Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
twelve


__ADS_3


Julietta menatap david lama,. Julietta sedikit khawatir "panas seperti ini, ke rumah sakit saja yah"


David menutup matanya dan berkata dengan pelan "tidak mau"


Biasanya David sangat mudah untuk di ajak bicara tapi hari ini tidak menurut sama sekali. Julietta juga tidak bisa apa apa lagi, dia hanya bisa menasihatinya dengan lembut dan pelan.


"Kamu demam tinggi sekali, lebih baik pergi kedokter untuk diperiksa, kalau lebih parah bagaimana"


David hanya mengulangi kata katanya "tidak mau"


Julietta mengelus rambut David sambil menghela nafas.


"Baiklah kamu tidurlah istirahat diranjang dulu, kalau setelah beberapa jam belum membaik, kita ke dokter bagaimana"


Setelah berdiam beberapa saat, David menjawabnya "emm"


Wajahnya memerah, matanya mengantuk, mukanya juga sedikit kabur, terlihat sedikit imut tapi ganteng,


Saat Julietta ingin mengangkatnya membantu memapahnya untuk melangkah masuk ke kamarnya, imut apanya, kenapa badannya seberat ini.


Julietta memapah menuntun David dengan kesulitan, dia baru sadar dia yang sehari hari itu badannya terlihat kurus dan tinggi ternyata seberat ini, membuat Julietta hampir tidak bisa bernafas. Julietta menggigit giginya menahan  beban karena memapah David melangkah jalan kedepan dengan pelan.


"Tenaga dari minum susu tadi sudah habis?"


David yang tidak begitu sadar sedikit membuka matanya dan menjawab. "Susu biasa atau yoghurt"


Julietta heran kenapa setiap berkaitan dengan makanan atau minuman, pria ini benar benar sangat sadar.


Saat ini isi kepala dia adalah kata kata ejekan untuk David, tapi melihat david yang sedang sakit ini dia menahannya, akhirnya saat tenaga Julietta sudah hampir mau habis dia agak mendorong David ke ranjangnya.


Tampang David yang lemas terlihat sangat sedih kasihan. Julietta membasahi handuk kecil dengan air hangat dan mengompres kedahinya, dia juga mengelap membasuh tangannya supaya dia berasa lebih nyaman. Jari David sangat bagus, bentuk tulangnya lurus dan panjang, Julietta sambil mengelapnya sekalian melihat lihat.


Dia menyuapi David dengan segelas air hangat dan membantunya minum obat demam, akhirnya dia bisa beristirahat sejenak di sebelahnya.


Disaat ini Julietta mulai melihat lihat isi kamar David. Sejak dia datang masuk kedunia ini, dia masih tidak tahu kamar David seperti apa. Yang membuat Julietta merasa kecewa adalah tidak ada pajangan, tidak ada majalah dan disc porno. Sebaliknya kamar David sangat polos, bersih, hanya ada satu ranjang, satu lemari pakaian, meja dengan dua komputer beserta satu kursi dan juga ada rak buku, ini semua adalah barang yang ada di kamarnya. Di rak buku itu tidak ada buku, komik,tidak ada majalah, dan banyak yang Julietta tidak tahu kenapa bisa begitu kosong, tidak tahu apa.


Tapi dia melihat ada satu buku kecil seperti komik berjudul "pangeran kecil" Julietta benar benar tidak menyangka david suka membaca ini. Setelah dia melihat lihat dia kembali lagi berdiri di sisi pinggir ranjang David, lalu dia mulai mengompres dahinya lagi dengan handuk tadi setelah dikucak di wadah berisi air hangat yang baru.


David yang berbaring diranjang tiba tiba menggenggam pergelangan tangan Julietta. Gerakannya ini membuat Julietta terkejut "kamu mau ngapain"


Genggamannya sangat kuat, dia terus memegang lengan Julietta dan tidak dilepaskan. Telapak tangannya dia masih berasa sangat panas karena demam, Julietta sedikit bingung karena tidak tahu David mau berbuat apa.


Disaat ini David pelan pelan membuka matanya. Dia menatap Julietta, kedua matanya yang panjang itu terlihat memiliki perasaan yang kacau rumit, Julietta juga tidak bisa membedakannya.


