
Terlihat, badan David tegang dan tidak berani bergerak juga Tomy yang gemetaran itu tidak berani bergerak. Jika dibandingkan Julietta dan Weni yang jauh lebih tenang. Julietta mulai tertawa melihat dua pria yang mematung itu, seketika seperti jenis kelamin yang tertular, dia dan Weni yang seharusnya melindungi mereka sekarang.
Julietta membuka kedua lengannya dan memeluk David untuk menenangkannya. Walaupun dia lebih pendek dari David, tapi tetap terlihat memiliki aura, David diam dan tenang berada dalam pelukannya.
Tomy melihat mereka berdua yang berpelukan lalu menatap Weni. Weni bicara dengan nada kesal.
"Jangan berpikir macam macam".
Akhirnya mereka berhasil keluar dari rumah hantu, mereka semua berkeringat, bahkan kaki Tomy sedikit lemas dan katanya seumur hidupnya tidak akan pernah main ke taman hiburan lagi.
pada kesempatan ini, Julietta menyarankan mereka berempat untuk bermain sendiri sendiri selama dua jam, setelahnya baru berkumpul bersama kembali. Selain Weni yang sedikit tidak bersedia, tiga orang lainnya sangat setuju, tidak menunggu mereka menjawab, David langsung menarik Julietta berpisah dari mereka.
Dari kejauhan Julietta melihat Weni jalan didepan, Tomy jalan di belakangnya,,mereka berjalan ke arah kuda putar, pasti mereka mau main wahana yang tidak menegangkan. Tomy sepertinya sudah lupa misi utama tujuan dirinya .
Tujuan hari ini untuk bersenang senang, maka harus bermain dengan senang. Julietta menarik David dan bicara dengan senang "Kamu mau main yang mana, kita bareng saja".
David menatapnya dengan tidak tertarik agak acuh, lalu pandangannya tertuju ke tempat kios penjual kembang gula. Beberapa menit kemudian. David terlihat membawa kembang gula warna warni yang sangat besar, dia fokus makan kembang gula itu sampai dimukanya ada beberapa kapas yang tersangkut, tapi dia tidak juga menyadarinya.
Julietta tertarik menatapnya tertegun dan membiarkn dia terus memakakannya, lalu dia bermain lempar gelang lingkaran. Dari 10 gelang tidak ada yang kena satupun. Bagus, gambaran itu sudah dibayangkannya. Julietta lalu main tembak tembakan pecah balon, satu balonpun tidak ada yang kena. Bagus, sesulit ini, kalau tidak kena juga normal.
Petugas yang menjaga nya adalah pria yang muda, dia tertawa dan berkata kepada Julietta "Tidak apa nona cantik, aku kasih kamu main beberapa lagi"
Julietta sedikit tidak enak "Tidak tidak, mungkin saja aku lebih besar dari kamu, aku sudah umur 20an lebih"
"Wow, tapi kamu terlihat seperti pelajar SMA"
Disaat ini ada pasangan muda yang sedang mengantri menunggu giliran menembak, wajah mereka terlihat sangat muda mungkin sekitar 17 tahun, sepertinya adalah pelajar SMA. Pasanganya sedikit tidak sabar menunggu dan tidak menyadari suara keluhannya yang sedikit besar, dan bisa terdengar jelas oleh Julietta didepannya.
"Sudah sebesar ini kenapa masih pura pura jadi anak anak, bisa cepat sedikit tidak, aku sudah menunggu sangat lama".
Pria disebelahnya yang merangkulnya bicara "Jangan besar besar suaranya".
"Suara aku besar memangnya kenapa, tidak boleh aku mengeluh, kalau bukan karena kemeja pasangan gambar dinosaurus itu, aku juga malas membuang waktu sama mereka, kemampuannya seburuk itu masih juga tidak menyerah sampai sekarang, kalau payah janganlah main".
Julietta terkejut jadi sedikit geram, tadinya dia mau berencana pergi ke tempat lain, tapi kalau dirinya membeli peluru lagi dan tidak kena lagi, mungkin akan ditertawakan oleh mereka.
