
Dengan penuh kebingungan, dia mengeluarkan kepala sesuai perintah dari tukang antar, lalu dia melihat jendela disebelah krinya.
Hati mereka seperti tersambung dan mereka berdua saling bertatapan. David berdiri didepan jendela, tidak tahu sudah lihat berapa lama, mata yang melihatnya sedikit samar, sangat mirip dengan pertemuan direstoran yang canggung waktu itu.
Julietta terkejut, tenaga ditangan dia tanpa sadar menjadi kendor lemas, dia melihat makanannya yang berat itu langsung terjatuh kebawah bersama dengan talinya, Julietta tersadar dan mencoba menangkap talinya yang terlepas dari genggamannya itu, dia mengulurkan lengannya dan mencoba untuk meraih tali yang terjatuh kebawah, sayang sekali, sudah telat.
Julietta melihat makanannya yang sedang terjatuh kebawah dengan tragis, lalu menabrak ke rerumputan, kantong makannanya langsung terbuka hancur berantakan, makanannya keluar berhamburan dari kantong plastik.
Melihat kejadian ini, Julietta menutup wajahnya dengan pasrah, dan dia hampir saja menangis, makanan dia, uang dia, lobster dia, sate dia, semuanya hilang hancur
Beberapa saat kemudian, Julietta sudah mengenakan jaket tebalnya, berjalan keluar rumah melangkah kebawah dengan sedih, dibelakangnya ada David yang berjalan mengikutinya, sepanjang perjalanan itu mereka tidak berbicara membuat Julietta sangat canggung.
Dia menyalakan senter dan diarahkan ke rerumputan, dengan mudahnya dia menemukan lokasi kejadian yang tragis sadis itu. David membawa kantong plastik kosong dan tisu gulung, dia menemani Julietta untuk membereskan tempat ini.
Kalau dibiarkan seperti itu saja dan tidur, pikiran Julietta selalu merasa tidak tenang, bagaimanapun juga ini adalah tempat umum. Julietta semakin sedih, siapa yang akan membuang sampah seharga sejuta ke rerumputan. Apakah dia bisa lebih membuang uangnya daripada ini.
Mereka berdua jongkok dan memindahkan lobster, tidak ada pembicaraan sama sekali. Untuk memperbaiki suasana, Julietta bercanda.
"Dengar dengar kalau makanan jatuh ditanah beberapa detik masih bisa dimakan, kita ini baru lewat beberapa menit, apakah masih bisa hahaha"
Mendengar kata kata Julietta, David disebelahnya berpikir dalam. Dia menatap lobster yang terbaring di rerumputan.
Julietta "berhenti tidak boleh dimakan"
Yang membereskan rerumputan ini adalah David. Dia mengenakan sarung tangan plastik, dan membuang semua sisa sisa makanan kedalam plastik, lalu dilap beberapa kali dengan tisu. Julietta menyinarinya dengan senter di Hpnya. David sama sekali tidak bicara apapun.
David memungut satu lobster besar lalu terdiam menatapnya.
"Maaf" julietta berkata sambil menundukan kepalanya.
David mengambil sate yang dingin lagi dan terdiam. Julietta semakin menundukan kepalanya "Maaf"
Kalau pesan makanan diam diam dan ketahuan itu sangat canggung, sekarang dia sedang membereskan bukti makan sendirian diepannya, Julietta seperti langsung mati ditempat, membuatnya hampir menangis.
Astaga, dia bersumpah lagi dia tidak akan makan dibelakang David lagi. Julietta menundukan kepala dan bertanya.
"Kamu bagaimana tahu aku pesan makanan"
Dia curiga kalau David itu memiliki hidung yang tajam seperti anjing, jarak jauhpun tetap bisa terciium aroma.
David sangat tenang menjawab "aku kebetulan buka jendela biar angin masuk kamar"
Keberuntungan Julietta ini benar benar buruk. Sebenarnya David sudah berdiri terus didepan jendela dan tidak fokus, sebelum Julietta tidur dia sudah terus berdiri didepan jendela, dia melihat dibawah yang sepi tidak ada orang. Sampai dia melihat ada tukang antar makanan berdiri dibawah gedungnya. Melihat Julietta yang diam diam membuka jendelanya, jendela disebelahnya jadi terbuka sedikit dan tali yang dilempar kebawah.
