
Keesokan harinya, Julietta bangun sangat pagi. Warna langit sangat terang cerah, langit yang dingin masih nampak beberapa bintang, hujan yang turun semalaman membuat setiap hemhusan nafas menjadi terasa lembab.
Julietta membuka jendela dan merasakan udara yang segar dingin. Diwaktu saat seperti ini, orang yang bangun pagi itu sangat sedikit, sangat sunyi tapi nyaman. Tidur diranjang yang asing, Julietta awalnya mengira tidak akan bisa tidur, tidak disangka saat dia membuka matanya itu langit sudah cerah , untung ada alarm yang membangunkannya.
Hari ini hal yang harus dilakukan sangat banyak bukan saatnya tidur bermalas malasan. Julietta turun dari ranjang lalu memakai sandal dan membuka pintu kamarnya. Bayangan badan yang kurus tinggi sedang berjalan keluar dari dapur yang tiba tiba mengejutkannya.
David sedang membawa dua potong roti kering yang polos dan segelas susu yang terlihat tidak ada nutrisi sama sekali. David sama sekali tidak merespon dengan keberadaan Julietta sama sekali, dia hanya melangkah perlahan kembali' ke kamar dia dan melewatinya.
Mengingat kemarin malam itu David belum makan sama sekali, Julietta menggaruk kepalanya dan menyapanya.
"Pagi hari makan telur atau sejenisnya bisa tidak, atau makan buah"
David menghentikan langkah kakinya yang perlahan itu. Pandangan dia mengarah ke Julietta. Lampu ruang tengah tidak dinyalakan, kedua matanya gelap dan panjang tapi terlihat sangat lelah. Pandangan dia tidak seperti sedang tidak mencari tahu, tapi itu membuat Julietta tersadar bahwa kata katanya mungkin sedikit lebih banyak.
Tokoh asli Julietta sepertinya tidak bisa masak, tangan dan jarinya yang indah lentik ini, bagaimana mungkin menyentuh kompor. Kukunya sangat cantik, tapi sangat tidak praktis. Semalam Julietta menghapus kuteknya dan memotong pendek kukunya, ini baru terlihat seperti bisa melakukan banyak hal.
Ditatap David seperti itu, Julietta menjadi gugup. Gawat, dia merasa sedikit lupa diri. Jangan jangan David mulai mencurigainya.
Disaat Julietta agak takut dan sedang berpikir harus bagaimana lagi, David menunjukan tiga jarinya kearahnya.
Julietta "?..."
David berkata "tiga telur"
Julietta "???..."
Telur goreng, irisan daging ham, roti dan susu. Julietta makan pagi tidak banyak, dia berpikir porsinya terlalu besar untuk sarapan, mungkin akan ada sisa. Siapa yang menyangka bahwa sisanya itu dimakan semua oleh David.
Kecepatan makan dia tidak cepat, tapi dia makan sangat banyak saat sarapan bersama. Dipandangi Julietta yang terkejut itu dia menghabiskan semua sisa makanannya dengan bersih.
David diam diam melihat ke Julietta dan bicara pelan.
" Emmm sudah habis"
Julietta takut kalau dia makan pagi sebanyak ini nantinya David akan sakit perut.
Julietta suka memasak tetapi dia tidak suka dengan cuci piring. David sangat tenang, bukan hanya tidak marah, anehnya dia juga menurut untuk merapikan bekas piring dan sendok mereka berdua kemudian mencuci semua itu. Julietta sangat puas dan merasa senang.
##
Hari ini dia bangun pagi untuk merubah penampilannya, Julietta sangat tidak suka dengan motif macan yang memenuhi lemari pakaian wanita pendukung itu. Wajah super cantik seperti ini, pakai apa yang tidak terlihat bagus. Tapi dia malah suka pakai baju yang terlihat berlebihan, benar benar sangat menyayangkan badannya yang bagus sempurna proporsional seperti super model itu.
Tetapi yang paling tidak disukainya adalah rambutnya yang keriting seperti mie itu, maka Julietta memutuskan hal pertama adalah mengurus rambutnya.
Dia datang kesalon terdekat, bayangan badannya langsung menjadi fokus dari semua orang yang di dalam salon saat itu.
Rambut Julietta lebat dan kualitasnya bagus, Julietta hanya tersenyum dan tidak berbicara. Orang itu juga terus berbicara membuatnya merasa sedikit canggung, màka dia tidak berani banyak bicara dan bertanya lagi.
Julietta yang bersikap dingin seperti ini mungkin saja bukan orang berstatus biasa, kalau tidak hati hati bisa bahaya.
Julietta menghabiskan waktu paginya disalon. Julietta memegang rambut barunya dengan perasaan sangat puas lalu dia membayar juga memberi tips dan keluar pergi dari salon.
Sisa uang di akun kartu debitnya Itu lebih dari cukup, kemarin malam itu seperti biasa David mentransfer sejumlah uang jatah bulanan ke akun dia. Berdasarkan pengeluaran Julietta ini sudah lebih dari cukup. Dia tidak begitu suka dengan barang mewah, walaupun satu bulan dia bisa boros pun juga tidak akan pernah habis uang di akunnya itu.
