Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
104


__ADS_3

Cerita komiknya yang lainnya, mengenai waktu kembali ke satu malam di tahun yang lalu. Julietta berbaring di ranjang dan sedang tertidur pulas, sama sekali tidak menyadari orang di sebelahnya diam diam turun dari ranjang dan mengendap pergi ke ruang tengah.


Diam diam mengambil beberapa kantong makanan  ringan dari pojokan yang tertutup, pelan pelan dia duduk di sofa dan mengambil satu kantong keripik kentang membukanya dan dimasukan ke dalam mulutnya, dia menggigitnya dengan sangat pelan agar Julietta tidak mendengar suara nyaring renyah gigitan keripik kentang itu.


Perasaan makan diam diam ini jauh terasa makanannya lebih enak daripada makan terang terangan. Di atas sofa masih ada beberapa macam kantong makanan ringan, dia berencana menghabiskannya diam diam seperti biasanya, lalu diam diam menggosok giginya, lalu kembali ke ranjang lanjut tidur sambil memeluk Julietta. Ini baru satu malam lagi yang sempurna. Tepat disaat itu tiba tiba saja.


Di ruang tengah yang gelap ini, David melihat kamar tidur Julietta sudah terbuka sedikit. Tirai jendela yang sangat tebal membuat tidak ada cahaya sedikitpun yang bisa masuk, hanya sisa pintu yang sedikit terbuka seperti tiupan nafas hantu yang mendorongnya dan membuat dia merinding.


Badan David menjadi kaku. Dibawah tatapannya, ada satu orang kecil yang merangkak keluar dan bentuk badannya sangat aneh. Bayangan itu merangkak sampai ke depan David lalu melihat banyak makanan ringan yang ada di pangkuannya.


"Aku juga mau ikut makan yah."


David langsung menolak "Tidak boleh."


"Kalau tidak boleh, aku kasih tahu bunda."


David terdiam menatap makanannya. Sejak saat ini, tim makanan ringan di tengah malam hari dari satu orang bertambah menjadi dua orang, berhasil menambah anggota yang baru.


Di saat ini adalah penjelasan dari Ayah David, suatu hari saat mereka tertangkap basah.


David bilang seorang anak umur 4 tahun yang sangat licik, busuk dan banyak akalnya, sambil mengancam David akan memberitahu ke Julietta, dia juga sambil mengawasi keadaan musuh dan membantu David untuk menyembunyikan stok makanan ringan .


Muka Julietta yang menangkap basah mereka menjadi gelap. "Menurut kamu aku akan percaya itu."


David "Kamu dengar penjelasan aku dulu."


Dia belum selesai bicara, Alex memeluk kaki Julietta sambil menangis pelan. "Bunda peluk."


Hati Julietta langsung melunak. Tadinya mau memarahi ayah dan puteranya itu agar tidak makan makanan ringan di tengah malam lagi, tapi Alex memanggilnya seperti itu membuat Julietta menjadi kasihan, dia memeluk dan mencium pipi Alex beberapa kali lalu lanjut memarahi David sambil menggendong Alex.


David menundukan kepalanya mengakui kesalahannya, tapi pandangannya melirik kearah Alex dengan tajam.


Alex yang terkejut sedikit takut berkata.


"Ayah galak sama aku."


Julietta mengerutkan alisnya dan berteriak "Dav Vid."


David melihat Alex diam diam tertawa di pelukan hangat Julietta.


Ayah dan anak ini awalnya tidak pernah akur, tapi mereka sangat cocok dalam hal diam diam makan makanan ringan di tengah malam. Menghadapi pandangan mereka berdua yang pura pura lemah sedih mengiba karena ketahuan, Julietta benar benar kesal dan ingin kabur dari rumah.


Julietta mengganti bajunya dan keluar dari rumahnya dengan kesal sambil membanting pintu. Saat dia pergi juga tidak lupa membawa sampah berisi bungkusan makanan ringan mereka turun ke bawah untuk dibuang.


