Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
23


__ADS_3

Setiap saat dia keluar rumah walaupun mendung dia pasti akan tetap mengunakan tabir surya, apalagi di matahari yang terik seperti ini, diapun tidak berani memikirkannya lagi. Kali ini mungkin harus ditutupi sampai tahun depan supaya bisa kembali kulit Gisele normal kembali.


Melihat mata Gisele yang memerah karena menangis, Julieta sedikit kasihan dan menghampirinya untuk menenangkannya. Mendengar dia menenangkan dirinya, tangisan Gisele menjadi semakin keras.


Sore hari, Gisele keluar dari kamar dengan menggunakan krim yang baru dibelinya untuk kulit terbakar, dia mengenakan baju lengan panjang, celana panjang, memakai topi, kacamata hitam, payung, masker, seluruh badannya tertutup sangat rapat.


Sudah ada karyawan yang memasang alat barbeku di pinggir pantai, mereka bisa makan barbeque dan minum bir di udara yang sejuk, sangat nyaman,


Hanya Gisele yang masih terlihat sangat murung, sangat berbeda dengan mereka semua yang santai gembira. Herman tidak merasa kulit gosong adalah hal yang sangat besar, dia sudah melupakan topik ini dan memilih makan barbeque bersama dengan yang lain.


Beberapa koki sedang mempersiapkan bumbu dan arang, lalu mereka melihat ternyata ada seorang wanita yang sangat cantik, yang mengenakan rok panjang biru dan jaket, yang sedang bersemangat menundukan kepala bermain dengan batu kerikil kecil di pasir. Polos dan imut, kedua bola matanya yang hitam bulat seperti bintang yang berkedip, penuh dengan rasa penasaran terhadap semua hal dipantai itu.


Benar benar sangat cantik, ditengah kesibukan mereka tidak bisa menahan diri untuk selalu melihatnya beberapa kali. Lalu mereka melihat wanita cantik itu membawa seekor kepiting besar dari pinggir pantai, sambil tertawa berkata.


" David cepat lihat ini, aku yang tangkap dari laut"


David yang melihatnya, diam diam mundur ke area aman ketakutan.


Kepiting yang ditangkap oleh Julietta diberikan ke koki untuk dicuci dan diolah, lalu dimarinasi dengan saus.


Julietta bermain pasir dengan sangat puas dia juga mengambil banyak batu kerikil kecil unik yang terbawa oleh air laut ke pinggir pantai, dia berencana saat pulang nanti dia akan pergi ke toko aksesoris untuk melubanginya dan bisa dijadikan gelang tangan. Ini sepertinya adalah gelang pandora didunia kerajinan tangan.


Saat dia memutar badannya dia hampir saja menabrak seseorang, Julietta berdiri dengan tegak dan baru melihat dengan jelas ternyata orang itu adalah Gisele.


"aku mau bilang sesuatu dengan kamu" ucap Gisele tanpa ekspresi, tidak selembut disiang hari tadi, matanya langsung menatap tajam kearah Julieta.


"aku tidak perduli kamu pura pura bodoh atau memiliki rencana yang lain yang sudah matang, tapi David itu harus aku dapatkan"


Julietta hanya menjawab "baiklah"


Giselle " Aku tidak bercanda"


Julietta :Aku juga tidak bercanda, kamu kejar saja dia, yang penting kita masih boleh bisa jadi adik kakak kan nantinya"


Gisele terbengong. Dengan tersenyum manis Julietta berkata lagi.


"Seperti ini, kita berdua tidak memiliki perasaan layaknya suami istri, aku menganggapnya teman baik saja tidak lebih, kalau kamu mau merebutnya silahkan, tidak perlu mengancam aku, karena David juga tidak suka dengan aku"


Gisele sedikit tidak menduga ucapan Julietta itu. Tidak berani bilang suka, tapi dia yakin David itu sangat perhatian dan perduli dengan Julietta. Dilohat dari Julietta yang bersikap seperti ini, siapa yang lebih perduli itu jadi terlihat dengan jelas.