"Aku"


Julietta menjawab dengan gugup "apa"


"Aku mau........makan pangsit" suara dia serak, dengan sulitnya dia menyelesaikan ucapannya yang terpatah, tenaga  genggaman ditangannya juga mulai melemah.???


Ditengah ke tidak sadaran David, dia tengah berpikir, lalu berkata lagi "pangsit isi daging kambing"

__ADS_1


Ucapan David langsung disela "lagi demam masih mau makan daging kambing, kamu mau mati ya"


Julietta merasakan David benar benar punya kemampuan untuk membuat nya sangat marah dan emosi.


David terlihat sedikit kecewa, menghela nafasnya "kalau begitu pangsit isi udang saja" ???


David tidak bisa makan pangsit sesuai dengan harapannya, tapi ada bubur nasi daging dan satu sayur, dia juga tetap bisa makan dengan tenang.


Disaat David sedang makan, Julietta tiba tiba mengingat urusannya dengan Marissa tadi, lalu dia mulai bertanya dengan hati hati


"Itu???  Apakah kamu akan mewarisi perusahaan papa kamu?"


Maafkan dia yang bertanya spontan sangat terang terangan saat ini, mereka berdua juga sudah tidak begitu ada perasaan suami istri.


Gerakan makan David berhenti dengan pelan dia menjawab "tidak akan"


Julietta menghela nafas lega "kamu ini benar benar membuat orang panik, Marissa bahkan sudah menghampiri ke pintu rumah ini, kamu bisa bisanya masih seperti tidak terjadi apa apa" Julietta terdiam sebentar.


Julietta dari awal sudah bersiap untuk cerai, tapi hanya saja hari ini masih lebih awal dari yang dia bayangkan karena belum ada Persiapan untuk David.


"Aku langsung bicara terang terangan yah, Marissa itu mau mengambil saham kamu, aku tahu kamu tidak mau ribut dengan dia, mungkin kamu juga masih butuh biaya hidup, jadi aku setuju asalkan dia kasih aku lebih 3 juta dolar, dan juga kasih 2 rumah, kamu lebih perlu uang dari aku, aku mau 1 rumah saja cukup, sisanya buat kamu semua."


Julietta masih punya tabungan 25milyar, cukup untuk hidup sangat lama, rumah juga bisa diuangkan.


David tiba tiba mengangkat kepalanya "sisanya kasih aku semua?" "Kasih aku.?"


"Iya aku juga tidak butuh uang sebanyak itu, kamu lebih baik khawatirkan diri kamu sendiri saja, flu demam saja hampir membuat kamu mau mati". Julietta berkata ketus sambil mengedipkan matanya dengan marah.


David menatap Julietta, matanya yang panjang itu sedikit naik, bola matanya hitam terlihat sangat bersemangat, ini sangat jarang dilihat Julietta, berbeda dari pandangannya sehari hari yang tidak ada semangatnya dengan mata malamnya. Brandon terdiam sangat lama lalu mengulangi lagi "kasih aku?"


David tidak menjawab pertanyaannya, tetapi dia lanjut bertanya "kenapa?"


"Anggap saja balas budi aku atas kebaikan kamu bisa kasih aku makan, minum, uang saku disini dan kasih aku uang bulanan juga, alasan ini cukup, tidak? Tapi uang ini semua juga memang hak milik kamu, aku hanya menumpang saja"


"Kalau kamu tidak masalah, surat perjanjian cerai saat itu kebetulan masih ada didalam laci kamar aku, sebentar yah aku ambil untuk aku tanda tangan saja "


Setelah Julietta berbicara panjang seperti ini, akhirnya David meletakkan sendoknya. Nada bicara dia sangat tenang dan pelan.


"Tidak perlu cerai"


Julietta "Hah? Tidak cerai, lalu kamu mau merawat aku"


"Iya"


"Hah?" Julietta menjawab terkejut sambil membuka matanya lebar lebar.


"Aku punya tabungan"


Julietta mengulurkan jari tangannya "500ribu dolar? sejuta dolar? 2juta dolar? Atau jangan jangan 10juta dolar.


David melihat Julietta yang tidak tenang itu takut mengejutkannya lagi, lalu dia hanya menjawab "iya"


Dengan tenang menyambung lagi "dan juga punya 2 rumah" 

__ADS_1


Jadi Julietta tidak perlu memikirkan 2 rumah yang akan dikasih oleh Marissa.


