Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
29


__ADS_3

Sepertinya ini bukan hanya krisis keuangan, Tomy benar benar sudah dijalankan oleh jalan pikir wanita. Melalui diskusi panjang selama satu jam lebih, mereka semua merasa kalau langsung meminta Julietta menerima kenyataan sepertinya sedikit tiba tiba, harus perlahan lahan, harus membocorkan rumor sedikit, lalu baru pelan pelan kasih tahu dia kebenarannya.


Mereka semua memberikan beberapa pilihan solusi, setiap solusinya ada 3 sampai 4 saran, mereka membuat hal yang sangat mudah menjadi satu kasus didalam bisnis. Bisa dibilang sangat produktif. Disaat ini tiba tiba ada orang yang mengetuk pintu diluar


Tomy "silahkan masuk"


Pintu terbuka perlahan, ada satu bayangan wanita yang masuk, dia adalah Julietta yang sekarang seharusnya ada dirumah. Tangannya membawa satu dokumen perencanaan, langkah kakinya gesit, lalu tiba tiba Julietta mematung terkejut ditempatnya.


Dengan heran dia melihat mereka didalam ruang kantor mengitari David, tabletnya terbuka, Julietta belum sempat melihat dengan jelas tiba tiba ditutup. Pertemuan yang mematikan,.


"Istri kenapa datang" Tomy tanpa sengaja mengeluarkan panggilan yang sebenarnya, satu detik kemudian dia menampar mulutnya sendiri.


"Maaf mulut aku kendor"


Beberapa orang yang tadinya banyak bicara sekejap mereka menjadi diam, mereka semua menundukan kepala pura pura tidak tahu apa apa dan tidak berani melihat mata Julietta. 


Hanya David yang terlihat sangat tenang. Sangat sangat tenang. Tenang sampai lupa bicara apa.


"David kenapa ada disini" Julietta semakin bingung.


"Apakah aku mengganggu kalian bekerja"


Satu tangan David yang menekan menutup tabletnya berkata "hanya membahas tentang masalah dipekerjaan aku saja"


Julietta. "Okey, tapi kamu kenapa duduk dikursi bos"


Mereka semakin panik, pilihan solusi yang tadi dibahas tidak bisa digunakan, yang tadi dibilang harus langkah demi langkah jadi tiba tiba sudah dilupakan.


"Istri semua karena bos bilang mau menyembunyikannya dari kamu"


"Tolong masalah keluarga kalian selesaikan sendiri"


"Iya iya, kita lebih baik jangan disini lagi"


Julietta "tunggu, hei kalian bicara yang jelas, jangan lari"


Dia bari selesai bicara, mereka semua sudah kabur keluar ruangan, hanya meninggalkan dia dan David yang terdiam duduk diruang rapat, terdiam duduk dan juga canggung.


Julietta bukan orang bodoh, dari awal dia sudah curiga dengan sikap Tomy dan yang lainnya yang sangat hangat sekali terhadapnya, sekarang sepertinya semua hal sudah cocok. Dulu pikirannya sangat bingung, dan juga tidak mengerti ddengan David, dan juga hubungannya dengan Tomy yang misterius akhirnya ada penjelasan. Julietta menghembuskan nafasnya yang panjang.


"Ternyata seperti ini, pantas saja, kamu sehebat apa juga hanya master didumia esport yang menghilang, kenapa para kepala bagian sangat menghormati kamu, pantas saja mereka sangat merawat aku disini"


"Kamu ternyata adalah bos besar Aquarius"


David lanjut terdiam menunduk. Julietta sendiri sedikit tidak percaya. Mana ada satu bos perusahaan besar yang tinggal dirumah yang tua, setiap hari hanya ada dirumah dengan santai.


Julietta sedikit menyadari, secara rasional ini bisa dipikir denga logika. Tapi dari segi perasaan itu dia sedikit tidak bisa terima. David berdiri dan berjalan menghampiri kedepan Jukietta.