Gisele semakin cemburu dan semakin sedih menyadari hal itu, David yang sangat sulit didapatkannya bertahun tahun, ternyata dia melindungi wanita yang belum lama dikenalnya dan menyukainya secara sebelah pihak.


Dia awalnya mengira David orang yang seperti pasif ini hanya bisa dicintai, Tapi hati bekunya yang dingin itu selamanya juga tidak bisa ditutup. GIsele tidak bisa berkata apa apa lagi. Julietta berpikir sesaat dan dia juga merasa tidak salh ucap karena saat ini, itu memang pemikirannya dia sama sekali tidak mengerti Giesle sedang berpikir apa sih. Gisele menggigit bibirnya dan berkata lagi.


"Aku tidak percaya kamu akan rela"


David itu pria menawan seperti ini, didunia bisa ada berapa banyak. Julietta semakin kebingungan, wanita yang baik baik cantik, kenapa tidak cari pria yang lebih pintar hangat dan tampan seperti Erick saja, kenapa mengejar orang seperti David yang hanya bisa buat orang kesal setiap harinya.


Julietta menghela nafasnya, dengan pelan baik dia menasihatinya 


"apanya yang aku tidak rela, Pria itu, ibaratnya yang lama tidak pergi yang baru tidak datang"


Saat Julietta berkata ini kebetulan David dan yang lainnya berjalan menghampiri mereka, mereka mendengarnya dengan jelas. Mendengar istrinya berkata seperti itu, mereka menatap ke arah David, mereka semakin merasa dia sedang diselingkuhi. David keheranan.


"ehem saatnya makan"Tomy langsung menghentikan Julietta berbicara lebih lanjut lagi.


Tertangkap basah tidak membuat Julietta takut sedikitpun, dia melangkah ke meja makan untuk makan barbeque dengan senang.


Daging yang sudah dimarinasi oleh minyak lalu dibakar diatas arang,aroma harum yang sangat tebal membuat Julietta menelan air liurnya. Gisele duduk di kursi dan tidak bergerak, Julietta yang melewatinya bertanya.

__ADS_1


"kamu tidak makan"


Gisele mengerutkan alisnya dan menjawab "aku vegetarian"


Julietta "maaf mengganggu" 


dia yang sangat suka makan daging tidak bisa berkomunikasi lagi dengan Gisele. Gisele berjalan ke sebelah berwarna merah, dia melihat beberapa ikan didalamnya yang masih bergerak dengan sedikit air, lalu berkata dengan lembut.


"ikan ikan ini jangan dimakan, lihat mereka masih sangat aktif, kita lepaskan saja kelaut bagaimana"


Suara dia agak pelan, kebetulan David yang duduk tidak begitu jauh mendengarnya dengan jelas. Julietta langsung menolak.


"jangan dilepas, aku mau makan"


"Kamu yang seperti ini terlalu kejam, ikan juga punya kehidupan"


"Aku setiap tahun akan mengikuti aktifitas membebaskan binatang ke alam liar, aku pernah melepaskan ikan dan kura kura"


Gisele membuka HPnya dan menunjukan gambar sebagai bukti ke Julietta


"Kamu lihat kura kura ini sudah sebesar ini, tidak tahu sudah hidup berapa lama"


Julietta dengan agak ragu ragu menjawabnya


" ini adalah kura kura Brazil"


Kura kura Brazil diseibut juga sebagai pembunuh kehidupan, sifatnya sangat ganas dan pemakan semuanya, orang saja bisa digigit. Julietta sudah menduga yang dilepaskan Gisele adalah jenis kura kura itu, dan mungkin kura kura yang dilepas gisele sudah memakan ikan dan semua binatang di satu danau. Itu membebaskan binatang apa.


Gisele mengerti kura kura Brazil tapi tidak tahu bentuknya seperti apa. Wajahnya langsung pucat dan tidak tahu harus berkata apa lagi, hanya bisa menatap David meminta bantuan secara tidak langsung. Lalu dia melihat pandangan David mengarah ke ikan di ember itu, lalu berkata.


