Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
56


__ADS_3

Dilapangan salju ini tidak ada begitu banyak orang, semuanya mungkin sedang berendam air panas atau main ski, keluar dari hotel hanya ada salju yang belum lumer. Pandangan David tertuju kekaki Julietta.


Peralatan anti dingin mereka berdua sangat lengkap, topi, syal, sarung tangan dan jaket semuanya ada dipakai, Julietta takut kakinya kedinginan, dia mengenakan boots salju kulit berbulu domba dengar dengar domba Australia sangat hangat. Disaat ini dia memakai baju tebal dengan sangat tertutup dan sudah tidak merasakan dingin. Julietta tanpa sadar melihat David yang sedang menatap kakinya.


"Kenapa"


"Sepatu kamu"


"Bagus ya, sepasang sepatu ini mahal" Julietta pamer mengangkatnya untuk diperlihatkan.


"Seperti kaki ****"


"Diangkat semakin mirip"


David ditampar dengan sarung tangan baru terdiam. David berdiri disebelahnya dengan takut, Julietta sedang bersemangat menepuk nepuk tangannya.


"Kita buat orang orangan salju"


Julietta sangat jarang memiliki pikiran untuk membuat orang salju, dipikiran dia, orang salju tampangnya adalah kepala yang bulat seperti di animasi, dan ditusuk satu ranting pohon dan beberapa batu dan kurang lebih sudah jadi.


Julietta membuat fondasinya dengan senang, dia menggiling salju, beberapa saat tidak mendengar suara dari David, sibuk mengumpulkan salju, dia mengira David mau bermalas malasan dan tidak mau bergerak.


Tiba tiba dia mendengar suara mesin mobil, Julietta terkejut dan mengangkat kepalanya, satu mobil offroad berhenti disekitarnya dan ada orang turun dengan hormat, orang itu memberikan satu tong peralatan kepada David dan melihat David berjalan mendekatinya. Julietta bingung.


"Kamu kenapa mau bawa barang sebanyak ini, bisa bisanya ada cangkul juga, kita mau buat rumah salju"


David menjawab "bukanya mau buat orang salju"


Julietta memang mau buat orang salju, bukan mau buat patung es. Julietta tidak menyangka kemampuan David sangat hebat. 


Biasanya kalau buat gambar Julietta bisa menggambar apapun dengan mudah, tapi kalau benar benar mau dibentuk, Julietta sama sekali tidak punya pikiran. David mengambil kursi kecil lipat dan meminta Julietta duduk disebelahnya, Julietta melihat David menumpuk salju dan dipukul pukul sampai kuat keras, terakhir dia membuat sebuah tampilan sekitar satu setengah meter. Perlahan lahan bentuknya menjadi jelas, Julietta melihatnya semakin tidak asing tiba tiba dia sadar,


"Ini bukannya ksatria wanita yang aku desain"


Ini benar benar diluar dugaan Julietta. Tidak disangka David mengingat bentuknya dengan sangat jelas. Tangan David merah kedinginan, tapi dia sama sekali tidak perduli, dia hanya fokus menumpuk salju Julietta menatap muka David dari samping, dia baru sadar ternyata muka David sangat ganteng.


David "Giliran kamu"


Julietta terdiam, kalau membuat model 3D Julietta juga memiliki banyak pengalaman, awalnya gerakan dia lambat sedikit, setelah memperkirakan ukurannya, gerakan Julietta perlahan menjadi cepat, perlahan lahan detail ksatria wanita itu sudah terbentuk. David berdiri disebelah Julietta memberikan peralatan.


Tampang Julietta yang serius sedikit berbeda dari biasanya, terlihat gesit dan sangat cantik. Salju dimatanya lumer dengan cepat, karena sibuk tiada henti dahinya mengeluarkan keringat, pipinya juga menjadi merah.


"Selesai"


Julietta akhirnya berdiri dengan tegak, pinggangnya sedikit sakit dan kaku, tapi sangat merasa puas denganhasilnya. Ksatria wanita didepannya sudah terbentuk sempurna. Satu tangannya memegang pinggangnya dan kepalanya dimiringkan dan bibirnya tersenyum.


