Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
62


__ADS_3

Suara tangisan Julietta begitu menarik perhatian, sehingga orang orang disekitarnya tidak bisa berhenti untuk terus berbicara dan mengasihaninya, tapi tetap saja ada yang merekamnya dengan HPnya.


"dia mungkin keluarga korban, kemungkinan adalah kekasihnya"


"Sangat menyedihkan"


Tomy mengikuti langkah kaki David keluar gedung kantor. David terlalu malas untuk mengurusinya, namun Tomy masih berada disampingnya sambil berkata "tahukah kamu, mungkin aku akan berpacaran"


David mengabaikannya dan mulai memakai headsetnya.


"Bos apakah kamu tidak penasaran, bos tolonglah tanya aku, itu sangat tidak mudah bagiku"


Tomy menunjukan wajah cemas sambil melanjutkan.


"Tahukah kamu, aku pikir sekretarisku diam diam jatuh cinta kepadaku, itu karena perasaanku terlalu lambat untuk menyadari bahwa dia telah memiliki perasaan tersembunyi yang begitu mendalam terhadapku"


David mengganti lagunya dengan musik queen untuk menekan suara Tomy. Tomy menunjukkan wajah sedih. Dia masih ingin membicarakan tentang perjalanan cintanya.


Ketika mereka itu melangkah keluar loby gedung, mereka melihat sekelompok orang yang berkumpul disekitar jalan depan gedung mereka. Mereka langsung tahu bahwa telah terjadi kecelakaan mobil disini, diantara mereka terdengar suara seorang wanita yang menangis sedih, meratap dengan jelas, sehingga orang yang berada disekitarnya ikut merasakan kesedihan yang dialaminya.


Tomy tidak bisa menahan keingin tahuan dirinya untuk melihat kesana,,lalu.


Tomy "eh bukankah itu kaka ipar"


David melepas headsetnya dan berjalan mendekati Tomy. Dia ikut melihat Julietta yang bersimpuh berlutut dilantai sambil menangis dengan sedih di dalam kerumunan itu.


Tomy "Siapa yang sedang ditangisi oleh kaka ipar"


David "aku juga ingin tahu"


Julietta menangis menunduk sampai tangan dan kakinya dingin, kepalanya mati rasa. Kerumunan orang yang berada disekitarnya menatapnya dengan sangat kasihan. Mendengar bisikan mereka, Julietta semakin sedih.


Dalam benaknya David meninggalkan dunia ini, dia akan hidup sendirian dan kesepian didunia ini. Dia tidak memiliki teman dekat, apalagi keluarga dan tidak tahu lagi harus bersandar pada siapa, seolah olah dunia yang penuh warna ini berubah menjadi hitam dan putih selamanya dalam sekejap. Saat itu Julietta tiba tiba mengerti kenapa David tidak lagi mengurus dan merawat hidupnya sendiri setelah ibunya meninggal.


Dia mungkin berpikir bahwa hidupnya sudah tidak ada artinya lagi, suasana hati seperti ini, benar benar dapat dirasakan saat ini. Apakah pemeran pendukung bisa mati juga tiba tiba seperti ini, masing masing dari mereka memiliki kehidupan.


"David hu hu hu hidupmu ini terlalu menyedihkan" katanya sambil menangis tersedu sedu.


Kerumunan berisik itu tiba tiba hening sejenak. Julietta yang menunduk terduduk lemas dilantai, melihat sepasang sepatu olahranga hitam dengan lis putih dan celana kasual berwarna hitam dihadapannya persis. Dia menyeka air ataya, mendongak dan melihat terkejut, David sedang berdiri didepannya sambil membungkuk menatapnya.


Kelopak matanya yang murung itu setengah menyipit, menampakan sedikit matanya yang gelap. Dia menatap Julietta yang masih ada air matanya yang tersisa dipipinya, hidungnya merah, ekspresi wajahnya terlihat sangat lemah. Kedua orang itu saling bertatapan.


David bertanya dengan lembut "mengapa kamu menangis"


Julietta tiba tiba berpikir bahwa dirinya sedang berhalusinasi, sampai saat David berlutut didepannya yang sedang terperanjat itu, lalu mengulurkan tangan dan menghapus air matanya dengan jarinya yang kasar.


