
Erick mengendarai mobil kearah hotel dengan kecepatan penuh. Hotel tempat rapat tahunan itu hanya berjarak belasan menit, sekarang kalau pergi mungkin masih sempat. Mobil yang sedikit pengap, Erick membuka jendela,,agar angin dingin berhembus kemukanya, agar aliran darah dia menjadi tenang, detak jantungnya sangat cepat, membuat orang memiliki firasat yang tidak baik.
Firasat yang tidak baik ini mencapai puncaknya ketika sampai dihotel. Erick bersembunyi ditoilet, dia menuangkan air dingin kemukanya agar dirinya bisa sadar lebih cepat.
Seluruh badan dia panas tidak tertahan, satu bagian tubuhnya ada respon yang sangat jelas, membuat Ericktersadar dia dicekoki obat. Siapa yang melakukannya, hati dia hanya memikirkan satu orang, yaitu orang yang paling tidak dipercayai oleh Erick akan berbuat sehina itu. Dia tidak menyangka Sisca bisa bisanya memakai cara rendahan seperti ini.
Darimana dia dapat obat itu, dan sejak kapan punya pemikiran seperti ini, Erick tidak bisa tahu disaat ini dia berusaha agar tidak terlihat oleh orang lain, tapi kalau mau membuang kesempatan dia untuk muncul pertama kali, Erick tidak terima. Kenapa selalu muncul masalah disaat yang penting.
Erick berusaha menangkal kegelisahannya, dia sangat ingin langsung mandi air dingin, dan disaat yang memalukan ini, orang yang paling tidak ingin ditemuinya ini muncul didepannya. Dia adalah Julietta.
Julietta meminta Erick jangan kemana mana, boleh sembunyi didalam toilet, dia berlari ke koridor, sementara Tomy sudah berdiri diatas panggung untuk bersiap siap bicara sebentar lagi.
Julietta "gawat" dia harus cepat cepat. Disaat orang tidak memperhatikan, Julietta memanggil seorang pelayan, dia adalah pria yang masih muda. Dia menarik pelayan itu kepinggir, wajah pria itu memerah dan bertanya kenapa dengan gagap.
Julietta denganserius berkata "kalian ada es batunyidak"
"Ada ada" pelayan itu mengira dia mau minuman dingin "aku kam segera ambil untuk kamu"
"Baik, kasih aku satu ember"
"Satu ember" pelayan itu terkejut mengulangi ucapan Julietta.
Julietta menangkupkan kedua tangannya memohon dan dengan lembut berkata "tolong tolong aku sangat perlu cepat cepat"
"Ya pakai es batu untuk membekukan tidak apa kan"
"Boleh boleh,tolong cepat sedikit, terima kasih"
Wanita utama tidak tahu ada dimana, tapi berkembang sampai alur cerita mencekoki obat yang tiba tiba ini juga membuat Julietta sedikit tidak menduga. Kemunculannya malam ini sangat penting bagi masa depan Erick, dia pasti tidak berharap untuk melewatinya. Erick adalah orang yang sangat memiliki pikiran kerja keras. Jadi Julietta hanya bisa memberinya penangkal obat yang berat.
Pelayan itu sangat hebat, hanya dalam sebentar dia berjalan sambil membawa ember, Julietta menentengnya dengan susah payah.
"Nona butuh bantuan saya lagi tidak" pelayan itu merasa kasihan.
"Tolong bantu aku carikan jas, hotel ada cadangan kan, tingginya kira kita 185cm, ukuran yang sedang, oh ya bawa handuk juga"
Waktu semakin mepet, tidak ada waktu untuk buka kamar,, Julietta mau tidak mau meminta Erick tahan sebentar dan dilakukan didalam toilet. Sampai Erick melihat Julietta membawa satu ember es dan satu ember kosong kearahnya, dia terkejut.
Wajah Julietta agak ragu "kamu pernah dengar ice bucket challenge tidak"
Erick mengerti dan masuk ke toilet pria dengan ember itu, julietta menebalkan mukanya untuk menunggu diluar pintu toilet pria. Untungnya disaat ini orang yang ketoilet sedikt, Julietta menunggu sebentar, dia mendengar suara air dari dalam, dia pun menjadi tenang.