Julietta mengelap keringat dikepalanya dan dia sangat puas, dia mengeluarkan HPnya dan mengambil foto beberapa kali. Kalau tidak cepat cepat difoto saljunya akan mencair, kelelahan satu sore ini besok mungkin akan menjadi setumpuk salju saja.


"Sayang sekali, nyawa dia terlalu pendek"


David melihat banyak foto kstaria wanita salju di HP Julietta, dia juga mengeluarkan HP dari kantongnya dan berkata, "fotonya kirim ke aku semua"


Julietta mengangguk, saat mengirim foto, Jukietta juga tidak lupa menyalahkan David.


"Kamu lihat aku foto orang salju saja sangat bagus, hasilnya, coba lihat kamu.."


Dipandangan Julietta, wallpaper David masih foto mereka berdua yang ditanah bersalju bersama, Julietta tertawa, Difoto itu David disebelahnya seperti bantal berbentuk orang dibungkus dengan rapat, apapun tidak terlihat.


"Wah, ternyata kamu masih simpan, jelek sekali, aku hanya bercanda saja, cepat hapus"


David mengangkat HPnya tingi tinggi seperti melindung harta karun.


"Tidak boleh"


"Baiklah terserah kamu"


Jauh lebih bagus daripada foto mereka yang terjatuh disalju. David menerima foto yang dikirm Julietta dan langsung mengirimkannya ke Tomy.

__ADS_1


David  Souvenir game baru sudah ada, buat sesuai ini.


Tomy yang sedang dirumah, sedetail ini?


Tomy ok bos.


Tomy Bos aku lihat foto yang nyonya posting di moment dia, kalian main ski seru tidak, bersama nyonya senang tidak?


Tomy Aku sangat kangen kalian, setelah aku merayakan hari raya aku akan kembali cari kalian ikut main ya.


Tomy Bos, kenapa tidak balas aku.


Setelah pesan terakhir dikirim, layarnya tiba tiba muncul satu kalimat, dia sudah memulai verifikasi teman, anda sudah bukan temannya. Silahkan kirim permintaan teman terlebih dahulu. Tomy menangis. Bos lagi lagi memblokirnya.


"Kamu lihat anak kamu, jomblo terlalu lama, sedih sepert ini sendirian, sangat kasihan"


Tomy mendengar suara saudaranya, tangisannya semakin hebat.


Main orang salju sampai sangat senang, bisa dibilang menggambar tanda titik yang indah untuk mengakhiri liburan ini. 


Mereka berdua naik kepesawat, Julietta mengenakan sabuk pengaman. Waktu dipesawat masih ada beberapa jam, pramugari mendorong gerobak kecil untuk mengirim makanan yang sudah dipesan diawal, Julietta menyadari dengan terkejut, ternyata ini adalah makanan pesawat yang dulu dia bilang rasanya sangat lumayan enak.


Melihat Julietta menatap makanan itu, David berkata "makan tidak boleh memperlakukan diri sendiri dengan buruk"


"Sepertinya masuk akal"


Julietta membuka penutupnya diatas nasi ada dua potong lobster, porsinya lebih banyak dari yang dulu, Julietta makan dengan lahap, dia menghabisakan semua buah dan makanan manisnya, mendengar David bilang ada beberapa porsi lebih, dengan muka tebal Julietta minta pesan satu porsi lagi.


Sebenarnya David yang duduk disebelah tidak suka makan makanan pesawat, saat dia melihat Jukietta makan dengan lahap, tiba tiba David merasa makanan itu enak juga.


David bertanya "sangat enak"


"Tentu saja sangat enak, hei, jangan curi lobster aku"


Terlambat David sudah mengunyahnya. Benar benar enak. Ditengah perjalanan dipesawat dan berada diatas awan, akhirnya terlihat warna langit yang biru cerah, dan ditambah warna merah yang terang. Julietta awalnya mau melihat matahari terbenam, tapi saat menunggu tiba tiba dia tertidur. Matanya tertutup, bulu matanya lentik dan tebal, bibir mungil merahnya dirapatkan, tanganya diletakan dipegangan tangan dan tidak bergerak,


Sesampainya dirumah, sudah diduga David menepati janjinya, yang membuat pangsit bukan Julietta sendirian, setengahnya Julietta yang buat, setengahnya lagi David buat pangsit bulan. David menambahkan banyak isi daging, beberapa pangsit ada yang rusak pecah ketika direbus dan hampir menjadi sup, membuat Julietta tertawa.