"Aku tidak perlu kamu menanggung masalah tentang bisnis dan keluarga, kamu hanya perlu melakukan pekerjaan yang kamu sukai dengan bebas, lalu menggunakan uang sesuka hati u"


Julietta terkejut "kamu mau rawat aku"


David "iya tentu saja"


Pikiran Jukietta sedikit kacau, ucapannya terlalu mengejutkan, dia mundur beberapa langkah dan berkata "biarkan aku tenang sebentar"


Awalnya dia hanya ingin menjadi wanita paruh baya yang ada banyak uang, tapi sekarang dia berunah menjadi wanita yang kaya raya, Julietta tiba tiba sadar dari awal sampai sekarang, kedudukan David dan dia tidak ada digaris yang sama. Dia adalah bos besar Aquarius, dan juga pernah menjadi ahli waris perusahaan besar ayahnya itu, sementara dirinya sebagang kara.

__ADS_1


Julietta menghela nafasnya lagi "aku rasa, kita lebih baik...."


Diavid menundukan kepalanya tiba tiba dia menarik ujung lengan baju Julietta, seperti pengemis yang tidak punya apa apa, suaranya sangat rendah pelan "jangan pergi"


David yang menundukan kepalanya, matanya tidak terlihat dengan jelas. Suara dia sangat rendah dan tidak keras, saat dia menarik Julietta, dia juga hanya menarik ujung bajunya, seperti ikan yang menghadapi kematian didepan air dan mencoba untuk bergumul, tapi dia sadar dirinya sudah tidak ada tenaga lagi.


Saat ucapan dia ini keluar, Julietta juga ikut terkejut, sesaat dia tidak tahu harus lanjut bicara apa. David ini berpikir sampai mana dia awalnya mau bilang, aku rasa kita lebih baik pulang dan bicara dengan baik baik.


Julietta selain menembus memasuki dunia di dalam novel, dia tidak pernah mangalami kejadian sebesar ini, identitas David itu akan berhubungan dengan masa depan dia di dalam alur ceritanya, kalau saja suatu hari David tidak mencapai kesepakatan dalam pekerjaanya, dan orangnitu marah lalu membayar orang untuk membunuh David, membuat Julietta tersiksa.


Tangan David belum dilepaskan, jelas jelas dia jauh lebih tinggi dari Julietta, tapi disaat ini dia sangat kasihan seperti anak kecil. Hati Julietta juga menjadi lunak. Dia paling tidak bisa melihat orang lain terlihat lemah, saat melihat David yang kasihan seperti ini, Julietta juga tidak bisa bicara apa apa.


Jadi dia berkata "kita pulang bicara bisa tidak"


Dilihat orang lain juga bukan hal yang baik bagi David, David "tidak jadi pergi"


Julietta menjawab "kita harus bicara"


Dia merapatkan bibirnya dan tidak bicara apa apa, seperti ada dua telinga yang tajam diatas kepalanya yang juga sedang turun. Julietta berpikir, jurus ini benar benar sangat kuat, dia tidak bisa menahannya. Mereka berdua terdiam dan melangkah keluar ruangan.


Julietta jalan didepan, David mengikutinya dibelakang. Tomy dan yang lainnya sedang bersembunyi dipojok dan melihat saat David dan Julietta akan turun, tiba tiba David memutari kepalanya, kedua matanya yang tajam dan sangat hitam itu dengan cepat melihat keposisi mereka. Tatapan maut itu membuat mereka merinding.


Habis sudah, habis sudah, bos pendendam. Andy dan Herman langsung memukuli Tomy, membuat Tomy berteriak tiada henti dan tidak berani melawannya. Asisten Tomy melihat Tomy sedang dipukuli mereka dari kejauhan. Dia terdiam sebentar, lalu dia memutuskan pura pura tidak melihat apa apa dan memutar jalan jauh keruang kerjanya sendiri.


Saat David melihat kearah Jukietta lagi, dia kembali berekspresi terlihat lemah dan kasihan lagi. Biasanya Jukietta itu snagat keras, kalau David berani keras, maka dia akan lebih keras dari David. Tapi David kebetulan menusuk titik lemahnya, membuat dia tidak tahu harus apa.