__ADS_1
Mood Julietta menjadi sangat bagus. Ternyata tidak bekerja dan tetap ada uang masuk setiap bulannya Itu berasa seperti ini. Dipikir seperti ini, Julietta memutuskan makan malam nanti akan masak lauk yang lebih banyak untuk David sebagai ungkapan terima kasih juga untuk memperbaiki hubungan mereka berdua.
Julietta tidak akan menghabiskan semua uangnya, dia membuka akun bank baru dan setiap bulan akan transfer sejumlah uang ke akun itu sebagai tabungan simpanannya.
David tidak mungkin akan merawat dia seperti ini seumur hidupnya seandainya dia terjebak di dunia ini, Julietta sudah memikirkannya, sampai David menemukan gadis yang ia cintai nantinya, Julietta akan siap pergi meninggalkan David, dan membawa tabungan nya dengan senang, dia akan pindah pergi keluar kota, menetap di kota kecil yang biaya hidup lebih murah. Dengan seperti ini jadi dia tidak perlu khawatir bekerja atau mencari rumah.
Julietta membawa tas jinjingnya berjalan menuju ke mal. Disaat ini dia melewati dua gadis muda, yang satu tersenyum sedang membawa kopi ditangannya, yang satu juga sedang tertawa dan riasannya sangat cantik, pandangan mata dan alisnya juga sangat bersahabat.
Mereka berjalan saling berhadapan, mereka berdua sedang berbicara dan mengangkat kepalanya, kebetulan bertemu dengan pandangan Julietta. Respon mereka terlihat dengan jelas sangat terkejut.
Julietta menganggukan kepalanya dengan sopan, dia melewati mereka berjalan menuju tangga dan masuk kedalam mal, diperjalanan bukan hanya mereka berdua, banyak orang lain yang juga berhenti dan melihatnya setiap berpapasan dengan Julietta.
"Wow kak Gisele, aku tidak pernah melihat wanita secantik dia itu", gadis muda yang membawa kopi berkata dengan iri " kamu lihat kulitnya itu sangat mulus ternyata tidak memakai riasan, badannya itu loh ??"
Tiba tiba dia merasakan Gisele sedikit tidak senang dengan ucapannya itu, dia juga tahu barusan dia memuji wanita yang sangat cantik, dia langsung berkata dengan canggung.
"Eh maksudku bukan itu, tapi kalian berdua cantik dan punya karakternya masing masing, dia itu adalah bunga mawar yang indah, kamu adalah bunga tulip, gaya kalian berbeda."
Gisele tersenyum dan melhat murid magang didepannya ini yang terburu buru, lalu dia berkata dengan lembut,
"tidak apa wanita cantik itu sangat banyak sekali kalau mau dibandingkan semuanya sangat sulit."
Murid magang itu merasa lega " kak Gisele sangat baik sekali"
Gisele menutup bibirnya "ayo pergi, pekerjaan di kantor masih belum selesai nih" Dia mengalihkan pandangannya, tapi hatinya tetap ada pertanyaan.
Dalam hatinya berpikir, Aneh?? Kenapa rasanya wanita itu tidak asing yah? Tapi kalau memang pernah bertemu dengan wanita yang sangat cantik seperti itu, pasti akan berkesan kan. Sebenarnya siapa dia.
Julietta sama sekali tidak tahu ada pembicaraan mereka itu. Dia sudah memulai perjalanannya di mal mencari untuk membeli baju.
Julietta hanya mau membeli baju yang normal saja, yang tidak terlalu mahal. Awalnya karyawan sangat ramah, sampai pandangan Julietta tertuju kearea diskon, barang yang dibawanya juga tidak mahal, senyuman mereka makin memudar.
Tapi sebagai karyawan, mereka juga memiliki sifat yang baik, mereka tidak lagi mengerumuni Julietta disampingnya dan ini membuat Julietta merasa lega.
Dia membeli beberapa baju dengan lancar, setelah dicoba dipakai, mata para karyawan toko itu langsung terang dan merasa sedikit iri dan memuji Julietta.
"Pakaian ini sangat memilih orang. Badan bagus sempurna dipakai juga akan menjadi lebih bagus."
Dipuji orang tentu saja membuat Julietta sangat senang, Julietta tertawa kecil dan mengucapkan terimakasih ke mereka.
Waktu yang dijanjikan dengan Adam semakin dekat, Julietta membawa 3 kantong belanjaan di masing tangannya. Berjalan tergesa keluar Mal lalu naik taxi menuju cafe merah.
Setibanya dia langsung turun taxi, kebetulan langsung ketemu Adam dengan berwajah dingin. Hari ini Adam mengenakan kemeja flanel kotak kotak biru, badannya kurus dan tinggi, membuat para gadis disekitarnya tersipu menatapnya.
Julietta berpikir, ganteng sih ganteng , tapi kalau dibandingkan dengan David, maka Adam akan jadi kalah ganteng.
