Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
78


__ADS_3

Julietta sama sekali tidak tahu pembicaraan mereka, tempat duduk sudah ditempati setengah, Julietta sengaja jalan ditempat yang tidak begitu terang dan duduk diujung.


Tidak ada orang yang dikenalnya ditempat sebesar ini, untungnya dia sendiri juag tidak canggung dan mengirim pesan kepada David dengan tenang.


Kamu lagi apa.


Setelah beberapa saat ada jawaban dari David. Sedang main HP.


Ingat makan.


Baik, kamu kapan pulang.


Acara selesai akan langsung pulang.


Aku jemput kamu.


David bilang mau jemput Julietta, dia tidak menyangka dipikir pikir David tidak punya mobil, supir juga libur setiap weekend, bagaimana David bisa menjemputnya, naik taksi.


Julietta Kamu lebih baik jangan buang buang uang, aku pulang sendiri saja.


David Aku akan sampai tepat waktu.


Kemampuan sehari hari David menolak berada disatu saluran yang sama dengan Julietta. Karena David bersikeras mau menjemputnya, maka Julietta akhirnya juga setuju.


David aneh seperti ini mungkin saja hari ini terjadi sesuatu, insting Julietta sebagai wanita sangat akurat. Tidak tahu kenapa, ini membuat dia mengingat dengan makan kue yang tidak ada cincinnya dan kembang api yang tidak bisa dikeluarkan oleh David.


Disaat Julietta sedang berpikir macam macam, acara pernikahan dimulai, ucapan pembawa acara sangat membawa suasana, dengan foto juga video dua mempelai dilayar besar, dia menceritakan kemanisan dan hal hal yang memalukan saat mereka berkenalan, berjalan bersama membuat semua orang terkadang tertawa, juga tersentuh sampai matanya memerah.


Julietta juga tertarik mendengarnya dan bertepuk tangan bersama dengan semua orang. Diana sebagai pengantin hari ini adalah yang paling cantik. Dia mengenakan gaun putih panjang dan dengan pelan berjalan kearah mempelai pria.


Lampu mulai redup, hanya ada lampu yang tersorot kearah mereka berdua, mereka berdua saling bertatapan, pandangannya itu penuh dnegan kasih sayang.


Julietta mulai terbawa suasana, membayangkan David mengenakan jas dan Julietta mengenakan gaun putih berdiri diseberangnya, mereka berdua mulai mendekat dan dimata dia terlihat senyuman lembut dari David, lalu, pengantin pria David bertanya "kotoran mata kamu kenapa bersinar"


Julietta langsung tersadar dan langsung menghela nafasnya. Untung saja dia tidak perlu menikah sekali lagi. Dia tiba tiba merasa, David lebih baik jangan memberikannya kejutan, karena setiap saat dia bisa merubah keadaan menjadi sangat canggung.


Julietta lebih baik jangan berpikir aneh aneh dan melihat acara pernikahan ini dengan baik. Tapi.


Lihat dengan baik yang dikatakan David itu membuat Julietta selalu berpikiran banyak. Dia kenapa tiba tiba memintanya untuk melihat acara pernikahan orang lain dengan baik, apa jangan jangan David juga mau memberinya satu kejutan.


Julietta berpikir beberapa saat dan merasa tidak mungkin. David akan membuat pernikahan untuknya, benar benar tidak mungkin. Dalam pikirannya David ini baru berusia 25 tahun sedang belajar menjadi orang, menjadi pria dewasa, menjadi suami, bagi dia ini semua adalah hal yang sulit, jauh lebih sulit daripada membuat program. 


Acara pernikahan masih berlanjut. Diana tidak bisa menahan tangisannya dan terus mengelap matanya. Brian yang berdiri dihadapannya kasihan melihatnya dan memintanya jangan menangis. Satu pasangan yang manis ini membuat hati Julietta juga menjadi manis.


Saat dia sedang melihat dengan serius, ada pria yang duduk disebelahnya, seorang pria yang lumayan muda dengan penampilan sangat modis. "Boleh tambah pertemanan"


"Maaf" Julietta menolak dengan sopan.


