
Erick melihat kaca spion sekali lagi, melngecek ekspresi Julietta seperti sedang meikirkan sesuatu. Sesampainya dirumah, david ada diruang kerjanya dan tidak keluar.
Julietta mengganti pakaianya, tiba tiba dia tidak bisa menemukan HPnya. Dia mencari kemana mana tapi tidak ketemu, terakhir dia mau tidak mau meminta bantuan David.
Julietta mengetuk pintu "David tolong cepat telepon ke HP aku, HP aku tidak tahu ada dimana"
David keluar, lalu menelepon ke HP Julietta. Sekian lama tidak ada respon apa apa. Julietta sedikit bingung, tidak benar, dia ingat dia sudah mengatur HPnya ke mode normal.
David yang bersandar dipintu tiba tiba menegakkan badannya, mata dia yang panjang terbuka sedikit, dia melihat Julietta denga perlahan, ekspresinya terlihat tidak begitu senang.
Julietta sama sekali tidak sadar dengan tatapan David, dia masih mencari kesoa, ke kamar tidur, dia sama sekali tidak memikirkan kemungkinan tertinggal diluar.
"Aneh sebenarnya lari kemana itu HP." Julietta menggaruk rambutnya, wajahnya terlihat pusing.
HP David tiba tiba menerima pesan dari seseorang.
Julietta ya, ini aku Erick, HP kamu tertinggal dimobil aku, sekarang aku tidak bi angkat telepon, kamu kirim alamat kamu kesini, aku akan antar HP kamu kesana.
Julietta masih mencari keberadaan HPnya, sama sekali tidak sadar denga respon David. Akhir akhir ini saat malam hari setengah sadar dia sesekali mendengar suara yang aneh, apa jangan jangan benar ada tikus didalam rumah. Mengingatnini dia langsung menyalakan senter agar tidak bersentuhan dengan sesuatu yang tidak sehatusnya disentuh.
Disaat kepala Julietta penuh dengan keringat karena lelah mondar mandir, jari David mengetik di HP dengan cepat.
Aku David, Julietta sedang sibuk tidak bisa angkat telepon, aku kirim alamatnya kekamu.
Setelah sekita satu menit dia baru membalas, dia bilang sebentar lagi akan jalan kesana.
Julietta stengah berlutut dilantai, pantatnya dinaikan, dia ingat dulu saat ganti HP baru, HP lamanya dia simpan dirumah, kalau saj benar benar tidak ketemu, mau tidak mau dia akan menggunakan HP yang lama lagi.
Dia memgang HP lamanya, senter diarahkan kebawah sofa, dia lihat apakah HPnya terjatuh dicelah celah kolong sofa. David yang masih bersandar dipintu sedang memikirkan ribuan cara untuk menginterogasinya, belum juga dilakukan, Julietta tiba tiba tidak berrgerak lagi. Julietta duduk perlahan lahan disofa, lalu memutar kepalanya dengan cepat.
Tanpa ekspresi Julietta mengambil beberapa bungkus makanan dari bawah sofa ada keripik kentang, kue, biskuit, persamaan semua ini adalah, semuanya adalah makanan yang jukietta larang David makan. Mereka berdua saling bertatapan.
Ini adalah David yang momentumnya berkurang setengah dan ini adalah Julietta yang sedang menatap tajam ke David.
"Pantas saja setiap kali aku pulang, kamu selalu duduk disofa, masih bilang menahan diri tidak makan"
Julietta mengingat setiap kali David duduk disofa dan terlihat lemas, apanya yang lapar, jelas jelas pura pura saja. Yang paling penting adalah bisa bisanya dia membuang bungkus makanannya yang kosong dibawah sofa seperti ini.
David "sebenarnya itu ulah tikus"
Julietta "kamu masih bisa mengarang cerita aneh yang lain tidak"
Julietta "kenapa disembunyikan disini"
David "lupa"
Tatapan David mengambang terlihat sekali sedang tidak berkata jujur. Julietta terdiam sebentar lalu berkata lagi.