Julietta menghampirinya dan memanggil Adam dari belakang. Mendengar suara yang dikenalnya, Adam menoleh kepalanya, tapi pada saat melihat Julietta dia langsung terkejut.
Wajah dia pertama terkejut, lalu dia mengingat wanita didepannya ini siapa, matanya menatap Julietta, dia melihat dari atas sampai bawah, lalu dia bertanya" kamu........ etta?....."
Julietta ingat, tokoh asli di badan ini tidak suka dengan nama ini, pria diluar yang suka menggodanya akan memanggil nya etta. Adam juga sama.
"iya ini aku" sambil berjalan selangkah kedepan. Matanya yang indah itu bisa mengisap jiwa orang, memhuat orang merasa terperdaya. Adam menelan air liurnya, dia melamun.
__ADS_1
Walaupun mereka sudah berhubungan beberapa waktu, tapi Julietta sangat puas dengan riasan menornya dengan gaya barat, dibilang seperti apapun itu dia tidak akan menghapus riasan menornya. Lebih tidak ingin wajahnya disentuh oleh Adam saat bermesraan.
Saat Adam melihat Julietta yang serakah, dan dia melihat wajahnya yang bodoh, tiba tiba dia kehilangan nafsu makan. Tidak perlu dibilang bersentuhan, dulu dia melihat bulu mata palsunya yang seperti kaki laba laba saja akan langsung merasa jijik.
Kalau bukan karena Julietta bisa memberinya jutaan dollar, dia tidak mungkin menghabiskan waktunya selama ini dengan dia. Tapi sekarang dia bukan hanya tidak mau cerai, dia juga merubah penampilannya jadi seperti ini.
Adam menggigit giginya "aku sedikit tidak mengenali kamu etta"
Julietta berjalan melewati dia, matanya penuh dengan senyuman, Tapi nada bicaranya sangat dingin.
"Lucu, mungkin kamu yang dari dulu tidak pernah mau kenal"
Didalam ruangan vip sudah ada 2 wanita sedang duduk, yang pertama adalah Kimi dan yang satunya lagi saly, Kimi adalah teman dekatnya Julietta yang memperkenalkan adam. Mereka berdua awalnya kenal dari komunitas pemakai barang branded, tokoh asli tidak punya komunitas dan tidak punya banyak uang, dia terus ingin berkenalan dengan orang yang selevel dirinya.
Siapa yang sangka mereka datang untuk melihat lelucon. Saat Julietta masuk ke ruangan, mereka berdua langsung terkejut "kamu siapa ya?"
"kalian juga tidak mengenaliku lagi?" Julietta terdiam bersandar di pintu.
Adam yang ada dibelakangnya masuk kedalam dengan wajah kaku lesu, akhirnya dia kembali' menjadi tenang, tetapi dua temannya itu terkejut sampai menutup mulutnya, mereka tidak percaya kalau wanita didepannya itu adalah Julietta. Tetapi setyelah dilihat lihat memang wajahnya sangat mirip.
Kimi langsung bangkit berdiri dan tersenyum sambil berkata
"Julietta ayo cepat duduk, lihat kamu baru beberapa hari tidak bertemu, kamu langsung berubah jadi tambah cantik seperti ini"
"aku tidak perlu masuk biar aku berdiri disini saja agar orang lain tidak salah paham dan menjadi gosip"
Expressi mereka berdua yang dibelakang itu tidak tahu sudah menyebarkan berapa banyak rumor jelek, berapa banyak itu menjadi canggung.Tangan Kimi yang diiulurkan keatas itu kaku lalu dia tersenyum lagi.
" Apa? Bagaimana mungkin siapa yang menyebarkan gosip"
Julietta tidak perduli dengannya, dia melipat tangannya dan siap melempar 'granat' yang sangat besar
"Aku tidak jadi cerai"
"APA??" wajah mereka bertiga langsung berubah kaku semua.
Melihat kepura puraan mereka selama ini terbongkar, wanita yang bersandar dipintu itu sedikit tersenyum, dengan tenang juga santai dia berkata lagi.
"Kebetulan aku datang sekalian bilang sudah putus dengan Adam, aku berharap kalian tidak akan pernah mengganggu aku lagi"
"Ini...." Mereka saling melihat, tidak ada yang berbicara terlebih dahulu, hanya Adam yang wajahnya berat dan menatap Julietta dengan dingin.
"kenapa? Melihat aku tidak jadi cerai, apakah kalian tidak senang? Tanya Julietta.
"bagaimana mungkin, hanya saja kenapa tiba tiba seperti ini"
Mereka juga semakin bingung dengan perubahan penampilannya yang secara tiba tiba juga.
Julietta sambil menghela nafasnya "dibilang juga tidak enak, Kimi kenapa kamu tidak jujiur, kenapa kamu mengenalkan aku dengan pria impoten"
"APA" Kimi terbengong bingung.
"tidak Ada pertunangan, tidak mau hidup dengan tidak tentu" Julietta sambil melirik ketiganya dengan wajah kesal.
__ADS_1
Adam hanya bisa bengong dengan wajah kusam ????