
Urusan bisnis biasanya hanya disiang hari, malam hari bisa merayakan tahun baru bersama, pergi kekota lain mungkin merupakan sebuah ide yang menarik.
Rasanya seperti sedang liburan yang begitu tiba tiba, dan Julietta merasa sangat senang sekali. Dia merupakan tipe orang pekerja, berkata apa makam akan ditepati dan dilakukan, dan ia pun berkata pada supirnya bahwa dia masih ada kerjaan tidak perlu ditunggu, lalu dia seger naik taxi langsung berangkat kebandara.
Ditengah perjalanan dia segera memesan tiket, kebetulan sekali dia membawa ktpnya. Hanya saja perlengkapan kosmetiknya tidak bawa, nanti mau tidak mau ia harus beli sedikit perlengkapan disana.
Penerbangan terakhir ada dijam sembilan, dan dia tiba dibandara jam delapan, tidak perlu memasukan bagasi, seharusnya bisa lebih cepat. Setelah tiba dia langsung keluar mobil dan berlari masuk bandara dan segera check in, masuk ke ruang tunggu, tidak lama kemudian ia pun tiba diruang tunggu sebelum jam sembilan. Penumpang lain sudah mulai berbaris untuk masuk pesawat, setelah tiketnya diperiksa, dia pun duduk dikursinya sendiri.
Julietta beruntung dapat kursi dekat jendela, tetapi kali ini bukan kelas bisnis, sampingnya juga tidak ada David, disebelahnya adalah sepasang kekasih dan pria itu sempat beberapa kali memanggilnya dengan suara perlahan, tetapi ketahuan oleh pacarnya. Pesawatnya beberapa menit lagi lepas landas lalu Julietta mengirim pesan suara ke David Aku pergi mencarimu, apakah kamu merasa ini sebuah kejutan, pesawat sudah mau lepas landas, kita akan bertemu beberapa jam lagi, sampai jumpa disana.
Selesai bicara, dia mematikan Hpnya, lalu duduk dengan tenang dan memejamkan mata untuk istirahat
Sementara dirumah, David sedang duduk menunggu Julietta selesai dari kegiatan kumpul bersama dikantor dan pulang kerumah, lalu tiba tiba mendapat pesan suara dari Julietta. David bingung. Dia pergi cari kemana, kelangitkah.
David langsung menelepon Tomy, dan ketika Tomy melihat telepon masuk dari David, iapun terkejut, dengan cepatnya tanpa menghiraukan wanita didepannya, dia pun berjalan kesamping untuk mengangkat telepon dari David.
Tomy "Ada apa bos, apakah aku harus lembur lagi"
David "kamu katakan pada dia, aku ingin berangkat kemana"
Tomy pun kaget, dan langsung menyadari orang yang David maksud itu siapa.
"Aku katakan pada dia kamu ingin berangkat ke kota X, kenapa,, apakah mungkin nona pergi kesana mencarimu, astaga"
David mematikan teleponnya. Tomy pun merasa bingung, seketika lupa bahwa dia sedang kencan bersama wanita lain, gawat gawat, kali ini sungguh kacau.
David segera menelepon Julietta tapi hanya terdengar mailbox. Dia pun mengambil jaketnya dan keluar rumah, lalu segera naik taxi kebandara, sambil mengecek pernerbangannya Julietta di bandara.
Sementara dipesawat, Julietta hampir tertidur. Dia merasa seperti sudah tidur begitu lama dan ternyata pesawatnya masih belum lepas landas. Pada saat ini juga ada siaran dari pesawat terdengar suara wanita yang begitu lembut dan sopan berkata.
"Para penumpang yang terhormat, pada penerbangan kali ini, dikarenakan kota tujuan kita tiba tiba terjadi angin hujan badai yang begitu lebat, cuaca sangat buruk, sehingga mengganggu penerbangan kita kali ini, oleh karena itu penerbangan kali ini harus dibatalkan, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini"
Siaran itu baru selesai berbunyi, para penumpang mulai mengeluhkan kejadian ini, tidak ada yang tahu akan terjadi hal seperti ini.