Julietta mondar mandir beberapa kali di luar gedung dan tiba tiba tidak tahu mau kabur kemana, maka dia pergi ke toko kue di gedung sebelah lalu makan dua kue kecil.


Saat menjelang malam, Julietta membungkus kue coklat, telur tart dan krim puff untuk mereka lalu pulang masih dengan merasa kesal. Benar benar tidak menyangka, sudah beberapa jam David sama sekali tidak meneleponnya untuk mencari keberadaanya. Dasar memang pria busuk.


Julietta jalan ke bawah gedung dan melihat dua pria duduk di tangga gedung. Mereka berdua seperti kucing liar yang dibuang. David melamun melihat Julietta dan terlihat tidak berani mendekati Julietta karena dia tahu dia masih kesal kepadanya, membuat kekesalan Julietta berkurang sedikit.


Tapi Julietta tetap berpura pura dingin. "Kalian di luar mau apa, pura pura dikasihani."


David menjawab. "Tadinya mau cari kamu, tapi aku keluar lupa bawa HP, saat naik mau ambil HP, ternyata aku juga lupa tidak bawa kunci."

__ADS_1


Dalam pikiran Julietta, jadi dua pria ini hanya duduk ber jam jam disini sampai sekarang ya. Dia benar benar salut dengan mereka berdua ini.


David menggendong Alex yang sudah tertidur pulas, Julietta menggandeng tangan David, mereka bertiga naik ke atas, David bicara.


"Aku kira kamu sudah tidak mau pulang lagi, sudah tidak mau aku lagi,"


Julietta tertawa "Bagaimana mungkin."


"Tapi mengingat masih ada Alex sama aku disini, aku tahu kamu tidak akan pergi kabur."


Langkah kaki Julietta berhenti. Dia menarik tangan David, mereka saling menatap di tangga, Julietta menatap David dengan sangat serius. Julietta bicara pelan.


"Tidak perduli ada Alex atau tidak, aku tidak akan tega meninggalkan kamu seorang diri."


Walaupun sudah menikah beberapa tahun, David tetap tidak merasa aman dengannya, Julietta menenangkannya dengan sangat sabar, setiap kali juga akan sama seperti ini.


Mendengar ucapan dari Julietta itu, David menjadi terharu, dia mendekati Julietta dan mencium bibirnya. Kalau bukan karena Alex yang tiba tiba mengusap matanya karena seperti mencium aroma kue, David masih bisa menciumnya lebih lama lagi.


Di malam hari di sofa ruang tengah, ayah dan anak duduk manis memakan kuenya. Kue krim yang segar, kue telur tart, dan puff daging sapi membuat mereka makan dengan sangat bahagia.


Alex sangat suka makan kue telur tart, tapi dari kecil dia sidah di ajari supaya jangan rakus dan harus mau berbagi dengan siapa saja, dan juga dia harus selalu berterima kasih kepada siapa saja yang memberikan dia sesuatu yang baik. Maka dia mencium pipi kiri kanan Julietta lalu bicara, "bunda I love you, terima kasih."


Julietta langsung menciuminya lagi berkali kali dan memeluknya beberapa saat, lalu baru dilepaskan lagi. David melihat mereka dan mempelajarinya lalu bicara.


"Julietta terima kasih sayang." David menunggu beberapa saat dengan sabar seperti sedang menunggu hadiah.


Julietta hanya terdiam, tidak ada ekspresi. Setelah beberapa menit Julietta mencium pipi David sambil tertawa kecil, tapi setelah Alex menghabisi kue yang disukainya, dia lanjut menghabisi kue yang lainnya sendirian.


"Oh iya aku lupa." Julietta bicara.