Kemudian selalu ada pria yang silih berganti datang menghampirinya, meminta no HP atau minta berkenalan, semuanya ditolak dengan halus oleh Julietta, untung saja pergerakannya tidak besar maka tidak menarik perhatian orang lain.


Disaat ini Julietta tiba tiba merasa kalau ada cincin kawin akan lebih baik, kalau ada pria yang menggodanya, dia cukup menunjukan cincinnya, dengan egitu sudah cukup membuat orang mundur.


Acara sudah berjalan setengah, para tamu mulai makan, Julietta baru makan beberapa suap, dia sudah mendengar orang orang sedang membicarakan dia dan melirinya, diapun mengerutkan alisnya.


Lingkup pergaulannya sehari hari sangat kecil, ditambah lagi ada David disebelahnya yang memundurkan banyak orang, Julietta sangat jarang merasakan diganggu seperti ini. Ini membuat dia sedikit tidak nyaman. Bagi dia orang yang tidak disukainya terus terusan menggodanya, sama dengan mengganggunya.

__ADS_1


Saat semua sedang duduk makan, Diana dan Brian sedang sibuk berkeliling menyapa semua tamu, kalau Julietta disaat ini berdiri juga tidak baik. Maka dia dengan sabar menunggu semua tamu bubar, dia akan langsung berlari kepintu dengan cepat. Dibelakangnya ada pria yang memanggilnya "Wanita cantik, boleh minta nomor hp"


Tamu lainnya ada yang bingung, juga ada yang tertawa. Julietta berusaha menjaga sikapnya dengan baik, karena takut memberikan dampak yang buruk untuk acara pernikahan Diana, kalau bukan karena ini, Julietta pasti ada cara untuk menghajar mereka.


Julietta keluar pintu lalu turun tangga, ada pria yang mau menarik lengannya tapi langsung dihindarinya dengan cepat. Pria itu baru mau bicara, saat melihat kedepan dia langsung tegang. Beberapa meter didepannya ada pria tinggi yang berdiri. Dia mengenakan jas tapi terlihat sangat santai. Dasinya juga sedikit longgar, kancing dikerahnya juga terbuka, sepertinya sangat tidak suka dengan rasanya diikat.


Rambutnya disisir kebelakang dan memperlihatkan dahinya yang bersih, membuat seluruh mukanya yang tampan diperlihatkan secara keseluruhan. Kedua matanya yang tajam itu sedang melihat tangan yang mencoba menarik lengan Julietta, muka dia tidak ada ekspresi apa apa, bola matanya yang hitam terlihat sangat tajam dan dingin. Ini membuat beberapa orang yang mencoba menggoda Julietta mundur beberapa langkah dan menghindari pandangannya. Semua orang disekelilingnya juga takjub. Tampan sekali.


Julietta juga terkejut. David mau masuk kedunia hiburankah, bisa bisanya dia memakai jas, wow jas, Julietta berteriak didalam hatinya, ganteng sekali, benar benar berbeda dengan saat dia memakai mantel ataupun jaket.


Fakta membuktikam orang yang ganteng kalau sesekali berpenampilan dengan sempurna, akan semakin membuat orang sulit untuk mengalihkan pandangannya karena terpana.


Ada sesaat seperti benar benar ada direktur yang tegas berdiri didepannya membuat jantung Julietta berdetak dengan cepat. Ditengah tatapan terkejut dan bingungnya mereka, dia mengulurkan tangannya kearah Julietta dan berkata.


"Ayo"


"Ah, ok baik" Julietta menganggukan.


Julietta menahan rasa bingungnya dan menggandeng tangan David, ditengah rasa iri dan penasaran semua orang, David membawa Julietta keluar dan berjalan kedepan sebuah mobil Bugati Noire dan membukakan pintu untuk Julietta. Julietta menatap David yang duduk dikursi pengemudi dengan bingung.


"Tunggu kamu bisa bawa mobil, kenapa sehari hari pakai supir"


David menjawab dengan santai "Malas"


Baiklah, itu benar benar alasan yang tidak bisa dibantah. Mobil dinyalakan, Julietta melihat banyak orang yang sedang menatap mereka, pipi dia memerah dan bertanya lagi.