Sesampainya dirumah, Julietta baru selesai menata hatinya. Sifat David yang sedikit penyendiri, lumayan dingindengan orang yang dikenalnya, walaupun orang yang dikenalnya ini juga tidak sebaik apa, mereka berdua sudah lumayan lama, sepertinya dia menganggap Julietta sebagai keluarganya, maka tidak rela dia pergi meninggalkannya.


Dia kekurangan cinta ibu, kekurangan kasih sayang,mseharusnya sangat berharap ada orang yang selalu menemaninya.


Julietta merasa langsung memasuki identitas sebagai mama dan kakaknya, tiba tiba dia merasa tekanannya sangat besar. Pria ini tidak mudah dirawat dan juga sangat sering membuat orang kesal.


"Berarti aku akan tanda tangan diperjanjian ini, kalau ada terjadi masalah, aku akan langsung pergi. Saham yang ditulis diperjanjian juga sudah tidak ada, aku juga tidak butuh uang, kalau kamu takut aku memeras, kamu bisa tulis perjanjian yang baru"


David tetap diam.


"Kalau kamu tidak bicara, aku anggap kamu setuju" Julietta dengan cepat tanda tangan di ats perjanjian itu.


Beberapa bulan lalu, David mencari orang untuk membuat surat perjanjian resmi ini, agar membuat dia pergi. Beberapa bulan setelahnya, Julietta tanda tangan diperjanjiannya tapi iani bukan hasil yang David inginkan.


Julietta selesai tanda tangan, dia mengayunkan perjanjian ditangannya, siapa yang tahu pria didepannya ini sudah memikirkan bagaimana agar surat perjanjian cerai ini bisa hilang.


"Oh ya, masih ada satu set perjanjian yang tulis tangan, kamu belum tanda tangan disitu dan cap jari"


Ini adalah perjanjian yang sudah dipikirkan oleh Julietta tadi dijalan. Isi dari perjanjian itu kurang lebih adalah, karena dia pihakmsuami istri tidak ada perasaan, jika ada salah satu pihak minta cerai, maka pihak satunya harus langsung setuju, dan tidak boleh menarik kata katanya.


Julietta memberikan pen kepada David "kamu tanda tangan dong"


Tapi David masih terdiam. Julietta disebelahnya terus memanasinya "kita berdua masih muda, cari cinta kedua juga masih sangat mudah, tidak ada yang akan menunda"  cinta kedua....


David pertama kalinya merasakan krisi dipernikahannya. Julietta yang seperti ini membuat dia sangat khawatir dan tidak tenang. Dua buah perjanjian dibereskan, Julietta memutuskan seperti yang dibilang oleh David, akan menjadi wanita kaya raya yang bahagia tanpa tekanan.


Perasaan diandalkan yang sangat nyaman. Mood Julietta langsung sangat bagus, akhirnya dia mendapatkan posisi yang diuntungkan, membuat dia bisa tertawa. Dia menepuk bahu David dan berkata. 


"Kamu tenang saja aku masih disini" Dimana ada uang disitu ada dia.


David "sangat bagus"

__ADS_1


Julietta "susah juga aku memang sangat baik hati dan memikat dan juga.."


"Akhirnya tidak perlu khawatir makan mie instan terus" ucap David dengan santai yang memotong perkataan Julietta.


Julietta menatap dia dengan kesal. Dengan wajah tidak berdosanya dia berkata lagi.


"Malam ini makan apa"


Julietta tersenyum dingin menjawab datar "mie instan"


Keesokan harinya  di pagi hari yang cerah, David memberi sebuah kartu kepada Julietta, saat Julietta menerimanya dia langsung terkejut, Jangan jangan ini adalahh kartu centurion yang melegenda itu. "Hebat hebat"


Julietta melihatnya dan membolak balikannya beberapa kali dengan terkejut, lalu dia memastikannya lagi "ini buat aku"


David "ya gesek dengan bebas, unlimited"


Wajah Julietta langsung merona "kamu bioang sekali lagi"


Ekspresi wajah David seperti mengatakan kamu gila melihat ke Julietta.


