
Mereka berdua memanjat kepuncak gunung didalam game untuk melihat pemandangan, Julietta duduk diatas gunung dan berkata. "Aku rasa sekarang respon diinternet terlalu cepat, hanya melihat satu video, server langsung mengirim berita tentang whisper, kamu juga seperti ini tidak"
Julietta mengirimkan dia semua file itu. Dia melihat beberapa video dan terkejut dengan skill David. Komentator dan komentar semuanya terus mengucapkan kata kata salut dan terkejut, tentu saja lebih banyak komentar yang mengagumi.
Kudaperang "ha, tidak, aku sudah nonton video 5 sampai 6 kali, tidak ada berita seperti itu"
Jul "tidak mungkin, HPku dan laptopku benar benar tertutup dengan tulisan dan berita whisper"
Kudaperang tertawa "ini harus ada berapa banyak konten baru bisa menutupinya, haha, pahitnya kasmaran, hebat"
Julietta semakin bingung, juga karena dia sehari hari tidak pernah mengetahui id lain David, maka terlihat semakin aneh,
Julietta bertanya di klan game, semua orang menonton siaran langsung tapi tidak ada yang mengalami masalah yang aneh seperti yang dialaminya, benar benar aneh.
Saat mereka berdua makan, Julietta membahas hal ini.
"Jangan jangan server bisa otomatis mengenali identitas aku lalu mengirim semua informasi tentang kamu"
"Mungkin"
"Mengerikan, aku harus mematikan lokasi aku"
Julietta mana tahu, ini adalah program seperti virus yang dibuat oleh David ditanam ke HP dan laptopnya, dan hanya bisa digunakan di HP dan Laptop Julietta. Berita tentang whisper ini hanya dia seorang yang bisa menikmatinya. Pelaku utamanya dengan tenang menyendok nasi, sama sekali tidak takut tertangkap basah.
Julietta bertanya "hari raya ada rencana apa"
Dia baru mau bilang apakah mau beberapa hari lagi kesupermarket belanja bulanan, walaupun hanya berdua, tapi tetap harus makan malam yang lezat. David berhenti makan. Dengan pelan dia berkata "main keluar kota"
Dulu David tidak pernah merayakan hari raya, karena dia merasa tidak begitu penting. Hanya saja tahun ini ada urusan penting yang harus dilakukan, kalau hari biasa ajak Julietta keluar kota pasti dia tidak akan setuju, tapi kalau liburan dihari raya seperti ini alasannya sangat alami. Tiba tiba Julietta mengira diajak kencan, responnya sangat cepat bertanya.
"Jangan jangan ini ajakan kencan lagi, progressnya terlalu cepat, tidak terlalu bagus"
Respon David seperti mengatakan, memangnya kita tidak pernah keluar kota bersama, setelah dia menatap Julietta sebentar dia lanjut berkata.
"hanya main keluar, jangan terlalu merasa tertekan" "anggap saja bonus liburan untuk karyawan spesial"
"Mana ada karyawan dan bosnya liburan keluar kota bersama" ucap Julietta.
"Kita tidak sama" alih David.
Ajakan David ini tidak bisa dibilang resmi, tapi perlu dipertimbangkan, kalau dihari biasa, Julietta pasti akan langsung menolaknya, bayangan saat itu keluar bersama sangat canggung dia tidak mau jadi canggung sekali lagi. Karena sekarang mereka berdua sudah mulai lumayan saling mengenal pribadi masing masing, Julietta menyetujui David untuk mencobanya, dia berpikir sebentar dan menyetujuinya. Lagipula nonton diTV dirumah juga sangat bosan, lebih baik pergi main keluar.
Setiap liburan pasti akan ada kumpul makan dirumah, tapi tahun ini akan keluar, sedikit baru. Ramainya liburan membuat Julietta melupakan gadgetnya yang seperti kena virus. David sudah membeli tiket pesawat, dua hari lagi akan berangkat.
Tempat tujuannya masih tempat yang penuh salju, ada tempat main ski, ada fasilitas bermainnya lengkap, seharusnya akan sangat seru. Julietta jadi sangat bersemangat menantikannya.