Air mata yang membasahi ujung jarinya itu terasa hangat, bahkan membuat hatinya menjadi sangat panas, akhirnya David menarik ujung jarinya sedikit. David menatapnya, lalu berkata dengan perlahan.


"Jangan menangis lagi, jelek sekali dirimu"


Julietta cemberut saat merasakan tangannya yang dingin, untuk waktu yang lama, otaknya yang tumpul agak telat itu akhirnya mulai berputar dan sadar. Julietta mengabaikan air matanya dan bertanya dengan suara serak.


"Kamu kamu tidak mati"


David bicara dengan serius "Aku masih belum sempat merasakan wagyu steak dan pasta buatanmu"


Ketika mendengar ucapan David itu, Julietta marah tapi juga senang. Perasaan dalam hatinya bercampur aduk, dia tidak bisa mengungkapkan yang dirasakannya sekarang. Dia menggigit giginya dan menatap David.


"Jangan pernah berharap"

__ADS_1


Ketika pasangan suami istri itu yang berlutut duduk dilantai belum sempat menyelesaikan pembicaraanya tentang hidangan makanan, terdengar sirene ambulans mendekat.


"Apakah ada anggota keluarga korban disini" petugas paramedis bertanya.


"Ada" beberapa orang serempak berkata.


Orang orang dikerumunan itu menjawab dan menunjuk Julietta yang sedang duduk dan bersedih dijalan itu. Wanita cantik mungil itu menangis cukup lama sampai kedua matanya bengkak. Julietta yang tiba tiba sadar itu terdiam dan bangkit berdiri dibantu David.


Menghadapi pertanyaan dari dokter, Julietta menjawabnya dengan datar. Dia tidak bisa mengatakan bahwa dia salah mengenali orang, dan menangis percuma disini bukan.


David berkata "korbannya adalah karyawan perusahaan Aquarius, aku adalah pimpinannya"


"Bagus kalau begitu, ayo cepat naik ke ambulans"


Julietta dan David naik mobil ambulans dan meninggalkan Tomy untuk menunggu polisi datang dan menangani urusan selanjutnya. Julietta yang duduk berhadapan dengan David itu bertanya.


"Bagaimana kamu tahu bahwa dia adalah karyawan perusahaan Aquarius"


Apakah ingatan David sebaik itu sampai sampai dia mengingat bagaimana rupa korban kecelakaan itu. David menjawabnya dengan pelan dan lembut.


"Pakaiannya itu batu saja tiba dikantor kemarin,, kebetulan aku juga minta satu set dan memakainya nih"


"Mereka sering membeli pakaian secara bersamaan, cukup kompak bukan"


Kebingungan Julietta cukup beralasan, bisanya lingkaran sosialnya terutama Marc, Tomy, David dan para programmer memiliki kebiasaan berseragam


David tidak perlu dibilang lagi, dia selalu menggunakan kombinasi sweater dan mantel selama bertahun tahun. Tomy lebih gagah, ditambah dengan kebutuhan kerja, hampir setiap hari mengenakan jas. Lain halnya dengan Marc yang suka berdandan. Dari dulu tidak pernah mengenakan sweater, sehingga membuat Julietta tidak mengetahui konsep berpakaian orang lain. 


"Ternyata begitu ya" Julietta bicara sambil menutupi wajahnya dan menunduk.


Pertolongan ini tepat waktu dan cederanya tidak terlalu serius. Dalam waktu beberapa jam, nyawa korban telah berhasil diselamatkan. Meskipun Julietta tidak mengenali korban itu, namun melihat kondisinya yang sangat menyedihkan, dia merasa sedikit bersimpati. Ketika mendengar dokter mengatakan bahwa nyawanya berhasil diselamatkan, dia menghela nafas lega.


David membayar perawatannya dulu, sementara Julietta duduk menunggu dengan sabar di koridor lobi utama rumah sakit itu sambil memainkan ponselnya.


