Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
60


__ADS_3

Selesai mengatakan itu, semua orang yang berada didalam ruangan itu kecuali Julietta telah menganggap kalau Sisca sudah gila. Tidak masalah dengan Erick, namun mengapa bisa menyebutkan suami orang lain, dan saat membahas tentang David, wajah Erick pun berubah menjadi muram.


Erick berkata "Sisca, aku adalah milikku sendiri, aku bukanlah milikmu, sama dengan yang lain"


"Tapi, tapi sebelum Julietta muncul, kamu mencintaiku bukan, dialah yang merebutmu dariku bukan"


Erick terdiam, tidak ingin menghancurkan khayalannya, sebenarnya perasaanya terhadap Sisca hanyalah sebatas perasaan terhadap saudara, dan dia tidak bisa melepaskannya dari tanggung jawabnya. 


Hubungan mereka sebelumnya berasal dari beban orang tua mereka, sehingga membuatnya harus bertanggung jawab padanya seumur hidupnya. Keheningan Erick menyebabkan Sisca menjadi gelisah.


Dia menunggu jawaban Erick, dan ekspresi yang terlihat sekarang bukanlah ekspresi yang diharapkannya, darah ditubuhnya perlahan menjadi dingin, diikuti oleh suhu badannya yang mulai menurun membuatnya menjadi tenang.


"Ka Erick, kamu pernah menyukaiku bukan" Sisca bertanya dengan hati hati. Tapi Erick hanya bisa terdiam.


Dia tidak bisa berbohong dalam masalah ini, setelah beberapa saat dia berbisik "Maafkan aku" Jika tidak suka, tidak ada cara untuk memaksanya.


Mendengar permintaan maaf dari Erick itu membuat Sisca terdiam dan jatuh kedalam kehampaan. Harga diri dan tujuan hidupnya telah kandas, tidak berharga lagi. Wajahnya menggantungkan senyuman kaku, namun terdengar tangsian sedih dari tenggorokannya. Dari awal sampai akhir ternyata dia, tidak pernah disayangi oleh siapa pun.


Sisca menatap Erick dengan tatapan kosong, Erick membuang muka dan minta maaf lagi. Kemudian Sisca memandang David yang tidak mengatakan sepatah katapun sejak awal. Dia hanya menatap dingin kearahnya.


Seperti dikehidupan sebelumnya, tidak perduli seberapa keras dia berusaha, tetap saja tidak bisa membuat David menunjukan wajah baik ketika melihat ke arahnya.


Sisca berbisik "Mengapa semua orang yang kusukai tidak pernah menyukaiku mencintaiku"


"Karena cinta bukanlah sesuatu yang harus dikejar dengan paksa, namun harus bisa saling menarik satu sama lain" Julietta berkata dengan tenang dan menceritakan kejadian yang sebenarnya kepadanya "Jika kamu tidak pernah mencintai dirimu sendiri, bagaimana orang lain bisa jatuh cinta padamu"


Bibir Sisca bergetar mendengarnya, setelah beberapa menit akhirnya dia bicara "Aku benar benar membencimu"


Sisca mengakui kesalahannya. Dia telah menyerah akan hidupnya. Julietta hanya berharap dia bisa mengerti dan tidak menyia-nyiakan kesempatannya yang telah hidup kembali ini.


Ketika mereka bersiap mau meninggalkan ruangan itu, Sisca memanggil Julietta.


"Ada beberapa hal yang ingin kubicarakan empat mata denganmu"


David memegang lengan Julietta dengan erat dan menariknya ke arahnya, Julietta memegang lengannya dengan,lembut sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa apa hanya bicara sebentar"  Kata Julietta sambil tersenyum.


Saat ini Sisca sedang lemah dan tidak berdaya, jangankan menyakiti orang lain, bahkan untuk mengangakat lengannya sendiri pun dia kesulitan, dia tidak akan bisa menyakitinya.


David bicara "setengah menit"


Julietta tersenyum dan berkata "Baiklah, setangah menit"


Hanya ada dua orang yang tersisa dalam ruangan itu. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Julietta menjaga jarak seitar satu meter lebih dari ranjang Sisca.


Sisca memdengus dingin dan berkata.


"Aku sangat ingin menggigitmu, mendekatkan aku masih punya tenaga tersisa"


"Jangan aku sangat kurus dan dagingku tidak enak" Julietta terlihat tulus.


