Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
20


__ADS_3

Setelah mengetahui sedikit informasi tentang identitas David yang sebenarnya, Julietta mulai mengamati semua hal tentang David lebih jauh lagi di interneti. Whisper adalah seorang pemain hebat yang tidak pernah ikut kompetisi, terkadan muncul terkadang hilang, tapi di inernet tidak ada informasi pribadinya sama sekali.


Sepertiya dia sudah sangat lama tidak pernah ikut kompetisi. David didalam rumah juga , lebih banyak berdiam diri dalam kamar dan jarang keluar, tapi  terkadang terdengar suara keyboard dari kamarnya, pasti bukan main game. Julietta mengamati semua pergerakannya beberapa hari ini lalu menyerah karena tidak menemukan informasi lebih jauh lagi.


Menurutnya ini benar benar kehidupan dari seorang otaku, haus atau lapar dia keluar kamar ke kulkas di dapur tapi lalu balik lagi ke kamar.Tidak ada kegiatan lain.


Yang menurut Julieta aneh adalah, David setiap hari hanya duduk dan tidur dikamar, tapi dia tidak menggemuk sama sekali, kulitnya juga masih sangat bagus. Mengingat hal ini Julietta merasa benar benar menjadi iri, dia demi menjaga bdan dan kulitnya, Julietta terus berolahraga jogin dan jaga makan, jaga nutrisi, dia takut kalau perutnya maju sedikit, nanti pakai baju tidak akan kelihatan bagus.


David yang sedang ditatap olehnya saat ni sedang membawa sebotol yakullt stok terakhir dikulkas dan dia sedang bersiap siap membukanya untuk diminum. Keberadaan Julietta disana sangat kuat, membuat orang yang ditatap tidak bisa mengabaikannya. DAvid melihat Julieta lalu melihat botol yakullt terakhir ditangannya itu,  dia termenung terlihat berpikir beberapa saat dengan kesulitan, lalu dia memberikan yakultnya kepada Julietta. Julieta mengambilnya dan memegang satu botol yakullt itu dengan sedikit bingung. Ini maksudnya apa.


Julietta tidak tahu kalau berbuat seperti itu bagi seorang pemakan rakus adalah pengorbanan yang sangat besar. Akhir akhir ini David lebih sering keluar rumah, Julietta juga malas bertanya apapun. Mereka berdua hidup masing masing dengan kesibukannya sendiri, dan merasa lebih baik jangan terlalu ikut campur.


Setelah David keluar rumah, Julietta seperti biasa membuka gamenya untuk bermain lalu dia melihat ada notifikasi dari pihak resmi memberikan dia suatu pengumuman. Bukan tentang peringkat pengumpulan gambar sketsa karakternya, tapi yang membuat Julietta sangat terkejut adalah dia menang undian.


Yang terhormat pemain Ettaaaaa, dibulan ini anda sangat beruntung memenangkan undian voucher 3 hari liburan pribadi, bisa mengajak dari keluarga atau partner anda untuk pergi liburan bersama. Harap dalam satu mingu membalas apakah ingin mengambil hadiahnya, selamat liburan


Julietta sangat terkejut senang,dengan tidak percaya dia melihatnya beberapa kali, lalu dia baru yakin dirinya menang undian dan bukan iklan sampah. jadi dia langsung membalas nya saat itu juga meneyetujuinya ambil hadiah.


Julietta kebetulan ingin jalan jalan keluar, lalu ada kesempatan yang datang sendiri menghampiri, dia pasti akan pergi liburan. Tapi mengingat tentang mengajak satu orang keluarga membuatnya ragu ragu


Di saat yang bersamaan di kantor David sedang berada di ruangan kantornya sedang melihat laporan analisis data. Tomy tiba tiba masuk keruangannya itu sangat misterius dan terlihat sangat senang langsung berkata "bos ada berita bagus"


David tidak memperdulikannya. Tomy menyentil pelan hidungnya David, lalu lanjut menghampirinya dan berkata "Kamu tanya aku dong"


David tetap terdiam, dengan pandangannya yang tidak ada respon apalagi perasaan tertuju kepada Tomy, ini membuat Tomy sadar kalau jarak dia sepertinya terlalu dekat dengan David.