"Bantu aku pegang" David tiba tiba memberikan Julietta kembang gula yang tadi sedang dimakannya setengah ke tangan Julietta.
Julietta memandangnya agak bingung, David mengeluarkan tisu untuk mengelap tangannya dan meminta penjaga untuk main sekali lagi. Satu kali main minimal 6 peluru, David duduk di kursi, Julietta memegang kembang gulanya dan mendengar David bertanya kepadanya. "Ada hadiah yang kamu mau tidak".
Julietta "oh itu aku rasa semuanya kumayan lucu".
David duduk di kursi dan memainkan pistol mainan di tangannya, lalu dia menaikan topinya ke atas. Kaki dia terlalu panjang, jadi mau tidak mau dibuka dan terlihat kursi itu yang di dudukinya seperti kursi anak kecil.
Julietta benar benar tidak menyangka, kalau David juga hebat bermain permainan seperti ini. Di bawah tatapan banyak orang, semua tembakannya dia mengenai balon dengan kecepatan yang sangat cepat.
Bahkan pasangan muda yang mengantri di belakangnya juga sudah tidak bersuara lagi, tidak tahu kenapa, pria penjaga yang duduk di kursi jadi terlihat sedikit malas itu, seluruh badannya mengeluarkan expresi yang tidak senang.
David meletakkan pistol mainan ke tangan penjaga itu dan menunjuk kemeja pasangan bergambar dinosaurus dengan dagunya itu sambil bicara.
"Kami ambil yang itu"
"Baik baik tidak masalah" pria itu memberikan kemeja pasangan itu kepada David.
David mengambil kemeja itu lalu langsung menarik Julietta pergi, Julietta yang masih memegang kembang gula itu langsung mengikutinya dan meninggalkan pasangan muda yang bengong dibelakangnya. Tunggu kemeja pasangan incaran mereka.
__ADS_1
Penjaga mainan tersenyum dan menggelengkan kepalanya kepada mereka bicara "Anak kecil lebih baik jangan bicara macam macam."
Julietta pergi menjauh lalu tertawa kecil melihat David. David mengambil kembang gula dan lanjut memakannya dengan tenang, pandangan yang tadi masih terlihat tajam sekarang sudah terlihat menjadi lembut. David adalah pria yang suka melindungi orang lemah, juga paling tidak suka melihat orang lain membuli Julietta.
Walaupun merebut kemeja pasangan dengan anak kecil sedikit kekanak kanakan tapi Julietta tetap senang. Dia memeluk kemeja pasangannya dan bicara. "Kencan berikutnya kita pakai ini yah".
David mengangguk dan menundukan kepalanya menatap Julietta, pandangannya juga menjadi jauh lebih lembut. Dia mendekatinya dan mau mencium Julietta.
Julietta menahannya "Kembang gulanya ada di ujung hidung kamu"
Mereka berdua memainkan beberapa wahana umum, dan terakhir Julietta juga mulai merasa sedikit lelah. Datang bulannya masih belum selesai, jalan selama ini membuat punggung dan pinggang dia terasa sakit.
Julietta bertanya "Apakah waktunya sudah mau selesai, kita sudah seharusnya pulang".
Saat bicara ponselnya berbunyi. Julietta mengangkat telepon dari Tomy itu. Dari telepon itu sudah mukai terdengar mood Tomy yang murung. "Aku sudah buat Weni ngambek, aku tidak bisa bertemu dengan kalian lagi, aku harus cari dia untuk minta maaf".
Julietta belum juga bertanya ada apa sampai bisa membuat Weni pergi duluan, Tomy sudah mematikan teleponnya. Julietta tersenyum "Pria ini benar benar berenergi".
Jika dibandingkan dengan David yang sangat senang tidak ada Tomy yang mengganggu, maka dunianya sudah nyaman setengah. David bicara "Ayo pulang"
Julietta mengangguk dan menggandengnya.