Tiba tiba ada seorang pria yang berjalan kearahnya, dia adalah rekan kerjanya. Dia melihat Julietta terkejut, lalu dia dengan canggung menunjuk ke toilet pria. Julietta bertanya dengan tulus tersenyum manis "kamu buru buru tidak"
"Tidak begitu"
"Toilet yang ini rudak, kamu pergi ketoilet yang satunya"
Mereka berdua saling menatap.sesaat suasana menjadi sangat canggung. Pria itu menggaruk kepalanya, tidak berani tanya ke Julietta bagaimaan dia bisa tahu kalaau toilet pria rusak, mau tidak mau dia menjawab.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu aku pergi ketoilet satunya"
Julietta tersenyum "semoga kamu senang menggunakan toilet"
Melihat orang itu pergi, Julietta mengelap keringat dingin didahinya, dia bingung mukanya hari ini mau ditaruh dimana. Mungkin saja nanti dikantor akan muncul rumor tentang Julietta menunggu diluar pintu toilet pria dan tidak bergerak.
Malam ini Erick tidak akan melupakannya seumur hiduo. Dia berkaki kali merasakan dingin yang menusuk tulang, dinginnya membuat otot kaku, muka pucat, seluruh badan gemetar, tapi bisa dilewatinya. Dia menggigit giginya mandi air es, dipikirannya semuanya tentang masa depan, masa lalu, dia memikirkan banyak hal. Dari kecil orang tuanya mendidik dia agar bertanggung jawab, hanya saja saat ini, dia sudah tidak bisa menanggung identitasnya sebagai kakak. Kelembutan yang terakhir terhadap Sisca, sudah diguyur oleh air es dan membuat hatinya dingin dan otaknya mati rasa.
Sampai air terakhir, dia masih tidak bisa merasakan gairah yang panas. Dia mengelap air dibadannya tanpa eksprersi, lalu memakia jas hitam, bagian bahunya sedikit sempit, tapi bisa dibilang ukurannya pas. Erick keluar dengan menenteng ember, wajahnya sudah kembali tenang seperti biasa.
Julietta "Embernya taruh disini, nanti akan ada pelayan yang ambil, kamu rapikan penampilan kamu dulu agar tidak terlihat aneh, aku kesana dulu"
"Etta"
Julietta menoleh kedia. Tangan yang diukurkannya ditarik kembali, bibirnya mingkam menjadi satu garis lurus, melihat wajah cantik itu, dia menahan emosinya dan berterima kasih.
"Julietta, terima kasih, kebaikan kamu hari ini, aku akan ingat dalam hati selamanya"
Julietta tersenyum melihat dia yang serius begitu. Dia menepuk bahu Erick, tersenyum berkata "hai, tidak perlu sungkan, nanti kamu tunjukan dengan baik dipanggung"
Erick menatap dan tersenyum lalu menjawab iya.
Sementara diballroom, Tomy berdiri diatas panggung, tidak melihat Julietta dan Erick, membuatnya panik. Matanya berkeliling mencari mereka, dan memainkan matanya meminta Herman mencari mereka, sebentar lagi dia akan memperkenalkan karyawan baru dan melihat mereka berdua tidak ada, ini jadi tidak bisa dilakukan.
Saat bicara Julietta berdiri disebelah panggung. Herman menjadi lega, dia berlarimpelan kearah Jukietta dan bertanya "istri, kamu kemana saja"
Julietta merapikan rambutnya dan berkata "aku ketoilet, maaf perut sedikit tidak enak"
Julietta datangnya sangat pas. Ditengah lautan orang. Tomy mengubah topik kebagian pengenalan orang baru, yang pertama akan naik panggung adalah Julietta. Tomy membuka jalan, lalu bersamaan dengan orang saling berbisik, Julietta naik dan berdiri ditengah panggung.