Tomy mundur satu langkah dan berkata lagi "akhir akhir ini kamu lembur terlalu lelah, lebih baik kamu bermain main keluar liburan"


Davvid melirik dia dan sorot matanya terlihat seperti jangan mengurusi urusan orang lain. Tomy tidak mendapatkan balasn seperti yang dibayangkannya, dia menghela nafasnya dengan sedikit patah semangat 


"Aku benar benar khawatir dengan kalian berdua suami istri atau bukan"


"Aku bilang jujur saja, aku kasih istri kamu pesan resmi, aku bilang dia menang voucher liburan 3 hari ke resort pantai dan bisa mengajak satu orang keluarga, dia pasti akan ajak kamu loh, kalian berdua main dengan baik baik saja menikmati liburannya, kalau waktunya tidak cukup kamu bisa tambah sendiri saja"


David akhirnya mengangkat kepalanya dan melihat ke Tomy dengan pelan dia berkata "kalau kamu ada waktu luang untuk ini lebih baik lembur saja"


Tomy mengerti kalau bos sepertinya tidak senang dia ikut campur, perhatian dia ini sepertinya tidak berguna sama sekali. Dengan murung dia berkata lagi.


"baiklah kalau begitu aku lanjut lembur"


Malam hari saat David pulang dan membuka pintu, dia langsung mencium aroma wangi makanan yang enak. Julietta sedang sibuk memasak dengan senang sambil bersenandung kecil, tidak perlu dipikir dan ditanya lagi, pasti karena menang undian liburan.


Dalam pikiran David tiba tiba teringat perkataan Tomy tadi "dia pasti ajak kamu" "Kalian main dengan baik baik saja"


Sebenarnya David tidak terlalu suka dengan urusan berlibur dengan orang lain, dalam benaknya tapi kalau dengan Julietta sepertinya akan menyenangkan juga sepertinya tidak teralu benci seperti itu.


Julietta memutar kepalanya, senyumannya sangat lebar dan berkata "cepa cuci tangan, perut aku sangat lapar"

__ADS_1


Mungkin karena asap dari makanan yang sangat hangat, atau mungkin karena melihat senyuman dia yang sangat indah, David  terdiam melamun sebentar dan merasa sepertinya kelelahan dia satu hari ini dikantor langsung terlepas, dan mebuatnya menjadi sangat rileks.


Mereka berdua duduk berhadapan di meja makan, Julieta minta David agar cepat makan supaya masakan udang yang dibuatnya tidak dingin. Kali ini David makannya sedikit tidak fokus. DIa terus menunggu berharap Julietta membahas urusan menang undian liburan.


Sampai mereka selesai makan, sampai David selesai mencuci piring, sampai Julietta selesai mandi dan memakai masker, bahkan setelah dia melihat  mainHP duduk di sofa, Julietta tetap tidak membahsa rurusan menang undian liburan. Setelah itu Julietta kemabli masuk kekamarnya sendiri.


Semua lampu dimatikan, ruangan menjadi gelap, ditengah kegelapan David berpikir dalam, termenung sedih duduk di sofa sendiri.


Sebenarnya Julietta benar benar bukan sengaja mengabaikan David, tapi dia sama sekali tidak memasukan nama David ke referensi orang yang akan di ajaknya berlibur nanti.


Julietta berpikir kalau saat ini dirinya di dunia novel ini  tidak ada teman sama sekali, tidak ada saudara ataupun kenalan, pertamanya dia sempat berpikir untuk menjual tiketnya saja, tapi karena liburan 3 hari ini dan hanya bisa membawa keluarga, dia berpikir pasti akan ada banyak kegiatan aktifitas untuk diikuti bersama. Setelah dipikir matang matang, Julieta memutusjan untuk pergi sendirian saja.