Malam hari dirumah, David meminta ditenangkan oleh Julietta dengan alasan masih ketakutan dengan rumah hantu, akhirnya Julietta memeluknya sambil tidur. Walaupun hanya bosan dilihat dan tidak bisa dimakan. Julietta memahami ketakutan David hari ini, maka dia memenuhi permintaannya itu.
Mereka berdua tidur dengan tenang semalaman, saat bangun pagi hari, David berencana untuk menciumnya saat Julietta masih tidur, tapi ternyata Julietta yang masih tidur itu tiba tiba terbangun oleh suara pesan dari Andi di ponselnya.
"Nyonya nyonya, cepat lihat trending topik hahahahaha"
Julietta tidak mengerti. Trending topik ada apa lagi, apa jangan jangan Aquarius masuk trending topik lagi. Dia membuka internet dan melihat satu trending topik yang berjudul teriakan pria di taman hiburan.
Tidak tahu kenapa, dia memeliki firasat yang buruk. Julietta mengklik videonya. Video itu adalah video saat kemarin bermain bandul raksasa yang direkam oleh pria dengan tongsis kemarin. Selanjutnya terdengar suara teriakan yang pernah di dengarnya, wah wah wah waaaah. Julietta berpikir, kalau Tomy melihat video ini pasti tidak akan masuk ke taman hiburan seumur hidupnya lagi.
Supaya David tidak makan terlalu banyak takut lambungnya sakit, Julietta tidak berani beli terlalu banyak. Hidangan laut disajikan di atas meja. David mengikutinya dibelakangnya membantu meletakkan mangkok, piring, sendok garpu, dan juga tidak lupa mencuri makan beberapa udang disaat Julietta tidak memperhatikan.
"Akhir akhir ini menunjukan hasil yang bagus, ini semua hadiah spesial untuk kamu"
David duduk di seberangnya dengan diam seperti murid sekolah yang sedang menunggu hadiah, setelah Julietta selesai mengucapkan kata sambutannya, maka dia ingin secepatnya mengambil hadiahnya. Julietta juga jarang jarang mengirim foto ke status media sosialnya.
Dia memposting satu foto meja makan yang dipenuhi dengan hidangan laut itu, tidak pelru di edit juga sudah membuat orang lapar melihat gambarnya. Ditambah dengan tulisan hadiah untuk seseorang karena sudah makan sehat.
Statusnya baru dikirim beberapa saat, sudah ada orang yang menyukainya dan berkomentar.
Marc, aduh anak muda kalau urusan cinta memang paling hebat.
Diana, astaga ini semua kamu yang masak, kelihatannya sangat lezat.
Tomy, hmm Bos makan sehat?
Andi, Nyonya memang sangat baik dan perhatian sama bos.
Her,ain, iya apapun bisa dia makan.
Tidak tahu kenapa, rasanya membaca kata kata dari mereka ada maksud lain. Julietta melirik David, tapi David masih serius memakan udangnya dan tidak menyadari keanehan Julietta. Julietta membuat satu grup baru dan mengundang mereka bertiga masuk ke dalamnya.
Julietta 'Maksud kalian apa, apakah kalian melihat sesuatu, semoga kalian menjaab jujur : )
__ADS_1
Tomy 'yah, kamu tidak mengerti ya, Nyonya aku juga mau makan udang : ( mohon ajak aku, aku kirimkan satu peti kotal seafood yang sangat segar ke kamu, tapi aku juga ikut makan boleh yah.
Julietta 'Boleh kalau mau makan udang.
Kalimat itu baru dikirim, Andi dan Herman yang pura pura offline langsung muncul.
Herman, 'makan udang?
Andi :Aku juga mau dong,
Julietta 'Boleh silahkan, asal kalian bilang akhir akhir ini David makan apa saja, apakah ada diam diam makan makanan ringan atau sejenksnya di belakang aku,
Mereka semua diam beberapa puluh menit. Grup beberapa saat tidak ada suara notifikasi, Julietta mengerti David pasti diam diam makan makanan ringan dan juga bukan hanya satu atau dua kali, bisa jadi setiap hari. Melihat David masih sibuk menikmati hidangan lautnya, Julietta mengeluarkan senyuman dinginnya dan lanjut mengetik.