Julietta menghela nafasnya, perutnya berbunyi, mukanya langsung memerah.
David bangkit dan menenteng kantong sampah berjalan didepannya, ditengah angin dingin terdengar suara dia.
"Ayo kita makan sedikit saja"
Julietta sadar dia salah, dia hanya bisa berpura pura tidak mendengar. David bilang makan sedikit tentu saja tidak akan sedikit.
Mereka berdua duduk diruangan suatu restoran, David memesan makanan memenuhi satu meja. Ada lobster, sate, sayuran, warnanya sangat menggoda, aroma ya menusuk hidung, Orang yang lewat meja mereka dan melihatnya tidak bisa berhenti untuk mengeluarkan air liur.
Julietta tidak malu malu dengannya, dia mengupas lobster sendiri dengan tangannya. Dia makan sampai bibirnya penuh dengan minyak, karena pedas mukanya sesaat langsung memerah.
Sambil makan, Julietta tiba tiba mengingat alasan mereka perang dingin hari ini. Jadi dia bertanya.
"Kamu hari ini kenapa, kenapa tiba tiba cuekin aku"
Mendengar itu, gerakan tangan David yang sedang mengupas lobster terhenti.
"Aku yang salah, tidak ada hubunganya dengan kamu, maaf"
"Kamu kenapa, apa ada yang tidak senang, aku akan ubah"
__ADS_1
Julietta tertawa mendengarnya dan mendekatinya.
"Pasti akan menyelamatkan ketidak senangan"
David dengan pelan berkata "lebih senang dari makan sendirian tidak"
Julietta " ish kamu masih tidak senang"
David tidak ada maksud untuk bicara, Julietta juga tidak ada alasan apa apa. Maka mereka tidak lanjut bertanya dan lanjut makan saja, tapi bisa juga dibilang suasana mulai harmonis.
Julietta kekenyangan, dia bersandar dikursi dan tidak bisa bergerak. Dia bertanya dengan khawatir. "Aku makan seperti ini terus, apakah bisa jadi gemuk"
David dengan santai menjelaskan "metabolisme dasar kamu satu hari sekitar 1200 kilo kalori, kalau tidak olahraga maka metabolisme kamu akan lebih rendah, malam masih makan makanan tinggi lemak, tinggi garam dan karbohidrat, bukan hanya jadi gemuk, bisa juga..."
"Mau mati kamu" Julietta tersenyum dingin dan memotong perkataan David. "Wanita itu saat ini hanya mau mendengar satu kalimat, tidak akan gemuk"
David yang terpaksa untuk diam Itu berpikir sendiri, ternyata wanita hanya suka dengan kebohongan yang merusak dirinya sendiri. David membayar dikasir, Julietta berdiri menunggu dibelakangnya dengan kedua tangannya dimasukan kedalam kantong jaketnya.
Ketampanan dan kecantikan mereka berdua sangat menarik perhatian semua orang didalam restoran itu, bahkan kasir juga sangat sopan dengan mereka, dia bilang akan kasih diskon 40% dan juga memberikan kartu member VIP, berharap mereka bisa datang lagi.
Julietta mengenakan hoodie dan jaket tebalnya, dia ingin menutupi sebagian wajahnya, untung gerakan David cepat, setelah bayar dia langsung mengajak Juliett pergi keluar.
Langit diluar sudah sangat gelap, Julietta kedinginan dan badannya gemetar karena angin malam. Dia berjalan mengikuti David kearah rumahnya, baru jalan beberapa langkah, tiba tiba ada satu mobil berjalan dengan kencang hampir saja mobil itu masuk ke trotoar, Julietta belum sempat panik karena tidak tahu, dia langsung ditarik dengan kencang oleh David.
Julietta tersandung dan maju kesebelahnya beberapa langkah, untung gerakan David sangat stabil jadi mereka tidak terjatuh.