Liburan tentu saja membawa beberapa barang, jaket musim dingin terbaru, syal, masker dan barang menghangatkan tubuh lainnya, tidak terasa koper Julieta sudah penuh. Julietta tidak bisa memasukan barang lagi, dia melihat David yang hanya membawa satu tas ransel.
Julietta "ambil satu koper kecil lagi, nanti semua koper kamu yang bawa"
David mengangguk. Saat mereka berdua dibandara yang sangat sepi, Julietta sudah selesai check ini, dia hanya membawa tas selempang, moodnya sangat baik. David mengantri dibelakangnya, saat melewati pemeriksaan keamanan, Julietta melihat kebelakang dan berbisik ke David "aku mau ketoilet dulu, setelah kamu selesai kamu tunggu aku disini"
__ADS_1
David mengangguk. Setelah Julietta melewati pemeriksaan dia langsung jalan cepat mencari toilet. David yang mengantri maju melangkah kedepan.
Petugas yang melakukan pemeriksaan adalah wanita yang muda, dia melirik David sekilas dan pipinya merona. Dangan tersipu malu dia memindai seluruh badan David, tidak berani menyentuh badannya. Petugas disebelahnya maju dan berkata "ada powerbank ya, ada barang yang harus dikeluarkan, silahkan periksa koper sekali lagi"
David berpikir, mungkin Julietta saat memasukan barang lupa ada powerbank didalamnya. David maju kedepan dan menarik koper. Dihadapan mereka, koper dibuka, didalamnya ada setumpuk pakaian dalam wanita dan pakaian lainnya, kalau bukan karena gerakan David yang cepat menahan, mungkin ada pakaian yang akan berhamburan.
Petugas melihat isi koper itu dengan tatapan aneh, mungkin tidak menyangka seorang pria bisa membawa sekoper pakaian wanita. Dia terkejut, pandangan terhadap David juga berubah, tidak disangka ternyata seorang yang aneh. David diam diam menyentuh setumpuk pakaian itu, meraba rabanya akhirnya dia menemukan powerbanknya. Suasana sangat canggung dan aneh.
Julietta sudah kembali dari toilet, dan melihat David belum selesai melakukan pemeriksaan. Julietta bingung dan melihat sekelilingnya, tidak tahu kenapa, dia merasa suasana orang disekitar David sedikit aneh.
Dia menunggu David menarik koper melangkah menghampirinya lalu bertanya "ada terjadi apa"
"Aku merasa pandangan mereka aneh melihat kamu" Julietta terpikirkan sesuatu, ekspresinya menjadi serius
"Apa jangan jangan mereka mengetahui identitas kamu yang sebenarnya, tidak, tidak boleh dibocorkan"
Dengan santai David menjawabnya "tidak akan"
Mungkin hanya identitasnya sebagai pria dewasa yang memakai pakaian wanita terbongkar.
Tempat liburan berada dikota bagian utara yang lebih dingin, saat turun dari pesawat sudah sore, salju sedang beterbangan. Liburan sebelumnya hanya Julietta sendiri yang khawatir, sekarang David yang menyelesaikan semua masalah yang rumit. Taksi hotel yang menjemput dibandara sudah menunggu mereka, supir membantu memasukan koper kebagasi.
Julietta menguap, dipesawat tidak tidur, malam ini harus tidur dengan nyenyak. Dia sampai dihotel dalam keadaan lelah. Julietta berdiri didepan jendela dan melihat tempat main ski dibawah dan juga salju yang ada dipuncak gunung.
Ruang tengah yang luas, dua kamar tidur dengan kamar mandi didalamnya masing masing, dan juga ada ruangan hiburan, didalamnya ada mesin game dan proyektor disebelah sofa juga ada lemari es yang didalamnya ada alkohol dan minuman lainnya.
