Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
44


__ADS_3

Marissa yang canggung berkata "tidak mungkin" Dia merasa setelah begitu banyak cara, dia tidak mendapatkan satu sen pun dari David, sebagai gantinya dia menghabiskan banyak uang yang tidak sesuai untuk menyenangkan asisyennya, itu adalah hal yang baik untuk orang lain, tetapi dia tidak dapat menerimanya dengan benar. Marissa seperti ingin menangis, tetapi tidak ada air mata.


Sementara dikamar Julietta yang membuka laptopnya itu dia baru tahu cara main game diamond crush, pengikutnya di akun dia sudah bertambah banyak sekali. Banyak komentar yang mengagumi dia, iri, benci, dia pun tertegun, membaca semua komentar itu, dia baru mengerti apa yang telah terjadi.


Pergi kekantor, rekan kerja dalam kantor begitu sungkan dengannya, seperti ratu yang dilayani oleh orang orang, hal ini membuat Julietta tidak leluasa sama sekali. Apakah ini yang dinamakan fasilitas sebagai nyonya direktur.


Luka ditubuhnya David sudah membaik, besok sudah harus pergi kontrol, melihatnya, Julietta merasa tenang. Julietta duduk disofa dan meminta David mengupaskan jeruk untuknya, sambil menekan remot TV ditekan berkali kali, chanel TV bolak balik hanya itu itu saja siarannya, sungguh membosankan, membuat Julietta mengantuk, dia mulai menguap tiada henti dan memejamkan matanya, sampai David selesai mengupaskan jeruk, dia sudah tertidur disofa.


Akhir akhir ini kerjaan banyak, ketika menutup matanya, kantung matanya sudah menjadi gelap, jelas sekali karena sering lembur. Diruang tamu sangat tenang sekali, David menatap Julietta, dia tertidur dengan lelapnya, dengan alis terangkat, sepertinya sedang bermimpi, tidak tahu mimpi seperti apa. David menyenggolnya sedikit, dan Julietta terjatuh diatas pahanya dengan nyaman, bergumam tidak mau bangun.


Tidak lama kemudian, David berdiri, agar Julietta bisa tidur dengan nyaman disofa, diapun mengambil selimut untuk dipakaikannya. Sekarang ini Julietta sudah masuk kedalam dunia mimpinya, dia tidak bergerak sama sekali, nafasnya juga stabil. Tadinya dia ingin pergi, baru beberapa langkah, dia berbalik badan, lalu jongkok dihadapan Julietta. Terpikir kembali mengenai ucapan Julietta, diapun menghelakan nafasnya, lalu berbicara sangat pelan "jangan takut, aku akan menjagamu, aku mencintaimu" Selesai bicara, dia berdiri dan melangkah meninggalkan ruang tamu sambil mematikan lampunya.


Ruang tamu yang begitu gelap, hanya ada kesunyian, Julietta terbangun sejenak membuka matanya. Dia merasakan selimut halus dibadannya tertegun, sambil menatap kelangit langit. Sebenarnya Julietta sudah terbangun saat David menyelimutinya.


Hatinya gelisah juga kesal, memang pria kaku, tidak disangka tidak memindahkan dia kekamar tidur, membiarkannya tidur disofa, mungkin lehernya sudah kaku juga. Dipikir pikir, kalau sekarang terbangun sepertinya sedikit canggung, Julietta mau tidak mau lanjut pura pura tertidur, tunggu David pergi baru pindah kekamar.


Dia mendengar suara langkah kaki David yang terhenti, hanya dalam beberapa detik, suara langkah kaki itu mendekat, ada suara gesekan sendal terdengar, Julietta mengira pria ini mau diam diam mengambil cemilan, dia mau bersiap siap menangkapnya. Selanjutnya, satu kalimat David itu membuat Julietta resah gelisah bingung.


Julietta tidak berani membuka matanya, untung saja David tidak menyadarinya, dan dia berdiri kembali kekamarnya, lampu dimatikan, Julietta membuka matanya dan duduk terdiam sangat lama. Satu malam tanpa tidur.


Hari berikitnya, Julietta bangun sangat pagi, setelah menyiapkan sarapan dia langsung kekantor, David keluar dari kamar tidurnya, menyadari dirumahnya sudah tidak ada Julietta.