"Apa kamu jangan jangan mau lanjut makan saat aku sudah tidur"
Di malam hari seriing terdengar suara gemerisik, suaranya seperti tikus menggigit kayu. Pasti David pria ini, saat Julietta sedang tidur memakai penyumbat telinga dan penutup mata, lalu dia menghabiskan sisa makanan ini. Sesaat hati Julietta menjadi rumit, tidak tahunharus berkata apa lagi.
David melihat HPnya sekilas lalu berkata dengan pelan "Aku mau turun buang sampah"
"Ya, ingat pakai jaket"
Walaupun tidak tahu kenapa David tiba tiba mau turun buang sampah, tapi dia sangat mendukung David untuk bergerak keluar rumah. David kekantor ada supir, dia benar benar takut kalau David tidak berjalan jalan, dia akan berlumutan dirumahnini.
__ADS_1
David mengenakan jaket tebalnya dan keluar rumah. Julietta lanjut cari HPnya, setelah mencari beberapa saat dia baru tersadar kalau David keluar tidak bawa apa apa. Buang sampah apa, dia mau membuang dirinya sendiri ya.
Cuaca sangat dingin. David turun kebawah, satu mobil Audi sudah berhenti diluar pagar, Erick yang sudah lama tidak terlihat, sedang bersandar dimobilnya, kedua tanganya sedang dilipat dan sedang berpikir, tidak menyadari David yang sedang mendekatinya.
Sepatu olahraga berjalan direrumputan basah mengeluarkan suara, Erick mengangkat kepalanya dan terkejut sekilas, lalu dia tersenyum kearah David.
"Ternyata kamu"
David menjawabnya dengan suara hidungnya, terlihat jelas dia sangat malas bertemu dengan Erick. David mengukurkan tangannya, telapak tangannya dibuka, Erick langsung mengerti maksud dia.
Erick mengeluarkan satu HP dari kantongnya, David langsung mengambilnya, lalu dia menghapus pesan dari Erick didepan mukanya. Dia melihat David dan berkata.
"Aku sudah melihat perjanjian cerai itu"
David menjawab dengan santai "sudah disobek"
Erick memingkamkan bibirnya dan berkata "tenang saja, aku tidak akan melakukan hal yang keterlaluan"
David meliriknya dan tidak berkata apa apa.
"Sebagai pria aku hanya mau bilang kalau kamu pasif seperti ini terus, cepat atau lambat suatu hari pasti akan cerai"
Ucapan Erick berhenti beberapa saat, mata dia hang berwarna coklat berkedip dengan cepat, seperti sedang mengingat suatu kejadian, dia tersenyum lagi dan berkata.
"Sebagai pria aku juga mau bilang aku sangat cemburu dan iri dengan kamu"
Saat Julietta bercerita tentang David dimobil tadi, dengan jelas ada perlindungan yang dia sendiri tidak rasakan. Tidak perduli apaakah itu cinta, tapi diantara mereka memang ada sedikit ikatan, walaupun lemah, tapi tidak mudah untuk digoyahkan,
David tidak menjawabnya, ekspresinya juga tidak berubah. Saat ucapan Erick selesai, dia menjawab ya dengan suara hidungnya, kedua tangannya dimasukkan kekantong dan memutar balik badannya.
Kakinya yang diinjakan ke anak tangga terhenti. David tidak menoleh kebelakang, dilohat dari sisi Erick, hanya terlihat dia berdiri ditempatnya dan tidak bergerak.
David berkata dengan santai "di umur kamu ini, sudah berada dijalan menurun, kalau ada waktu lebih baik kamu merencanakan masa depan, jangan menghabiskan waktu kamu yang sudah tidak cukup itu ketargeqt yang tidak ada harapan"
Lidah beracun yang pelan seperti ini, benar benar sangat menusuk hati Erick. Walau David lebih tua beberapa tahun dari dia,mtapi setelah dia terkenal dimasa usia mudanya dia sudah menjadi bos, sekarang dia menyembunyikan kemampuannya. Tidak seperti dia, masih bergumul dengan masa depannya, yang dibilang David memang tidak salah. Kalau mereka berdua dibandingkan, wanita normal pasti akan tahu memilih siapa.
