat kejam. Julietta sama sekali tidak tertarik dengan urusan orang lain, hartanya ada berapa, akan masuk ke kantong siapa, sama sekali tidak ada hubungan dengan dia.


Julietta ini tidak seperti wanita pendukung di novel lain, yang mempunyai banyak kemampuan, banyak teman, bisa masuk ke keluarga orang kaya, kehidupan sebelumnya dia juga hanyalah orang biasa dari keluarga biasa, mengenai keributan internal seperti ini dia tidak mengerti apa apa sama sekali, jadi dia tidak ingin membuatnya menjadi semakin lebih rumit karena sementara dia ada di dunia novel ini.


Hanya saja David sepertinya akan menderita sekali nantinya. Dia akan hidup seperti parasit dan menjadi gelandangan dalam pikiran Julietta.


Julietta lalu berkata "aku mau kamu tambah 3 juta dolar , ini syarat aku" Hanya ini adalah satu satunya yang bisa dia lakukan untuk mengulur waktu pikirnya.


Menunda waktu, agar Marissa panik dan buru buru, uang yang bisa didapat juga akan lebih banyak, 3 juta ditambah 2 rumah yang diganti oleh Marissa, mungkin salah satunya akan dia berikan ke David, kalau dia tidak boros, makan minum seumur hidupnya tidak perlu khawatir, ini bisa dibilang satu satunya balas budi yang bisa dikasih oleh Julietta kepada David.


Dimata Marissa, Julietta yang tenang seperti ini bisa dibilang wajahnya tebal dan tidak tahu malu sama sekali.


Dia berkata sambil tersenyum "aku kira kamu berubah pikiran, selama ini ternyata kamu mau tambah uang ya"

__ADS_1


Julietta "jadi bagaimana, kita tidak perlu bicara panjang lebar lagi"


Marissa "Ok deal" lalu melangkah menjauhi Julietta menuju mobilnya dan pergi.


Hujan terus turun, udara juga terasa lembab. Ada bayangan badan yang tinggi berwarna hitam berdiri dipojok jalan, dan mendengar semua percakapan mereka berdua dengan jelas.


Seluruh badan dia basah karena hujan, rambutnya basah dan ujung rambutnya juga meneteskan air, dan bersatu dengan tetesan air huja di badannya.


Jaket hitamnya juga basah, terlihat sangat basah dan berat. Sampai dia mendengar kata "OK deal" matanya yang panjang itu baru berkedip.


Julietta baru masuk kedalam rumahnya dan melepas Jaketnya, kakinya baru melangkah masuk, tidak lama kemudian dibelakangnya ada David dengan badan basah bekas air hujan, diam diam ikut masuk, langsung masuk dan menutup pintunya.


Sudah diduga dia tidak bawa payung jadi kehujanan.


Julietta langsung mengambil handuk yang panjang dan hendak diberikan ke David. 


"Aku bukannya sudah meletakkan payung di dekat pintu, kenapa saat keluar kamu tidak membawanya"


David mengangkat wajahnya dan melirik Julietta, pandangannya itu membuat Julietta mengingat kembali saat mereka pertama kali bertemu, pandangannya itu asing seperti melihat orang asing.


David tidak menerima mengambil handuk yang dikasi Julietta tapi langsung melangkah masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya.


Julietta bingung, mungkin pria ini makan kebanyakan, bisa bisa nya buang muka.


Dengan kesal Julietta memulai masak untuk makan malam, tapi melihat pintu kamar yang terus tertutup itu, makanan yang sudah dibuat Julietta untuk David sudah menjadi dingin dan David masih tidak keluar kamar juga.


Julietta juga tidak mengerti dengan pria aneh ini, dia menutup makanannya di meja dan malas menunggu dan memikirkan David lagi. Dia kembali masuk ke kamar tidurnya dan bermain game lagi, saat dia online langsung ada banyak orang yang inbox dia kenapa keluar dari klan, di antaranya yang bertanya juga ada si Damsgold ini.


Damsgold. : apakah karena Sisca, maaf membuat kamu tidak senang


Kuda perang : ettaaaaa cepat kembali, kita main game bareng lagi ya


Fadder : Sisca itu memang seperti itu, jangan dipikirkan, wanita di klan pun sudah terbiasa. Kalau sudah masuk ke game kita akan bantu kamu lagi


Disaat Julietta ingin mulai mengetik penjelasan alasan dia keluar dari klan, dia mendengar suara keras seperti ada sesuatu yang berat terjatuh di lantai dan mengagetkan dia.


Dia langsung keluar kamarnya dengan cepat dan menyalakan semua lampu, ternyata David terjatuh di lantai, tidak sadarkan diri, air dan obat tablet bewarna putih tumpah di lantai, gelas nya juga pecah,


Julietta mengulurkan tangannya dan meraba dahi David, suhu badannya panas tinggi, sungguh menakutkan Julietta.


"Astaga, kenapa bisa demam setinggi ini" Julietta terkejut.


"Ini panasnya sudah bisa buat panggang telur dikepala"


David yang tadi tidak begitu sadar tiba tiba membuka matanya dan bergumam "panggang telur"


Julietta heran, semangatnya hanya untuk makanan, dan membuang hidup atau matinya benar benar menyentuh hatinya.

__ADS_1


                       


__ADS_2