Biasanya pembatalan penerbangan akan dilakukan sehari sebelum penerbangan, sekarang kenapa seperti ini. Tidak perlu dipikirkan lagi, penerbangan lainnya dengan tujuan kota X, juga pasti dibatalkan semua.
Julietta pun kebingungan. Yang pertama kali dia pikirkan adalah apakah David juga akan tertahan disama. Pramugari terus berusaha menghibur para penumpang, cuaca yang tidak bisa dikendalikan ini, sungguh merupakan hal yang diluar dugaan, Julietta hanya bisa pasrah dan segera mengeluarkan HPnya, berencana untuk pulang kerumah tidur saja.
Ketika Julietta mengaktifkan HPnya dia terkejut melihat begitu banyak pesan masuk yang dikirim oleh David untuknya.
Aku tidak jadi keluar dinas.
Jika belum lepas landas, segera turun dari pesawat.
Aku sudah melihat bahwa penerbangan dibatalkan.
Kamu sekarang dimana.
Aku sudah sampai dibandara.
Pesan masuk itu membuat Julietta sungguh terkejut, dia pun baru menyadari bahwa David ternyata tidak keluar kota, apa yang sebenarnya sedang dilakukan pria ini. Julietta turun dari pesawat bersama penumpang lainya dan segera menelepon David.
Ketika keluar, salju pun turun dari atas kebawah, Julietta bersin perlahan dan baru menyadari dijalan semuanya sudah menjadi putih. Layar HPnya menunjukan bahwa dia sudah mulai menelepon, tapi masih belum terhubung, lalu tidak lama kemudian HPnya berbunyi tut. Sepertinya tidak ada baterai lagi dan akhirnya mati otomatis. "Ah jangan mati"
Sial, dia juga tidak bawa powerbank. Kali ini dalam hatinya Julietta sungguh gelisah sekali, diapun berjalan dengan tergesa gesa masuk dalam bandara, dan berdoa dalam hati semoga mendapatkan charging shelter dalam bandara.
Sampai dia tiba diruang utama Bandara, terlihat begitu banyak orang disana, tapi tidak terlihat David. Julietta mencoba mengaktifkan HPnya beruntung menunjukan masih tersisa 5% baterai dan dia pun berhasil mengaktifkannya. Dia melihat David telah menelepon puluhan kali.
__ADS_1
Julietta segera melakukan videocall dengan David. Akhirnya berhasil terhubung.
Julietta "HPku sudah tidak ada baterai, kamu dimana"
Dalam videocall itu menunjukan bahwa David juga berada diruang utama bandara, dibelakangnya begitu banyak orang yang lalu lalang, Julietta tidak bisa melihat David berdiri didekat mana.
David "aku berdiri ditempat sebelumnya"
Julietta "iya"
HPnya pun kembali mati, Julietta merasa sungguh kesal, Julietta melihat sekeliling, kekiri, kekanan dari belakangnya terdengar suara David. "Kamu lagi lihat apa"
Julietta terkejut dan hampir mau melompat. Dia berbalik badan dan melihat David berdiri dengan tenangnya dihadapannya. Tidak tahu apakah ini merupakan kejutan atau apa, Julietta marah menatapnya.
"Kamu ini kenapa, kenapa tidak pergi dinas keluar kota"
David "cuaca buruk, sudah dibatalkan penerbangannya"
Julietta "bukannya penerbangan kamu pagi hari"
David "iya juga dibatalkan"
Meskipun David menjawab dengan tenang, Julietta tetap merasa bahwa David pasti sedang berbohong. Tetapi, sudahlah. Awalnya ingin berangkat kesana demi merayakan ulang tahunnya, hal seperti ini siapapun juga tidak bisa menduganya.
Julietta menghelakan nafasnya "ayo pulang"
Keduanya melangkah keluar bandara, julietta menatap sejenak ke David, lalu menatapnya lagi, hal ini membuat David merasa aneh dan segera memegang wajahnya, apakah ada sesuatu diwajahnya.