David tidak pernah hadir di kegiatan sekolah Alex, selalu Julietta, maka dia melamun sambil menatap Julietta. Kegiatan orang tua dan anak di sekolah terakhir kali, David sedang sibuk lembur bekerja di kantor, juga karena macaet jadi tidak bisa hadir, saat itu sepertinya sudah janji dengan Julietta kalau berikutnya David yang akan hadir ikut. David berpikir dalam.


Julietta "Kamu jangan cari alasan menghindar."


David "yah ketahuan."


Dia sudah bersama dengan David beberapa tahun, dan sekarang Alex berusia 5 tahun, bagaimana mungkin tidak tahu David luar dalam, dia sudah tahu sedang memikirkan apa. 


Julietta bicara lagi. "Dan juga, aku beritahu kamu untuk siap siap besok."


David terdiam menatapnya.


"Semua murid wanita di TK itu mau menjadi pacarnya Alex semua."


Keesokan harinya di pagi yang cerah. David dan Alex tanpa ekspresi duduk di mobil, David mengemudi sendiri mobilnya, Alex duduk sendirian di belakang, wajah mereka berdua terlihat sama sama murung.


Alex terlihat tidak ada semangat saat menghadapi David. Dengan lesu dan dingin dia berkata.  "Aku hanya mau bunda yang menemani aku hari ini."


David menjawabnya datar "kamu kira aku juga tidak mau."


Mereka terdiam. Sudah diduga, mereka berdua tidak bisa berbicara mengenai apa pun. Sesampainya di TK. David dan Alex yang melangkah masuk ke TK membuat kegemparan, semua murid wanita dari kelas sebelah pun menarik orang tuanya untuk mendekati Alex, muka beberapa guru perempuan juga saat melihat David menjadi merah dan malu terpesona, setelah sadar mereka langsung meminta para orang tua untuk membawa anaknya kembali masuk ke kelas masing masing.


Setelah dengan susah payah, akhirnya mereka masuk kelas dengan teratur. David dan Alex masih berada di dalam situasi yang canggung, sampai mau mulai mendaftar pertandingan dan bisa bebas sedikit, David duduk melamun di kursi untuk para orang tua, dan Alex dengan tidak bersedianya mempersiapkan pertandingan yang dia ikuti dengan guru.

__ADS_1


Disaat ini, ada beberapa gadis kecil jalan ke depan dan menatap David, dengan malu mereka bertanya "Paman, tante cantik perginkemana?"


Beberapa wanita itu tertawa melihat David kebingungan, dengan mukanya yang sedikit merah mereka bicara ke David. "Maaf maaf, tolong maafkan perilaku kita yang agak memalukan hari ini."


David hanya terdiam. Setelah mereka semua pergi, David langsung mengirim pesan kepada Julietta.


David "Aku mau pulang lebih cepat saja.


Julietta membalas dengan cepat "kamu coba saja.


Alex terlihat sangat tidak senang, awalnya dia berharap bisa mengikuti aktifitas lomba yang menarik ini dengan Julietta, tapi sekarang harapannya itu semua tidak bisa terwujud.


Dengan tidak senang dia jalan ke depan David dan bicara datar. "Nanti ayah gendong aku, sambil lari lalu injak balonnya sampai pecah semua."


David sebenarnya mau menolak, tapi mengingat tampang Julietta yang pasti nanti marah dia pun menelan kembali kata katanya, David beridiri dan bicara. "Ok baiklah."


Alex "Ayah tidak boleh malas malasan ikut pertandingan ini, jangan memalukan aku."


David melirik Alex sekilas dan dia memutuskan untuk menambahkan nama Alexander di dalam daftar hitamnya.