Tapi kepala dia menabrak badan David. David menahan kepala Julietta yang bergerak tidak beraturan dan bertanya "luka tidak"
David menundukan kepalanya membuat jaraknya menjadi sangat dekat dengan kepalanya. Dibawah cahaya lampu jalan yang redup, bulu mata dia bergetar, matanya yang dituundukan saat sedang menatap Julietta tidak ceroboh seperti biasanya, bola mata dia sangat gelap, emosinya yang berat membuat Julietta tidak bisa melhat dengan jelas.
Dia tidak mungkin terluka, reflek David secepat itu dan jarak dari mobilnya lumayan jauh. Respon Julietta yang lambat membuat dia baru merasakan ketakutan didalam hatinya, wajahnya menjadi pucat. "Tidak apa, ayo pulang"
David menjawab ya, tapi dia tidak melepaskan genggaman tangannya. Dia menggandeng menarik tangan Juliett berjalan kerumahnya, langkah kakinya sedikit cepat, membuat Julietta jadi ikut berlari pelan. David sepertinya sadar kalau dia tidak bisa mengikuti langkah kakinya, dia sengaja memperlambat langkah kaknya agar Julietta bisa mengikutinya.
Mereka berdua sepanjang perjalanan tidak bersuara, hanya terdengar suara langkah kakinya yang menginjak jalanan.
Tangan Julietta juga seperti sudah terbiasa ditarik, dia berjalan beberapa langkah dan brrkata dengan pelan "terima kasih"
Walaupun status hanya suami istri secara nominal, tapi David tetap bisa diandalkan . Da id me jawab ya dengan pelan juga.
Dia mengenakan jaket tebal panjang hitam, badanya tinggi dan kurus, dia hanya memperlihatkan sebelah mukanya yang lelah seperti biasa, dia seperti tidak tergerak oleh ucapan dari Julietta.
Julietta meliriknya sekilas, lalu meliriknya lagi "ya emmm" julietta agak ragu ragu mau bicara.
"Kamu jalan kenapa gerakan tangan dan kaki kamu bersamaan seperti robot"
#
Julietta akhir akhir ini kecanduan main game balapan mobil. Dengan alasan dia ingn melatih cara parkir mobil, dia bermain sampai lupa makan dan tidur, akhir minggu dia pagi pagi bangun dan langsung menyelesaikan misi, dia main sampai siang dan belum juga turun dari ranjang, bisa dibilang sangat berdedikasi.
Temannya sikuda perang beberapa hari tidak melihat Julietta online, dengan sedikit murung dia mengirim pesan suara pribadi ke Julietta.
"Etha kamu sedang apa, akhir akhir ini kenapa tidak main game"
Julietta menjawab dengan sangat tenang "sedang latihan mobil, sibuk"
Kuda perang "latihan mobil"
Julietta "iya untuk kerja"
Mata dia terbuka sambil bicara asal, saat berbohong mukanya tidak merah dan jantungnya tetap tenang, dengan sangat mudah kuda perang tertipu.
Kuda perang "oh ya, kita beberapa hari lagi akan mengadakan pertemuan, kamu mau datang tidak, hanya kita kita saja, tidak ada orang lain"
Julietta "lupakan, aku lebih baik tidak datang"
__ADS_1
Julietta lumayan takut seandainya ada beberapa teman dunia mayanya kenal dengan pemilik asli tubuhnya ini yang dulu, kalau dia menggali beberapa kehidupan pribadi pemilik asli itu bisa berantakan, akan tidak terlalu baik.
Kuda perang "pertemuan kecil 5 atau. 6 orang saja, begini saja, pertemuannya ada di weekend dua minggu lagi, kamu pertimbangkan dulu, walaupunaku sangat ongin bertemu dengan kamu, tapi aku juga tidak bisa memaksa kamu"
Julietta "baiklah akan aku perti,bangkan"
Saat membicarakan hal ini. Julietta tiba toba mengingat, tidak tahu apakah David pergi kepergemuan alumni sekolahnya atau tidak. Dia menyisir rambutnya yang berantakan dan menguncirnya, dia keluar kamar untuk melihat David sedang apa.