Tomy yang datang menyusul menghampirinya dan bicara "kaka ipar, kamu terkenal lagi"


Tomy " coba lihat daftar pencarian populer"


Julietta segera membuka internet dan melihat topik dengan tagar, perlakuan baik yang didapatkan perusahaan Aquarius, itu menduduki peringkat pertama dan menjadi sebuah tren terbaru. Dia membuka topik itu dan hal pertama yang menarik perhatiannya adalah video yang direkam oleh seorang pejalan kaki, berisi tentang korban yang dibopong naik ke atas tandu, Julietta dan David yang menyatakan bahwa mereka adalah anggota keluarga korban, lalu berjalan masuk ke mobil ambulans.


Video itu tertulis, karyawan perusahaan mengalami kecelakaan mobil dan bos dengan istrinya secara pribadi mengawalnya naik ke ambulans, dan hanya diperusahaan Aquarius yang memiliki perlakuan seperti ini. Menurut pengakuan orang yang berada dilokasi kejadian, ibu bos itu menangis, kuharap bosku juga bisa menangis sekali saja untukku, icon senyum senyum.


Unggahan berita dan video ini telah diteruskan lebih dari seratus ribu kali dalam satu jam saja dan komentarnya terus melambung naik. Banyak komentar yang memuji perusahaan Aquarius yang sangat manusiawi dan baik.


 Perusahaan Aquarius tidak perlu mengatur orang untuk mendapatkan predikat baik. Sebaliknya setelah identitas bos dan istrinya terungkap, mereka selalu bersikap sederhana, seolah olah keberadaan mereka tidak ada. Akibatnya popularitas mereka dimata orang yang lewat itu menjadi sangat tinggi.


Segera muncul beberapa karyawan Aquarius yang menunjukan perlakuan baik yang mereka terima selama bekerja dikantor. Mulai dari makanan lezat yang dibuat koki mancanegara dikantin kantor, sampai mereka juga mengatakan bahwa benefit yang diterima jauh lebih baik dari yang mereka harapkan. Para netizen yang melihatnya menjadi sangat iri dibuatnya. Ini terlalu hebat, benar benar tempat kerja seperti impian.


Jumlah unggahan video pribadi yang ada Julietta sedang menangis itu juga diteruskan dan mendapat jumlah like yang sangat banyak, unggahan terbaru miliknya telah dibanjiri dengan komentar.


Peri kecil, mengapa kamu bisa begitu lucu, imut.


Saat menangis pun kamu masih terlihat sangat cantik, meskipun hanya terlihat wajahmu dari samping, aku jatuh cinta.


Panggil bos Aquarius untuk berduel denganku, wanita ini adalah milikku.


Julietta terus menggeser komentar sampai kebawah dan menemukan lebih banyak komentar yang memujinya ataupun membuat pengakuan cinta padanya.


Dia tidak tahu hatus senang atau sedih, lalu dia pun segera menutup,ponselnya. Siapa yang mengira nahwa badai hari ini akan meluas sampai situasi sekarang.

__ADS_1


Julietta tidak ingin memanfaatkan hal hidup dan mati seseorang untuk menaikkan popularitasnya, jadi dia berpura pura tidak melihatnya dan tidak memperdulikan komentar tersebut.


David berjalan keluar dari pintu dan melihat Julietta sedang berdiri dengan wajah kebingungan. Dia berjalan maju dan meraih tangan Julietta, menggandeng menariknya jalan.


"Ayo pergi"


"Pergi kemana"


"Pulang kerumah makan"


Telapak tangan David sangat kering dan dingin, dia menggenggam tangan Julietta dengan erat sehingga membuatnya tidak bisa melepaskannya. Julietta mengikuti David keluar dengan bingung. Tiba tiba Julietta mengingat sesuatu dan menepuk jidatnya dengan keras.


"Oh tidak, kuenya telah terlempar kejalan"


David tidak perduli apa yang terjadi dengan kue tesebut. Dia berjalan didepan, setengah langkah lebih cepat dari Julietta. Dia membelkangi Julietta sambil bertanya perlahan. "Kenapa kamu beli kue"


Julietta berdehem dan menjawab "untuk menghargai kepatuhanmu baru baru ini, tapi kamu tidak boleh memanfaatkan kesempatan ini untuk berbuat sembarangan"


David lanjut bertanya "kenapa kamu menangis"


Juloetta tersentak. Pertanyaan ini datang tiba tiba. Dia berpikir bahwa setelah mengalami serangkaian kejadian yang membingungkan, David seharusnya akan melupakan semuanya. Begitu dia berpikir bahwa dia telah menangis konyol untuk waktu yang cukup lama dan kejadian itu disaksikan oleh David dari awal hingga akhir dalm video, dia merasa kesal dan malu.