Tomy berkata lagi"sebelum ini ada beberapa orang yang curiga dengan kemampuan Julietta ini, disini saya mau menjelaskan dua hal, yang pertama pemilihan kita sangat adil, Julietta ini berhasil masuk ke Aquarius dengan jumlah vote terbanyak, poin ini semuanya tolong lihat pakai mata, jangan sampai curiga yang macam macam. Yang kedua adalah yang terpenting, di game Knight Walker kita, Julietta adalah desainer utamanya, keseluruhan game ini banyak menggunakan inspirasi dari dia, dan memberikan kita semua kejutan yang bagus, kesuksesan kali ini juga berkat kontribusi dia, disini aku minta kalian semua untuk tepuk tangan"
Ucapan Tomy membuat semua orang gempar, tidak menyangka ide utama game baru ini berasal dari Julietta. Awalnya pikiran yang meremehkan dia berubah menjadi kekaguman dan pengakuan. Mulanya tepuk tangan saat menyambut Julietta sangat sedikit, karena semua orang bersorak ats penampilan dia yang cantik, tapi kali ini sebagian besar tepuk tangan dengan sungguh sungguh.
Tepuk tangan berhenti, Julietta merasa senang karena mereka. Tangannya yang memegang mikrofon sedikit gemetar, mengungkapkan emosinya, tapi diluarnya terlihat sangat tenang, bahkan saat dia memperkenalkan diri dan ucapan terima kasih diulang ulang, dia bicara dengan sangat lancar sampai selesai.
Tomy tadinya sudah memikirkan cara bagaimana membantu Julietta bicara, tapi dia yang natural seperti ini membuat Tomy mengacungkan kedua jempolnya kearah dia.
Julietta membungkukkan badannya, saat siap siap turun dari panggung, Tomy tersenyum dan berkata "bravo"
"Aku sudah mau mati rasanya" bisiknya ke Tomy.
Tampang Julietta yang kaku hampir membuat Tomy tertawa. Kalau bukan karena acara ini, dia dari awal pasti sudah tidak bisa menahan diri untuk tertawa.
Julietta berjalan turun dari panggung, dan melewati Erick yang mengenakan jas dan sedang berjalan naik kepanggung, mereka berdua saling tersenyum, disaat berpapasan, julietta berbisik "semangat yah"
"Terima kasih"
Sampai Erick dipanggung dan memperkenalkan dirinya, Julietta sudah siap siap untuk kabur pulang. Dia memberi tahu Marc ijin pulang duluan, mengambil jaketnya diam diam lalu sekalian minta pelayan yang baik tadi membungkus beberapa makanan. Julietta berpikir, rapat tahunan perusahaan, bos yang sebenarnya juga harus makan makanannya, dan bukan sendirian dirumah. Ditengah keramaian itu, siapapun tidak ada yang sadar dia sudah pulang.
__ADS_1
Julietta membuka pintu perlahan. Diruang tamu hanya ada satu lampu meja yang menyala, sangat redup dan sunyi. David yang duduk disofa satu tangannya menahan kepala belakangnya, seperti sedang melamun. Mendengar ada suara dia menolehkan kepalanya dan melihat Julietta dengan sedikit tidak menyangka.
David "kenapa pulang secepat ini"
Julietta menggoyangkan satu bungs makanan yang berat ditangannya sambil tersenyum.
"Pulang untuk rapat tahunan, menurut bos bagaimana"
David melamun sebentar lalu dengan pelan menjawab "baik"
Keesokan harinya dikantor merespon permintaan perusahaan, Julietta membuat id kerja difesbuk, setelah berpikir sangat lama, akhirnya dia menemukan nama yang tidak ada hubungan dengan etta, menghabiskan waktu setengah hari, hampir saja membuat dia mati ditempat.
Berdasarkan gosip dari sekretaris, saat Tomy mendengar nama yang dibuat Julietta, wajahnya sedikit tertawa, kedua matanya seperti ingin berbicara tapi berhenti, terakhir dia menelan kembali ucapannya.