Julietta bertanya "apakah ketika kamu datang kemari begitu paniknya"
David jarang sekali berkeringat seperti itu, tetapi kali ini diwajahnya ada begitu banyak keringat, bahkan sudah menetes kelehernya dan membasahi kerah bajunya. Ketika dia berjalan, begitu diam sekali, sungguh tenang, tetapi keringat ditubuhnya itu memberitahu bahwa dia tadi pasti telah melakukan olahraga yang berat.
Julietta sadar. Pikir pikir juga masuk akal, bagaimana mungkin David berlari panik untuk datang kebandara demi dirinya, dai melakukan apapun selalu dengan santai perlahan, bahkan ketika tanding, dia masih bisa keluar minum dulu, terpikir kebiasaan dia yang terlalu santai, bagaimana mungkin David bisa panik.
Keduanya keluar dari pintu bandara, lalu mereka pun merasakan salju terus turun dengan lebat dari langit. Ketika menuju kebandara, dijalanan masih tidak terlalu banyak salju, tetapi setelah dia keluar dari bandara, dijalanan semuanya sudah menjadi putih. David memanggil taksi, keduanya tidak ada yang memulai pembicaraan ketika didalam taksi.
Juliettaa menyenggolnya "apakah tidak penasaran, kenapa aku pergi menyusulmu"
"Kamu ingin keluar bermain" dia memberikan jawaban yang paling umum.
David pertama kali sudah melupakan kemungkinan bahwa Julietta ingin berangkat kesana untuk mencari dirinya.
"Salah"
Sopir menyalakan radionya, dan terdengar sedang menunjukan hitungan mundur menuju tahun baru, berisap siap untuk memutarkan lagu ucapan selamat tahun baru yang beberapa detik lagi akan memasuki tahun baru.
Meskipun keadaan sekarang ini tidak pas, tidak ada kue ulang tahun, tidak ada suasana yang bagus, tidak ada musik ucapan ulang tahun dan diluar jendela masih terus turun salju yang lebat, menutupi semua ruas jalan yang ada. Saat sekarang inilah hatinya Julietta tiba tiba tergugah.
Ketika dari siaran itu menghitung angka mundur, hingga angka terakhir mau disebutkan, dai pun mengeluarkan kue kecil yang sudah berantakan dari dalam tasnya dan berkata pada David "selamat ulang tahun"
Dari dalam siaran itu terdengar lagu yang begitu riang gembiranya, dan sopir menyetel musiknya dengan keras, bahkan hampir menutupi ucapannya Julietta itu. David yang pada awalnya terus menundukan kepalanya dan setelah mendengar ucapannya Julietta itu, seketika langsung menatap Julietta tanpa berkata apapun.
Ketika kedua matanya itu menatap seseorang, seperti memiliki kekuatan tersendiri untuk membuat orang menjadi gugup dan malu, dan itu juga yang dirasakan oleh Julietta.
Julietta batuk perlahan "tidak mau mengatakan sesuatu kah, Tiuan David"
"Apakah kamu mengeluhkan kue yang aku berikan ini terlalu kecil"
__ADS_1
Julietta menundukan kepalanya dan melihat kue ulang tahun yang kecil itu ya benar sungguh jelek sekali. Dia berencana untuk memasukkanya kembali kedalam tasnya.
David tiba tiba mengambil kue itu, seperti merebut bola kotaran kambing milik Julietta, dia memegang kue itu ditangannya dan mencolek kuenya mencoba memakan kue itu.
"Tidak boleh bilang tidak enak ya, meskipun dalam toko kue itu hanya tersisa beberapa, tetapi kue ini sebelum menjadi jelek seperti ini, kue ini merupakan kue yang paling laris dijual, jadi"
"Enak"
Alis matanya pun naik keatas. dan suaranya begitu lembut, sambil berkata dia memakannya kembali, Julietta khawatir dia bisa tersedak. Yang tidak diketahu oleh Julietta adalah, setelah ibunya meninggal, David tidak pernah merayakan ulang tahunnya lagi. Kue ulang tahun baginya merupakan kenangan yang sudah berlalu begitu lama, sehingga rasa manis kue itu terasa begitu asing baginya.
Julietta menghelakan nafasnya, meskipu tahu David memiliki nafsu makan kuat, tetapi kue ulang tahun seperti ini, kebanyakan merupakan sebuah tanda perasaan didalamnya. Dia berkata.