Juliettaa mengedipkan matanya dan mengubah topik "tidak apa apa, oh ya makan apa kita malam ini, bukankah tadinya kita mau pergi makan ke restoran"


David berjalan dengan langkah kaki perlahan dan menjawab "didepan ada restoran yang cukup enak"


"Kalau begitu, ayo kita makan disana"


Setelah berhasil menghindari pertanyaan ini, Julietta diam diam menghela nafas lega. Benar saja begitu David mendengar kata makanan, benar benar kebiasaan yang baik. Langit sudah gelap.


David menarik tangan Julietta, diam diam dia tertegun. Entah sejak kapan dia sudah berhenti menolak saat David memegang tangannya. Entah mengapa, dia merasa David bertingkah aneh. Apakah itu hanya halusinasinya.


Ketika Julietta sedang merenung, tiba tiba ada tetesan air hujan yang mengenai hidungnya, dia terkejut, mendongak dan melihat air hujan yang halus mulai berjatuhan perlahan, tetes demi tetes, semakin lama semakin padat, Julietta menyipitkan matanya dan berkata "ternyata hujan" "ayo cepat cari tempat untuk berteduh"


Julietta meraih pergelangan tangan David, dan menyadari kalau David yang diam saja itu tiba tiba mempercepat langkahnya. Julietta merpercepat langkahnya juga sambil berlari kecil. Saat ini Julietta bicara dengan terengah engah "pelan sedikit, aku tidak bisa mengimbangimu"


Namun David sama sekali tidak memperlambat langkah kakinya "Hei David David" Julietta berteriak karena agak takut.


Langkah kaki David semakin cepat, sehingga Julietta mau tidak mau jadi harus berlari. Sepatunya yang menginjak genangan air itu mengeluarkan suara gemericik. Dia mulai merasa lengannya sakit karena ditarik oleh David, kemudian dia bertanya.


"Kamu mau mengajakku kemana" "Bukankah didepan itu yang arah ke restoran"


David terus berjalan tanpa melihat kedepan sambil menarik Julietta ke jalan seperti gang sempit. Julietta semakin panik saat mengikutinya di lorong jalan gang sempit itu. Situasi seperti ini, seperti David ingin menjualnya.


David menghentikan langkahnya tiba tiba, Julietta hampir saja menabraknya. Dia mendongak dan melihat David sedang menatapnya dalam dalam. Untuk sesaat, Julietta sempat berpikir kalau David ingin membunuhnya disini. Hujan yang terus turun membasahi rambut David. 


Dia bergerak maju selangkah dan tanpa sadar membuat Julietta bergerak mundur sampai punggungnya menabrak dinding.


Julietta mengakui kalau sekarang dia sedikit takut. Dia sudah terbiasa melihat David dengan sikapnya yang lesu, namun sangat berbeda dengan sekarang, dia juga tidak tahu bagian mana yang aneh denganya.


David bertanya "mengapa kamu menangis"


Wajah Julietta terlihat tenang, namun dalam hatinya sangat panik. Dia berusaha membuka matanya lebar lebar untuk menunjukan wajah tegas berani dan berkata.


"Aku menangis ketika aku ingin menangis, aku memiliki kelenjar air mata, apakah tidak boleh melampiaskannya ketika aku merasa itu sangat sentimentil"


Suara David terdengar sangat jelas ditengah hujan itu "apakah kau kira dia itu aku, sehingga membuatmu menangis dengan sedih, seolah olah seluruh dunia akan hancur"


Julietta terkejut. "Kamu jangan tanya lagi, aku tidak menangis untukmu, jangan berharap seperti itu"

__ADS_1


Semakin Julietta menunjukkan wajah marah dan menakutinya, semakin jelas keraguannya. Setelah mengatakan itu, tiba tiba Julietta menyadari kalau David sedang menatapnya dengan diam. Wajah Julietta memerah. Tidak tahu apakah karena malu atau emosi lain yang tidak bisa dijelaskan.


__ADS_2