Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
35


__ADS_3

Charlie yang bersiap siap untuk perayaan, dia mengenakan jas yang baru dibelinya kesana dan dilihat oleh Direktur, hampir saja dia dipukul oleh direkturnya.


"Kamu ini mau datang kepesta pernikahan ya, pakai baju sebagus ini"


Melihat pandangan orang lain yang merendahkannya dan dingin, dia tidak bisa berkata apa apa, tidak ada lagi kesombongannya terhdap bawahannya seperti sehari hari, dia hanya duduk dikursinya terdiam. Karena perilaku dia, mungkin kantor akan menerima dampak yang sangat serius.


Rencana awal mereka untuk menggugat Aquarius minta ganti rugi untuk menutupi pengeluarannya, tapi sekarang uang sedikitpun malah tidak dapat, wanita yang cinta uang itu juga tidak mengembalikan uangnya. Wakil direktur sangat marah.


Setelah dimaki seperti ini, dia meminta sekretaris untuk menghubungi Tomy, tapi dia hanya mendapatkan informasi Tomy sedang sibuk dan tidak ada waktu untuk terima telepon. Ini namanya merendahkan orang.


Charlie langsung merebut teleponnya dan ditempel ketelinganya, dengan marah dia berkata "wanita yang namanya Julietta itu menyelewengkan 5milyar aku, perusahaan kalian berani beraninya merugikan aku, aku mau gugat dia, aku mau gugat perusahaan kalian"


Sekretaris di sisi telepon satunya dengan lembut berkata "baik, komplain kalian sudah kami catat, kalau ada waktu kita pasti akan. urus, semoga mood kamu membaik" bruk, telepon dimatikan.


Divisi HuMas Aquarius benar benar mau tertawa besar, mereka melihat popularitas Aquarius yang terus naik, terakhir Aquarius menjadi gosip yang bukan artis, membuat fesbuk masuk ke pencarian terpanas.


Julietta duduk di ruang kerjanya dan melihat semua informasi satu per satu. Tidak sedikit yang memuji desain kali ini lebih detil dari yang dulu, melihat mereka yang memuji desainer seperti ini, Julietta langsung lari ke ruangan David dengan semangat dan HPnya digoyang goyangkan.


"Kamu lihat banyak orang yang memujiku"


David baru membalas pesan ke Tomy, dia mengangkat kepalanya dan melihat Julietta yang mukanya memerah karena semangat, kedua matanya cerah dan mengeluarkan cahaya yang jarang terlihat. Dia membawa HP dan menghampirinya, satu tangan memegang bahu David, jarak mereka berdua sekejap menjadi dekat.


Dilayar terpantul wajah mereka berdua yang sangat dekat. David tanpa sadar menegakkan punggungnya, badannya sedikit kaku. Hanya saja dia tetap terlihat santai dan tenang.


##


Tirai jendela tertutup, tidak ada cahaya yang masuk dan gelap. Seorang pria duduk disofa kulitnya, kakinya dilipat, sedikit menggoyangkan badannya. Mata dia menatap dua wanita didepannya yang satu sudah menangis, yang satu tangannya dikepal, tanpa ekspresi. Mereka berdua adalah teman baik Sisca, Yani dan Lia.


Beberapa pria besar berbaju serba hitam melipat tangannya dibelakang, dengan dingin menatap mereka berdua. 


"Rencana kapan kembalikan uang" Charlie akhirnya berkata dengan pelan.


"Aku mana ada uang sebanyak itu, tolong ampuni aku" tangisan Lia semakin keras. Air matanya bersatu dengan maskara yang tidak anti air dan terjatuh kepipinya, menyisakan dua bekas kotoran yang basah, membuat Charlie sedikit tertawa. Charlie saat itu kenapa bisa menyukai dia.


Sisca menggigit giginya "masalah ini, bukannya seharusnya cari Julietta"


"Cari dia" Charlie tertawa, "dia itu satu tim dengan bos besar Aquarius, kamu mau aku menyentuh dia, itu hanya mencari masalah"


"Dia bagaimana mungkin"


Sisca ingat Julietta dengan jelas. Wanita seperti dia, hanya tahu mengurus penampilannya saja, kalau dia punya keahlian, dari awal dia pasti sudah berhasil menggoda pria yang lebih luar biasa dari David, buat apa dia menghabiskan waktunya dengan David yang tidak bisa apa apa. Dan juga, Julietta benar benar mengikuti bos besar Aquarius, kenapa tidak cerai dengan David, ini semua sama sekali tidak bisa dihubungkan.


