
Ternyata orang yang membocorkan berita ini adalah orang yang menyukai Erick secara sepihak mereka berdua tidak pernah jadian. Teman masa kecil bernama Sisca itu bukan hanya menjadi rumor di internet, juga mencoba untuk mengungkit pemain karakter peri ettaa dan juga merupakan ejekan bagi istri bos Aquarius yang menampar wajah Sisca.
Seluruh kejadian ini, perbuatan Sisca dan juga merupakan perkataan orang yang memanasi berita, dalam bukti catatan obrolan yang dia post Erick belum menepati janji yang ada. Status Sisca dari korban berubah menjadi orang yang dicemooh banyak orang, akunnya diserang hingga tidak ada nama lagi. Sekejap sungguh membuatnya merasa apa sebenarnya online bullying.
Netizen sangat melelahkan, mengintip Aquarius untuk menggosip, lalu ke Pisces, lalu ke akun Sisca, lalu ke akun Erick, terakhir kembali ke Aquarius untuk bergosip lalu kembali ke akun Sisca untuk menghiburnya. Siapa yang menyangka tersangka dalam pemberontakan dan kesenangan ini bisa kesulitan. Akhirnya setelah berhenti sebentar, Aquarius menjadi topik utama lagi.
Admin mengeluarkan pernyataan bahwa, Aquarius tidak lagi ada hubungan kerja sama dengan Pisces lagi. Dibawah pernyataan itu sekejap terlihat menyenangkan, diangkat menjadi komentar pertama.
"Dan juga, bos kami telah berkata tidak akan bisa cerai berpisah"
Begitu komentar ini keluar, komentar orang orang menjadi heboh lagi. Meskipun perusahaan Aquarius besar, visinya sangat sempurna, tetapi karena masalah dengan pisces, ada banyak kerjasama yang dibatalkan, bisa dibilang memutuskan hubungan. Gugel manjadi kesayangan para netizen, entah akun pemasaran yang mana maju menjadi tingkat tinggi, mendaftarkan kerjasama antara Aquarius dan Pisces, kerjasama Aquarius semua berhadapan dengan perusahaan ternama, Admin bergegas untuk mengeluarkan bukti kerjasama dengan Aquarius, melampirkan foto teman jangan serang teman sendiri.
Penonton tetaplah menjadi penonton, yang melihat kemesraan orang tetap begitu, menjadikan akun baru Aquarius sebagai topik utama. Akun Julietta telah hanyut terlupakan.
Dalam komentar ada yang menghibur Sisca ada yang menjadi penonton, ada yang memberkati, ada yang cemburu dan juga ada yang memohon dia cepat menikah. Segera ada yang mengingatkan, dia adalah istri bos, komentar permohonan cepat menikah berubah menjadi rayuan menggoda.
Tomy menelepon "Bos apakah kamu mau mengadakan rapat langsung"
"Seperti ironman mengumumkan bahwa dirinya adalah ironman, catwoman mengumumkan dirinya adalah catwoman, kamu juga"
David tidak menjawab tapi langsung memutuskan teleponnya.
Telepon Tomy terputus, Tomy merasakan dalam tahun yang baru ini jenjang karirnya dalam bahaya, ia tentu saja mengetahui jika dalam beberapa jam ia memutuskan pengakuan bos nya, takutnya ia memilih mati ditempat saja.
Julietta masih sibuk bermain game, tiba tiba pintu ruang kerja David terbuka, dia memegang HP Julietta dan meletakkannya dimeja kecil. Julietta seketika menciut di sofa, memasukan HP David kedalam pelukannya dan tidak membiarkannya melihat.
David menatap Julietta "sudah level berapa"
Julietta "kamu jangan tanya"
Julietta berencana untuk keluar dari game, lalu menghapus aplikasi itu baru berkata dengan serius "aku sudah melewati banyak level, aku tidak mau mengagetkanmu, jadi tidak mau membiarkanmu melihatnya"
Dia merebut HPnya berkata dengan pelan "aku sudah login dalam akun gugel"
Dengan ini, catatan level yang ia telah lewati bukankah jika David mendownload ulang dan dapat mengetahuinya.
