
Dimalam hari dirumah. Mereka berdua duduk disofa dengan pipi merah. Mereka berdua mengompres dahinya dengan handuk hangat, duduk setengah berbaring disofa, menunggu obat flu yang dipesannya datang. Hatchi huatchi.
Mereka istirahat beberapa hari. Julietta curiga karna tinggal bersama David, mereka berdua saling menularkan, maka flunya belum sembuh sembuh.
Kantor belum mengumumkan kalau Julietta resign, hanya bilang dia libur panjang, bahkan Marc tidak tahu. Dalam beberapa hari lagi, Julietta akan kemabali kerja seperti biasa, dengan ini membuat Julietta semakin canggung.
Seperti merasa kabur dari rumah yang gagal dan ditarik pulang lanjut belajar ke sekolah lagi.
Tomy sebagai orang yang penuh inisiatif, mendengar berita bos dan istrinya sakit, langsung datang menjenguk mereka. Dia mengirim pesan ke Julietta, Julietta tidak mau membalasnya, kenapa Tomy tidak kirim pesan ke David saja, karena sampai sekarang bosnya masih blok nomor dia. Tomy memakai gel rambut, baju baru, dengan jalan meliuk dia berjalan kepintu dan menekan bel.
Julietta mendengarnya dan berkata "seharusnya paket aku, kamu tolong ambil sebentar"
David mengangguk sambil membuka satu botol yakul dan membuka pintu, pintu terbuka sedikit tapi langsung dia tutup lagi.
Julietta "siapa"
David "salah alamat"
Diluar pintu terdengar suara Tomy "Nyonya, aku datang jenguk kalian"
David "lebih baik jangan buka pintunya." Julietta mengangguk.
Mereka berdua mau berpura pura pingsan, tidak disangka Tomy adalah orang yang teguh, dia duduk didepan pintu dan bernyanyi, suaranya gemetar seperti sakit hati, dia bernyanyi sampai ibu ibu yang melewatinya menangis sedih dan mau mengajak dia tampil digrup orang tua.
Mendengar suara bising, serasa atap seperti mau terangkat, Julietta langsung meminta David bertindak, David keluar dengan tampang lelahnya dan langsung menarik kerah Tomy masuk kedalam rumah.
Tomy meletakan bunga dan sekotak multivitamin diatas meja. Sambil tersenyum malu berkata.
"Nyonya, bos, aku datang jenguk kalian"
Julietta tiba tiba merasa menyesal, dia seharusnya membiarkan Tomy diluar dan meminta satpam mengusirnya. Tunggu.
"Ini apa" Julietta menunjuk bunga itu.
Wajah Tomy terlihat yakin "bagus kan bunga lili putih"
Julietta "ini namanya seruni putih"
Keringat dingin Tomy keluar dan wajahnya pucat.
"Kebetulan, bisa menurunkan demam, kalian bisa gunakan untuk seduh teh"
"Dan juga" Julietta menunjuk vitamin "kenapa bawa sekotak melatonin"
"Karena hari raya tahun ini tidak dapat hadiah"
Julietta baru tahu kenapa Tomy bisa jomblo terus. Dia menghela nafasnya dan satu tangannya diletakkan dibahu Tomy berkata dengan lembut.
"Nyonya kasih tahu kamu ya, kalau mau dapat jodoh jangan belajar dari bos David, kamu lihat dia sekarang seperti apa"
David yang sedang meneguk Yakul terdiam dan melirik mereka berdua. Kepala Tomy mati rasa dan tertawa.
"Kalau aku bisa jadi 0,01% dari bos saja sudah bagus, dia adalah dewa, aku hanya orang biasa tidak bisa menyamainya"
Julietta tidak bisa menahannya "tolong jangan narsisme tinggi"
Saat Tomy datang kebetulan jamnya makan malam, Julietta masak didapur ,meninggalkan mereka. Tomy menerima tatapan maut dari David.
David berkata "disini hanya ada dua sendok makan"
"Tidak apa, aku akan makan pakai tangan"
David berpikir sebentar, lalu dia berbisik ke Julietta "makan hotpot"
Terkadang David seperti anak kecil, Julietta benar benar dikalahkannya. Tomy pura pura terlihat sedih didepan Julietta, lalu dia terkejut dengan pandangan bosnya, sesaat dia ingat, sikap cari matinya ini akan mendapat balasan dari bosnya, apalagi bosnya masih belum menerima permintaan teman dikontaknya.