Setelah makan pangsit dua piring setengah, Julietta takut David kekenyangan, dia langsung menghentikan David yang terus makan dengan cepat. Davidnjuga hanya dalam hal makan tidak bisa dihentikan.


Dalam hal lainnya, dia selalu terlihat lesu dan tidak tertarik, bahkan dalam hal kerja dia juga tidak akan membuang buang banyak waktu. Pertama kali merasakan suasana hari raya yang hanya ada mereka berdua, Jukietta merasa lumayan bagus.


Dia sudah memikirkan tahun depan merayakan hari raya dikuar kota, lebih baik kepantai dan berlari sepuasnya tanpa mengenakan sepatu dan merasakan teriknya matahari.


David yang duduk disofa tiba tiba bertanya "besok kerja tidak"


"Tentu saja"


Dirumah tidak melakukan apa apa, dia merasa benar benar tidak baik, lebih baik ada satu pekerjaan yang bisa membuatnya tenang. Julietta terus mengupas jeruk sambil dimakannya, jeruk itu dibeli David disupermarket tadi, rasanya sangat manis dan berair, manisnya benar benar terasa sampai dihatinya.


"Kamu mau tidak"


Julietta baru selesai bertanya, David yang duduk disebelahnya langsung mengambil jeruk ditangannya dan langsung dimakan.


"Maksud aku kamu kupas sendriri"


"Terima kasih"


"Eh"


Keseokan harinya, mungkin karena makan jeruk terlalu banyak, saat Julietta bangun , ujung lidahnya muncul sariawan, membuatnya sikat gigi saja kesakitan. David mengira dia menangis. David berdiri ditempatnya dan berpikir sebentar lalu bertanya.


"Kalau tidak mau kerja, tidak perlu pergi"


Seperti seorang ayah yang menghinur anaknya yang tidak mau pergi kesekolah, Julietta langsung membantahnya, ucapannya juga terdengar samar samar.


"Tidak seperti itu"

__ADS_1


Julietta yang kesakitan sampai tidak bisa berbicara, lupakan dia lebih baik diam saja. Sesampainya dikantor,Tomy langsung menyambut Julietta dengan berlebihan. Dia sangat antusias dan terus bicara didepan Jukietta, bahkan sampai asistennya melihatnya juga kesal.


Lidah Jukietta masih berasa perih sakit, dan tidak ada niat untuk berbicara jadi terpaksa bicara "anda bukannya ada rapat"


Pandangan Tomy tiba tiba menjadi aneh "nyonya kamu kenapa"


"Radang"


Pandangan Tomy yang aneh mernyatakan tidak percaya sama sekali, pasti bosnya yang terlihat tidak punya hasrat tapi sebenarnya seperti monster menggigit lidah nyonya sampai sakit, seorang pria pasti seperti ini, ketika menghadapi wanita yang disukainya pasti akan seperti monster. Kalau David tahu Tomy memiliki pikiran seperti ini, sepertinya dia akan langsung diusir dari Aquarius.


"Ternyata seperti itu, kebetulan, nyonya mau minum teh herbal tidak" Tanya Tomy dengan ramahnya


"Aku ada urusan, aku pergi dulu"


Keingintahuan Tomy benar benar membuat Julietta tidak tahan, dia langsung mau kabur dan meninggalkan Tomy yang kebingungan menggaruk kepalanya, "salah ruangan nyonya bukannya disini, nyonya mau kemana"


Sekretaris dibelakangnya tersenyum dan berkata kepada Tomy "pergi ketempat yang damai"


Tomy "Aquarius ini tidak cukup damai"


Sekretaris lanjut tersenyum "ya"


Tidak tahu kenapa, Tomy setiap melihat bola mata sekretarisnya yang cantik itu, dia tetap bisa merasakan kekesalannya. "Kemana"