"bakar semuanya"


gisele berpikir, bukannya katanya David itu pria yang suka dengan wanita lembut dan mencintai hewan kecil. Tomy tertawa dengan canggung lalu menarik Gisele agar dia menyerah, jangan mengganggu mereka berdua lagi.


Julietta terkejut, dia mengira David akan mengambilkannya untuk dia, jadi dia mengulurkan tangannya ke David dan berkata "terima kasih"


Tapi dia melihat udang bakar itu kedalam mulut  David, David sedikit kepanasan, pipinya bergerak untuk memberikan komentar "enak"


Julietta sangat kesal. Dia mengambil cumi bakar, tapi David lebih cepat darinya, lengannya yang kurus panjang itu memudahkan dia melewat Julietta untuk mengambil cumi bakar itu, kali ini dia ingat untuk meniupnya dulu sebelum dimakan. "Enak" katanya lagi.


Julietta "kamu mau mati ya"


Julietta kehilangan kesabaran, dia mengulurkan tangannya mengambil tiram, aneh kali ini aDavid tidak menghalanginya, Julietta dengan bangganya memajukan tangannya "uh panas pans panas " membuat David tertawa ha ha ha, julietta mendengarnya jelas "terima kasih"


Julietta lagi lagi rasanya ingin mengikat David di roket dan diterbangkan ke langit, lebih baik jangan kembali lagi.


Dia menatap wajah David yang mulus itu, terlihat seperti tidak terjadi apa apa dan terus mengunyah, semakin Julietta lihat semakin membuatnya kesal marah. Tanpa menunggu respon dari David, dia tiba tiba mencubit pipi David dengan keras. Kulit muka David sangat tipis, dicubit beberapa kali langsung merah.Julietta dengan senang berkata lagi "awas kalau berani coba rebut lagi"


David tiba tiba menjadi takut, Jari tangan Julietta masih terasa panas, ujung jarinya masih tersisa panas setelah memegang kulit tiram, yang panas yang dengan eratnya masih tertempel di pipi David. Hati David juga seperti menjadi kepanasan.


Disaat ini Julietta melihat pantulan wajah dia yang membesar melalui bola mata David, hampir memenuhi setengah bola matanya, Dia terkejut karena tiba tiba dia sadar kalau posisi dirinya saat ini sangat dekat seperti mau mencium pipi David, mereka berdua saling bertatapan, jaraknya sangat dekat.


"Mata kamu ada..."


Dengan wajahnya yang gelap Julietta langsung menjawab "diam"


Beberapa orang uang duduk disebrangnya melihat dengan jelas. Tomy minum satu teguk bir dan berkata pelan 


"Gisele sudah menyerah belum, kamu lihat itu apa bos bisa membiarkan kamu menyentuhnya"

__ADS_1


Mereka juga tidak bodoh, walaupun David terlihat lembut, terlihat seperti tidak perduli dengan apapun, dan sengaja memprovokasi Julietta, selain memikirkan kata katanya tadi, tidak ada alasan yang lain lagi. GIsele memingkamkan bibirnya dan tidak bersuara.


"Kamu sebaiknya cepat cepat mengakui kesalahan kamu, sekarang diam bukan berati bos mengizinkan kamu melakukan ini"


Gisele tiba tiba sedikit sedih


"Aku benar benar tidak mengerti aku ini kurang apa dibandingkan dengan dia,kenapa kalian selalu meihak kepada wanita itu, pernikahan yang sudah mati, apa perlu dipertahankan, sekarang sudah zaman apa, menyukai seseorang bukaya itu sebuah kebebasan"


"Mana bisa membandingkan orang dengan orang Gisele, kamu pikirannya terlalu mudah"


Herman yang selalu diam tiba tiba bersuara


"Alasan apapun tidak bisa menjadi alasan merusak di pernikahan orang lain, jangan buat aku memandang rendah kamu GIsele"


Julietta sudah tidur dikamarnya setelah makan malam bersama tadi, tapi David keluar sedang mencari angin laut. Bajumya yang longgar mengeluarkan suara karena tertiup angin, sendirian berdiri diatas bebatuan kecil, tidak tahu sedang memikirkan apa. Dibelakangnya ada bayangan orang yang pelan pelan mendekatinya yang ternyata adalah GIsele.