"Astaga kamu kenapa, ada kdrt" Marc bertanya saambil bercanda ke Julietta.


Julietta dengan dua mata pandanya sangat lesu, di malas berbicara, lalu dia melambaikan tanganya "biarkan aku istirahat"


Marc bertanya penuh perhatian "kamu bagaimana, kalau benar benar tidak enak badan, izin pulang tidur saja"


Kalau Julietta bisa tidur, dia tidak mungkin bisa menjadi seperti ini. julietta menghela nafasnya.


"Tidak apa, mungkin akhir akhir ini tekanan sedikit besar, tidak tidur dengan baik, beberapa hari akan membaik"


"Anak muda jangan begadang terus" Marc menuangkan segelas air ntuknya.


"Tekanan besar apanya, akhir minggu ini mau kepameran anime tidak, istri aku masih ada satu set baju cosplay, kamu mau tidak"


Bicara seperti ini, mata Marc terlihat aneh, dia sudah membahas dengan istrinya beberapa kali, mereka berpikir mengajak Julietta ikut pasti akan seru, anak muda, kalau mukanya selalu datar dan serius itu sangat tidak menarik.


Julietta menjawab "aku lebih baik tidak mengganggu waktu kalian berdua"


Sekarang pikiran dia sangat kacau, mana ada waktu luang untuk pergi bersama mereka. Julietta mengingatkan Marc "pekerjaan kita, bisa dibilang sudah selesai"


"Iya iya, akhir minggu  ini kita sudah bisa libur panjang, aku serius kamu mau pertimbangkan ikut lihat pameran jadi"


"Maaf perut aku sakit, ketoilet dulu" Julietta meninggalkan Marc yang kecewa.


"Teruhashi wanita muda cantik seperti ini juga cocok untuknya"


Tidak tahu kenapa, Tomy merasa beberapa hari ini Julietta kelihatan sedikit aneh. Dikantor Julietta selalu menghindarinya, kerjanya juga nonstop dari biasanya, disaat tidak perlu, dia lembur, setiap hari datang pagi pulang larut malam seminggu ini.Tomy mencari waktu untuk menemui Julietta, Julietta yang memegang kuas sedang mengubah ubah gambarnya, Tomy mengetuk pintu dan masuk. "Julietta"


Julietta terkejut, dia mengelus dadanya dan berkata "kamu kenapa tiba tiba masuk"


"Aku sudah ketuk pintu, kamu yang terlalu serius"


Dengan wajah tidak bersalah mendekatinya.

__ADS_1


"Kamu kenapa tidak terlihat seperti bos, dimana kamu yang sering keruangan karyawan mengobrol"


Julietta menjawab singkat "ada urusan apa"


"Aku ini orangnya dekat dengan semua karyawan" walaupun hanya dekat dengan Julietta.


Tomy tertawa "tidak apa, hanya saja aku lihat akhir akhir ini, kamu kerja sangat lelah, aku datang mau bicara"


Julietta meliriknya "mana ada bos seperti ini, karyawannya lembur masih khawatir"


"Ini bukannya namanya perhatian dengan kehidupan suami istri kalian berdua"


Tomy menarik kursi dan duduk, mencoba mencari informasi yang berguna "sebentar lagi akan libur, kamu dan bos pergi liburan tidak"


"Jangan berpikir aneh aneh"


Setelah identitas David terbongkar, Julietta baru mengerti, ternyata laptop hadiah itu dari mereka, dan liburan 3 hari juga perbuatan Tomy. Dia mengira dirinya masuk ke novel ini akan menjadi sangat beruntung seperti orang lain, setelah itu dia baru sadar kalau semua keberuntungannya dari David. Berpikir sampai sini, julietta diam tidak berbicara apapun.


Tomy sama sekali tidak tahu kalau mereka berdua saat menikah itu tidak punya perasaan apa apa, dia mengira pasangan ini sedang ribut. Satu bulan lagi hari raya, liburan tentu saja harus pergi liburan.


Tomy tidak punya harapan untuk melepas masa lajangnya, dia hanya bisa berbuat hal yang baik untuk bosnya. Setelah itu wajahnya terlihat sedih.