Wajah Julietta masih merona bersemu merah. "Astaga saat pria tampan bicara seperti itu benar benar keren" walaupun yang bilang adalah David. David keheranan.


Walaupun dibilang boleh gesek bebas, tapi Julietta tidak ada barang yang mau dibeli. Selain makan minum sehari hari, paling beberapa baju yang bagus.


Disaat ini masalah suami istri sudah selesai, David akhirnya bisa bekerja normal, dan Julietta juga akhirnya melihat keberuntungan bekerja bersama David. Yaitu numpang naik mobil. David ternyata punya supir pribadi. Julietta pun terkejut.


Dia awalnya mengira David tidak menyetir karena tidak ada SIM, siapa sangka itu karena dia malas menyetir. Untuk menghindari dicurigai, Julietta akan turun dari mobil beberapa meter sebelum sampai kantor, walaupun karyawan kantor juga tidak kenal dengan David, tidak tahu kenapa dia selalu merasa bersalah. Sesampainya dikantor, Tomy dan yang lainnya tertawa tersenyum ramah, seperti tidak terjadi apa apa.


Masih ada yang belum jelas bagi Julietta. Tanpa ekspresi dia menunjuk Tomy "kamu itu si Cola"


Tommy "emmmm"


"Kamu itu si Soda" 


Andy "uhuk uhuk"


"Kamu si sprite"


Herman terkejut dan berkata dengan jelas "maaf aku salah, astaga, lebih baik aku mati saja"


Tuan kapten Yakullt sedang minum Yakullt diruangannya dengan tenang, terlihat seperti orang yang tidak berkepentingan. Julietta melipat tangannya dipinggang dan melihat mereka dengan marah, mereka semua langsung ketakutan.


Bukannya katanya semalam masalah suami istri sudah selesai, kenapa ujung ujungnya tetap kita yang tersiksa. Tomy diam diam menelan air liurnya. Cuti tahunan dia sudah hilang di liburan kemarin, bonus akhir tahun dia, mungkin juga akan hilang. Disisi sini kejadiam identitas yang ketahuan sedang kacau berantakan.


Disisi satunya si wanita utama yang sebenarnya sedang menyambut masa masa paling kelam sejak dia hidup kembali. Setelah ribut dengan Erick terkahir kali, dia selalu menelepon Erick tapi tidak pernah diangkat, cari kerumahnya Erick, dia selalu tidak ada, tidak tahu dia ada dimana. Keluarganya selalu bertanya mereka berdua kenapa, kenapa tanggal tunangan sampai sekarang belum ditentukan juga.


Tekanan batin Sisca sangat besar, dia hampir terjatuh, disaat ini dia mendapatkan berita kalau Erick kembali mengikuti kompetisi pemilihan dan juga performnya sangat bagus.


Aliran darah ditangan, kakinya melawan arus menjadi dingin, kepalanya terus berbunyi, seperti vocer undian hadiah pertama yang akan didapatkannya hilang dan dia melihat hadiahnya terbang menjauh. Dia kenapa tidak menyangka, hanya dalam beberapa hari, Erick ternyata sudah bangkit dan mengikuti kompetisi.


Sisca tidak bisa bertemu dengan Erick, maka dia menghubungi orang tua Erick, dengan sedih dia menyatakan mereka berua ribut, Erick akhi akhir ini tidak pernah perduli dengannya. Akhirnya setelah berusaha mati matian dia berhasil menghubung Erick.


Sisca menghampiri rumahnyan dan ingin minta maaf. Dia ingin masuk tapi dihadang oleh Erick didepan pintu sambil berkata "kita sudah selesai.


Sisca menggigit giginya "aku tidak bisa terima"


Erick melhat tampangnya yang panik dan sedih, gadis yang polos di ingatannya sepertinya menghilang bersama dengan waktu dan tidak kembali, tidak tahu sejak kapan bertumbuh besar, juga tidak tahu kapan Sisca berubah menjadi rumit seperti ini. Erick menghela nafasnya dengan pelan, lalu terakhir dia berkata dengan lembut "pergi Sisca, jangan datang lagi"

__ADS_1



ini David yang tampan.


__ADS_2