"Tidak boleh di download ulang" Julietta berkata pelan.
Satu tangan Julietta memegang sofa, bergegas merebut HP, lengan David panjang, ia mengangkat HPnya tinggi, Julietta menerjangnya tetapi tidak kesampaian, membuat kepalanya jatuh kebadan David. David pun kehilangan keseimbangan dan jatuh kebelakang, seluruh badannya terjatuh diatas sofa yang empuk dengan Julietta yang juga jatuh bersandar diatas badanya.
Jangan lihat David biasanya hanya didalam rumah tidak melakukan apapun, daging ditubuhnya tidak lembek sama sekali, Julietta tidak merasakan adanya lemak ditubuhnya membuatnya merasa seperti menabrak dinding, bahkan rasa hangat saat memeluk David sedikitpun tidak ada. David yang terjatuh diatas sofa menatapnya, seluruh badannya lupa untuk , mengembalikan posisi.
Julietta berada didalam pelukannya, David mencium aroma sabun mandi Julietta, rambutnya juga sangat harum, membuat David merasa aneh, shampo yang murah bisa bisanya memiliki aroma yang begitu harum. Badan Julietta sangat lembut, seperti tidak memiliki tulang, pertama kali bersentuhan ini membuatnya antusias untuk mencubitnya.
"Mengapa kamu seperti batu bata, sakit tau" Julietta menekan hidungnya yang menabrak dadanya, seketika teringat David masih terluka. "Apa apakah lenganmu tidak masalah"
Dia segera bangkit, membuat David merasa kecewa. David menjawab "lumayan"
"Apakah perlu membukanya sebentar, aku takut lukanya tertekan"
David "tidak perlu"
"Lihat sebentar saja"
Nada suara David tegas "tidak perlu"
"Periksa ke rumah sakit"
Nada suara David tetap tegas "tidak perlu"
__ADS_1
Julietta menganggapnya sebagai harga diri seorang pria, siapa yang menyangka bahwa luka David telah kering berbekas, tapi tidak bisa sembuh lagi, jika ketahuan olehnya bukan kah akan bahaya. Hari ini merupakan hari mereka sebagai suami istri tetapi pikirannya tidak dalam satu garis.
Tiba tiba terdengar suara ketukan dipintu. Mereka saling menatap satu sama lain, Julietta menebaknya.
"Kamu pesan makanan"
David "tidak ada"
"Selain tukang antar, siapa yang datang mengetuk pintu"
Jangankan orang lain, bahkan Tomy pun tidak diijinkan masuk oleh David. Rumah ini adalah area pribadinya, orang lain dilarang masuk. Disaat ini, telepon Julietta berbunyi. Ternyata dari Marisa.
Tatapan David ada pada nama yang ada diatas layar, tatapannya sangat tenang, ketika ia mau membuka pintu, tetap ditahan oleh Julietta.
"Tidak boleh, kamu terluka, kamu tidak bertenaga, biar aku saja"
Julietta masih belum tahu, perusahaan ayahnya telah menghancurkan Pisces, hingga tragis diinternet, David saat ini seperti anak ayam yang dilindungi, menjaganya dibelakang badannya, bergegas merapikan rambut dan baju, menunggu telepon kedua Marisa masuk, ia baru membukakan pintu.
Dalam pikirannya, ibu tiri masih ingin mengerjainya, sungguh mengira mereka orang bodoh yang punya banyak uang.
Julietta "jangan takut ada aku"
David "iya"
Julietta membuka pintu, terlihat kegelisahan Marisa begitu jelas diwajahnya, baru saja ingin lanjut mengetuk pintu, tetapi tiba tiba terlihat wajah Julietta.
Julietta sambil merangkul pundaknya berjalan bersamanya dengan pelan dan berdiri didepan pintu, seperti sedang menghadang jalannya Marisa.