Julietta 'Kalau kalian tidak mau bilang, aku akan screenshoot semua ini kasih dia lihat.
Tomy 'Jangan dong, ini bukannya akan menghancurkan hhubungan kalian berdua : (
Andi 'Tomy jangan sok imut kirim kirim emoyikon.
Tomy 'wanita itu paling suka dengan emotikon seperti itu.
Melihat percakapan mereka mulai menjauh dari topik, Julietta memberikan peringatan terakhir, kalau tidak bilang lagi maka dia akan bergerak. Mereka bertiga akhirnya mengakui kalau David diam diam menyimpan makanan ringan di ruangannya.
Kalau mau berkhianat maka harus totalitas sampai akhir, mereka bertiga membantu Julieta melaporkan perilaku David yang tidak jujur. Lalu mereka bertiga terus mengobrol tiada henti sampai membuat Julietta pusing membacanya, lalu Julietta menghentikan mereka agar tidak lanjut bicara. Mereka bertiga seperti kecewa dan membuat Julietta tidak tahu bicara apa lagi.
Setelah mendapatkan bukti, Julietta memberikan tatapan maut kepada David. David yang sedang mengupas idang mengangkat kepalanya dan melihat Julietta seperti sedang menatap penjahat. David berpikir beberapa saat lalu bertanya dnegan serius.
"Apakah aku makan terlalu banyak".
Julietta menggelengkan kepalanya lalu tertawa kecil. "Nikmati makan malam terakhir kamu Judas".
David "Aku mengkhianati kamu apa"
Julietta "Kamu menghianati harga diri kamu sendiri dan jiwa raga kamu sendiri".
Mereka berdua saling bertatapan dan David berekspresi tdiak berdosa.
Julietta "Kamu masih belum menyadari kesalahan kamu hah, aku kasih kamu kesempatan terakhir, apakah kamu membohongi aku sesuatu, asal kamu mengakuinya sekarang, aku akan mempertimbangkannya untuk memaafkan kamu."
Keinginan David untuk hidup dengan tenang membuat dia mengeluarkan semua ingatannya. Setelah berpikir beberapa menit kemudian dia bicara. "Maaf"
Julietta "Katakan"
"Baju kamu kemarin memang mirip terong, aku tidak seharusnya memuji kamu dengan kobohongan."
Selesai makan, disaat David sedang mencuci piring, maka adalah saatnya Julietta untuk bergerak. Selimut David diletakkan kembali ke kamar tidurnya, Julietta bilang David dilarang tidur bersama di kamarnya.
David berdiri di depan pintu sendirian menatap pintu yang tertutup, dia memanggil Julietta dengan suara yang mengiba sedih.
"Julietta, aku kedinginan".
Julietta "Musim panas sudah mau tiba, kamu dingin apanya".
Malam ini David tidur sendirian tanpa ada pelukan Julietta yang lembut. Dia sendirian berbaring di ranjang singlenya yang keras dan melihat langit langit yang tidak asing, jelas jelas belum lama pindah tidur bersama, tapi terasa seperti sudah bertahun tahun, membuat dia mulai tidak terbiasa tidur sendirian. Bahkan dia sedikit benci dengan kekosongan di sebelahnya, sepertinya di dunia ini hanya ada dia sendirian.
__ADS_1
Selimut yang empuk tebal menyelimuti badannya sampai mengeluarkan keringat, tapi dia merasa kedinginan dan tidak bisa hangat-hangat. David membuka matanya dan melamun menatap langit langit, setelah beberpaa saat dia menghela nafas lagi, lagi dan lagi.
Sementara di kamar Julietta di saat yang bersamaan, Julietta yang sedang tidur dengan lelap di ranjang besarnya. Memang tidur sendirian di ranjang yang besar ini sangat nyaman, walalupun tidak ada David seperti kekurangan sesuatu, tapi dia tetap bisa tidur dengan cepat lelap karena kebebasannya.