Sisca mengabaikan leluconnya dan lanjut bertanya dengan dingin "Apakah kamu bangga sekarang"


"Mengapa aku harus bangga"


"Akhirnya aku mengerti, kamu benar benar memiliki pemikiran untuk membunuh dua ekor burung dengan sebusur panah. Setelah masuk perusahaan Aquarius, pada saat yang sama, kamu akan berhubungan dengan Erick. Setelah David mati, kamu bisa mewarisi perusahaan Aquarius. Beberapa tahun sesudahnya, kamu akan mendekati Erick dan menikah dengannya. Aku benar benar ingin bertepuk tangan untukmu, aku benar benar tidak ada apa apanya dibandingkan dirimu"

__ADS_1


"Apa"


Melihat wajah Julietta yang memucat, Sisca mengerutkan alisnya "Apanya yang apa"


"Mengapa kamu bisa berpikir bahwa David akan mati"


Awalnya Sisca terkejut, lalu dia tertawa. Dia tertawa dengan bahagia dan bangga.


"Tidak kusangka, tidak kusangka, kamu dihidupkan kembali lebih awal dariku. David akan mati. Dia akan dibunuh oleh orang lain. Sekarang aku mengerti seharusnya itu adalah saingan bisnisnya ha ha ha, ini adalah akhir hidupnya."


Julietta masih terdiam.


"Apa kamu pikir dengan mengubah banyak hal, kematiannya bisa diubah" Sisca tersenyum dingin "Baiklah silahkan jalani kehidupan yang penuh ketakutan setiap hari, aku menasehatimu, jangan mencintainya, kalau tidak, kamu akam merugikan dirimu sendiri"


Satu persatu orang yang tadi di ruangan yang telah keluar dari ruangan Sisca, Erick tidak melihat orang tua dari Sisca. Dia melihat sekeliling dan hampir saja menabrak seorang perawat. Perawat itu masih muda dan cantik berwajah bulat, kepalanya mungil, sepasang matanya yang indah itu tidak bisa berpindah setelah menatap Erick. 


Seolah mereka ditakdirkan untuk bertemu, kedua orang itu bertukar pandang dan terpana. Erick sadar dan bertanya dengan sopan "kamu adalah"


"kamu adalah Erick" perawat mungil itu melompat kegirangan, wajahnya sampai merona "Sungguh kebetulan, aku tidak menyangka bisa bertemu dengan orang aslinya"


Erick mengira perawat mungil itu adalah penggemarnya, namun perawat itu melanjutkan perkataaanya dengan cepat.


"Mungkin kamu tidak ingat padaku, aku bukan hanya penggemarmu, tapi aku juga pernah bermain game bersama dengan mu, apa kamu masih ingat permainan black heroik, aku juga berada dalam grup klan bulan dan memiliki hubungan yang cukup baik dengan kudaperang, kamu pernah main online bersamaku beberapa kali, bahkan kamu juga pernah memuji kemampuanku yang cukup baik"


Mendengar cerita ini membuatnya terpana. Segera Erick yang memiliki ingatan yang baik itu ingat bahwa memang ada satu karakter ini. Sangat jarang bisa bertemu dengan anak gadis yang memiliki ketrampilan sebaik dirinya.


Dia akhirnya teringat hanya telah memujinya beberapa kalimat, namun Sisca menganggapnya serius dan menangis selama beberapa hari, yang membuatnya dia menuruti permintaan Sisca untuk menghapusnya dari daftar pertemanan dan dalam beberapa hari setelahnya, gadis iini diusir keluar dari grup klan. Sekarang ini dia mulai mengingat bahwa keputusannya untuk keluar darri dunia game mungkin berhubungan juga dengan Sisca.


Mengingat game itu, ekspresi wajah perawat mungil itu menjadi sedikit muram. Dia sepertinya mengingat sebuah kejadian yang tidak menyenangkan dimasa lalu.