Julietta berkata "aku mau buat kari ayam, Tomy bagaimana"
"Tentu saja boleh"
Tomy mau kedapur membantunya, tapi disuruh julietta diruang tengah saja, dia takut Tomy membuat kekacauan, biar duduk disofa dan tidak bergerak sudah sangat membantu Julietta.
__ADS_1
Dia duduk disofa menunduk, tapi matanya bersinar, dia membuka obrolan grup dan tag Herman dan Andy.
Tomy Aku akan makan masakan nyonya ha ha, iri tidak, cemburu tidak.
Andy eh buset, kenapa tidak ajak aku.
Herman Tomy kamu jangan seenaknya sendiri, belajar dari kesalahan sebelumnya, thanks.
Tomy Tenang saat ini Bos pasti tidak lihat HP
Tomy kalian lihat, aku sudah hapus jadi dia tidak akan lihat apa apa
Tomy sudah dikeluarkan dari grup. Mereka berdua yang tersisa gemetaran.
Julietta sama sekali tidak tabu terjadi apa, dengan cepatnya selesai membuat kari, ditambah nasi sudah siap dihidangkan. Tomy berjalan dibelakang Julietta, dengan sedih mengiba "nyonya, aku masih diblokir sama bos"
Dia mencoba cari dukungan dari Julietta. Nyonya yang lembut itu tersenyum dan berkata "itu bukannya normal"
Tomy merasa semua wanita itu monster, monster menakutkan. Tapi masakannya benar benar sangat enak. Dia tersentuh hampir menangis bahagia, Akhir akhir ini dia dinas, kliennya orang timur tengah yang tidak terbiasa masakan barat, setiap kali ikut makan makanan timur tengah. Sekarang dia duduk dimeja makan bosnya makan kari yang lezat, makan sambil ngobrol, dia merasakan kehangatan kehidupan, merasa tidak mau pulang kerumahnya yang kosong.
"Nyonya masih ada tidak" Tomy merasa sabagai bagian kelauarga, tanpa malu malu mengangkat piringnya.
"Masih ada masih ada"
Julietta membuat kari yang banyak, dia memberi Tomy sepriing besar penuh sampai di David tersisa setengah piring, aura David menggelap. Tomy tidak merasakannya, dia mulai membahas Erick sambil makan.
"Oh ya Nyonya, besok klub ada pertandingan kamu mau nonton tidak"
" hah, besok"
Julietta coba mengingat alur cerita, sepertinya saatnya Erick main difinal, mata Julietta bersinar sambil tersenyum "kamu tenang saja, aku pasti akan lihat siaran langsungnya"
"Kalau mau datang langsung, aku masih ada tiket barisan pertama VIP"
"Tidak perlu, nonton diTV juga sangat bagus" dia tidak begitu minat dengan esport, tapi dia sudah membacanya masa masa puncak pemeran pria utama, sehatusnya hal wajib yang harus diingat.
Kepala David serasa tertutup oleh awan hitam. Saat Tomy sadar bosnya menahan amarah, sudah terlambat. Selesai makan ,dia diusir oleh David. Tomy berdiri dengan bingung diluar pintu memeluk bunga seruni dan melatonin.
Julietta sedang pergi ketoilet, saat dia keluar, Tomy sudah tidak ada dirumah.
"Eh Tomy kemana"
David menjawab singkat "lembur"
Julietta teringat final klub besok, sesaat dia melupakan Tomy.
Keesokan harinya, dia makan siang lebih awal karena bersiap menonton siaran langsung, tapi David sangat mengganggunya, sebentar bilang tidak ada baterai, mengajak kesupermarket, dan sebagainya sambil mondar mandir, membuat Julietta tidak bisa tenang.
Julietta menariknya supaya duduk disofa disebelahnya "bisa biarkan aku melihat TV sebentar dengan tenang"
David "tidak bisa"
Julietta menjadi murung, kalau bukan karena David itu bosnya Aquarius yang sebenarnya, membuatnya curiga apakah David memiliki dendam dengan Aquarius, tidak kasih dukungan ke klubnya sendiri bukan hanya tidak pergi kesana, sekarang malah seperti tidak mau menontonnya di TV, maksudnya apa.