Julietta tiba tiba pusing "kamar sebesar ini, pasti tidak murah"
Julietta yang tidak mengetahuinya semakin pusing "hampir sama seperti uang sewa apartemen satu bulanku"
David meliriknya dan dengan santai berkata "berikutnya mau tinggal dimana, langsung beli saja"
Julietta langsung menggelengkan kepalanya "maaf aku tidak punya hobi orang kaya seperti anda"
Makan malam bisa pilih turun kelobby untuk makan prasmanan atau diantar kekamar. Julietta malas turun, dia menyuruh David untuk memesan makanan, dirinya pergi mandi. Dikamar mandi ada bathtub, Julietta jongkok disampingnya berpikir beberapa saat untuk memilih diantara berbagai macam aroma dihadapannya.
Dia berendam dalam bathtub dengan bahagia, air yang hangat membasahi kulitnya, dia meneteskan beberapa tetes minyak esensial didalam air, aroma yang ringan tercium benar benar menyegarkan.
Dia membuka sebotol anggur merah, menuang kegelas dan meminumnya lima teguk lalu diletakan dimeja batu sebelahnya. Julietta tanpa sadar sudah teertidur sambil berendam. Tudurnya sangat lelap, sampai dia tidak mendengar suara makanan datang dan suara ketukan pintu.
Makanan sudah mulai dingin, David berdiri didepan pintu kamar mandi Julietta dan terdiam sebentar, lalu dia mengetuk pintunya sambil berkata "waktunya makan"
Didalam kamar mandi tidak terdengar suara apapun, dia mengetuk pintunya lagi "kamu masih ada didalam tidak"
Tetap tidak terdengar apa apa.
David ingat Julietta tidak begitu kuat minum, dan juga tadi melihat Julietta membawa sebotol anggur merah dan gelasnya masuk kedalam kamar mandi. Pikiran dia tiba tiba muncul satu firasat tidak enak, dia takut Julietta mabuk dan tenggelam dalam bathtub.
Untungnya pintu kamar mandi tidak dikunci, dia mencoba memutarnya dan setelah pintu terbuka dia langsung masuk kedalam, ditengah uap air, tiba tiba Julietta membuka matanya dan berteriak.
Satu sendal langsung terbang karena dilempar dengan akurat kebadan David, bos David langsung kabur lari keluar.
__ADS_1
Julietta benar benar tidak menyangka kalau David langsung masuk kekamar mandi, untung saja masih ada banyak busa yang menutupi seluruh badannya, kalau tidak Julietta pasti akan langsung menendangnya untuk mengakhiri liburan ini. Dia bergegas mandi dan memakai jubah handuk.
Keluar dari kamarnya, dia langsung menatap David dengan marah."katakan apakah kamu tadi melihat sesuatu"
David dengan pelan berkata "badan orang bukannya semuanya sama"
Julietta mengerti, maksud dari pria busuk ini adalah, badan dia tidak bedanya dengan badan wanita lain, jadi walaupun dia melihat sesuatu dia akan merasa biasa saja. Bagi dia hanya fisiologinya yang berbeda.
Apakah ini ucapan yang bisa dikatakan oleh orang, apakah ini ucapan oleh pria yang bilang mau mencoba menjalin hubungan bersamanya.
Disaat orang sedang tidak rasional sangat mudah melakukan hal yang membuat dirinya menyesal sendiri.
Julietta menatapnya, dengan satu jarinya dia memegang kerah jubahnya dan sedikit ditarik kebawah, kerah bulat ditarik menjadi kerah v dan memperlihatkan belahan dadanya dengan dadanya yang putih mulus. Supaya David melihatnya. Julietta mengecilkan matanya dan menunggu muka David memerah.
Mereka berdua saling menatap sangat dekat, dengan bingung David bertanya "kamu sedang apa"
Julietta "maaf mengganggu"
Dia malu sampai ingin mencari lemari dan masuk bersembunyi kedalamnya, dia langsung mencari alasan untuk kembali kekamar mengganti baju, dia melihat dadanya yang penuh dengan bentuk sempurna itu didepan cermin, kulitnya halus lembut, sangat cantik, dia sebagai wanita saja sudah tergerak tergoda hatinya, bisa bisanya David diam melihat saja tanpa respon atau ekspresi.