Pertandingan ini perlu menggendong anak sambil berlari lalu kembali ke tempat semula, selanjutnya menginjak balon yang diikat di salah satu kaki sampai pecah semua, syaratnya saat lari itu, balonnya jangan sampai terinjak pecah,


Orang tuan lainnya menggendong anaknya di dalam pelukan tangannya, tapi David dan Alex ini terlihat sangat aneh sendiri. David meletakkan Alex di bahunya seperti sedang mengangkut karung beras, walaupun gayanya ini tidak begitu bagus, tapi mereka berdua tetap membuat semua orang antusias selalu memperhatikan mereka, bahkan lawan tandingnya juga bertepuk tangan untuk David dan hampir lupa kalau dirinya juga sedang bertanding melawannya,


Di kursi bagian pojokan terdengar suara teriakan yang keras dari beberapa gadis kecil mungkin teman kelas lain.


"Semangat Alex, semangat paman."


"Alex kamu hari ini ganteng sekali."


Seketika pertandingan ini seperti berubah menjadi pertunjukan pribadi mereka berdua. David hanya terdiam. Alex yang dibawa dengan bahunya menolak memeluk ataupun berpegangan ke badan David, dengan sok keren dia bicara ke David. "Jangan takut, mereka semua penggemar aku disini."


Alex baru selesai bicara, terdengar suara peluit dari wasit untuk langsung memulai pertandingan, David langsung lari sambil memegang kaki Alex yang di badannya, tubuhnya yang bergoyang dengan cepat membuat Alex sedikit terkejut dan mukanya menjadi pucat, dia langsung melebarkan tangannya  untuk memeluk David dengan erat erat berpegangan dan merasakan angin yang berhembus dari sebelah badannya.


David sudah memperhitungkannya, dia sama sekali tidak ceroboh, dia berlari kembali ke titik awal lalu menginjak semua balonnya, gerakannya sangat cepat dan simpel, di tengah teriakan kerumunan para murid gadis kecil, mereka berhasil mendapatkan peringkat nomor satu. Alex tercengang.


Tadinya dia mengira David akan lambat sambil menghabiskan waktu dalam menyelesaikan pertandingan, tidak disangka ayahnya ini lebih berusaha daripadanya dan berhasil mendapatkan peringkat satu. David berdiri ditempatnya dan diam saja.


Dalam pikirannya kalau tidak memberikan bukti ke Julietta saat pulang nanti, dia mungkin saja tidak bisa tidur diranjang besar yang empuk itu malam ini, dan harus tidur di sofa seorang diri. Menang dalam pertandingan ya bagus, tapi sikap sama sekali tidak boleh ceroboh,


Beberapa pertandingan selanjutnya mereka ikuti bersama, David terlihat sangat luar biasa keren hari ini menurut Alex. Alex bekerja sama dengan David, dia bermain sampai berkeringat, tapi sangat merasa senang bahagia,


Ditengah suara sorakan juga teriakan dari penggemar murid perempuan teman sekolahnya itu, mereka berdua melangkah keluar gerbang dan masuk mobil. Alex mambawa setumpuk hadiah sambil tersenyum senang, dia melihat keluar jendela dan berkata.


"Lumayan juga hari ini."


Sebagai seorang ayah. Kali ini David tidak mau mengucapkan kata kata yang aneh, David bertanya.


"Kamu mau makan kue tidak,"


Alex terkejut, tanpa sadari dia menganggukan kepalanya dan matanya sangat berbinar "mau banget."


Mereka berdua hening selama perjalanan pulang, Alex sepertinya tidak menyangka kalau David akan mengajaknya makan kue, bibirnya tersu tersenyum sampai mobil berhenti di tepi jalan.

__ADS_1


Mereka sering datang ke toko kue ini, jarak dari rumah juga tidak begitu jauh, saat sore hari seperti ini ada beberapa jenis kue yang biasanya sudah habis.alex paling suka makan kue pie apel, dia terlihat sangat tenang, tapi sebenarnya hatinya sedang sangat berhara kue kesukannya itu masih ada disana.


Mereka berdua turun dari mobil, mereka melangkah masuk ke dalam toko dan di depan counter masih ada dua orang yang sedang mengantri disans.


__ADS_2