Sisca sangat tidak terima. Beberapa waktu ini, dia menggunakan segala cara untuk memperbaiki hubungannya dengan Erick, tapi diantara mereka berdua sudah ada satu tembok yang tebal menghalangi, membuat Sisca tidak bisa menyentuhnya. Dulu dia mengira membuat Aquarius terjatuh, dia memiliki kesempatan untuk menemani Erick yang frustasi. Sama seperti hidup kembali, kasih dia kesempatan satu kali lagi, kali ini dia pasti akan sepenuh hati dengan Erick.


Wajah dia yang terlihat terobsesi, membuat Charlie sedikit tergerak hatinya. "Tidak kembalikan uang juga boleh"


Sepasang sepatu kulit hitam berdiri diatas lantai, berjalan kedepan beberapa langkah dan terakhir berhenti didepan Sisca. Pria itu menyentuh dagu Sisca dengan ujung jarinya, matanya sedikit kejam. "Ke,balikan dengan tubuh kamu".


Teman baiknya disebelahnya langsung pucat "Charlie, aku kira kamu"


"Diam kamu yang jelek seperti ini, aku sudah tidak tertarik lagi, sudah bosan"


Dia memainkan matanya, beberapa pria berbaju hitam disebelahnya langsung menarik Lia dan Yani keluar menutup mulutnya, menyisakan Sisca sendirian dengan gemetaran. Walaupun Sisca sangat berani, tapi menghadapi situasi saat ini,,otak dia langsung kosong. Dia mendengar suara Charlie yang mempermainkannya.


"Aku tidak pernah pelit dengan wanita, rumah, mobil, perhiasan, kamu mau apa pasti aku kasih"

__ADS_1


"Aku.."


Brakk. Pintu tiba tiba terbanting, kedua pria berbaju hitam itu saling melihat dan langsung berjalan kepintu, melalui lubang pintu dia melihat sebenarnya siapa yang cari mati,sedetik kemudian terdengar suara bantingan pintu lagi, pintu langsung terbuka dan menabrak salah satu pria itu. Satu bayangan pria langsung menerobos kedalam, tidak menunggu Charlie teriak, dia langsung menghajar dua pria itu. 


Sisca kali ini benar benar menangis "kak Erick"


"Kamu siapa" Charlie marah dan mukanya membiru, tapi dia juga tidak mudah untuk menghampirinya.


Erick mengelap bercak darah ditangannya menarik Sisca dan melirik Charlie dengan dingin "kalau ada yang kedua kali, aku tidak akan segan segan" setelah itu dia menarik Sisca pergi.


Sepanjang perjalanan, sisca berdebar debar, dia menangis dan tersenyum, air matanya pun lupa dihapus. Erick duduk dikursi pengemudi, setelah menerima informasi dia langsung lari dengan sangat cepat, bahkan jasnya juga tidak sempat diganti. Rencananya dia hari ini mau pergi ke rapat tahunan Aquarius, sekarang misi utama dia adalah mengantar Sisca pulang dengan selamat. Sisca duduk dibelakang mengenakan jaket milik Erick.


Mata dia terus menatap Erick "kak Erick, hari ini kalau bukan kamu."


"Sisca"


Erick membungkam, ekspresinya jauh lebih serius dari biasanya. Dia memegang setir mobil dengan erat, lalu dia berusaha untuk membuat nada suaranya tenang.


"Kamu kenapa bisa bersama dengan dia"


"Aku, aku diikut campurkan tanpa ada salah" mata Sisca langsung memerah "teman baik aku yang membahayakan aku".  


Dia yang terdiam membuat Sisca merasa tidak tenang. Juga membuat Sisca tiba tiba sadar, kenapa Erick bisa muncul disini, dia itu bagaimana bisa tahu, dia langsung menjadi gugup "kak Erick"


"Jangan mencoba melakukan hal yang tidak seharusnya kamu lakukan" bibir dia bergerak gerak, tapi tidak ada ucapan selanjutnya, dia hanya menghembuskan nafasnya yang panjang.