"Jangan jangan kamu menahan diri untuk tidak makan lagi"
Julietta berkata sambil menatap David yang duduk disofa. David menjawabnya dengan santai kalau dia hanya tinggal mati dan menjadi arwah gentayangan saja.
Setelah mereka makan siang, membuat David menjadi semangat lagi, matanya tidak lagi lemas dan sedikit bersemangat. Julietta yang duduk disebelahnya bertanya.
"Hei, kamu pergi ke acara alumni sekolah kamu tidak"
Da id menjawab dengan santai "tidak"
Mendengar itu, Julietta langsung memikirkan kalau duku dia ribuana kali David dilukai disekolahnya. Dia berkata dengan pelan "kalau tidak mau pergi ya kamu jangan pergi"
Ekspresi David seperti berkata kamu sedang pikir macam macam apa lalu melirik Julietta.
Dia sebagai pereakilan alumni yang luar biasa, sebagai orang yang sangat berpengaruh ditahun itu, paasti diundang diacara jadi sekolahnya, hanya saja David tidak suka dengan,era,aian, jadi dia dengan mudahnya menyumbang 100juta ke sekolahnya, membuat kepala sekolah sangat senang.
Julietta disini memang berpikir macam macam, dia memikirkan banyak alur cerit? Dia melihat David dengan lembut dan mencoba berkata sesuatu untuk menenangkan David.
David "aku merinding"
julietta heran, pria ini memang tidak bisa dipandang tinggi.
Alhir skhir ini agar David bisa datang kekantor beberapa hari, Tomy terpaksa memberikan linur untuk Julietta. Sebenarnya tidak bisa dibilang libur, hanya meminta dia untuk belajar dirumah, lalu setelah beberapa hari sudah bisa ikut masuk kerja.
Akhirnya bos besar yang lama tidak terlihat datang juga, Tomy dan Herman menjadi lega, seperti mendapatkan kebebasan, mereka memutari David seperti anak kucing yang senang ketemu induknya.
"Bos kamu akhirnya datang juga"
"Aku kangen kamu"
David melihat Tomy dengan jijik, akhirnya Tomy bersikap normal lagi dan duduk disebelahnya dengan tenang menunggu David mulai diskusi rapat. Herman menggaruk dagunya dan bertanya bingung "bos aku sedikit tidak mengerti, kenapa tidak boleh istri kamu tahu kalau kamu kerja disini juga"
David menjawab dengan santai "karena dia tidak tahu aku adalah bos besar Aquarius"
Andy, Tomy dan Herman serempak teriak "apa"
Wajah Andy terlihat rumit "bos kamu tidak benar sudah menikah kenapa masih menyembunyikan ini ke istri kamu"
Herman "iya jadi orang itu tidak boleh keterlaluan"
Tomy "bos aku benar benar tidak menyangka kamu orang yang seperti ini"
Menghadapi kritik mereka ini, David lanjut menyalakan tabletnya dengan tenang dan memutarlayarnya ke arah mereka.
"Ok jadi tujuan utama kita hari ini adalah membahas beberapa masalah dilayar ini"
Disana tertulis jelas Bagaimana cara agar istri mengetahui kebenaran dengan cepat dan efektif, dan menerima identitas suami yang sebenarnya.
Mereka berpikir sepertinya David tidak berani bilang dengan istrimya.Mereka langsung murung.
Zaman sekarang jangankan wanita, semua orang siapa yang membenci uang. Tahu kalau suaminya adalah bos besar dan juga diperusahaan yang dia suka, bukankah itu hal yang sangat bagus, kenapa tidak bisa bilang.
Tomy berkata "kamu tinggal kasih tahu identitas kamu yang sebenarnya dengan tenang seperti biasa, paling dia hanya merasa aneh kenapa tidak dari awal bilangnya, lalu marah sebentar, lalu dia mulai beli semua barang dengan senang, kalau masih marah kamu bisa kasih dia baju tas branded memnuhi satu rumah, pasti marahnya hilang. Dan juga kalau istri kamu itu tidak senang dia bisa bagaimana, apakah perlu sampai cerai"
David menjawab dengan samar "iya"
Tomy bergumam " hmm maaf mengganggu, anggap aku tidak bilang apa apa"
__ADS_1