"Jangan ganggu aku, sana pergi"
Tapi David tetap duduk disebelahnya, dia membuka kantong keripik entah darimana dan mulai memakannya.
Pembawa acara pemirsa, berikutnya saya akan beritahu hari ini....
Kriuk kriuk
Pertandingan sebentar lagi dimulai, semuanya...
Kriuk kriuk
Suara berisik David yang sedang makan keripik terus terdengar, Julietta membesarkan volume TV untuk menutupi suara makan David. "Volume sebesar ini tidak baik untuk telinga"
Julietta menatapnya penuh amarah "menurut kamu,, kenapa aku besarkan suaranya"
Di Siaran langsung itu, pertandingan segera dimulai, komentator sangat bersemangat ditambah lagi mereka fans klub Aquarius, bersorak sorai bersama, Julietta yang tidak paham esport hanya ikut meresapinya, menontonnya sangat bersemangat.
__ADS_1
" uwow, Erick hebat sekali"
"Astaga tadi itu Erick, satu pertandingan yang keren sekali"
"Amazing"
Julietta terus berbicara sendirian. Dia sudah menduga sesuai novelnya, Erick dipertandingan ini, performanya menakjubkan, membawa timnya terus dapat poin. Bersamaan dengan suara komentator yang bersemangat berteriak, Julietta juga ikut bersemangat sampai mukanya merah.
"Erick keren banget"
Legenda esport yang duduk disebelahnya, bos yang sebenarnya sedang sedih melihat Julietta. Pandangan sedihnya itu melihatnya memperhatikan semua pergerakan Julietta, sudah beberapa tahun, untuk pertama kalinya dia memikirkan untuk kembali bertanding.
Nafasnya tidak beraturan karena terlalu cemburu. Akhirnya klubnya menyelesaikan pertandingan, menjadikannya posisi pertama. Julietta memposting video pertandingan di akunnya Aquarius menang banyak
Pada acara perayaan, Tomy ada disana dan ada video,khusus. Dia bersalaman dengan semua orang untuk hasil itu, terutama Erick yang dipeluknya. Dia mengumukan Erick pertama kalinya bertanding mewakili Aquarius dan juga terakhir kalimya. Erick yang tiba tiba pensiun membuat semua penonton gempar. Ditempat yang tidak terlihat, jari Erick gemetaran, lalu dia mengepalkan tangannya.
Menghadapi pertanyaan wartawan dia tersenyum dan berkata lembut "terkadang kita harus mengerti kapan harus berhenti, jangan memaksakan diri sendiri, dan meninggikan diri sendiiri, ini adalah peringatan bos Aquarius untuk aku, berhenti diwaktu yang tepat dan memberikan jalan untuk diri sendiri, semoga kehidupan aku setelah ini akan menyambut kehidupan baru yang indah"
"Ada yang harus ditinggalkan dan juga ada yang harus didapatkan"
Erick yng tidak bisa menahannya, menghela nafas dengan rasa sayang. Jukietta sudah mematikan TV dan tidak melihat wawancara Erick itu. Julietta dengan semangat berkata pada David.
"Bagaimana aku juga mau main game, rasanya sangat seru"
Tentang David sudah diabaikannya dari awal pertandingan hingga TV mati. Setelah berpikir, dia main HP, main laptop, dia melihat semuanya sedang mengirim dia berita dan video tentang esport.
Whisper, sitangan dewa yang dihormati
Whisper juara lagi, sebenarnya siapa yang bisa megalahkan legenda yang tidak pernah kalah ini.
Topik hangat Apakah performa Erick hari ini melebih Whisper aku rasa perbedaanya sangat besar.
Whisper..
Whisper ..
Sepertinya laptop dan HP Julietta kena virus, seluruh layarnya penuh dengan berita Whisper.
Erick menghadiri perayaan kemenangan Aquarius di hotel, sekumpulan orang minum banyak dan mulai ribut. Dia tidak suka tempat yang terlalu ramai, setelah berpamitan dia keluar dari hotel. Angin diluar sangat dingin dan berhembus kewajahnya, membuat dia tersadar. Kedua tangannya dimasukan kekantong dan berdiri mematung diluar.