"Ini adalah peringatan dari kakak kamu"


Satu kata kakak ini, seperti sebuah pisau yang menusuk hati Sisca, membuat dia hampir sesak nafas. Mereka berdu tidak berbicara sepanjang perjalanan. Sesampainya digerbang rumah, Sisca gemetar dan tidak ada maksud untuk turun dari mobil. Erick menuntun dia turun, mengambil kunci dari Sisca dan membuka pintu, lalu meminta Sisca duduk disofa.


Erick melihat jam, jarak dari rapat tahunan masih ada 10menit, bagaimanapun juga dia pasti akan telat. Dia duduk di sofa sebelahnya.


Mata Sisca berkedip kedip, satu keberanian yang tidak tahu darimana sedang menahan dia, membuat dia mengingat obat yang sudah disimpan dilematinya sangat lama, dia berpikir, mungkin terkadang harus nekat agar jalan ini bisa dijalani dengan lebih kuat.


##


Julietta juga hari ini menghadiri rapat tahunan, disaat itu Tomy akan mengumumkan kontribusi Jukietta agar semua orang bisa diam. Penampilan Julietta sangat simple, dandan sedikit, mengenakan gaun hitam, mengenakan jaket tebal yang hangat. Bos David yang sebenarnya masih main komputer dirumah, terlihat seperti orang luar. Terkadang dia tidak tahu harus iri atau salut dengan Tomy yang membawa tanggung jawab besar. Rapat tahunandiadakan dihotel paling mewah. 


Saat Julietta muncul, walaupun penampilan dia sangat simpel, tapi tetap sama seperti lampu, jalan kemana pasti akan menarik perhatian banyak orang. Dia menyapa orang orang yang tidak dikenalanya dengan sopan.


Andy dan Herman berdiri dipinggir menuang minuman, diam diam mereka melirik Julietta beberapa kali dan berkata.


"Ternyata masih istri yang paling dantik"


"Lihat kalian berdua yang tidak punya masa depan, kalian sendiri tidak mau inisiatif cari pasangan" kata Tomy yang tidak tahu kapan datangnya mengambil segelassampanye.


"Bicaranya sangat mirip dengan kamu, mousenya juag lebih tebal dari tembkok"


Tomy "pergi sana"


"Herman tidak sama, dia masih mengingat kekasih lamanya"


Muka Herman langsung merona "kamu jangan bilang"


Walaupun mereka bicara seperti ini, tapi mereka juga tidak mudah untuk menghampiri dan menyapa Julietta, takut dijadikan rumor oleh orang lain.

__ADS_1


Julietta tersenyum kepada mereka dari kejauhan, sangat menyentuh hati mereka, mereka semua langsung membayangkan indahnya jika memiliki istri.


Penampilan Marc hari ini sangat bersemangat. Saat ini istrinya mengandung anak kedua, mereka berdua jalan kemana juga tidak terlihat lelah, ucapannya sehati hari juga menunjukan cintanya terhadap istri dan anaknya, membuat Julietta sangat iri. Pernikahan yang baik akan mengubah dua orang, Marc dan istrinya pasti sangat bahagia.


"Aku kemarin malam mimpi ada pria lain menyukai istri aku, membuat aku keringat dingin, tapi aku tidak bisa bilang ke istri aku, kamu tahu kenapa tidak"


Julietta tanpa sadar bertanya "kenapa"


Marc menunjuk "pertanyaan kamu sangat berarti, karena ini berhubungan dengan nana dimkomik nana yang mimpi pacarnya selingkuh lalu kemudian dia benar benar diseling.."


"Kamu mau makan sushi tidak" Julietta memilih untuk memotong pembicaraan dia yang aneh.


"Baik baik"


Julietta mengambil beberapa sushi, lalu dia tiba tiba bertanya lagi "kamu tahu tidak, anime yang karakternya suka makan sushi"


Julietta "ah sepertinya ada orang yang memanggil, aku permisi"


Tidak mudah untuk keluar dari dongengan Marc, Julietta lega. Paman ini sifatnya sangat baik, tapi diampunya satu penyakit, kalimatnyantidak pernahnjauh jauh dari anime, semua topik bisa tiba tiba mengarah kekomik. Dengar dengar dia dan istrinya juga kenal dipameran komik karena hobi mereka berdua sama, sesekali ribut juga karena komik, bisa dibilang sangat lucu.