Gisele dengan pelan berkata "kamu tidak mau bilang apa apa dengan aku"


Satu tangan David dimasukan kekantong celananya, dia masih membelakangi Gisele, dengan tenang dia berkata.


"jangan menggunakan reputasi di pekerjaan kamu menjadi taruhan"


"maksud kamu adalah.." wajah dia sekejap menjadi pucat.


"tulis surat mengundurkan diri"


Gisele tidak berani percaya kalau david bisa bisanya berinisiatif dia untuk mengundurkan diri.. Tangannya dikepalkan dengan erat lalu berkata.


"kalau aku pergi tidak ada orang yang bisa menggantikan aku, kamu harus tahu itu"


David memutar badannya. Ditengah gelapnya malam, mata dia terlihat gelap, dingin di matanya tidak pernah dilihat oleh Julietta.Dia sangat tenang, walaupun GIsele menangis tetap dia juga tidak terlihat ada pergerakan dan menjawabnya.


"didalam pekerjaan, tidak ada orang yang unik"


Jadi menguunakan pengalaman dan posisi diperkerjaanya untuk menda[atkan hak dalam hal lain, adalah kesalahan yang sangat besar. Seluruh badan GIsele sedang sedang gemetar. Dia mengingat kembali kata kata dari Tomy.


"Gisele kamu masih tidak mengerti David sama sekali"


Dia sepertinya memang tidak mengerti dan meremehkannya, kenapa dia bisa menganggap semua hal ini dengan santai. Gisele mengelap air maanya lalu bertanya dengan tidak terima.


"Aku ada pertanyaan terkahir, didalam dunia kamu pakah akan ada orang yang unik"


Pria ditengah kegelapan malam itu berdirinya tegak, matanya yang panjang melirik ke arah lautan. Suaranya sangat mengambang seperti langsung menghilang oleh sura ombak lautan "tidak tahu"


Dihari berikutnya kamar GIsele sudah kosong, hanya terisisa satu surat pengunduran diri di atas meja nakas.


semua orang yang menerima berita itu langsung terkejut, Herman langsung menelepon Gisele, tapi David yang tidak tahu kapan masuknya langsung menghalanginya dan berkata "tidak perlu"


"Bos dia sudah bekerja setengah, kamu membiarkan dia pergi"


David menganggukan kepalanya sebagaii jawaban, setelah itu mereka tidak bisa membantahnya lagi. Tomy menghela nafas, menggaruk kepalanya lalu berkata.


"Jadi menurut kamu harus bagaimana"


Respon dari David sangat tenang "Bukannya sudah mengumpulkan beberapa penggambar sketsa, ajari dengan baik nanti bisanya dengan cepat"


Gambar karakter yang dikumpulkan, mereka semua saling melihat, peringkat pertama itu bukannya Julietta.


Julietta tiba tiba bersin di kamarnya lalu dia menggaruk hidungnya sekuat tenaga. Kemarin malam tidurnya tidak begitu tenang, rambutnya berantakan seperti sarang tawon. Sambil menyisir merapikan rambutnya dia. mengambil hpnya lalu dia melihat ada pesan masuk dari nomor asing. Orang  yang mengirim pesan itu sangat jelas sedang marah, karena menggunakan  tanda seru yang sangat banyak 

__ADS_1


kita tidak mungkin menjadi adik kakak !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


julietta bingung sebentar dan akhirnya dia tersadar orang ini siapa. Wajah Julietta tidak bersalah, Gisele ini sangat menarik perhatiannya.


__ADS_2