"Kamu mau apa, mengejutkan aku saja"


David tidak menjawabnya tapi bertanya balik "Acara pernikahannya bagus tidak"


"Bagus sih bagus, tapi, kamu hari ini mau apa"


David menjawabnya dengan singkat "Menikah"


Julietta terlkejut "Tunggu, menikah"


Dia sama sekali tidak pernah membayangkan David akan berkata seperti ini. Julietta menatap David dengan bingung, tapi David terlihat sangat tenang dan mengingatkan Julietta. "Istirahat sebentar"


Mereka sudah dewasa, Julietta terlihat jelas berpikir terlalu banyak dan juga bukan hanya berpikir sedikit seperti itu. Dia gugup dan badannya menjadi tegang, dia berusaha untuk tenang lalu bertanya.


"Sekarang kita mau kemana"


"Nanti juga tahu"


Julietta semakin penasaran. Dia mau menikah, tapi masih bingung, mempelai pria mana yang bisa seperti ini, apa David sedang bercanda. Kebingungan dia masih tidak dapat penjelasan. Mobil sudah berjalan sekitar setengah jam, kecepatan mobil David agak cepat, Julietta selalu tegang sepanjang perjalanan, seakan akan David sedangmenculiknyakarena mengebut.


akhirnya mobil berhenti dipinggir jalan, Julietta melihat sekelilingnya, dia terlihat sangat waspada, David juga turun mobil terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Julietta.


"David ini dimana"


Mereka sampai dijalan komersil yang sangat ramai, didepanya ada butik gaun pengantin mewah. Julietta tanpa sadar melihat ke David yang sedang menganggukan kepalanya ke arah belakang badannya.


Julietta mengikuti arah pandangannya dan melihat Weni sudah menunggu didepan pintu, saat Julietta turun dari mobil, dia langsung menggandeng lengan Julietta dan membawanya masuk kedalam butik.


"Aduh, kita mau apa"

__ADS_1


"Kamu masuk juga akan tahu"


David tidak mengikuti mereka masuk, ini membuat Julietta sedikit panik. Weni terlihat sangat tenang, saat mereka masuk kedalam, pemilik butik dan beberapa karyawan menyambut mereka mempersilahkan Julietta masuk ke ruang ganti baju. Julietta bertanya ke Weni.


"Kamu tahu ini ada apa tidak, bisa bocorkan ke aku sedikit tidak"


"Maaf belum bisa" sambil tersenyum.


Hari ini jangan jangan bukan dia yang menikah, kenapa harus disembunyikan, hati Julietta menjadi sangat rumit. Dia dibawa masuk keruang ganti baju, saat pintu dibuka dia langsung melihat patung yang mengenakan gaun pengantin patung dengan potongan dan hiasan yang sempurna dengan harga tinggi. Julietta menatap gaun didepannya ini agak terkejut, bukan karena harganya yang sangat mahal, dan juga bukan karena gaun ini sangat cantik. Tapi karena gaun ini dia pernah melihatnya agak lama beberapa kali di ponselnya.


Setiap kali Julietta tidak tahan untuk membukanya, dan melihat setiap detil dari gaun ini. Model ini adalah edisi terbatas dan sekarang juga sudah tdiak dibuat lagi, dia tidak tahu bagaimana cara David bisa mendapatkan gaun ini. Yang penting adalah, David bisa bisa ya menghabiskan banyak waktu dan pikiran untuk gaun ini.


Beberapa tahun ini Julietta juga sering membayangkan, kalau dirinya memakai gaun pengantin akan menjadi seperti apa. Dia juga pernah memimipiikan dirinya menjadi mempelai wanita dan menerima ucapan doa dari teman temannya, dan melakukan acara pernikahan dibawah saksi semua orang.


Sejak bersama dengan David, Julietta tidak pernah membayangkannya lagi, apalagi mau membuat acara pernikahan lagi. Bahkan dia sudah mendapatkan buku nikah, bagaimana bisa membuat acara pernikahan. Tapi sekarang.