Dia berpikir kalau David pasti tidak mungkin mau pergi liburan bersama dia. Julietta tidak ingin menunjukkan kehangattannya tapi dibalas dengan dingin. Jadi dia langsung membuang kemungkinan mengajaknya itu.


Dia mempersiapkan liburannya dengan perasaan senang, setelah konfirmasi informasi dengan customer service Black Heroik dia bilang kalau dia akan pergi sendiri. Setelah itu Julietta merasa atmosfir ditempat itu dan lokasi persisnya ada dimana, lalu dia melihat ternyata ada pantai pribadi juga,  maka dia juga mempersiapkan bikini, baju pantai seksi dan sebagainya.


Disaat ini Julietta tiba tiba merasa sayang sekali, kalau ada teman yang bisa pergi liburan bareng, pasti bisa foto foto yang bagus dengan penampilan dia sekarang ini di pantai nanti.


Berbeda dengan Julietta yang selalu senang akhir akhir ini, David hari ini dikantor terlihat sedikit diam dan sedih termenung.


Kalau sudah bersama dia dengan agak lama, akan tahu sifat dia yang sebenarnya, maka pasti akan mengerti mood dia sekarang ini tidak terlalu bagus. Mereka di kantor sedikit bingung sebagai rekan kerjanya, mereka kira game bermasalah, dengan takut dan ragu mereka pergi memeriksanya ke server, hanya Tomy yang tahu sebenarnya kenapa. Kali ini benar benar selesai.


Tomy juga bingung, dia menduga apakah mereka berdua ribut, kenapa istrinya tida mengajak bos nya pergi liburan. Hati dia menangis deras, tapi dari luar terlihat masih sangat normal tulus, dengan diam dia dia menghampiri ke sebelah David di ruangannya. Detik berikutnya eksresi Tomy menjadi rumit.


Dia mengira David sedang sibuk kerja, tidak disangka laptopnya hanya terlihat obrolan wechat dia dengan Julietta, tapi tidak ada kata kata isinya sama sekali, sangat kosong. Ternyata dari pagi David terus menunggu seperti ini, tidak tahu sudah lihat berapa lama, tidak bergerak sama sekali.


David masih berpikir dengan diam tidak meresponnya.


Tomy berkata lagi "ehem, kalau tidak begini saja, aku akan kirim pesan resmi lagi, aku akan bilang kalau kamu juga menang undian jadi bisa perli liburan bareng."


David masih tidak berkata apa apa, alyar laptop hanya memantulkan wajah dia yang termenung sedih menunduk, tiba tiba kedua matanya itu sedang menatap tajam dia membuat Tomy gemetaran.


Dalam hatinya dai kembali menangis deras, dirinya kenapa bisa muncul ide aneh seperti ini. Wajah Tomy langsung murung dan berkata.


"Aku juga tidak tahu kalau kalian berdua sedang ribut, kalu tahu aku tidak akan menambah luka kamu"


Kalau Julietta mendengar perkataan Tomy ini, mungkin dia akan tertawa terbahak bahak. Ribut, siapa yang bisa ribut dengan David.


malam harinya dirumah. Julietta yang sudah membeli banyak perlengkapan untuk liburan sedang memuat ke kopernya. Masih ada waktu 3 hari sampai tanggal keberangkatannya, dia ingin bersiap siap lebih cepat karena terlalu bahagia dan agar tidak ada barang yang tertinggal.


DIa sedang melipat handuk, tapi tiba tiba dia mereasakan aura hawa dingin dari belakangnya. Dia mengangkat kepalanya dan menengok melihat kalu ternyata David sedang berdiri menyender pintu kamranya di sebelahnya memperhatikan Julietta.


Wajah David tidak ada ekspresi, tangannya sedang memegang yakullt dan dengan pelan dia membuka bungkusnya sambil menatap Julieta dengan tenang.


Julietta "apakah kamu sedang nganggur" David menjawabnya dengan anggukan saja.


"Kebetulan bantu aku rapikan ini ya"

__ADS_1


Selesai bicara, Julietta baru mengingat kalau David belum tahu dia akan pergi berlibur. Ditambah dengan waktu perjalanan bisa mencapai empat atau lima hari, jadi David harus mencari makan sendiri.