Sebenarnya , tabungannya David itu masih harus ditambah dua angka O dan dikali beberapa kali lipat lagi.


Julietta terkejut .aku tidak menyangka kamu punya uang sebanyak itu, dari mana"


Perusahaan Jackson sudah berjalan beberapa belasan tahun ini, pendapatan tahunannya juga tidak melebihi pendapatan David, selisihnya sangat besar, David dari duku tidak merasa saham yang dimiliki dirinya ini adalah uang yang sangat banyak. Uang saham itu juga tidak cukup membuat satu game online.


Di pikiran dia, Marissa itu seperti badut yang meloncat loncat, demi uang yang sedikit ini melakukan segalanya, dan kejelekan ya semua terpapar.


Marissa menyembunyikannya dengan sangat baik, atau bisa dibilang, Jackson dan Marissa dari awal tidak merasa David bisa sukses berhasil, didalam hati mereka David hanyalah manusia yang tidak berguna, jadi sama sekali tidak pernah memperhatikan ya dia itu sedang melakukan. Apa.


Ini juga membuat mereka tidak tahu dengan rahasia yang sangat besar ini. Idiot yang tidak punya apa apa ini di mata mereka, perusahaan publik ya sudah bernilai miliaran. Ini juga hanya dalam waktu beberapa tahun saja. 


Julietta bengong terkejut "astaga apakah ini tabungan yang ditinggalkan mama kamu ya"? Dia hanya bisa memikirkan asal uang itu dari mana.


David terdiam sebentar "iya"


Julietta menjadi lega "bagus kalau begitu, kalau kamu adalah bos besar perusahaan , berarti aku pasti akan pindah karena malas berurusan" Julietta paling takut repot, paling tidak ingin mencampuri urusan orang lain kalau David punya bisnis sendiri, keadaan akan berubah menjadi semakin rumit menurutnya.


Pandangan David melayang sebentar. karena bingung.


Dengan ini Julietta tidak perlu khawatir lagi lalu dia bertanya lagi "berati aku setiap bulan tetap dapat jatah uang seperti biasa kan"


David dengan sangat tenang "kutambah 2 kali lipat termasuk uang makan juga 2 kali lipat"


Julietta "baiklah, kamu mau makan apapun, aku akan memasaknya"


David langsung bertanya dengan mata berbinar "apapun, ada apa saja"


Julietta "????? Itu apa, masih ada Semangkok bubur kamu mau tidak?"


Tentang perusahaan Jackson akan bagaiman, Marissa akan melakukan apa, Julietta belum berpikir apa apa.


Di hari kedua keesokan harinya, lagi lagi ada satu berita baik. Perusahaan papanya mengalami kesulitan perputaran uang karena ada satu proyek bermasalah dengan serius dan masuk kepenjaraan terbanyak di berita bisnis, ada pihak investor yang menarik investasinya, lalu nilai sahamnya juga langsung turun setengah.


Tiba tiba terluka seperti ini, Jackson siang malam tidak bisa tidur tenang, Marissa yang di sebelah nya juga menangis seharian.


Saham dia, uang dia, beku juga didapatkan tapi sudah hilang.


Oleh karena itu Marissa yang sehari hari sangat perhatian itu langsung berubah menjadi wanita temperamen, setiap hari ribut dengan Jackson, bahkan sampai menggigitnya karena amarahnya.


Muka aslinya yang terbongkar membuat Jackson sangat terkejut dan jatuh sakit.


Performa perusahaannya menurun drastis lalu nilai sahamnya anjlok. Mem PHK bebrapa karyawannya, untung saja tidak rugi terlalu parah, tidak samapai bangkrut. Jackson hanya berusaha untuk mempertahankan langkah terakhir perusahaannya, mana mungkin dia masih peduli anaknya sedang berbuat apa.


Flu David dihari kedua sudah mulai sangat membaik. Julietta merasa punya uang dan punya kekuatan, dia memutuskan untuk membuat makanan enak untuk David malam ini. Sementara David menimpa pesan dari Tomy.


(Bos apakah mau menarik semua investasi terakhirnya)


jari David mengetik dengan pelan (tidak perlu)


 

__ADS_1


"


__ADS_2