Wajah Erick menjadi serius "aku paham, aku akan berusaha"
David menjawab ya dan langsung naik keatas. Sesampainya dirumah, Julietta melihat David yang moodnya sangat bagus dengan heran. Julietta bertanya denga curiga. "Jangan jangan kamu makan sesuatu"
Pandangn David seperti sedikit kesal "aku bukan kamu"
Julietta terdiam. David mengganti sepatu dengan sandal rumah, lalu dia baru mengeluarkan HP dari kantong jaket tebalnya dan diberikan kepada Julietta "punya kamu"
Julietta terkejut, lalu dia mengambilnya dan menyalakan HPnya dengan semangat. Sudah diduga semuanya masih bagus seperti awal. Dia bertanya dengan terkejut dan senang.
"Kamu menemukan dimana"
David berbohong dengan tenang "koridor gedung"
Julietta sudah lupa menanyakan ke David kenapa dia turun tidak bawa sampah tadi berbuat apa. Dia menjadi lega dan berkata.
"Untung saja tidak hilang banyak inspirasi ada dicatatan dalam sini, belum disimpan back upnya"
Sambil bicara Julietta langsung memindakhkan semua file yang penting ke awan agar tidak hilang. Disaat Julietta sedang sibuk, David kembali ke ruang kerjanya dan pintunya ditutup, alli didik dikursi komputernya dengan wajah serius. Dia menyalakan laptopnya, melihat layar dan terdiam sangat lama, lalu dia baru mengeti didalam kolom. Bagaimana mengejar wanita dengan efektif dan cepat.
Keesokan harinya, Julietta kembali bekerja normal. Dia naik mobil bersama David, beberapa ratus meter dia turun dari mobil, kebetulan dilihat oleh beberapa orang dari divisinya. Disaat makan siang, ada banyak karyawan yang tahu Julietta terlihat ada uang, tapi sebenarnya mobil saja tidak mampu beli, hanya bisa naik taksi kekantor, pasti sangat sulit.
__ADS_1
Saat pulang kerja, Julietta menerima banyak tag dari grup kantornya, semuanya bilang pulang bisa sekalian mengantarnya. Dia langsung membalas digrup terima kasih, untuk maksud baik dari kalian semua, tapi aku ada mobil yang bisa dinaiki.
Yani dari divisinya adalah salah satu yang menertawakn Julietta ketika acara makan malam. Dia pura pura baik berkata "aduh malam seperti ini naik taksi tidak aman, kamu cantik seperti ini"
Julietta "oh, ada mobil khusus yang mengantar jemput aku"
Semuanya mengira dia memaksakan diri untuk menyelamatkan harga dirinya, mobil khusus dikantor tidak seberapa,mmobil meeah ditempat parkir dibawah bisa dihitung dengan jelas, kalau ada orang yang naik mobil khusus pasti akan tersebar dikantor.
Penolakan Julietta seperti sedang mencari muka untuk dirinya sendiri, tapi membuat para pria mengasihani dia. Wanita secantik ini tidak diperhatikan dengan bail, tapi malah membiarkan dia setiap hari naik taksi kekantor, benar benar sangat disayangkan.
Malam hari pulang kerja, Julietta mau menghubungi David untuk pulang, tiba tiba ada beberapa wanita yang tersenyum dan menghampirinya, mereka bilang kebetulan sejalan, lalu mereka mengikuti dia berjalan ketempat parkir. Julietta benar benar tidak ingin jalan bersama mereka.
David termasuk orang yang dirahasiakan, dikantor beberapa kali muncul juga ada jakur VIP, dan juga disaat karyan sedang bekerja. Yang mengetahui identitas David tidak banyak, semuanya hanya petinggi dikantor, rahasianya sangat ketat.
Alasan dia tidak ingin membocorkan identitas dirinya sangat simple, sosialisasi sangat merepotkan, dia hanya ingin melakukan hal yang dia sukai, berhubungan dengan orang lain tidak termsuk dilingkup ini. Saat karyawan muncul David pasti tidak muncul.