Tangan dia menepuk nepuk meja dan berkata "ya, fatbird, nama ini lumayan bagus, lumayan bagus"
Julietta sudah memikirkan respon Tomy yang menahan menertawai id nya. Apakah tidak merasa nama ini sangat lucu. Julietta menyatakan, dia merasa sangat puas.
Nama fatbird sudah dibuat, dengan memasang nama sebagai desainer knight walker, ditambah tag dari pengumuman resmi perusahaan, dengan cepat langsung menarik perhatian banyak orang. Mereka login ke fesbbuk hanya ingin melihat postingan satu satunya.
Fatbird helo semuanya pada makan malam apa, tolong kasih aku referensi.
Maka semua orang langsung lupa dengan keinginan awalnya yang ingin menyatakan perasaanya, mereka semua membuat komentar menu makan malam mereka, dan ada beberapa gambar juga yang masuk ke halaman depan. Interaksi yang baik berubah menjadi komunikasi makan malam yang panjang.
2 jam kemudian, fatbird membuat postingan baru, tulisannya hanya dua kata makan malam. Gambarnya adalah satu foto yang tidak diedit. Diatas meja ada beberapa piring makanan, ada daging, sayur, ada yang merah, hijau, kuning ditambah dua mangkuk nasi, membuat orang yang melihatnya nafsu makannya bertambah, benar benar ingin mencicipi sesuap saja.
"Wah ini kamu yang masak, bisa gambar dan bisa masak, benar benar seperti dewi"
"Orang disebelahnya siapa"
"Aku iri, aku juga mau makan"
"Kehidupan seorang peri bisa dibilang sangat membuat iri"
Bagi orang yang tidak tahu, akan mengira ini adalah id tentang makanan, postingan dia jadi mengarah ke hal yang tidak berhubungan dengan kantor. Komentar hanya menyisakan diskusi antara yang ingin menyatakan perasaan dan pemakan rakus, ada beberapa orang yang mengejek, tapi juga langsung tergeser ke bagian bawah, seperti batu tenggelam kedalam air, langsung kebawah tenggelam dan tak terlihat.
Dikehidupan aslinya juga Julietta memiliki id, tapi fansnya tidak sebanyak ini. Dia disaat itu membagikan gambar buatannya dan beberapa foto lain, sesekali ada foto pemandangan ketika liburan, fans yang aktif tidak banyak tapi semuanya harmonis.
Sekarang angaka followers nya bertambah banyak, dalam waktu satu malam dia sudah menerima banyak pesan pribadi dan tag, membuat Julietta sedikit tidak tenang. Untung saja orang yang mencari masalah hanya sebagian kecil, sebagian besarnya orang yang santai dan lucu.
Merespon permintaan dari kantor lagi, Julietta memposting beberapa gambar yang belum selesai, dia melihat jumlah pengikutnya makin bertambah, hanya dalam waktu beberapa hari sudah mencapai ratusan ribu id lebih.
Julietta sedikit terkejut, benar benar tidak menyangka akan ada orang sebanyak ini. Orang yang sehari hari jarang membuat status dan tidak bisa menjalankannya dengan baik seperti dia, seharusnya akan sangat dingin.
"Ini hal yang sudah diduga" Marc menghampirinya, dia tertawa melihat Julietta.
"Jangankan mereka aku lihat postingan kamu juga merasa sangat hangat, oh ya kamu bisa ajari aku cara buat terong balado tidak, istri aku melihatnya jadi ingin makan itu, dan dia bilang harus makan itu"
Sambil bicara Marc membawakan Julietta satu kantong kismis jumbo dan diletakkan diatas mejanya.
__ADS_1
"Ini adalah produk lokal spesial dari kampung halaman dia, dia bilang kasih kekamu sekantong, kamu jangan takut keras, ini sangat manis, garing sehat, rasanya enak sekali"
Julietta langsung berterima kasih. Beberapa waktu ini, sikap para karyawan ke Julietta berubah drastis. Bukan hanya menjadi lebih hormat, tapi juga tidak berani berbicara dengan Julietta dengan mudah, semua pandangan yang melihat dia seperti sedang melihat bos besar.