Tiba tiba terdengar suara perawat lain disisi koridor sebelahnya memanggil namanya. Dia segera mengenakan masker lalu berkata dengan terburu buru. "Sangat jarang untuk bisa bertemu denganmu,,oh iya aku mendapatkan versi beta game knight walker, id permainanku adalah shaolin, jika kamu tidak menemukan cukup orang untuk bermain grup, bisakah kamu mengajakku untuk bermain bertanding bersamamu"


Perawat satunya yang diujung sana memanggilnya sekali lagi, perawat kecil itupun buru buru melambaikan tangannya dan berlari kecil, kemudian menghilang disudut koridor. Untuk waktu yang lama, Erick tersenyum. Ada apa dengannya, seperti anak sekolahan saja.


##


Julietta tidak yakin apakah ucapan Sisca itu benar. Cerita dalam buku novel itu menjelaskan bahwa setelah pemeran utama wanita itu hidup kembali, dia akan mengikuti Erick dengan putus asa dan tidak akan pernah menyebutkan tentang David lagi, karena itu dia tidak terlalu jelas mengenai masa depan David.


Saat itu seolah olah debu telah mengendap, dewi takdir memegang sebuah pasak diatas kepalanya. Dia tertawa menyeringai, kepalanya pusing dan sedikit bingung. Namun wajah Julietta sama sekali tidak menunjukan kebingungaanya. Dia tidak mau menunjukan ekspresi yang rapuh, yang telah dipastikan oleh Sisca itu hanyalah omong kosong.


"Sisca aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan" Julietta tersenyum kecil "Hal hal yang kau yakini itu bertentangan dengan hal yang kamu harapkan, dan tidak bisa mendapatkan hasil yang kau inginkan, semua tergantung dengan usahamu, ketika seseorang dihadapkan pada kematian, mereka pasti tidak akan bisa menghindarinya, sama seperti kamu mengajakku untuk mati bersamamu hari ini, aku juga tidak menyangka bisa berjalan keluar dari mobil dengan selamat"


"Jadi menurutmu David bisa selamat menghindarinya nanti" Sisca tersenyum mengejek.


Julietta menjawab "Aku percaya bahwa dia adalah pemeran utama didunia ini sekarang, jadi dia seharusnya dia tidak akan mati"


Senyuman sinis Sisca terlihat membeku disudut bibirnya.


"Jika kamu punya waktu untuk menakutiki, lebih baik kami merenungkan kembali bagaimana kamu akan menghabiskan waktu yang lama dan tersiksa di dalam penjara nanti"


Sisca mengepalkan tangannya, meskipun seluruh tubuhnya tidak memiliki tenaga lagii, dia masih bisa bicara dengan suara keras "Aku tidak akan menyesal"


Julietta hanya menatapnya dengan pandangan yang tegas "Benarkah"


Setelah percakapan singkat mereka selesai, Julietta berjalan keluar dari ruangan kamar tersebut. Sisca yang berusaha untuk bangun nampak kelelahan, dan akhirnya jatuh kembali ke ranjang. 


Pandangannya mengarah kelangit langit putih, mukanya sangat pucat, dia nampak tidak percaya diri dengan kehidupannya yang kedua ini. Dalam benaknya muncul tatapan kecewa dari Erick, kesedihan dan ketidakpercayaan dari keluarganya, Charlie yang menakutkan dan yang terakhir desahan penuh kesedihan dokter yang berkata kalau bayinya sudah tiada. Apakah diperutnya sempat ada satu kehidupan.

__ADS_1


Tangan Sisca perlahan bergerak dari ranjang ke perutnya yang dingin, air matanya mulai berlinang, namun dia menahannya supaya tidak mengalir, dia berbisik "aku tidak akan pernah menyesalinya" Dia juga tidak boleh menyesalinya.


Julietta dan David kembali kerumah. Semua ucapan Sisca bagaikan sebuah benih, dan dengan cepat tumbuh didalam hati Juliettan mulai mengeluarkan bunga yang mekar. Matanya memperhatikan David yang sedang mengenakan celemek pink.


Dia sedang mencuci piring sambil memunggungi Julietta yang nampak lebih menderita sekarang. Rasa ketidakpastian ini sangat buruk dan membuatnya tidak bisa lagi mengetahui kebenaran.


Ketika Julietta sedang melamun meimikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya. David tiba tiba berbalik dan bertanya perlahan "Apakah aku makan terlalu banyak hari ini"


Julietta bingung "apa"


David "Jadi kamu marah"


"Apa kamu pikir aku orang yang seperti suka marah"


David menjawab tanpa ragu sambil mengangguk "iya"


Julietta menggigit giginya geram "Kusarankan kamu sedikit bicara"


David "Jadi kamu benar benar marah"


David memang memiliki kemampuan ini, dia selalu bisa memancing kemarahan Julietta hanya dengan beberapa kata.