Beberapa gadis itu masih tidak pergi, Julietta kebingungan, mau tidak mau dia jalan kearah tempat parkir dulu, bersama mereka. Julietta menundukkan kepalanya dan mengirim pesan ke David dengan cepat. Aku tidak cari kamu dulu, nanti baru ketemu.
"Hei kamu kirim pesan kesiapaa" Yani menghampirinya, layar HP langsung ditutup oleh Julietta.
Julietta menjawab "tidak ada"
"Oh ya suami kamu kerja apa"
Saat membahas topik tentang suami Julietta,, beberapa wanita itu langsung menghampirinya dengan rasa tertarik. Sewaktu David menjemputnya di araca kemarin benar benar menakjubkan membuat mereka tercengang sampai lupa mengambil foto, mereka hanya tahu dia adalah suami Julietta, tapi tidak tahu infomasi lainnya.
Julietta mengerutkan alisnya " tidak ada, hanya karyawan biasa"
Dia bicara seperti ini, tentu saja mereka tidak percaya, pikiran mereka sangat yakin Julietta berusaha menyembunyikannya dan tidak ingin dibicarakan kepada mereka.
Yani memainkan matanya "kemampuan itunya bagaimana"
Julietta tiba tiba mengehentikan langkahnya. Mereka sangat bersemangat, tiba tiba Julietta berhenti, mereka mengira Julietta akan marah. Tapi Julietta demi pekerjaannya agar stabil, dia tidak ingin bermasalah dengan orang lain, agar tidak membuat Tomy dan yang lainnya kesulitan.
Dia menahannya dan berkata "aku sedang menunggu orang, kalian jalan duluan saja"
Disebelah Julietta ada satu mobil Land Rover yang berhenti, mereka mengetahuinya karena Tomy juga sering menaikinya.
Mereka mengira Julietta ingin pamer menggunakan mobil bosnya, lalu mereka saling melihat dan tertawa. Sudah diduga, wajah cantik tidak ada gunanya, uang saja tidak ada, lihat tampang suaminya hari itu, mungkin saja kehidupan mereka berdua tidak harmonis,
Setelah mendapatkan tebakan yang memuaskan, mereka pergi mengemudikan mobil mereka dengan puas. Mereka membawa mobilnya, dan sengaja memutari Julietta satu kali, memamerkan mobil Audi dan BMWnya, mereka berhasil mendapatkan ekspresi Julietta yang murung karena tidak punya mobil, lalu mereka baru pergi.
Julietta berdiri ditempatnya dan menghela nafas. Lihatkan, orang lain semuanya punya SIM, hanya dia yang tidak punya. Terasa sangat ketinggalan zaman. Setiap malam, dia naik mobil bersama David pulang kerumah, Julietta selalu membahas tentang ujian SIM sekali lagi.
David menjawab "dengan game balapan"
Julietta "bagaimana bisa, benar benar tidak berguna sama sekali, setidaknya butuh belajar dengan mobil kart"
Julietta lanjut berkata "suatu hari aku akan mengebut dijalan dan menjadi yang paling keren diantara para pengemudi"
Malam itu tidur Julietta sangat nyenyak. Dia bermimpi menjadi pengendara mobil yang kemampuannya seperti difilm fast furious, dia memutar stir mobil seenaknya, injak gas dan mengebut. Dikamar yang hening, tiba tiba terdengar suara bruk yang keras, itu adalah suara kaki yang menginjak ranjang dengan keras.
David yang sedang duduk disofa ruang tamu dan sedang membuka satu kantong coklat dengan diam diam mendengar suara itu, dia gemetar, maka satu bungkus coklat itu semuanya terjatuh tumpah kelantai. Dia duduk disofa dan berpikir dalam. Hal ini membuktikan mau makan diam diam benar benar tidak mudah.
##
Jenis rumor dikantor apapun ada, Julietta sama sekali tidak perduli. Julietta sudah bertekad setelah tahun baru dia akan belajar mobil, kalau sudah mendapatkan SIM dia bisa membeli mobil dengan kartu centurionnya. Julietta menghitung hitung, beli mobil yang standard juga sudah cukup. Tunggu gaji bulan ini turun, dia bisa traktir David makan enak.
__ADS_1