"Apakah kamu tahu, aku tadinya sudah pesan tiket nonton bioskop dan sebuah restoran, tetapi semuanya batal, jika penerbangan kamu juga tidak batal, aku sungguh tidak tahu harus bagaimana lagi"
Uhuk uhuk huk David tiba tiba batuk perlahan. David yang sedang makan kue itu tiba tiba ingat, jika Julietta melihat didalam rumah ada perjamuan makan malam romantis, maka kemungkinan besar dia akan menghadapi sebuah badai salju yang paling besar dalam hidupnya.
Julietta "kamu kenapa"
David "sepertinya aku tersedak, pergi kerumah sakit saja ke UGD"
Julietta pun melihatnya dengan pandangan penun kecurigaan "apakah kamu kira aku bodoh"
Makan kue bisa menyebabkan orang tersedak sampai separah itukah, orang biasanya tidak mungkin akan bisa seperti ini. Ditambah lagi sangat jelas sekali David tidak apa apa, bisa berbicara dengan normal, bagaimana mungkin mengalami hal separah itu. Julietta merasa tidak bisa berkata apapun lagi "apakah kamu ingin mencari masalah"
Kue itu sudah dimakan setengahnya, dan dibibirnya masih ada tersisa cream kue. Dia meletakan kue itu lalu melihat keluar jendela, tidak lama kemudian dia berkata.
"Jantungku tidak enak rasanya, ingin pergi kerumah sakit untuk periksa sebentar"
Julietta menatapnya tajam" kamu ini sungguh ingin mencari masalah ya"
Waktu terus berjalan. David "aku sepertinya emm" "diam"
Julietta mulai merasa aneh kenapa David terus mencari cara agar bisa kerumah sakit, apa yang terjadi. David masih terus melihat keluar jendela dan melihat gedung diluar.
"Pergi shopping, bukannya kamu suka belanja"
Julietta "sudah tengah malam begini, toko mana yang masih buka di aplikasi shope kah"
David bertanya dengan serius "toko shope buka"
Julietta "kamu ini sebenarnya mau apa"
David masih terus menundukan kepalanya dan tangannya memegang erat kue itu, dan rambut dikepalanya itu masih belum terlalu kering, agak basah, rambut depannya menutupi pandangannya, sekujur tubuhnya seperti menunjukan rasa ingin dikasihani, membuat orang yang melihatnya akan sedih.
Dia pun berkata pelan "tidak mau pulang"
Dalam pikiran Julietta muncul berbagai macam pikiran. Terpikir bahwa sebelumnya David selalu melewati ulang tahunnya bersama dengan ibunya, sekarang kalau kembali kerumah, kenangan suasana itu pasti membuat dia menjadi sedih. Kembali teringat ketka dulu dia tinggal sendirian, terpikir bagaimana rasanya itu.
Diapun memukul pelan pundaknya David dan mulai menghiburnya.
"Jika tidak ingin pulang, ayo kita cari sebuah tempat, pergi kebioskop bagaimana"
Saat ini mencari tempat yang tidak banyak orangnya, mungkin hanya bioskop yang bisa menerima mereka berdua, mengenai hotel, jangan diharapkan lagi, sekarang ini pasti sudah penuh semua dengan pasangan. David pun menyetujui ide itu.
Oleh karena itu, hanya berjarak beberapa kilometer dari rumah mereka, taksi berputar kembali menuju bioskop,, supir mengantar mereka kesana, setelah selesai bayar taksi, julietta turun dari mobil sambil gemetaran karena dingin, melihat David yang masih membawa kue tadi. Julietta merasa geli "hanya tersisa sedikit, jika tidak ingin makan lagi, jangan dibawa"
David mengeluh "tidak habis"
__ADS_1
David sungguh orang yang sangat menghargai makanan, julietta setuju pada sikapnya David yang tidak ingin membuang sisa makanan.keduanya masuk kedalam bioskop, tengah malam seperti itu sudah tidak ada orang yang menunggu diruang tunggunya, hanya terlihat beberapa petugas yang bermain HP. Kedatangan mereka berdua langsung mengundang perhatian yang lainnya, dan