"Julietta kamu tahu tidak, tim jombloku sudah menghianatiku, Andy, Herman sudah pergi, mereka mau menemani pacarnya liburan"


Julietta terkejut "oh ya, berarti harus menyelamati mereka, tapi Herman, bukannya dia suka dengan Gisele"


"Dia kejar sampai Amerika dengan bilang pergi dinas, siapa yang tahu perkembangan mereka seperti apa"


Julietta tertawa "setiap orang sedang melihat kedepan" jadi dia harus melihat kedepan juga.


Dipintu ruangan, Tomy melamun "eh tadi aku mau bilang apa ya"


Sekretarisnya diam saja, dia sudah terbiasa dengan fakta yang mengatakan dia direktur sempurna tapi sebenarnya adalah direktur yang bodoh dan lucu, dia tersenyum "dalam sepuluh menit lagi ada rapat video conference dimulai, anda siap siap dulu"


Julietta duduk sendiri diruangannya, semua pekerjaan sudah diselesaikan lebih cepat, kalau mencari orang lain untuk melanjutkannya, seharusnya akan sangat mudah. Waktu sudah malam, dia bersandar dikursinya melihat akun semua orang, semua orang sedang menunggu diperhatikan.


Julietta mengelus keningnya, lalu dia mengirim semua draf gambarnya. Masih ksatria wanita yang duduk dibawah pohon terakhir kali, kali ini dipinggangngnga sudah tidak ada pedang, tas dipunggungnya kelihatan sangat berat. Kedua tangannya disandarkan dibelakang kepalanya, giginya masih menggigit sebatang rumput dan sedang berjalan ke arah matahari terbenam. Fatbird saatnya pulang.


Sesampainya dirumah, David keluar dari dapur, tangannya membawa satu botol yakull, baju tidurnya yang longgar membuat dia terlihat lesu. 


Julietta bertanya "malam mau makan apa"


David "makanan super enak dan super banyak"


Julietta "tolong minta yang normal"


"Makanan presiden"


"Kamu anggap aku sebagai apa, mesin pemesan makanan" Julietta memukul lengannya.


"Kalau aku punya kemampuan seperti itu, kenapa aku tidak jadi kepala koki direstoran Michelin"


David seperti menemukan kata baru "Michelin?"


"Jangan dipikirkan" Julietta memotong ucapannya tanpa ekspresi.

__ADS_1


Sepertinya semua pembicaraan setiap hari dimulai dari mau makan apa. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk makan mia pangsit daging, Julietta memotong daging dan sayur, dia menyuruh David memotong isinya dan dirinya menyiapkan kulitnya. Dia hanya mendengar suara pisau ditalenan, seluruh rumahnya penuh asap masakan. Setelah Julietta selesai, tiba tiba suara mengiris sudah tidak ada.


Dia melihat David sedang membelakanginya, mata elangnya menatap isian diatas talenan, dia terlihat seperti bingung mau memotongnya atau tidak.


Julietta "tidak boleh makan daging mentah, ada cacingnya"


Setelah beberapa menit. David hanya duduk dikursi sambil melihat Julietta mengajarinya cara membungkus pangsit, melihat beberapa kali, dia tidak suka repot, dia langsung mengambil isian dan diletakan dikulitnya, lalu dia meletakan satu kulit lagi untuk direkatkan.


Julietta "kamu ini sedang buat apa"


David "bulan penuh"


"Malas ya malas saja, jangan cari alasan"


Dengan cepat David membuat lagi beberapa buah "bulan sabit"


Saat Julietta mengambil pangsit dari dalam air dan diletakan dipiring, suara David terdengar lagi "monyet mengambil bulan"


Orang bilang kalau tidak bisa tahan lagi, lebih baik tidak perlu ditahan, seluruh pikiran Julietta ingin memukul David. Dengan kepala yang benjol itu David makan dengan diam, dia tidak mengatakan semua kata kata yang mengandung bulan. Julietta makan beberapa suap, tiba tiba dia merasa hambar, dia melihat ke David, hatinya seperti terluka, sedih dan berantakan.