Julietta tiba tiba curiga, apakah David benar benar suka dengannya, atau orang ini hanya mau pacaran seperti dalam dunia maya. Julietta terdiam, sedih dan tidak senang. David yang duduk disofa ruang tengah sedang minum air soda dengan tenang, wajah dia seperti biasa hanya saja telinganya sangat merah.
Setelah makan bersama, mereka berbicara. Mereka rencana disini tinggal 4hari setengah, besok bisa main ski, lalu kembali berendam air panas. Setelah merencanakan kegiatan satu hari, Julietta menguap lagi dan berkata "aku masuk kamar mau tidur"
David hanya mengangguk lalu dia lanjut menundukan kepala main HP. Sepertinya menurut David, Julietta hanya seorang wanita yang sedang menggodanya saja. Julietta meliriknya dengan murung. Semua pria memang tidak berguna, siapa yang memohon dia untuk datang kesini. Julietta berdiri dan melangkah masuk kekamar dan lanjutkan tidur.
David duduk diruang tengah menghabiskan botol air kelimanya. Julietta menutup pintu kamar dan mematikan lampu, dengan cepat terlelap dan tidak ada pergerakan apa apa.
David adalah pria normal, dia melihat kepintu kamar Julietta, tiba tiba dia menghela nafasnya. Dia membuka botol keenamnya dan meminum habis soda itu, membuat kekeringan dihatinya cepat cepat hilang.
Malam ini Julietta tidur dengan lelap. Malam ini David melihat keatap sampai tengah malam baru tertidur.
Keesokan harinya, setelah sarapan di hotel, Julietta mengganti bajunya dan mengikuti David main ski. Julietta belum pernah main ski. David bilang ditempat main ski ada pelatihnya dan dibayar perjam, berlatih satu jam pasti langsung bisa.
Sepanjang perjalanan Julietta sangat bersemangat "kalau jatuh bagaimana, tidak akan sakit"
"Tidak akan"
"Oh ya, bukannya kamu takut ketinggian, kamu tidak akan takut main ski"
"Tidak akan"
Jawaban David yang seperti robot dengan cepat membuat Julietta menjadi diam. Tempat main ski sangat luas, orangnya tidak terlalu banyak, salju yang tebal menusuk mata membuat Julietta tanpa sadar mengecilkan matanya. Kedalaman saljunya ada sekitar satu meter, sekali diinjak langsung ada lubang, Julietta dari dulu tidak pernah melihat salju setebal ini, sesaat dia melupakan dingin hanya melihat sekelilingnya dengan semangat.
David disebelahnya sudah memilih satu pelatih wanita dari beberapa pelatih. "Kamu tunggu disini, aku pergi bayar"
Disaat David pergi sebentar, ada beberapa orang yang majn ski dan pelatih pria menghampirinya untuk mengajaknya bicara, semuanya meminta nomor telepon Julietta dengan alasan untuk mengajarinya main ski, semuanya ditolak oleh Julietta. Ada satu pria bertahan yang bilang dirinya baru kembali setelah belajar diluar negeri dan terus meminta nomor HPnya.
Julietta menatap tajam mereka, merasa tidak sabar, pria itu tiba tiba diam. Bahunya memberat, satu lengan yang panjang bersandar dibahu Julietta, tangannya ditarik, tenaganya tidak kecil, Julietta langsung masuk kepelukannya, kepala belakang Julietta bersandar didagunya, dia dipeluk dengan erat dan tidak bisa bergerak, Bersamaan dengan suara David yang pelan, Julietta yang terkejut merasakan kepala belakangnya berbunyi. Dia hanya bisa mendengar suara David yang pelan "kenapa"
Ditempat yang tidak terlihat oleh Julietta, kedua matanya yang panjang itu sedikit dibuka, bola matanya gelap. Kalau disaat santai akan membuat orang lain ikut menjadi santai, kalau matanya yang gelap itu sedang menatap tajam seseorang, orang itu akan langsung merinding.
__ADS_1