"Maaf didalam rumah baru dipel, belum kering, ada hal yang ingin dibicarakan, kita bicarakan diluar saja, sambil cari angin, mungkin akan lebih sejuk"
Marisa terdiam karena disindir seperti itu, Setelah dia tahu bahwa David adalah bos besar Aquarius, Marissa pun tidak bisa berdiam saja. Dia tidak menemukan rumah yang baik, jadi sementara hanya bisa bersama Jackson, siapa yang sangka, tunggu tunggu mencari bantuan, tiba tiba terdengar sebuah kabar baik ini.
"David ayahmu sedang terbaring dirumah sakit, tiba tiba cedera bagian syaraf, kamu pergilah menjenguknya"
Jackson memang benar dirawat dirumah sakit. Penyebabnya adalah berita mengenai David itu. Dia tidak menduga anak yang selalu dimarahi tidak berguna ternyata bos besar Aquarius, itu seperti batu yang dilemparkan kesudut, yang telah dibuang dan merasa jijik olehnya, tetapi tiba tiba mengatakan kepadanya bahwa dia sbenarnya adalah batu permata yang sangat berharga.
Jackson begitu arogan dan sombong, ketika dia berpikir untuk menegur David, pihak lain menatapnya dengan suasana hati yang acuh tak acuh dan melompat seperti badut, dan ketika akan memikirkan kerabat dan teman temannya bagaimana dia memeperlakukanya sebagai ayah yang tidak berguna, tekanan darahnya naik dan langsung jatuh pingsan.
Sebenarnya sudah ada orang yeng memberitahu David hal ini,,tetapi dia sama sekali tidak ada niat untuk mendatangi ayahnya.
Julietta menatap Marissa, seketika tidak tertahankan "anda benar benar tega, masih ingat untuk bersolek, riasan mata tebal, bulu mata palsu baru datang untuk memberitahu kami"
"Bagaimana mungkin kamu bisa diam saja, mana hati nuranimu, orang sudah terbaring sakit seperti itu, apakah aku harus susah payah menemaninya disamping ranjang, aku bukanlah pembantu" Marissa dipelototi Julietta lalu memalingkan wajahnya tanpa sadar,,sedikit terpana.
Julietta emosi dan tertawa dingin "apakah orangnya sudah sehat"
Marissa bengong"belum"
"Kabar ini bisa diberitahu melalui telepon, tetapi kamu justru datang kemari, sungguh buang waktu saja"
Dia tidak bisa membuka mulut karena Sikap Julietta ini, Marissa mengangkat matanya,,bulu matanya yang palsu bergetar dan dia terlihat canggung menangis. Mata kucingnya melihat kearah pintu yang terbuka dan terlihat David dengan santai mendengarkan pembicaraan mereka. Pada saat ini David menatap langsung kearahnya tanpa ada emosi dimatanya, tapi itu membuat hati Marissa panik untuk sementara waktu.
Marisa berkata dengan sedih "berobat butuh banyak uang, aku tahu sekarang ini tidak seharusnya, tetapi karena memandang dia adalah ayahmu juga, tolong bantuannya"
David menjawab dengan santai "jual saja perusahaanya, untuk berobat"
"Kamu, kenapa kamu begitu teganya, dia adalah ayah kandungmu, aku tahu aku yang salah, aku akan memohon maaf, tetapi mohon kamu jangan mempermasalahkan masalah kita sebelumnya hanya untuk mencelakai hubungan kalian berdua"
Julietta baru mulai mengerti, ternyata Marisa datang untuk meminta uang.
"Aku tidak menjalankan tanggung jawabku dengan baik, ini adalah kesalahanku, kamu tenang saja, lain kali aku akan bersikap baik terhadap kalian, aku jamin ini pada kalian, Jul, Jul"
__ADS_1
Julietta karena panggilannya disingkat jul jul ini merasa geli mendengarnya, sekujur tubuhnya merasa tidak enak. Dia tertawa palsu dan memanggil dengan manisnya "Tante Marisa, kamu tenang saja, David dan aku akan merawatnya, tidak perlu kamu khawatir, kamu pulanglah untuk menemani suamimu itu."
Ekspres wajah Marisa menjadi muram. "Kamu ini kenapa berkata seperti itu"
Jika bukan karena jasa dia, apakah Julietta bisa menikmati kehidupan yang nyaman seperti ini, sungguh tidak mungkin.