David menelan sesuap pangsit dan berkata "jadi terjadi apa"


Dibandingkan dengan penampilannya yang lambat, David sepertinya lebih sensitif dari yang dibayangkannya, hati Julietta semakin gelisah "kamu jangan buat aku marah, maka aku tidak akan apa apa"


Setelah mereka berdua makan malam dan makan buah, mereka memainkan Hpnya disofa, seperti suami istri yang hambar, mereka tetap tidur pisah kamar. Disaat Julietta mau masuk kekamarnya, David tiba tiba memenggilnya.


"Tidak mau cerita"


Julietta "besok kamu pulang kantor akan tahu"


Keesokan harinya David sudah dikantor, tapi Julietta izin tidak masuk kantor. Dia mengeluarkan koper dan melamun duduk dikasurnya.  Dirumahnya sepertinya barang dia sedikit. Menatap koper yang kosong, Julietta duduk sangat lama.


David seharian dikantor sangat tidak fokus. Dia terkadang melihat hpnya, gerakannya yang sangat jelas membuat Andy tidak tahan "bos kalau kamu mau pulang ya pulang saja, pekerjaan sisanya biar kita saja yang kerjakan"


David langsung mengangguk. Andy bingung, sebenarnya dia hanya basa basi saja.


David menutup laptopnya dan meninggalkan Andy sendirian. Tomy yang baru masuk langsung melamun bertanya ke Andy "bos kemana, malam ini kita bukannya harus lembur"


Andy dengan sedih "iya dan juga harus lembur sangat lama"


David langsung naik mobil pulang kerumah. Dia berjalan sampai bawah gedung, dia mengangkat kepalanya, melihat lampu kamar Julietta tidak dinyalakan, ini membuat dia berfirasat buruk, langkahnya dipercepat. Dia membuka pintu, semua lampu belum dinyalakan, rumahnya penuh seperti tidak kekurangan apa apa tapi kosong seperti siapapun tidak ada. Langkah kaki dia menjadi pelan.


Diatas meja ada dua set perjanjian cerai, tanda tangan Julietta sangat rapi dan tertulis dia bersedia untuk melepaskan semua hartanya, juga ada satu surat pendek dari Julietta.


Maaf, kita bertemu dan berpisah dengan baik, surat pengunduran diri dikantor akan dikirim, tolong merepotkan kamu dan Tomy mencari orang baru, rawat diri kamu sendiri, jangan makan makanan instan, dan juga David, jangan cari aku, aku tidak maunjadi koki kamu.


Julietta sangat takut, dia tahu dirinya sangat lemah terhadapnya, kalau saja David terlihat lemah lagi, dia benar benar takut akan melakukan kesalahan. Dia hanya bisa diam diam pergi disaat David tidak dirumah, untuk menghindari kecanggungan bilang cerai dihadapannya.


Wajah David tidak ada ekspresi apa apa, mukanya pucat dan matanya gelap, tapi tidak marah sama sekali, dia kekamar Julietta menyalakan lampu, kamarnya kelihatan sama seperti biasa, barang yang dia bawa pergi sangat asedikit, bahkan perhiasannya juga masih ada. Dia berdiri disana seperti memikirkan sesuatu, tapi juga seperti melamun tanpa arti. Dia mengeluarkan hpnya, setelah diam beberapa saat, dia menelepon Julietta.


Terdengar suara operator, maaf nomor yang anda hubungi sudah tidak aktif.


Dia mengirim pesan tapi tertulis orang ini bukan teman anda, brakk, HP David terjatuh dilantai.


Julietta merasa kebohongan didalam novel pada bagian dia pergi dengan elegan dan mudah. Dia menarik koper dan naik taksi, meminta supir mengantarnya ketempat sejauh mungkin, jalanan macet, Julietta melihat tarif di argometer terus bergerak, membuat Julietta benar benar ingin turun dari taksi dan berjalan sambil menarik koper.

__ADS_1


Sekarang sudah tidak sama seperti dulu. Pulang pergi ada supir yang antar jemput tidak bisa dipikirkan lagi. Julietta berpikir, untung saja dia sempat mengambil uang cash sedikit dari teman onlinenya dia bisa meminta dia mencarikan tempat tinggal. Mulai sekarang dia sudah bukan istri bos lagi, dia akan menjadi orang biasa yang harus menyewa tempat tinggal menunggu bisa kembali kedunia asalnya.


__ADS_2