Julietta menatapnya dengan tatapan sedih muram "Hei aku tanya ya, apakah banyak yang tidak suka terhadap peusahaanmu"


David mengeluarkan sebotol yakull dari kulkas, membuka tutupnya lalu bicara perlahan "Tidak banyak, hanya belasan perusahaan"


Juliettaa terdiam dan bergumam, belasan masih dibilang tidak banyakkah. Jika mereka bergabung pasti cukup untuk menghancurkanmu berkali kali.


"Apakah kamu pernah berpikir bahwa mereka akan melakukan sesuatu yang merugikanmu, seperti yang dilakukan oleh Sisca padaku" Julietta bertanya dengan sangat implisif. 


Dia mengarahkan David untuk bisa memikirkan faktor apa saja yang tidak memguntungkannya, dan membiarkannya unatuk mencari cara menghindari segala resiko.


David memeganag botol itu. Tatapannya jatuh kepada Julietta heran. Dia menatap Julietta yang tidak nyaman lalu berkata "Apakah dia telah mengatakan sesuatu kepadamu"


Julietta menunduk menghindari tatapannya dan berkata dengan samar "Aku hampir saja mati, sehingga hatiku selalu memikirkan kematian itu"


Sisca berpikir bahwa dia hidup kembali,i karena Sisca tidak pernah berhubungan dengannya secara dekat, maka David tidak mengenalnya. Beda halnya dengan Julietta, apalagi David.  David bisa melihat perubahannya, orang biasa tidak akan ada yang memikirkan bahwa jiwanya tertukar. Julietta ingin menyembunyikan masalah ini selamanya dari David. Tentu saja dia tidak ingin membahas topik tentang itu.


"Jangan berpikir terlalu jauh, aku juga bukan Steve Jobs, bahkan jika aku mati, Tomy akan menggantikanku menjadi pemimpin, perusahaan Aquarius memiliki standar operasi yang sudah matang, jika seorang pendiri hilang, pasti otomatis akan segera digantikan dengan cepat"


Pada saat ini, lebih baik untuk meningkatkan kemampuan diri, atau langsung saja mengambil karyawan orang lain. Para pengusaha bisanya lebih condong untuk menarik desainer atau programmer dari perusahaan saingannya. Hanya orang bodoh yang menyakiti orang lain untuk membuat perusahaanya hancur.


Namun benar juga jika dipikir, perusahaan sebesar Aquarius tidak hanya bergantung pada satu orang. Namun disisi lain, David merupakan seorang pimpinan bagi Tomy dan yang lainnya. Dia berkata bahwa dirinya tidak penting, namun keberadaanya tidak tergantikan. Ekspresi wajah Julietta nampak serius. Dia terdiam berpikir cukup lama, lalu tiba tiba teringat, mungkinkah David tidak dibunuh oleh pesaing bisnisnya, mungkin.


Dengan makan junk food sampai tubuhnya rusak, sakit flu berat saja terlalu malas untuk pergi ke dokter, sampai mati sendirian dirumah. Sudah lama tidak berolahraga dan makanan tidak sehat yang menyebabkan tubuhnya mengalami kanker, semuanya masuk akal. Jukietta terlihat sangat pusing frustasi.


Ketika dia menatap David sekali lagi, dia menyadari bahwa tidak mudah bagi David untuk bisa hidup sampai saat ini. David terdiam, entah mengapa selalu saja muncul firasat buruk saat melihat Julietta yang terdiam sedih merenung.


Julietta tiba tiba berdiri dihadapannya dan berkata "Mulai hari ini, jaga tubuhmu, hargai hidupmu, berolahragalah sebanyak pola makanmu" David melongo bengong.


"Sudahlah ini mencegah kamu mati muda, lebih baik tidur lebih awal"


Julietta mendorongnya ke kamar tidurnya. David melirik dengan enggan kearah buah kering dan cemilan lain yang terletak di atas meja, namun Julietta segera menatapnya dengan tatapan serius dan berkata lagi.


"Cepat tidur, anak muda tidak boleh terlalu sering bergadang"


David "cemilanku."

__ADS_1


 


__ADS_2