Julietta ke toilet lalu berputar sekali baru kembali ke ruangannya. Marc yang sudah lama tidak bertemu tertawa duduk didepan kursi Julietta, menunggu Julietta kembali, setelah masuk pintu, Marc langsung antusias berkata "Julie liburannya bagaimana"


Julietta pertama melihat kiri kanan dulu, lalu melihat tidak ada Tomy baru lega menjawab "lumayan"


Marc "kamu kenapa"


Hari ini sudah keberapa kalinya menjelaskan dirinya sedang sariawan, membuat Julietta sangat lelah. Setelah Marc mengerti keadaanya, dengan perhatian dia menyuruh Julietta duduk. Disaat ini Julietta baru melihat Marc menjadi sedikit hitam,, tapi daerah matanya putih dan bersih. Saat tertawa, giginya terlihat sangat cerah, membuat Julietta hampir tertawa,


"Kalian pergi kemana"


"Jangan dibahas, pergi ke Bali, istri aku bilang harus berjemur sampai mendapatkan warna kulit coklat agar sehat, tapi setelah jemur seharian dia baru kasih tahu aku harus pakai tabir surya" membahas hal ini Marc terlihat sedih.


"Sangat sedih, kedua tangan aku ada diatas perut, saat bangun sebagian kulit perut aku berwarna putih, membuat istri aku tertawa"


Julietta bisa membayangkannya. Marc membawa oleh oleh, buah buahan yang tidak murah disini, Julietta tidak enak menolaknya, tapi ditahan oleh Marc dengan alasan dia sudah repot bawa kesini dan malas dibawa balik lagi. Ada buah segar dan manisannya mangga, kelapa, nanas, memenuhi beberapa kotak. Marc menepuk bahunya.


"Tunggu kamu sudah tidak sariawan baru makan itu, tidak apa, buah seperti ini tahan lama"


Dia benar benar tidak mau tersiksa oleh sariawannya lagi, benar benar sangat perih, setiap saat bisa terasa sakitnya. Gigi sakit, lidah sakit, perut sakit, kepala sakit karena ditambah sekarang ini saat datang bulan, ini sepertinya ujian yang paling menyakitkan didunia ini.


Karena setiap bibirnya bergerak akan sakit, Julietta tidak ingin bicara, tidak ingin minum bahkan tidak ingin makan, dia hanya duduk dikursi ruangannya dan tidak bergerak dan hanya ingin menggambar. Menggambar membuatnya bahagia. Setelah lewat sekitar 30menit, HPnya berbunyi ada pesan dari


David. Datang keruangan aku.


Julietta mau apa


David makan


Dengan bingung dia masuk keruangan David, dia mengira David masih belum kenyang. Saat pagi bangun lidahnya sudah sangat perih, maka Julietta tidak ada mood untuk buat sarapan, dengan tangan kosong ke kantor.


Sudah diduga David pasti tidak suka makanan kantin di kantor, walaupun makanannya sudah terkenal dengan enaknya dan juga pernah masuk ketrending topik beberapa kali, dengar dengar koki yang dipakainya diambil dari beberapa negara dengan bayaran yang mahal.


Membuka pintu, David duduk disofa, terlihat diatas meja ada beberapa kotak makanan, ada bubur polos, ada hakao, mantao dan juga ada satu piring tumis sayur pendamping. Melihat Julietta masuk, David membuka kotak makanan dan berkata "makan, nanti akan dingin"


Julietta tiba tiba sedikit merasa tersentuh. Tidak disangka David bisa memepersiapkan dia makanan, tidak mudah, benar benar pengertian. Sambil makan bubur Julietta diam diam menanyakan mau membalas David, membuatkannya satu makanan enak. 


 David menjawab "Tadi siang aku makan besar"  "Ini tadi makanan sisa yang aku tidak mau makan lagi jadi aku bungkus"


Julietta tidak tahu harus berbuat apa dengan bubur dimulutnya, menyebalkan.


David "bercanda, ini semua baru dibuat koki dibawah"


"Kamu bercanda lagi, aku akan tampar kamu"

__ADS_1


"Tapi sayuran itu memang dikasih" "haha bercanda lagi"


__ADS_2