"David kamu bantu aku bicaralah, kenapa membiarkan istrimu begitu tidak ada sopan santunnya"
Jukietta berkata "mohon maaf, David nurut padaku"
David mengangguk berkata iya.
Marisa tambah emosi menahan amarahnya "aku juga ibu mertua"
David "diam"
Julietta terkejut, ini pertama kalinya dia melihat David begitu emosinya, meskipun eksprsi wajahnya masih terlihat begitu tenang, nada bicaranya juga masih santai, hanya terlihat kedua matanya yang melotot ke Marisa, ini membuatnya merasa kaget dan sedikit takut. Nada bicaranya yang pelan seperti ingin mengingatkan Marisa.
David "kamu tidak pantas"
Marisa juga kaget dengan emosinya itu. David tidak ingin lagi berbicara dengannya, dia pun menarik lengannya Julietta dan menarik kebelakang badannya lalu menutup pintu dengan kuat.
Julietta menyadari bahwa David sungguh sedang emosi, dia dengan perlahannya memegang lengan David dan bertanya.
"Kamu masih baik baik saja kan"
David menjawab tidak apa seperti sudah kembali normal saja. Julietta pun menghelakan nafas dan merasa lega.
"Tetapi Marisa sungguh seperti banteng yang keras kepala, nanti pasti akan ada cara lain yang akan dia pakai untuk.."
"Tidak akan" David memotongnya, dia bisa membereskannya, dia pernah menjamin ini pada Julietta, jadi dia tidak perlu khawatir karena masalah ini.
David menjulurkan tangannya mengelus rambut panjang Julietta yang lembut, seperti sedang mengelus rambut boneka barbie, gerakannya juga pelan bahkan nada bicaranya juga begitu lemah lembut. Julietta merasa tidak leluasa dan memutarkan kepalanya, menjauhkan kepalanya dari David.
"Jangan memanfaatkan aku"
Wajahnya David yang polos berkata lembut "memanfaatkanmu apa"
Mengingat David telah terluka karena dia, Julietta pun menahan amarahnya. Melihat David seperti tidak ingin diganggu olehnya, oleh karena itu Julietta pun memutuskan untuk tidak mengurusnya, dia pasti ada cara sendiri untuk menyelesaikan masalah.
Marisa kembali kerumah sakit sambil menahan emosinya. Jackson sudah siuman, dan stamina tubuhnya juga terlihat lumayan bagus, ketika dia melihat Marisa berjalan masuk keruangannya, melihat dandanan Marisa yang begitu rapinya, seketika bertanya.
"Kamu habis darimana"
"Demi kamu aku menerima kehinaan ini, David itu sungguh keterlaluan, aku"
"Kamu"
Jackson memiliki gengsi yang tinggi, ketika dai tahu bahwa Marisa pergi menemui David untuk meminta uang ketika dirinya masih belum sadarkan diri, seketika dia pun menjadi emosi, dan menjulukan tangan menampar Marisa.
Marisa kaget "kamu masih berani memukulku"
"Kamu, kamu sungguh tidak tahu malu, aku tidak pernah bertemu dengan wanita yang matre parah seperti kamu ini"
Jackson semakin emosi, amarahnya sampai kepalanya sakit, sekujur tubuhnya terasa berat dan terjatuh ke ranjang. Kali ini, sungguh harus tinggal dirumah sakit lagi.
David mengutus orang kerumah sakit untuk membayar semua biaya rumah sakit, asistennya mengatakan pada mereka! Biayanya berapa maka katakan saja, David tidak akan memberikan uang lebih, agar Marisa juga tidak terlalu senang karena melihat uang lebih.
Dia terbengong dan meminta uang kepada asistennya, asisten ifu menggoyangkan kacamatanya, dan para pengawal yang mengikutinya pun melangkah maju, menatap Marisa dengan dingin, sehingga membuat dia mundur takut dan bergemetar.
Asisten itu tertawa sejenak "jika anda kurang uang, aku ada cara lain, anda bisa sambil jual koleksi tas dan perhiasan, anda tenang saja, pasti akan ada yang membelinya dengan harga tinggi"
__ADS_1