Masih ada sekitar 10menit, Tomy akan naik kepanggung untuk memukai acara rapat tahunan ini, Julietta mengingat nanti dia masih harus naik ke panggung, dia langsung meletakkan piringnya, dan mau menambah lipstiknya.


Setelah memakai lipstik, Julietta keluar dari toilet tapi dia bertemu dengan Erick. Ekspresinya Erick sedikit tidak beres, kemeja putihnya lecek, wajahnya sangat merah. Dia berdiri didepan wastafel umum, lalu dia menyiram mukanya dengan air, perlahan dia merendahkan suhunya agar dirinya bisa menjadi tenang. Julietta sedikit terkejut "Erick kamu kenapa"


Erick terlihat panik, dia mengelap air dimukanya dan berkata "jangan mendekat, aku sepertinya salah minum obat"


 Satu tangan dia menahan wastafel, badan bagian atasnya basah, hanya saja kulitnya memerah, bahkan matanya juga memerah. Julietta melihat beberapa kali, saat dia mengingat Erick adalah pria utama, dia langsung sadar.


"Kamu jangan jangan minum obat naf.." "Sssttt"


Erick menahan rasa sakitnya dan berkata "aku sampai disini juga baru sadar, sekarang aku seperti ini tidak bisa kerumah sakit. Kamu anggap saja tidak lihat, cepat pergi"


Dipandangan dia yang kebingungan, Julietta melihat sekelilingnya. Julietta berpikir, aneh, wanita utama penangkalnya dimana, apa jangan jangan sedang ada dikamar atas sedang menunggu. Melihat Erick yang kesakitan seperti ini, Julietta juga mengingat dia hari ini akan muncul di Aquarius, tidak bisa memalukan, disaat ini keadaan memang sedikit gawat. Julietta terpikirkan sesuatu.


Dia dengan tenang berkata " bro, kamu tunggu aku disini, aku ada cara. Membuat Erick heran.


Badannya tidak beres, Erick sesaat langsung mengingat Sisca. Yang menuangkan dia air adalah Sisca, dan dengan lembut meminta dia untuk menemaninya sebentar. Erick dan dia sudah kenal 20tahun, mereka berdua walaupun tidak menjadi suami istri, tapi mereka adalah teman baik dari kecil, dari dulu dia tidak bisa keras kepada Sisca, akhirnya menjadikan celaka untuknyanhari ini.


Sisca duduk disofa menangis, terus meminta maaf, dan bilang dirinya salah. Suhu AC dalam ruangan sedikitbtinggi, hanay sebentar bisa membuat mulut orang kering. Erick meminum setengah gelas air hangat, lalu dia melihatnjam lagi dan memutuskan sebentar lagi baru berangkat. Ditelinganya terdengar suara Sisca yang lembut memanggil "kak erick" tanpa sadar dia duduk semakin dekat, dan tidak tahu disengaja atau tanpa sengaja, kancing bajunya sudah terbuka, memperlihatkan kukitnya yang putih dan halus. Kedua mata Sisca yang menangis dan sedih itu membuat orang tanpa sadar mengeluarkanhasrat untuk melindungi. Seperti api yang keluar dari dada.


Tangan Sisca menyentuh luttut Erick, sesaat Erick sedikit gelisah, karena dipikiran dia tiba tiba muncul satu wajah wanita lain,,membuat dia merasa malu. Dia langsung berdiri, jaketnya pun lupa diambil, dengan dingin dia berkata 


"aku pergi"


"Kamu mau kemana"


"Maaf, aku ada urusan"


"Kamu tidak bileh pergi"


Sisca ingin memeluknya dari belakang,,tapi didorong oleh Erick tanpa perasaan, tenaga dia lumayan besar, membuatnyanterjatuh dilantai. Erick melangkah keluar dari rumahnya sambil membanting pintunya.


Sisca menjadi panik, dia langsung mau mengejar Erick, saat dia mengejarnya, Erick sudah pergi jauh dengan mobilnya. Sisca langsung pucat. Sesaat yang dipikirkan adalah apakah Erick akan mempermalukannya, tetapi yang dipikirkannya apakah dia akan dipergunakan oleh wanita lain.


__ADS_1


__ADS_2