Hari ini harus membebaskan diri sebentar, mulai besok dia harus lanjut jalan menuju target baru tanpa melihat kebelakang untuk menata masa depannya. Kepahitan, rasa patah hati yang tidak jelas dihatinya membuat Erick menertawakan diri sendiri, dari awal sampai akhir dia memiliki kualifikasi dan kemampuan untuk berkompetisi, hanya bisa dipermainkan oleh takdir, dalam pikirannya seandainya bisa bertemu Julietta lebih awal.
Sisca sudah menghilang dari kejadian terakhir itu, tidak tahu dia dimana. Erick sudah tidak perduli dengan hal apapun tentang dia, mereka berdua terakhir tetap berjalan didua garis lurus yang saling bertemu, setelah bertemu sebentar lalu perlahan lahan menjauh terpisah, selamanya tidak akan ada kemungkinan untuk bertemu lagi. Tahun lalu disaat ini, keluarga mereka belum membicarakan tentang tunangan, menurut mereka dia dan Sisca sangat cocok, juga mereka berdua teman dari kecil, benar benar tidak ada yang bisa lebih cocok lagi.
Disaat itu, Sisca masih sangat lugu polos, dia hanya bisa mengandalkan Erick, walaupun dia hanya menganggap Sisca saudara, tapi mengecewakan harapan dari keluarga, mengecewakan cinta dari Sisca dia menanggung tanggung jawabnya tanpa berkata apa apa, dari duku dia tidak pernah memikirkan tentang masalah perasaannya lebih dalam. Satu tahun ini terjadi terlalu banyak hal.
Erick ,menghembuskan nafasnya, dia bersandar di tiang dan melamun, disaat ini tidak tahu kapan Tomy diam diam keluar dan menepuk bahu Erick.
"Sudah tidak kuat minum"
"Aku tidak suka minum alkohol"
"Bagus, tapi berikutnya minum sedikit juga tidak apa, toh sudah tidak bertanding lagi"
Tomy melihat sebagian wajahnya, ekspresinya tiba tiba menjadi serius dan berkata " tidak bertanding maka pacaran saja"
Erick "kenapa tiba tiba bilang seperti itu"
Tentu saja agar kamu tidak melirik istri bos lagi. Ucapan ini muncul sekali dipikiran Tomy, tapi tidak diucapkannya. Dia pura pura berkata dengan dalam "tunggu kamu makan satu piring nasi kari maka kamu akan tahu"
Erick hanya bengong. Berita Erick yang baru selesai bertanding dan langsung pensiun langsung masuk ketrending topik. Aquarius memanfaatkannya untuk mempromosikan game barunya dan juga menjelaskan Erick adalah salah satu pemain yang ada didalamnya, nanti juga akan beralih dari depan layar kebelakang layar dan tidak meninggalkan dunia esport.
Walaupun biaya trending topik juga tidak mahal, tapi kalau bisa menghemat tentu saja menguntungkan. Bisa dibilang sangat sangat menghemat.
Kantor akhir akhir ini tidak ada proyek, Marc izin lagi untuk liburan berdua dengan istrinya, masih ada beberapa hari lagi menuju hari raya, maka Julietta juga libur lebih lama dan akan masuk kantor saat Marc kembali kekantor.
Teman onlinenya sikuda perang yang sudah lama tidak online melakukan misi harian di game dan mengajak Julietta untuk main bareng. Julietta saat ini sedang ada waktu luang, dia membuat id baru Jul dan melakukan misi pemain baru. Hal ini dikarnakan setiap id ettaaaa online, pasti akan ada sekumpulan orang mengejarnya mengikutinya kemana mana, sama sekali tidak bisa main dengan tenang. Dengan bosan Julietta mengulang gerakan mengeluarkan jurus lalu mengobrol dengan kudaperang.
Jul "oh ya kamu nonton siaran langsung final Aquarius tidak"
Kudaperang "tentu saja nonton, Erick itu bisa dibilang salah satu yang pernah menjadi panutanku, tapi whisper selamanya menjadi hidup aku, kamu tenang saja, aku hanya manis digame, aku tidak akan diam diam rebut suami kamu"
__ADS_1