Julietta mengusap matanya dan bercanda "David itu benar benar mau membuat aku menangis lagi, lihat nanti bagaimana aku akan pukul dia"


Weni memegang tangannya dan bicara "Air matanya disimpan dulu saat acara pernikahan, sekarang mau coba pakai dulu tidak"


Julietta mengangguk, ruang ganti baju itu dilengkapi dengan kamar mandi dengan perlengkapannya,  baju yang lengkap dan sepatu. Julietta melepas bajunya, menghapus riasannya dan mandi. Karena tahu diluar ada orang yang sedang menunggu dan David tidak tahu selanjutnya akan berbuat apa, membuat Julietta gugup dan sedikit menangkannya.


Karena David sudah mempersiapkan semuanya, maka dia lebih baik menikmati acara pernikahan ini dengan tenang. Semuanya sudah disiapkan oleh suaminya, David. Muka Julietta langsung memerah, dia menepuk pipinya dengan keras.


Dilihat orang lain mereka berdua adalah suami istri yang sah sudah lama menikah dua tahun lebih lamanya, buat apa malu seperti ini. Tidak bisa, dia harus tenang kalau saja David tiba tiba menertawakan dirinya bagaimana. 


Weni yang menunggu diruang rias membuka grup di ponselnya, diantaranya ada satu grup bernama rencana A total hanya ada 5 orang, grupnya sudah ditandai menjadi paling atas. Ada satu pesan yang muncul dalam grup itu, tidak disangka itu pesan dari David.


David, semuanya ada masalah tidak.


Tomy, Tinggal menunggu nyonya saja.


Andi dan Herman , sama


Weni, Saya disini tidak ada masalah.


Kecuali mempelai wanita disaat ini sepertinya sedang memikirkan kehidupannya di kamar mandi


. Setelah mandi Julietta keluar dan melihat Weni sudah melepaskan gaunnya dari patung dan bertanya.


"Mau kubangtu, gaun ini agak sulit kalau dipakai sendirian"


Meminta orang lain bantgu pakai gaun, dan orang ini juga kemungkinan akan menjadim pasangannya Tomy, Julietta merasa tidak enak. Pipinya yang putih pun mulai memerah. Weni sebagai sesama wanita itu mulai memujinya didalam hati, istri bos ini benar benar cantik sempurna. Memang Julietta dan David sama sama sangat ganteng dan sangat cantik. 


Julietta mau memaksakan dirinya untuk pakai gaun itu sendiri, tapi memang sukit dipakai, mau tidak mau meminta bantuannya. Berdiri didepan cermin besar, Weni membantunya merapikam ujung baunnya, gaun yang lembut itu sangat nyaman disentuh dan bahannya halus licin.


Julietta berpikir, walaupun dirinya sudah berusia 22 tahun tapi tetap memiliki hati seorang putrinkecil. Gaun pengantin dibuat dengan sangat teliti dan rumit, dibawah paparan cahaya, gaun ini terlihat seperti bintang yang sedang berkedip. Gaun pengantin itu sangat sempurna dibadannya, Julietta sama sekali tidak tahu David bagaimana bisa mendapatkan ukuran badannya. Saat Julietta berdiri dihadapan cermin, seketika dia langsung tercengang. Weni menutup mulutnya dan matanya bersinar.


"Astaga sangat cantik sekali"


Penata rias dan penata rambut yang masuk juga terkejut. Mereka menatap Julietta sangat lama baru mengeluarkan pujiannya yang membuat Julietta sedikit malu. Dia langsung memotong topik itu dan duduk didepan meja rias menunggu mereka meriasnya.


Penata rambut merasa sayang "Sayang sekali, kalau ramputnya panjang pasti akan lebih bagus"


Walaupun ada rambut palsu tapi kualitas rambut Julietta terlihat jauh lebjh baik. Dia mengingat saat itu dirinya potong rambut saat kabut, dia merasa sedikit lucu. Dia sebenarnya kenapa bisa nekad memotong rambutnya.

__ADS_1



__ADS_2