Julietta tersadar pantas saja David melihatnya dengan diam, pasti dia sedang kebingungan.


"Oh ya ada satu hal aku lupa bilang sama kamu"


"Apa" jawab David datar


David memiringkan kepalanya meminum yakullt, ekspressinya sangat tenang. Sambil melirik ke arah Julietta dia sepertinya sudah tahu Julietta mau bilang apa.


"Aku menang undian, akan berlibur 3 atau 4 hari jadi beberapa hari ini kamu urus diri sendiri bisa kan, jangan makan makanan cepat saji apalagi mie instan."


Tidak tahu kenapa Julietta merasa David sepertinya tidak terlalu senang dengan ucapannya itu.


Setelah tinggal bersama David lumayan agak lama di dunia ini, membuat Julietta mulai mengerti perasaan David. Julietta langsung mengerti maksud isi hati David dari ekspresinya itu. Sambil menepuk dadanya dia berkata lagi.


"Kamu tenang saja, tunggu aku pulang aku pasti akan masak makanan enak, kamu mau apa saja nanti pasti aku akan batkan"


Julietta masih melihat respon dari ekspressi David yang masih tidk berubah, dia tidak mengerti sebenarnya Davvid sedang menunggu apa.


Dengan pelan David bertanya "Kamu pergi sendirian"


"pastinya, memangnya masih ada orang kedua" Julietta menjawab cepat dengan yakin


"Kenapa apa ada masalah"


"Tidak ada"


"Ya kalau begitu cepat bantu aku, urusan aku malam ini masih banyak sekali"


David menjawabnya dengan pelan lagi "tanganku sakit" Lalu memutar badannya dan melangkah kembali ke ruang kerjanya dan menutup pintunya.


Wajah Julietta yang kebingungan menatap ke arah pintu yang tertutup rapat itu. Hanya dalam satu jam kemudian, Julietta menerima beberapa pesan resmi dari admin Black Heroik, semua pesannya adlah memastikan apakah dia benar benar akan pergi liburan sendirian, karena wanita jalan jalan sendirian tidak begitu baik, disarankan agar dia lebih baik untuk mengajak partnernya untuk pergi bersama liburan.


Admin itu menekankan perjalanan kal ini mengutamakan makanan dan pemandangan, disarankan membawa partner yang suka makan dan suka melihat pemandangan.


Melihat kata makanan Julietta langsung mengingat DAvid. Yang dia tidak tahu adalah kalau semua pesan resmi itu dikirim Tomy yang sedang lembur dan menangis sendirian di kantornya. DIa terus memohon agar Julietta mengajak David pergi liburan. Kalau tidak, mungkin aktifitas beberpa hariselama JUlietta berlibur akan berasa neraka bagi mereka  di kantor nantinya.


Bos besarnya adalah workaholic penggila lembur, pasti dia akan menarik paksa mereka lembur bersama. Padahal dia ingin menggunakan cuti tahunannya untuk pergi ke beberapa kencan buta, dia tidak ingin terus jomblo dan tidak ada yang mencintainya.


Julietta belakangan akhirnya baru tersadar, sepertinya David tidak senang karena dia tidak mengajak dai pergi liburan bersama. Ketika pemikirn ini muncul, Julietta sendiri tidak percaya. Tapi ekspresi David tadi memang sedikit berbeda dengan biasanya.


Julietta diam diam berjalan ke depan pintu ruang kerjanya, dia mengetuk pintunya dua kali.


"David kalu ada waktu dan tidak sibuk, aku mau bilang sesuatu dengan kamu"


Setelah dia bicara, pintu tiba tiba terbuka dan terlihat David keluar dari kamar mengenakan baju tidur berwarna biru, ekspresinya terlihat lelah. Dia menundukan matanya lalu melihat ke Julietta sambil berkata

__ADS_1


"Aku mau tidur, kamu cepat bicaranya"


__ADS_2